Showing posts with label action. Show all posts
Showing posts with label action. Show all posts

October 20, 2019

League of Evil

Saat pertama kali ku meng-install game ini sih hanya sekedar karena game ini ada di PC, dan aku ingin mencobanya. Hany sebatas itu saja. Namun kenyataannya, game ini telah menemaniku cukup lama (meski tak sering dimainkan). Seingatku, aku seringkali factory reset tiap 12 bulan sekali, dan aku juga udah lumayan banyak gonta-ganti telepon android. namun tetap saja game ini selalu ku-install.


League of Evil

League of Evil ciptaan Ravenous Games yang di port ke android oleh Noodlecake Studios ini sebenarnya lumayan candu, apalagi bila kamu penggemar platformer dan time attack/speedrunning. Karena tiap kali kamu menyelesaikan sebuah stage, maka akan ada nilai dari 1 hingga 3 bintang. Dan bila kamu langsung retry, maka kamu bisa melihat ghost-mu di permainan sebelumnya.

Challenge Yourself
Kamu sebagai agent pemerintah mempunya sebuah misi penting, untuk mengalahkan profesor jahat yang bergabung ke aliansi penjahat. Tak hanya sekedar mengalahkan profesor saja, tapi kalo bisa kita juga harus mengambil koper profesor.

Kontrol game ini pun sangat simpel dan mudah, hanya terdapat d-pad kanan dan kiri dan action button A untuk menyerang dan B untuk melompat. Kamu juga bisa double jump dan nemplok ke tembok untuk multiple jump.

League of Evil

Terdapat 165 stage yang bisa dimainkan secara gratis. Eits, jangan kaget dahulu dengan banyaknya stage yang disajikan, karena sekali main hanya berlansung sekitar 4 hingga 30 detik saja. Dengan catatan itu kalo kamu bisa langsung berhasil menyelesaikannya. Sedangkan bila kurang puas, kamu bisa bayar untuk membuka 18 stage tambahan yang ber-caption "The Impossible Missions!".

League of Evil

Disini tidak ada power-up, upgrade ability atau apa pun itu. Kamu cukup bermain, hindari semua serangan dan ranjau, dan kalahkan profesor. Minion-nya seperti para tentara bayaran opsional untuk dikalahkan. Karena tujuanmu adalah kalahkan profesor as soon as possible. Meski diharuskan untuk bergerak secepat mungkin, tapi ada baiknya kadang kamu stop sebentar, berhati-hati, agar tidak ceroboh dan berbuat celaka hingga mengulangi stage berkali-kali.

League of Evil

Beatable
Bagiku, game ini cocok sekali untuk membuat kita tetap fokus dan berkonsentrasi. Karena lengah sedikit kamu pasti akan kalah. Semisalnya aku sedang menunggu sesuatu dan tiba-tiba mengantuk bosan, pasti aku akan membuka game ini untuk membuatku tetap melek terbangun.

Meski tampaknya terlihat sulit sekali nyatanya game ini sangat mungkin sekali untuk diselesaikan. Dan aku yakin sekali, bila kamu main ini belum dapat 3 bintang plus kopernya, pasti kamu akan penasaran dan langsung menekan try again. Kunci untuk menyelesaikan game ini, sabar, jangan menyerah, coba terus dan tetap waspada. Bila kamu kalah, jangan pernah salahkan pembuat game ini atau device yang kamu pakai, karena kontrol di game ini sangatlah responsif.
Read more ... → League of Evil

November 23, 2017

FATE/KALEID Liner Prisma☆Illya: The Vow In The Snow

Ketika aku menonton trailer-nya aku cukup bingung sih. Mengapa Emiya Shirou yang selama 3 season ini hanyalah figuran, maaf maksudku karakter pendukung, yang melengkapi humor dan fanservice selama series tersebut mendadak menjadi karakter utama, karakter utama atau karakter kunci di series ini.  Jujur saja aku lumayan tidak mengerti transisi cerita Season 2 Part 2 (Fate/kaleid liner Prisma☆Illya 2wei Herz!) ke Season 3 (Fate/kaleid liner Prisma☆Illya 3rei!!).

Terlebih lagi aku tidak membaca manga-nya dan hanya mengikuti series Fate yang Prisma☆Illya saja dikarenakan series ini merupakan spin-off (ngomong-ngomong dulu aku menonton series ini juga karena iseng dan berpikiran bahwa spin-off tidak memerlukan koneksi/mengerti dahulu series utamanya).

Fate/kaleid liner Prisma☆Illya The Vow in The Snow ( 劇場版Fate/kaleid liner プリズマ☆イリヤ 雪下の誓い; Gekijouban Fate/kaleid liner Prisma☆Illya: Sekka no Chikai) atau diluar sana lebih dikenal Fate/kaleid liner Prisma☆Illya: Oath Under Snow adalah sequel dari Season 3 Part 1 (Fate/kaleid liner Prisma☆Illya 3rei!!) yang menjadikan penghubung ke cerita pertama, yaitu Season 1 Part 1 (Fate/kaleid liner Prisma☆Illya). Di movie ini Oonuma Shin (ef series, Baka to Test to Shoukanjuu, Watashi ga Motenai no wa Dou Kangaetemo Omaera ga Warui!) kembali turun tangan untuk mengarahkan dan memproduksi film SILVER LINK. Prisma Illya.


Fate/kaleid liner Prisma Illya: Oath Under Snow — Fate/Kaleid Liner Prisma Illya: The Vow In The Snow — Fate/kaleid liner Prisma☆Illya Movie: Sekka no Chikai

Harapan Manusia
Emiya Kiritsugu adalah seorang pria tua yang memiliki ambisi untuk menyelamatkan umat manusia di seluruh muka bumi. Ia berserta Emiya Shirou, kerabat yang ia selamatkan, berencana untuk ke Fuyuki dimana anak dewa lahir dan dibesarkan oleh keluarga Sakatsuki. Konon anak dewa ini memiliki kemampuan untuk mengabulkan permintaan manusia, apa pun itu permintaannya.

