Showing posts with label SuperSweep. Show all posts
Showing posts with label SuperSweep. Show all posts

December 11, 2016

Stella Glow

Ketika membeli 3DS, aku sama sekali tak punya keinginan untuk memainkan RPG sama sekali. Emang niat awalku hanyalah memainkan casual games untuk menghilangkan penat dan stress. Namun kemudian hari ada sedikit pikiran yang mengusik diriku. "Sungguh tidak sayang kalo benar-benar tidak memainkan RPG satu pun?" Begitulah kalimat yang melintas dipikiranku. Setelah dipikir-pikir cukup matang akhirnya aku memutuskan untuk memainkan salah satu game RPG yang ada di 3DS. Dan dari sekian banyak game RPG yang disediakan 3DS aku memilih Stella Glow karena aku menemukan Undub Version-nya.


Stella Glow

Stella Glow sendiri pun merupakan game terakhir ATLUS sebelum bangkrut dan menjadi anak angkatnya dari SEGA. Meski SEGA memenangkan lelang aset ATLUS, hingga saat ini SEGA tetap mempertahakan nama ATLUS, sepertinya SEGA memang tak merencanakan mengganti namanya sama sekali. Sayangnya di penghujung usia ATLUS, mereka hanya menitikberatkan pada seri Persona, produk-produk jebolannya Shin Megami Tensei, Trauma Center serta Etrian Odyssey kurang begitu terlihat (apakah akan ada kabar lagi). Stella Glow-pun juga tidak murni hasil dari ATLUS, game ini dikembangkan oleh Imageepoch Inc. yang harus berduka cita menutup usia karena penjualannya menurun dan terlilit hutang. Grafisnya bekerjasama dengan Millennium Kitchen, BGM diproduksi di PROCYON STUDIO dan Sound effect dipegang oleh SuperSweep. Pada 2016, NIS America menyebarkanluaskan game ini di daratan Australia dan Eropa.

Harmoni Surgawi
Pada suatu hari, tinggallah Tuhan di bulan. Orang-orang memuja tuhan. Suatu ketika, dengan berkembang pesat sebuah jaman membuat kepercayaan manusia memudar. Tuhan yang murka menurunkan pasukannya, malaikat, ke bumi untuk menghukum manusia yang tidak setia. Sebagai hukuman, Tuhan mengambil lagu dari manusia atas kesombongan mereka.

Hanya penyihirlah yang mampu bernyanyi. Tuhan menunjuk beberapa gadis untuk menjadi penyihir. Para penyihir inilah berperan sebagai mata dan telinga tuhan di muka bumi (untuk memantau segala kebajikan dan kejahatan manusia).

Suatu hari, pemuda bernama Elcrest pergi menuju rumah Tuhan mengorbankan dirinya untuk membungkam Tuhan. Orang-orang pun memberi gelar pahlawan kepada Elcrest yang telah menghentikan malapetaka dari Tuhan.

Sedikit Bumbu Ar tonelico
Membicarakan gameplay yang ada di Stella Glow sangatlah simple sekali, sangat sangat sangat sangat simple banget. Di game ini hanya ada dua pilihan utama: jalanin cerita dan nigkatin affection ke tiap character saat free time. Kita engga perlu eksploari kemana-mana emang karena engga bisa. Saat free time sebenarnya bisa melakukan hal lain selain ningkatin affection, jalan-jalan keluar untuk mendapatkan sebuah item random atau kerja sambilan untuk mendapatkan sedikit uang dan sedikit potongan harga di toko. Tapi yah, sayang sekali menghabiskan free time yang sedikit hanya untuk melakukan kedua aktivitas tak penting di game ini.

Stella Glow

Dengan menggunakan tema "lagu", game ini sedikit mengingatkanku pada seri Ar tonelico, dimana hanya para gadis saja yang dapat bernyanyi dan karakter perempuan mempunyai masalah masing-masing yang dipendam. Sebagai pemeran utama, pemain harus menelusuri apa masalah yang disembunyikan oleh para gadis tersebut dengan cara terjun ke lubuk hati mereka paling dalam. Bila di artonelico dikenal dengan istilah Cosmosphere maka di Stella Glow disebut Spirit World. Tentunya Spirit World di Stella jauh lebih simple ketimbang Cosmosphere yang harus mondar-mandir kesana kemari, pilih opsi yang tepat dan lain-lain. Di Spirit World pemain akan dihadapi dengan musuh yang menjelma pada sifat negatif manusia (penyihir), kebimbangan, resah, terlalu khawatir, keraguan dan lain-lain.