Saat hampir mencapai kota tersebut, sedang terjadi bencana misterius, badai hitam melanda dan memusnahkan seisi kota. Dari wujud bencananya, ini bukanlah hal yang natural melainkan ini terjadi karena perbuatan mistis seseorang. Meski lokasi yang mereka tuju sulit dijangkau dengan kondisi aneh begini, mereka tetap memutuskan untuk kesana dan mengambil anak dewa.

Dengan tubuh kecil Shirou, ia berhasil memasuki kota tersebut tanpa disadari orang lain (pihak keamanan evakuasi). Shirou terus berlari hingga sampai di pusat terjadinya badai, dan menemukan anak dewa.

Fate/kaleid liner Prisma Illya: Oath Under Snow — Fate/Kaleid Liner Prisma Illya: The Vow In The Snow — Fate/kaleid liner Prisma☆Illya Movie: Sekka no Chikai

Ketika mereka berdua saling bertukar pandangan rumah yang ia tinggali, rumahnya hendak hancur. Shirou sangat sadar, sekuat apa pun ia berlari, sekuat apa pun ia berusaha untuk menyelamat anak perempuan ia takkan pernah berhasil mencapainya. Ajaibnya tiba-tiba keadaan sekitar berhenti total membuat ia berhasil menyelamatkannya. Disaat itulah Shirou sadar bahwa permintaannya telah dikabulkan.

Sayagnya baik Shirou maupun Kiritsugu tak tahu bagaimana caranya agar bisa 'menggunakan' anak dewa untuk menjalankan misinya. Yang Kiritsugu tahu hanyalah ketika anak dewa sudah berusia 7 tahun maka kekuatannya akan hilang dan menjadi manusia biasa seutuhnya.

Selagi mencari tahu Kiritsugu meng-'adopsi' dan menjadikan Emiya Miyu sebagai bagian 'keluarga' mereka. Usia Shirou dan Miyu yang tidak jauh dan berkat keakrabkan Shirou, mereka berdua menjadi adik-kakak dalam waktu singkat.

Akan tetapi Kiritsugu yang jatuh dalam jerat ambisi, mengekang Shirou untuk memberi perhatian lebih. Ambisinya membuat ia buta dan lupa, bahwa Miyu jugalah seorang manusia dan hanya anak perempuan. Sedangkan dari Shirou sendiri, ia tak bisa melakukan begitu, ia sudah menganggap Miyu sebagai adiknya dan telah memanusiakannya.

Hingga akhir nafas Kiritsugu, ia tetap tak menemukan cara untuk menggunakan Miyu mengabulkan permintaannya. Shirou dan Miyu yang masih tinggal Fuyuki tak menyadari bahwa ancaman besar akan menimpanya.

Fate/kaleid liner Prisma Illya: Oath Under Snow — Fate/Kaleid Liner Prisma Illya: The Vow In The Snow — Fate/kaleid liner Prisma☆Illya Movie: Sekka no Chikai

Kasih Sayang Seorang Ibu
Pendapatku adalah bagian battle yang intens hanya dua kali, saat Shirou mengumpulkan semua kartu Servant sisanya hanya terlihat sebagai figuran saja, sama sekali tidak ada omongan apa pun tentang pemegang kartu servant lain, benar-benar tidak ada background story untuk mereka (suatu hal yang bagus cukup fokus ke satu tujuan saja, tapi entah mengapa aku menginginkan sedikit ada bacotan dari para figuran ini biar sedikit terlihat seperti villain dari genre-genre shounen).

Dan aku sangat gatal sekali saat melihat adegan menuju final battle, yang dipertengahan cerita, Julian Ainsworth, salah satu musuh utama di universe/cerita ini awalnya mati-matian dan bertekad keras mencegah perbuatan Shirou. Tapi saat mendengarkan penjelasan Shirou tentang kelahiran dan kemampuan Miyu, dengan mudahnya Julian diam saja memberi jalan Shirou untuk menyelamatkan adik tercintanya. Singkat kata... kekuatan dakwah Shirou berhasil menyadarkan Julian?

Fate/kaleid liner Prisma Illya: Oath Under Snow — Fate/Kaleid Liner Prisma Illya: The Vow In The Snow — Fate/kaleid liner Prisma☆Illya Movie: Sekka no Chikai

Terakhir, aku heran mengapa pratayang-poster yang beredar adalah Illya dan tiket movienya sendiri adalah Chloe. Padahal sepanjang cerita fokus mengisahkan Shirou dan Miyu. Bahkan sinopsis movie yang dituliskan sama sekali tak menceritakan movie ini.

Fate/kaleid liner Prisma Illya: Oath Under Snow — Fate/Kaleid Liner Prisma Illya: The Vow In The Snow — Fate/kaleid liner Prisma☆Illya Movie: Sekka no Chikai

Fate/kaleid liner Prisma Illya: Oath Under Snow — Fate/Kaleid Liner Prisma Illya: The Vow In The Snow — Fate/kaleid liner Prisma☆Illya Movie: Sekka no Chikai

Fate/kaleid liner Prisma Illya: Oath Under Snow — Fate/Kaleid Liner Prisma Illya: The Vow In The Snow — Fate/kaleid liner Prisma☆Illya Movie: Sekka no Chikai

Read more ... → FATE/KALEID Liner Prisma☆Illya: The Vow In The Snow

March 2, 2017

Sword Art Online The Movie: Ordinal Scale

Seharusnya Sword Art Online the Movie –Ordinal Scale– tayang premiere di Indonesia minggu lalu, 18 Februari 2017, berbarengan dengan negara asia lainnya. Sayangnya di Indonesia ada sedikit hambatan sehingga pada tanggal 17 Februari belum ada informasi yang jelas dan tiket belum bisa dipesan. Ketika sudah dikonfirmasi akan tayang pada tanggal 25 Februari 2017, tiket premiere juga baru bisa dipesan pada selasa, 22 Februari 2017, dan kalian tahu tidak? Tiket itu ludes habis terjual pada pukul 13.00 entah itu Gold mau pun Reguler.

Aku sudah putus asa, dan padahal sudah secepat mungkin menginstall aplikasi CGV Blitz Megaplex. Sambil berharap terus menerus akan ditambahkan jam tayang, lalu harapanku dikabulkan tapi aku masih melewatkan kesempatan itu. Pada 23 Februari 2017 dibuka jadwal jam tayang baru yaitu 16:35 untuk Gold Class dan 16:15 untuk Regular dan aku telat banget ngeceknya. Aku mengecek jam 4 sore juga sudah habis terjual.

Sudah putus dan meratapi jadwal weekend-ku hancur, aku selalu berharap akan ditambahkan jam tayang baru. Dan sekali lagi harapanku dikabulkan kembali, pada malam hari 24 Ferbuari 2017 ternyata ditambahkan jam tayang baru 16:35 untuk Regular sayangnya aku mengeceknya saat jam 11 malam, hanya tersisa 6 bangku paling depan. Saat aku panik rebutan seat yang ada, ternyata data kartu member Blitz-ku belum ter-verification atau ke-synchronize ke email sehingga ternyata data identitas di aplikasi tersebut masih NULL semua dan aku super panik. Tiap kali aku mengecek jumlah bangkunya kadang bertambah kadang berkurang. Selesai mengisi identitas, yasudah aku mengambil posisi tengah paling depan dan segera lari ke ATM untuk membayarnya (karena hanya diberi range waktu 1 menit untuk pilih seat dan 15 menit untuk pembayaran). Dan setelah aku mentransfer ternyata seat yang kuinginkan sudah ke-unlock. Tapi aku tak mau nekat akan kehabisan tiket lagi, toh begitu aku cek pada pagi hari semua tiket sudah habis ludes.


SWORD ART ONLINE Movie — Ordinal Scale —

Antusias kartun SAO disini benar-benar tinggi! Para penonton sudah berbaris dengan rapi di depan pintu studio padahal masih ada waktu setengah jam lebih lho. Kukira yang nonton hanyalah orang-orang iseng sepertiku dan hanya ingin menghabiskan waktu luang, tapi mereka benar-benar fans SAO sejati. Mereka membicarakan setiap saat, entah itu cerita dan theori. Bahkan ada yang cosplay jadi Kirito juga, meski menggunakan pakaian kasual tapi doi benar-benar membawa pedangnya ke dalam bioskop! Karena issue yang terjadi di Malaysia dan Singapore, di Indonesia sangat waspada akan hal ini. Kita masih harus mengantri 10 menit untuk Security Check, yaitu matikan telepon dan masukan ke sebuah amplop lalu dicekrek deh. Film pun tak langsung tayang, ada seputar informasi dahulu dari host-nya seperti issue illegal recording. Mereka mengatakan apabila ada telepon seluler yang aktif ketika filmnya sedang berlangsung maka film akan langsung dihentikan dan dilakukan extra security check juga film yang dihentikan tidak akan dilanjutkan lagi serta no refund! Buruk sekali bukan!

SAO Movie diproduksi oleh studio A-1 Pictures dan distribukan Aniplex. Disutradarai oleh Itou Tomohiko yang sebelumnya sudah mengarahkan Silver Spoon, Seikimatsu Occult Gakuin dan Boku dake ga Inai Machi dan musik dikomposisikan oleh Yuki Kajiura yang sebelumnya mengarahkan musik di musik di Boku Dake ga Inai Machi, Fate/Zero dan Puella Magi Madoka Magica. Ordinal Scale merupakan cerita original dari Reki Kawahara khusus untuk movie ini. Yang membuatku kagum adalah ternyata kartun sudah didukung oleh audio Dolby Surround Sound (dan saat credit cap movie ini tampak dibuat oleh berbagai dan banyak studio).

SWORD ART ONLINE Movie — Ordinal Scale —

Candu Game
Sebenarnya agak sulit untuk bercerita, soalnya sudah disuruh untuk menutup mulut oleh para petugas CGV Blitz Megaplex. Jangan sampai spoiler, tapi rasanya tetap tidak tahan ingin bercerita sedikit saja. Apalagi sudah beredar trailer 12 menit pertama. Ya sebenarnya kalo kalian sudah menonton trailernya yang 12 menit pertama itu, seharusnya sudah tahu garis besar masalah di cerita kali. Ya lansgung akan kuceritakan (hingga 12 menit pertama itu).

Sebelum memasuki cerita di Ordinal Scale, akan ada sedikit flashback kenangan manis antara Yuuki Asuna dan Kirigaya Kazuto alias Kirito. Mereka membuat janji suci untuk melihat bintang jatuh bersama ketika sudah berhasil keluar dari Aincard, Sword Art Online.

Tahun 2026 sebuah game inovasi mulai mewabah di masyarakat. Apabila dulu NerveGear membuat pemainnya terjun langsung ke dalam Virtual Reality (VR) yang notabene membahayakan manusia karena terjebak dalam permainan SAO, maka Professor Shigemura mengembangkan permainan masa depan yang lebih aman dan realistis. Augma merupakan alat yang sangat aman karena pemain tetap dalam keadaan sadar dan lebih interaktif yang mengharuskan pemain menggerakan fisik secara langsung. Dasarnya struktur lingkungan sekitar tak berubah namun hanya tampilan lingkungan saja yang berubah. Alat ini sangatlah hits, tak hanya untuk bermain Augmented Reality (AR) tapi juga memiliki fungsi canggih lainnya yang seperti pada smartband, menghitung kalori pengguna, mencatat makanan favorit, mengirim pesan pendek atau bahkan sekedar memberitahukan acara televisi favorit.

Ordinal Scale (OS) adalah game ARMMORPG didesain khusus dari Augma yang saat ini sedang populer dimainkan. Game ini sering memberikan event-event khusus yang nantinya apabila ranking pemain semakin maka semakin banyak bonus yang didapat. Bonusnya tak hanya bonus game, melainkan bonus potongan harga atau free item di restoran atau pusat perbelanjaan.

SWORD ART ONLINE Movie — Ordinal Scale —

Kirito tidak menanggapi sama sekali dengan AR ini, ia berpikir VR jauh lebih seru meskipun AR sedang booming dimana-mana. Hingga suatu saat Kirito mendadak tertarik memainkan OS karena akan ada event dimana boss di Aincard SAO akan muncul di OS. Di event inilah Kirito dan Asuna bertemu dengan Eiji, pemain Ranking 2 dalam OS.