Spirit World-nya hanya sebatas itu saja. Dengan menyelesaikan semua Spirit World maka akan meng-unlock lagu baru (skill) yang sangat berguna saat battle. Meski menggunakan tema sebuah lagu, sayangnya Stella Glow juga tak memiliki banyak varian lagu sehingga untuk beberapa saat (mungkin) akan membosankan mendengarkan lagu yang sama terus-menerus.

Combat Menarik
Sistem leveling-nya mudah dimengerti tapi sayangnya seret banget. Kita akan mendapatkan EXP dari setiap action saat battle, entah itu memukul musuh, mengalahkan musuh atau pun menyembuhkan teman (entah itu HP atau terkena bad status). Tapi bila hanya menggerakan karakter dan/atau langsung end turn maka karakter tersebut tidak akan mendapatkan EXP sedikitpun.

Level musuh saat battle pun relatif mengikuti level pemain tapi jeleknya musuh akan stuck di level tertentu apabila pemain tidak melajutkan progress cerita. Karena musuh levelnya dibawah satu tingkat (atau lebih) dari level pemain maka pemain akan kesulitan melakukan leveling. Ini merupakan sisi negatif bagi penikmat RPG yang hobinya leveling seharian. Seret banget EXP-nya, bahkan mengalahkan musuh tidak akan mendapatkan EXP lebih dari 5 poin.

Namun disisi lain, sebenarnya Stella Glow bisa diselesaikan langsung tanpa leveling sedikitpun, game ini dirancang untuk dimainkan marathon. Selesai progress cerita di tempat sini, bila kamu males, langsung saja lanjut ke progress cerita selanjutnya, selesai lanjut lagi ke progress cerita. Yah musuhnya hanya terasa sedikit sulit saja koq. Walau begitu aku tetap saja lebih hobi leveling (meski sudah jengkel sekali leveling-nya yang sangat seret).

Weakness dan Resistant suatu element kental banget terasa di game ini. Jadi ya bila musuh lemah dengan element tersebut pakailah penyihir yang mampu cast element tersebut. Bila penyihirmu lemah dengan element yang dimiliki musuh, ya sebaiknya jangan gunakan dia di battle tersebut, terkecuali dia healer satu-saatunya.

Uang yang ada di Stella Glow juga tak jelas wujudnya. Jujur saja, aku hampir engga pernah belanja sama sekali. Uangku cukup berlimpah. Item didapat dari hasil drop item mengalahkan musuh, buka chest treasure juga menyelesaikan mission battle. Begitu juga dengan equipment, semua kudapat dari chest treasure, menyelesaikan mission battle dan steal dari musuh atau boss.

Yang aku senang dari equipment Stella Glow adalah sistem Orb. Orb-nya sangat berpengaruh dan presentase berhasilnya cukup tinggi. Sehingga aku seringkali menggunakan orb untuk memberikan bad status ke musuh, memberikan damage tambahan, attack biasa memberikan efek stealing atau meningkatkan status setelah menghajar musuh atau mengalahkan musuh. Dan tak semua boss kebal terhadap bad status, jadi bad status seperti burn dan poisonus sangat berguna untuk menyicil damage. Meski kukatan menyicil, sebenarnya damage yang dihasilkan itu lumayan banget! Hampir seperti attack biasa ke boss.

Sehingga orb yang memberikan damage tambahan bila menyerang sendirian, disamping ada teman, menyerang dari samping dianggap menyerang dari belakang, atau bila HP/SP dibawah dari 40% itu sangat menarik untuk digunakan.

Dikarenakan kita hanya bisa membawa 2 item per karakter saat battle, mungkin ini menjadi agak tricky mengelola SP untuk menghemat-hemat cast skill. Namun tak perlu khawatir juga bila karaktermu sedang 50/100 EXP-nya maka saat naik level (ketika battle) maka HP dan SP akan restore sempurna. Pastikan hemat untuk heal dan memilih skill yang tepat untuk menebas musuh. Disaat bersamaan juga jangan ragu untuk cast skill heal karena bsia saja di turn selanjutnya boss akan menghantammu.