Mesin Steroid
Jujur saja aku belum menontn Sword Art Online II sama sekali, karena yang Season 1 ternyata tidak sesuai dengan apa yang kubayangkan. Aku membayangkan akan penuh dengan action tapi nyatanya ternyata action-nya paling hanya 10% walau tidak sesuai dengan ekspektasiku, aku tetap mencoba menyelesaikan Season 1 (hingga selesai di arc ALfheim Online (ALO)).

Nah disini maka sebaliknya, porsi action banyak sekali, totalitas action. Tapi sayangnya Kirito cupu sekali dalam memainkan game AR. Eiji, Antagonis di OS, malah sangat over-power hingga ditengah-tengah film gerakannya makin tidak manusiawi. Sangat lincah bagaikan manusia super. Tapi nantinya akan ke-reveal mengapa Eiji bisa sehebat itu. Tetap saja saat awal-awal melihatnya reaksiku,"Dude, what?"

Di film ini juga menjadi sebuah jembatan perantara untuk mengenang kembali masa-masa SAO, akan ada banyak trivia, seperti boss yang hadir di Aincard. Dan tentunya, costume game di SAO tak terlewatkan disini.

Rath
Setelah selesai menonton jangan terburu-buru untuk selesai menonton atau langsung keluar bioskop (tapi toh saat premiere penonton tidak boleh keluar bila credit belum selesai juga). Karena saat credit screen ada banyak scene extra disitu dan setelah credit selesai akan ada after scene. Juga pengumuman untuk SAO Season 3,"SAO will be back."

Heboh Fantastis
Aku tidak bisa mengatakan dengan pasti apakah untuk menonton movie ini harus nonton Season II-nya terlebih dahulu atau tidak tapi berdasarkan yang aku nonton kemarin sepertinya tidak perlu. Paling hanya sedikit kebingungan ada beberapa tokoh yang tidak dikenal (apabila tidak menonton Season II).

Untungnya aku duduk disebelah rombongan yang fans SAO, sehingga aku lumayan terbantu dengan penjelasan yang mereka berikan. Tepatnya orang yang disebelahku tanya terus-menerus sih keteman di sampingnya dan aku hanya mengupingnya. Menyedihkannya juga, banyak adgean yang menjurus ke "chapter 16.5", kukatakan sekali menjurus (alias mendekati), sehingga banyak penonton yang langsung teriak heboh histeris. Oh ayolah, padahal saat itu sedang adegan romantisnya, seriusnya, sedihnya dan nge-feel-nya. Aku sedikit lumayan terganggu. Bisa kukatakan SWORD ART ONLINE Movie — Ordinal Scale — mengalahkan Kimi no Na wa. di Indonesia. Terlihat sekali hype penonton di studio bioskop dan bahkan para penonton sudah berbaris dengan rapi padahal pintu studio masih akan dibuka 40 menit lagi. Apalagi penonton SAO sedikit-sedikit teriak dan banyak mendapatkan tepok tangan saat film sedang berlangsung.

Meski movie ini tidak ada adegan ecchi, tapi ada beberapa adegan yang telah di-'lulus sensor'. Contohnya ketika Asuna sedang mandi, maka screen hanya di-zoom ke wajah Asuna dan gambar shampoo dan isi kamar mandi diperlihatkan berkali-kali, layaknya saat menonton movie di televisi lokal.

Movie ini akan tayang pada 20 Maret 2017 mendatang yang sepertinya akan tayang dalam kurun waktu seminggu, bila peminatnya banyak ada kemungkinan besar maka masa tayang akan diperpanjang. Seperti pada kasus penayangan premiere, yang awalnya hanya ada 2 sesi ditambah hingga total penayangan premiere menjadi 5 sesi (dengan perbedaan waktu tiap 15 menit).

Karena aku hanya mendapatkan tiket premiere reguler aku tidak mendapatkan tanda tangan Haruka Tomatsu, ah padahal aku ingin sekali tanda tangan Tomacchan. Tiket reguler hanya akan mendapatkan papan tanda tangan secara acak. Ngomong-ngomong saat penukaran special merchandise tiket tak boleh jatuh dan penukaran dilakukan di studio itu juga. Apabila sudah ditukarkan dengan merchandise maka amplop telepon seluler sudah boleh dibuka kembali. Ini akan kusertakan screenshot tentang issue pembajakan di Malaysia dan Singapore dan tiket yang langsung habis di hari pertama dibuka.

Btw, sebenarnya aku cukup bingung dengan hubungan Asuna-Kirito. Meski mereka sudah berpacaran serius dalam real life tapi mereka masih memanggil satu sama lain dengan ingame name (nama di game-nya). Bukankah secara (reflek/tak sadar) begitu sudah mengetahui nama aslinya dan hubungannya semakin dekat secara otomatis akan memanggil satu sama lain dengan menggunakan nama aslinya?

Oh ya, petugas bioskopnya juga sangat menekankan issue ini agar kedepannya film Jepang masih bisa masuk ke Indonesia, ngomong-ngomong tulisanku disini bukan spoiler kan ya? Aku hanya ingin mengkonfirmasinya saja, agar aku tetap bisa menepati janji kepada para petugas bioskop dan berbagai pihak film yang telah bekerja untuk berlangsungnya film ini. Btw, perjuanganku saat membeli tiket ini aku tiap beberapa puluh menit sekali atau saat lumayan senggang selalu mengecek kembali aplikasi CGV ID Cinemas, karena kondisiku jauh dari tempat bioskop tersebut. Berbeda dengan temanku yang memesan tiketnya langsung datang ditempat.

Sword Art Online Movie Premiere langsung habis terjual

Pembajakan SAO Movie di Singapore dan Malaysia

Read more ... → Sword Art Online The Movie: Ordinal Scale

November 27, 2016

The Boy and the Beast (Bakemono no Ko)

Jauh dulu sekali aku sempat meng-add sebuah akun official Jepang untuk mendapatkan free sticker regional. Suatu hari tiba-tiba akun tersebut berubah nama dan icon/gambar menjadi anime. Hingga cukup waktu yang agak lama mulai terkuak bahwa akun tersebut menjadi akun official movie yang akan tayang di Jepang.