Di event battle tertentu akan ada minim keterangan. Sehingga kamu tak tahu bila boss tersebut atau ally-mu yang mendadak menolongmu itu tidak bisa mati, ya maksudku sekarat apa pun dia pasti akan bertahan dengan HP 1. Sebenarnya keadaan tersebut emang seharusnya tidak dilakukan, toh kamu hanya disuruh mengalahkan 9 musuh tapi entah mengapa aku ingin mengalahkan ke semua boss disitu agar kebanjiran EXP. Sayangnya mereka semua bertahan di HP sebanyak 1 poin dan berujung aaku yang kalah telak. Lain event battle juga, ally-mu yang mendadak datang dan menolongmu kesulitan melindungimu. Aku menyibukkan diri meng-heal mereka tapi apa yang terjadi. Saat aku panik dan mulai putus asa akan game over karena mereka hendak kalah ternyata mereka bertahan di HP 1 poin! Sial, jadi selama ini aku menghamburkan SP secara cuma-cuma!?

Oh, ngomong-ngomong aku juga hampir tak menggunakan item sedikitpun, karena merasa sayang, toh masih bisa cast heal menggunakan SP (tentunya dengan menggunakan karakter healer) sekaligus item tidak bisa di-refill saat battle berlangsung. Jadi ya, item bagiku juga sama seperti bentuk uang di game ini. Engga ada gunanya.

New Game+ yang Menyebalkan
Aku memperkirakan aktual game ini dapat ditamatkan dalam kurun waktu 30-40 jam. Aku sendiri menamatkan game 60 jam, karena (kuanggap) aku sendiri rajin leveling, dan setidaknya satu battle bisa menghabiskan 15-30 menit sedikitnya. Walau karakter terentu sangat jarang sekali aku gunakan saat event battle, tapi aku tetap rajin leveling semua karakter, agar level-nya sama rata. Hingga pada akhirnya karakter tersebut bisa dihitung jari hanya digunakan beberapa kali saja, itu pun juga kebanyakan karena kondisi karakter tersebut (karakter yang sangat jarang sekali aku pakai) yang wajib turun ke battle.

Cerita Stella Glow mulai kerasa seru saat sudah memasuki chapter 7. Semua karakter patut dicurigai, kita menemui situasi abu-abu, mana lawan sesungguhnya mana kawan sesungguhnya. Semuanya tampak ambigu dan mencurigakan. Jujur saja saat awal-awal merekrut semua penyihir ceritanya monoton sekali. Kita melakukan perjalanan ke selatan, timur, barat menjelajahi seluruh bagian hingga ke ujung dunia mencari dan menemui semua penyihir yang ada di muka bumi.

Disini terdapat 2 ending dan epilog per karakter, epilog didapat dengan memilih karakter yang affection-nya sudah penuh. Sedangkan true ending bisa didapat tanpa perlu menamatkan gamenya terlebih dahulu. Kamu cukup meningkatkan affection Leader pasukanmu hingga tingkat kedua (ia mendapatkan skill Magic Shield), nantinya akan ada satu karakter yang join dengan party-mu dan saat battle terakhir ketika muncul opsi pilih untuk menolak permintaannya.

Cukup mudah sekali untuk mendapatkan True Ending di Stella Glow, tapi bila tidak teliti atau tidak menahu maka akan melewatkan kesempatan untuk mendapatkan true ending saat 1st playthrough.

Ketika menamatkannya akan ada pilihan untuk save clear data, apabila kamu me-load save-an yang sudah clear data, maka kamu akan memainkan 2nd playthrough dan jumlah free time-mu akan dimaksimalkan. Sehingga memungkinkan pemain untuk mendapatkan semua epilog dan mengetahui cerita masing-masing tiap karakter. Hal yang sangat menyebalkan adalah... saat kamu memainkan ulang dari save-an clear data maka semua item, equiptment dan orb semuanya akan lenyap, kecuali jumlah uang-mu. Serta level karaktermu semuanya di reset. Sangat busuk bukan, padahal aku sudah bersusah-payah untuk steal semua equiptment dari boss dan menyelasikan semua battle mission saat battle setelah event. New Game+ hanya memberikan EXP Rate yang ditingkatkan dratis dan free time sebanyak sembilan kali.

Saat ini aku sedang mengumpulkan mood agar dapat memainkan 2nd playthrough-nya. Sungguh mual sekali mendapatkan New Game+ seperti ini.