Kemarin, Sabtu, tanggal 26 November 2016 awal rencananya aku akan maratonin movie di Japan Fun Day Show Japanese Film Festival 2016 mulai dari jam paling pertama, 12.30 hingga jam terakhir 21.30 terlebih lagi Moana sudah tayang di Indonesia, perfect sekali bukan rencanaku. Tapi karena ada acara lain, aku menggeser prioritasku sehingga hanya sempat menonton satu film. Alasan lainnya adalah ternyata aku juga salah mengecek jadwal, ternyata movie yang ingin kutonton marathon itu ternyata hari Jum'at dan aku tidak bisa menontonnya dihari itu.

The Boy and the Beast (バケモノの子; Bakemono no Ko) merupakan animasi action adventure pada tahun 2015 yang memenangkan award Animasi Terbaik ke-37 pada ajang Japan Academy Prizes. Movie ini ditulis dan disutradrai oleh Mamoru Hosoda, yang telah menjebolkan layar lebar dengan Toki wo Kakeru Shoujo, Summer Wars dan Ookami Kodomo no Ame to Yuki. Ketiga karya sebelumnya meraup keuntungan besar dan memenangkan berbagai award, bahkan award Animasi Terbaik Tahunan tak pernah lepas darinya. Sayangnya meskipun aku mengenal baik sekali nama Hosoda tapi aku belum pernah menonton karyanya sama sekali. Ini adalah film Hosoda pertamaku. Teman baikku mengatakan bahwa The Boy and the Beast bukanlah hasil terbaik dari Hosoda karena kurangnya unsur originalitas yang tertuang dalam karya ini. Walau ini film Hosoda pertamakalinya bagiku, aku lumayan membaca dan mendengarkan ulasan temanku itu sehingga aku sedikit menurunkan ekspektasi dan harapan.

Berandalan Tak Beretika
Ren yang berusia 9 tahun baru saja kehilangan ibunya karena sebuah kecelakaan lalu lintas. Ayahnya yang tinggal pisah rumah membuat Ren seharusnya tinggal dengan walinya. Keputusan yang tidak menyenangkan untuk Ren ini disebabkan tak ada kabar sama sekali dari ayahnya. Menolak keputusan orang dewasa yang egois dan semena-mena Ren mengambil jalan lain, melarikan diri, ia akan hidup gembel, berkelana tanpa tujuan, sendirian. Kebencian Ren pada orang dewasa sekitar membuat ia membenci semua manusia yang ada.

Ren yang sedang jongkok mengumpet diri dari keramaian Shibuya mendengar ocehan gila dari Kumatetsu. Monster beruang ini ngomong terus-terusan serta mengajak Ren untuk mengikutinya. Walau Ren mengacuhkannya, tapi tawaran Kumatetsu sedikit menggiurkan karena ia tak punya tujuan kemanapun.


The Boy and the Beast (Bakemono no Ko) - Studio Chizu - Mamoru Hosoda

Tanpa disadari ternyata Ren telah memasuki dunia lain dan tujuan Kumatetsu terlihat jelas, bahwa ia membutuhkan seorang murid agar dapat menjadi Dewa Binatang baru. Ren ogah menjadi muridnya karena etika Kumatetsu yang buruk sekali. Bahkan ia enggan menyebutkan nama kepadanya, sehingga Kumatetsu memberikan nama Kyuuta ke Ren. Sebenarnya Ren juga sedikit kurang ajar atas segala perilaku dan ucapannya yang dilontarkan ke Kumatetsu, ia (mulai) sadar dan berkaca diri dengan sifatnya dan merasa bersalah ke Kumatetsu, meski ia sendiri tidak mau mengakuinya. Secara tak langsung ia sudah menjadi murid pertamanya dan kehidupan sehari-hari mereka berubah. Guru dan murid ini selalu cekcok karena keduanya sama-sama keras kepala dan keduanya juga kurang beretika.

Makna Kekuatan
Meski awalnya mengisahkan seorang anak lelaki yang terjebak di dunia lain tapi poin utama dari anime ini tak jauh dari interaksi guru dan murid yang saling bahu-membahu belajar satu sama lainnya. Ini terlihat jelas pada adegan dimana Kumatetsu dan Kyuuta selalu berlatih bersama, tiap hari, tanpa mengenal cuaca yang menghadang. Jujur saja pada bagian ini sebenarnya terasa cukup flat sekali. Yah aku akui saat mereka berlatih itu tergambar smooth dan indah sekali tapi tetap saja, flat. Bahkan ketika berjalan mencari filosofi menjadi kuat hanya terlihat sekilas saja. Dan tentu saja cerita otomatis terpusat menjadi guru-murid.

Sisi Gelap Menggerogoti Manusia
Kesampingkan dahulu plot umum guru-murid yang ada, Hosoda berhasil memberikan drama yang tajam ketika Kyuuta sudah mulai tumbuh berkembang dewasa namun Kumatetsu nampaknya tidak berubah sama sekali.

Kita akan menemui 3 masalah dari cerita ini, kebimbangan Kyuuta untuk tetap tinggal bersama Kumatetsu atau mencari ayahnya kembali, kompetisi menjadi Dewa Binatang baru, dan kebusukan Ren yang masih terpendam sejak ia dari kecil. Tatara dan Hyakushuubou yang selalu mengawasi guru-murid sejak pertama kali bertemu memberikan suatu pelajaran/dampak penting kepada mereka berdua dan pertemuan Ren dengan Kaede juga tak kalah pentingnya membangun kedewasaan Ren yang semakin mantap. Character development yang ada disini menyentuh sekali.