Stella Glow
Read more ... → Stella Glow

May 20, 2014

No Game No Life

Anime yang tengah mengudara saat kini dan anime yang kukatakan buruk pula untuk saat ini. Aku mengatakan buruk karena mempunyai alasan tersendiri sehingga aku kurang bisa menikmatinya. No Game No Life (ノーゲーム・ノーライフ) atau yang biasa disingkat menjadi NGNL adalah anime yang telah tayang dari 9 April 2014 dengan durasi kurang lebih 23 menit. Diadaptasi dari Light Novel yang ditulis oleh Yuu Kamiya (atau yang mempunyai nama asli Thiago Furukawa Lucas,seorang kebangsaan brazil dan asli dari sana) yang telah terbit dari 25 April 2012 hingga kini masih lanjut dan sudah memiliki 6 volume.

Anime yang kukatakan memiliki unsur brother complex dan sister complex ini diproduksi oleh studio Madhouse dengan sutradara Atsuko Ishizuka (Hanayamata dan Sakurasou no Pet na Kanojo), series composition oleh Jukki Hanada (Steins;Gate, Robotics;Notes, Kashimashi ~Girl Meets Girl~, Level E dan Sora wo Kakeru Shoujo) dan musiknya oleh SuperSweep (Sister Contrast!) yang terdiri dari Ayako Saso, Fumihisa Tanaka, Shinji Hosoe dan Takahiro Eguchi.

Dunia Ini Permainan Belaka
Terdapat sebuah urban legend dimana ada seorang gamer tanpa nama (blank, ya maksudku benar-benar kosong sehingga tertulis [ ] atau disebut Null) dan beberapa orang mengiranya dia (atau mereka?) menggunakan cheat. Sehingga sekumpulan orang berusaha mengalahkan mereka dengan menggunakan cheat, meskipun begitu tetap tak terkalahkan dan sebagian dari mereka menyadari bahwa mereka memainkannya tanpa cheat. Rumornya beredar begitu cepat, tapi sebenarnya sosok dari mereka hanya seorang kakak-beradik NEET nan hikikomori yang addict dengan sebuah game.

Karena kondisi yang dialami mereka, mereka berdua menganggap kehidupan adalah Kuso Game (Shitty Game atau Crappy Game).

Hingga suatu saat mereka mendapat pesan misterius dari sesosok tak dikenal untuk menantang catur. Begitu mereka berhasil mengalahkannya, mereka ketarik ke dunia lain dan sesosok bocah bernama Tet (dewa permainan yang kalah catur oleh mereka berdua) muncul disekitar mereka dan mengaku bahwa dia adalah dewa, The Sole God of Disboard. Tet juga mengatakan bahwa semua hal di dunianya diputuskan oleh simple game, bahkan kemasyarakat hingga batasan wilayah. Tet menyebutkan semua tindakan berdasarkan The Ten Oaths yang isinya:

  1. Pertumpahan darah, perang dan penjarahan dilarang.
  2. Semua permasalahan / perselisihan diselesaikan dengan game.
  3. Dalam sebuah game, kedua belah pihak harus bertaruh dan menyetujui bahwa taruhannya memiliki nilai yang serupa.
  4. Selama tidak melanggar aturan tiga, taruhan, isi game dan rule itu tidaklah penting... tak akan dipertanyakan.
  5. Peserta yang menantang dapat memutuskan aturan dan isi game.
  6. "Sesuai Sumpah", setiap taruhan akan ditaati tanpa syarat.
  7. Segala Konflik diantara kelompok akan diputuskan oleh perwakilan yang ditunjuk dari kedua belah pihak.
  8. Jika ketahuan cheat (kecurangan) diketahui, maka pihak yang melakukan akan otomatis kalah.
  9. Dengan menyebut nama dewa, aturan diatas kekal tanpa syarat dan tidak akan pernah diubah.
  10. Semua orang harus bermain dengan good game (baik).

Sora dan Shiro merasa akhirnya mereka berdua dapat hidup di dunia yang tepat, tak salah bila Tet mengundang kemari. Namun ternyata ras mereka, Imanity berada diujung tanduk. Mereka ras ke-16 yang merupakan paling lemah, hampir kehilangan segalanya. Sehingga mereka berdua bertujuan untuk menyelamatkan umat Imanity (yang parahnya hanya tersisa satu kota saja) dan menyatukan segala ras (Old Deus, Phantasma, Elemental, Dragonia, Gigant, Flügel, Elf, Exmachina, Vampire, Lunamana, Warbeast, Mermaid, Dwarf, Fairy dan Demonia) serta melawan kembali Tet.

Koppelion
Maksud disini adalah mengacu pada K dan Coppelion. Ya kedua anime disini mempunyai warna yang gitu-gitu saja. Sama hal-nya dengan NGNL, penonton dibuat mata sakit dengan biru-ungu yang selalu menyertai anime ini. Filter dan Digital Compostion yang kacau sehingga membuat biru-ungu gaje. Sebelumnya aku menonton Coppelion yang kecewa dengan warna membosankan biru-hijau-cokelat disini malah terjadi hal itu. Dan beberapa scene bukannya membaik malah makin dibikin full biru-ungu-nya.

Klasik Namun Menarik
Konsep ceritanya kubilang sih klasik, yaitu taklukan semua daerah dan melawan dewa tapi menariknya semua ini harus dilakukan dengan game. Umat Imanity yang lemah tidak bisa apa-apa harus mencari akal bagaimana mengalahkan ras yang memiliki keunggulan sihir, kekuatan super dan lain-lain. Apalagi mungkin bila permainannya menggunakan kekuatan fisik (misal adu panco) Imanity bisa kalah dengan mudah, atau mungkin sihir membaca pikiran?

Campur Aduk Permainan
Berdasarkan episode 2, aku sudah cukup riang akan disuguhi oleh teori-teori permainan yang hadir, apalagi dengan permainan catur yang seketika aku memikirnya langsung ke Innocent Moves. Tapi nyatanya tiba-tiba gerakan catur seenaknya (yang aku masih positive thinking Shiro merasa tertantang dan makin menarik) tapi ternyata malah makin membuatku kecewa. Tiba-tiba game-nya berubah jadi Love Simulation, Sora yang berhasil persuasi sang ratu dan kekalahan lawan karena seketika menjadi Political Game. Belum lagi lawannya yang menangis,"Padahal aku sudah berusaha sehingga bisa bergabung dengan elf tapi kamu mengapa jahat?" just... WTF, persetan musuhnya nangis dengan moe.

Sejujurnya aku suka penjelasan game dalam NGNL hanya saja aku tidak bisa menerima perubahan game yang mendadak begitu saja, seperti,"Lho, lho jadi begini?" padahal keasikan dalam tadi belum selesai kenapa membelok ke game yang lain, janggal rasanya.

Ketika melawan Jibril melakukan game Materialization Word Chain itu sungguh sangat mengasikan, permainan lanjut kata bisa menggunakan bahasa apa saja (mungkin bahasa itali, korea, inggris atau bahasa purbakala) dapat digunakan. Tidak kepikiran sempat-sempatnya memasukkan fanservice disini dan seketika berubah menjadi uji pintar sains, fisika-kimia yang mungkin tanpa sadar aku sempat sedikit kagum dengan permainan lanjut kata ini.



Baru kusadari sekarang mengapa daripada harus ribet menghilangkan kemampuan Jibril tidak langsung menghapuskan umat Flügel saja, atau Flügel bukanlah sebuah material? Dan sepertinya NEET disini dijunjung tinggi karena kemampuan Sora dan Shiro yang luar biasa (juga kasus Sora dan Shiro tidak dibahas lanjut, biarlah mereka memutuskan hidup di dunia mana tak perlu kembali ke dunianya dan mengurusi kembali permasalahan sosial mereka). Aku juga tidak bisa mengatakan ini anime bagus karena finishing-nya yang biru-ungu bikin sakit mata serta moe berlebih dan bumbu ecchi-nya yang dihidangkan. Dan entah mengapa orang-orang sering mengaitkan mereka berdua dengan Kanda Sorata dan Shiina Mashiro Sakurasou no Pet na Kanojo karena memiliki seiyuu yang sama. Padahal kan Sorata dan Sora jauh berbeda sifatnya, mungkin untuk Mashiro dan Shiro mempunyai kemiripan dalam gaya berbicaranya dan diamnya itu.
Read more ... → No Game No Life
 

Autumn 2015 Anime Chart

【Autumn 2015 Anime Chart】
For other info, click here.
For its hashtags, click here.

Featured Video


Random Posts