Konstelasi Biru Ikan Paus
Walau tadi kukatan cukup hambar saat adegan Kumatetsu dan Kyuuta berlatih bersama tapi saat menontonnya aku terkesima dengan audio dan animasi ditampilkan The Boy and the Beast. Bahkan kebimbangan Kyuuta dan Kaede yang siap menemani dan menuntunya setiap saat membuat perasaanku hanyut saat menontonnya. Masalah yang disimpan pada masing-masing karakter yang ada membuat aku jatuh semakin dalam pada drama yang diciptakan oleh Hosoda. Film ini juga banyak memotivasiku untuk kembali melakukan hal-hal positif (yang ingin kulakukan selama ini). Dua adegan favoritku ketika Kyuuta mengintimidasi Kumatetsu dengan meniru gerakannya dan saat Kaede menyadarkan Ren saat ia kebingungan.

Japan Fun Day Show Japanese Film Festival Indonesia 2016

Japan Fun Day Show Japanese Film Festival Indonesia 2016

Japan Fun Day Show Japanese Film Festival Indonesia 2016

Penutup dari tulisan ini aku akan OOT seperti biasa dan sedikit bercerita tentang acara Japanese Fun Day Show. Meski panggungnya cukup kecil dan tidak terlalu banyak booth yang berjejer berdiri, tapi dengan ukuran segitu sudah ramai dihuni berbagai pengunjung dari awal hingga malam. Booth yang ada juga memberikan harga yang terjangkau dan screening yang tayang harganya terjangkau. Aku sangat menyukainya sekali. Oh aku ingin sekali menonton Chihayafuru Live Action dan masih lumayan penasaran dengan The Anthem of the Heart, yah walau banyak sekali yang mengatakan anime ini kentang sekali (termasuk semua temanku) tapi aku tetap penasaran ingin menontonnya! Oh ya, tanggal 7 Desember 2016 mendatang Kimi no Na wa. juga akan tayang di Indonesia, aku harus menontonnya di layar lebar.
Read more ... → The Boy and the Beast (Bakemono no Ko)

August 19, 2016

Kingsglaive: Final Fantasy XV

Jujur saja, aku sedang tidak mengikuti berita game dan tidak tahu sama sekali akan ada film prequel Final Fantasy XV apalagi ternyata tayang hari ini. Dan sebenarnya tujuanku pergi hari ini adalah mengincar sebuah diskon namun begitu sesampainya dilokasi ternyata diskonnya hanya selected item dan kebetulan tempat yang kukunjungi ada Blitz Megaplex tidak jauh dari sana, sehingga aku segera melipir kesana. Dan aku sudah cukup menduga, libur 17-an antriannya agak panjang.


Kingsglaive: Final Fantasy XV

Sedikit flashback ke masa lalu, tepatnya sekitar 2006, dulu Final Fantasy XIII yang rencananya menjadi game RPG pertama di konsol next-gen PS3 akan punya 2 game lagi yang terkait dengan judul 'XIII', yaitu Final Fantasy Agito XIII dan Final Fantasy Versus XIII. Sayangnya saat itu Final Fantasy XIII harus mengalami delay padahal beritanya sudah tersebar kemana-mana dan batal banget menjadi game RPG pertama di konsol next-gen era itu dan engga nanggung-nanggung calon pembeli (yang sudah sangat hype) harus menunggu lagi bertahun-tahun hingga Final Fantasy XIII fix release. Lalu bagaimana nasib kedua game tadi? Sayangnya kedua game tersebut harus dipecah, meski masih dalam satu series Fabula Nova Crystallis, sekarang kini bernama Final Fantasy Type-0 dan Final Fantasy XV. Dengan dipecahnya ini juga mereka mengambil keputusan men-delay atau men-cancel release date kedua game tersebut. Kalian merasa sudah cukup bersabar menunggu dengan Square Enix Final Fantasy XV? Oooppss nampaknya kalian harus lebih bersabar lagi karena mereka akan men-delay Final Fantasy (lagi, dan untuk kesekian kalinya) selama 2 bulan.

Kabar baiknya, bagi kalian yang belum memesan sepertinya pre-order masih terbuka karena release date-nya diundur. Masih ragu-ragu, kalian bisa mencoba trailer gratisan Final Fantasy XV di PS4 dan melihat grafisnya yang menakjubkan. Maka untuk melengkapi rasa penasaran tentang Final Fantasy XV kalian wajib menonton Kingsglaive: Final Fantasy XV, menceritakan prequel-nya yang ternyata cerita Final Fantasy XV tampaknya sangat kompleks. Kingsglaive mulai diproduksi tahun 2014 dengan tim yang sama dengan Final Fantasy VII: Advent Children. Cerita dari Saori Itamuro dan Kazushige Nojima, diarahkan oleh Takeshi Nozue dan Hajime Tabata sebagai produser.

Teknologi Kristal Sihir
Mengambil latar beberapa tahun sebelum cerita utama Final Fantasy XV, penonton diterjunkan dengan keadaan sulit dimana sedang terjadi perang jangka panjang antar negara: Kerajaan Lucis yang masih menggunakan kristal sihir turun-menurun dan Nifleheim negara militer yang mempunyai teknologi sihir, magitek, serta mampu mengendalikan monster. Kerajaan Lucis selalu didesak dengan keunggulan Nifleheim, walau sudah menurunkan pasukan Kingsglaive, pasukan khusus yang terdiri diri dari para imigran terpilih yang dibentuk dan diilhami kekuatan oleh King Regis, tapi perang di Tenebrae sudah terlihat hasilnya, Kerajaan Lucis kalah. Perintah untuk mundur sudah diteriakan untuk seluruh pasukan.

Sayangnya Nyx Ulric tidak bisa menjalankan perintah tersebut karena melihat rekannya, Libertus, yang terluka parah ia mengambil keputusan cepat untuk menolongnya. Meski Nyx terkena hardik keras dari atasannya, tapi ia tak bisa membiarkan rekannya ditinggalkan begitu saja. Apalagi pasukan Kingsglaive menjunjung tinggi atas nama Home and Family.

Kingsglaive: Final Fantasy XV

Akhirnya, Nifleheim mengutuskan seseorang untuk menghadap King Regis dan membawa pesan untuk perdamaian kedua negara. Suatu keadaan yang sangat mengejutkan, tidak terduga dan aneh ganjil. Mengingat Nifleheim jauh lebih unggul daripada Lucis, terbukti dengan jelas Lucis mengalami banyak kekalahan dalam waktu ini.


Bukan berarti Nifleheim akan memberikan perdamaian secara cuma-cuma, syarat yang harus dipenuhi adalah Kerajaan Lucis harus memberikan seluruh wilayah negaranya, kecuali Insominia, ibukota dari Kerajaan Lucis. Persyaratan yang sangat berat ini membuat banyak pertentangan di rakyat kecil maupun pemenrintahan. Namun disisi lain ini merupakan salah satu keputusan yang tidak buruk mengingat Nifleheim yang terus mengungguli peperangan selama ini. Bagaimanapun juga pesan ini masih tetap harus dicurigai apa maksud dan tujuan Nifleheim sebenarnya.

Audi, Nissin Noodle Cup, Beats Dr. Dre
Dengan mengambil latar di era modern, kota metropolitan, teknologi abad terkini seperti televisi dan supercar film Kingsglaive: Final Fantasy XV tak luput dari iklan para sponsornya. Seperti Nissin Noodle Cup dan headphone Beats Dr. Dre yang beberapa kali menampakan dirinya di poster kota atau spanduk elektronik.

Audi pun telah menolong banyak tugas Nyx dan Libertus, mulai dari escrot Lady Lunafreya hingga menyelamatkan diri. Ya sejauh aku menonton movie ini ketiga merk itu yang sering kulihat dan langsung kuingat, mungkin masih adalagi merk yang 'mengiklankan' dirinya disini.

Teleport Kekuatan Raja
Aku sudah melihat keindahan grafis Final Fantasy XV di demo maka Kingsglaive: Final Fantasy XV juga telah mewujudkan ekspetasiku yang memiliki visual sangat indah. Sebelum aku pergi menonton aku menyempatkan diri untuk menonton trailer-nya sejenak. Ketika aku menonton, aku sempat ragu apakah ini live action (dimainkan oleh orang sebenarnya) atau animasi. Karena aku awalnya sulit membedakan, sehingga aku mikirnya ini live action yang telah dihiasi CGI.

Kingsglaive: Final Fantasy XV

Tak hanya grafisnya saja, tapi Kingsglaive juga memberikan cerita yang kompleks dan aksi battle yang sangat menawaan. Aku tidak bisa melepaskan mata saat Nyx mulai berdansa teleport melemparkan senjatanya.

Kingsglaive: Final Fantasy XV

Post-End Credit Scene
Meski produsernya mengatakan bahwa siapapun bisa enjoy menonton movie ini tanpa (mengikuti) game-nya dan begitu juga sebaliknya tapi setelah menonton ini,"Yakin cuma nonton saja? Engga bakal beli game-nya entar?" begitu yang kupikirkan saat itu. Karena aku merasa sangat yakin bahwa movie ini emang diperuntukan (mempromosikan orang-orang) membeli game-nya, terlebih lagi emangnya tidak penasaran dengan aksi negara Nifleheim selanjutnya.

Tidak sedikit yang banyak meragukan movie ini karena masih terpaku pada Final Fantasy: The Spirits Within. Setelah satu dekade penuh PHP mereka menghasilkan karya yang luar biasa pada Kingsglaive: Final Fantasy XV.

Dan jangan terburu-buru karena setelah credit masih ada extra scene yang membuat seisi bioskop teriak histeris dan bertepuk tangan dengan kerasnya. Hal lucu begitu hendak keluar bioskop ada sekumpulan yang berteriak lantang,"Pulang langsung pre-order!" Wah iya juga sih, toh mumpung game-nya mengalami delay, berarti masih bisa untuk pre-order dong.

Read more ... → Kingsglaive: Final Fantasy XV

February 9, 2016

Sword of Xolan

Sudah lama sekali aku meninggalkan blog-ku ini, aku sendiri pun (bila menjadi pembaca blog ini diluar sana) mungkin mengira ini blog ini sudah mati. Ya aku masih terjebak dalam rutinitasku yang membosankan dan menyebalkan, ini lebih parah daripada terjebak dalam comfort zone. Ah, lupakan diriku, ngomong-ngomong game ini akhirnya selesai kutamatkan baru-baru ini lho padahal aku sudah menginstallnya cukup lama.

Ya sudah menjadi kebiasaanku daridulu, mencari game free tapi memiliki gameplay yang super asik. Dan inilah jawabannya Sword of Xolan! Game smartphone buatan Alper Sarikaya yang memiliki gameplay gimbot aksi pada era-era 90an. Satu lagi, tenang saja iklan yang muncul dalam game ini hanya muncul tiap kali kamu game over jadi tak perlu khawatir lagi asik-asik menebas monster tiba-tiba muncul iklan yang menjadi faktor kekalahanmu.

Barbar Heroik
Salah satu yang kusukai dari peran utama ini adalah postur fisiknya yang barbar dan suaranya yang heroik. Ya kalo kamu dulu pernah memainkan game action di handled gameboy, Sword of Xolan berhasil memberikan permainan seperti itu dan digambarkan dengan pixelart. Walaupun Xolan adalah ksatria, tapi ia juga dapat melemparkan sihir api agar bisa menyerang musuh dari jauh. Tapi tentunya untuk mengeluarkan sihir tersebut membutuhkan energi jadi pemain tidak bisa terus-terusan mengeluarkan api. Apalagi ada beberapa musuh (yang menggunakan tameng) hanya bisa dikalahkan dengan api atau menyerangnya dari belakang.

Menantang
Meskipun terlihat mudah namun lama-kelamaan tantangan tiap stagenya meningkat dan kamu harus extra hati-hati dan menggunakan api secara bijak. Kadangkala aku ingin memainkannya secara terburu-buru dan hasilnya aku terkena serangan dadakan dari musuh atau pun ranjau yang tidak terduga sama sekali. Tak hanya berhati-hati, tapi pemain juga diharuskan bermain secara gesit dan teliti agar dapat menghindari segala jebakan dan menolong para warga yang ditahan oleh musuh.


Sword of Xolan

Di game ini terdapat 33 stage dengan 3 stage diantaranya melawan boss. Dan terdapat 8 Extra juga untuk memperkuat dan mempermudah permainanmu, seperti meningkatkan hasil drop Health dan Energy serta memberitahu tempat tersembunyi untuk menolong para warga atau peti harta karun yang masing-masing fitur extra dapat dibeli seharga 1500 coin. Jujur saja, aku pernah mengalami game over berkali-kali memainkan ini hingga akhirnya sempat berhenti memainkan. Oh kalo soal baru kutamatkan baru-baru ini itu merupakan soal yang berbeda, kebiasaan buruk yang jarang terjadi padaku, ketika game akan tamat aku akan sayang-sayang memainkannya dan memberi jeda agar game tak cepat selesai tapi disaat bersamaan itu terkadang juga membuat malah tidak menamatkan game tersebut dalam jangka waktu yang panjang.

Belakangan ini aku sering berpikir untuk mengganti telepon, karena Xperia M punyaku hanya memiliki internal storage 2GB dan game hanya bisa diinstal di internal. Aku ingin memasang Adventures of Mana tapi kapasitasnya 300MB dan hanya dengan fasilitas pesan pendek (seperti BBM dan Line) lama-kelamaan akan membuat sampah di internal storage yang bikin penuh. Tapi ketika aku mencoba mencari telepon jaman sekarang meskipun RAM-nya 2GB (dan internal storage 8GB) tapi udah jarang sekali yang berukuran 4 hingga 4.7 inch, kebanyakan 5.5 inch semuanya. Bukan permasalah sudah kebiasa, tapi problem lain adalah telepon seukuran 5 inch keatas itu susah masuk ke kantong dan bikin pegal. Bila kalian penasaran aku ingin mengganti apa, aku sedang tertarik dengan LG karena layanan service center yang begitu memuaskan dan memenangkan sebuah award. Eh, kenapa malah curhat lagi, btw game ini sangat menyenangkan dan kurekomendasikan penuh sehingga ketika kalian sedang naik kenderaan umum atau menunggu sesuatu bisa memainkan ini untuk menghabiskan waktu. Tapi jangan malah keasikan dan melupakan kepentinganmu saat itu lho.
Read more ... → Sword of Xolan

August 29, 2015

Battle of Surabaya

Hai, lama tak kunjung ke blog ini. Padahal aku sudah planning akan mulai menulis lagi ketika libur lebaran usai, namun apa daya, ternyata aku masih banyak urusan dan harus mefokuskan pada suatu hal tertentu. Yak, abaikan (curhatan) kehidupanku yang tak penting... kira-kira sejak 2-3 tahun lalu atau tepatnya semenjak gambar serta video teaser Battle of Surabaya meramaikan media sosial, aku sebagai salah satu netizen yang saat itu melihat juga, tentu hype akan film animasi ini. Waktu ke waktu mulai beredar poster perekrutan casting (berupa dubber contohnya) di media sosial. Tapi setelah itu, mendadak kabarnya hilang dan seperti tidak ada kepastian kapankah film animasi ini mulai tayang. Hingga saat Desember 2014, aku yang sedang iseng mencari referensi dan ingin membeli buku online ternyata versi komiknya terbit lebih dulu.



Animasi yang memiliki durasi kurang lebih 100 menit ini disutradari oleh Aryanto Yuniawan dan ditulis M. Suryanto akhirnya mulai bisa disaksikan pada layar lebar pada tanggal 20 Agustus 2015. Aryanto Yuniawan sendiri rangkap sebagai sutradara, penulis dan salah satu produser, Hery Soelistio dan Adi Djayusman menjabat sebagai produser dan beberapa pengisi suara yang berpartisipasi adalah Ian Saybani, Maudy Ayunda dan Reza Rahadian. MSV Pictures sendiri juga sudah sering memproduksi film animasi pada Indonesia, misalnya pada 2003 Homeland dan mungkin yang paling umum adalah salah satu produk ice cream Petualangan Singa Pemberani Paddle Pop. STMIK Amikom ikut serta dalam produksi film animasi ini.

Aku pun akhirnya meluangkan waktu untuk menyempatkan nonton ini pada kemarin lusa. Kesalahan besar adalah aku sangat telat sekali menontonnya, hingga hanya sedikit bioskop yang masih menayangkannya plus aku menonton bareng rombongan SD dan SMP ternyata. Makanya aku sempat terkejut saat membeli tiket, setengah ruangan terisi penuh. Namun ketika aku masuk kedalam, anehnya sepi sekali dan dibangkuku terdapat set cemilan lengkap tak bertuan. Entah ini jebakan penjual popcorn di dalam atau punya salah seorang rombongan sengaja menaruhnya disitu, aku yang optimis salah tempat lansung menanyakan bangku yang kududuki benar atau salah pada penjaga tiket disitu. Mata dan rasa penasaranku terkadang melirik set cemilan tersebut, apa yang sebaiknya aku lakukan pada set cemilan tersebut? 10-20 menit film mulai diputar barulah para rombongan mulai memasuki ruangan dan orang dari rombongan mulai mengambil cemilan tersebut yang ditaroh tepat pada bangkuku. Kurang beruntungnya lagi adalah keasikanku saat menonton mulai diusik oleh rombongan tersebut, yang berisi anak-anak kecil, ribut, menendang-nendang bangkuku dan tepat disampingku anak kecil malah tidur ngorok. Ah, sekali lagi aku minta maaf, malah menceritakan curhatanku yang tidak ada kaitannya sama dengan film ini.

Pertempuran Surabaya 10 November
Musa seorang anak tukang semir sepatu, siapa sangka ia akan menjadi kurir untuk pesan rahasia. Awalnya Musa pun ragu apakah ia bisa menjalankan misinya dengan baik atau tidak, tapi keraguan tersebut dihilangkan oleh Danu seorang tentara yang ahli dalam pengirim pesan dan Musa pun dibantu oleh teman karibnya, Yuna.

Animasi Tidak Konsisten
Ya, lemahnya pada animasinya terlihat jelas dimana gerakan tokoh seringkali kaku (belum bisa melakukan gerakan wajar / manusiawi). Terlebih lagi yang membuat aneh adalah tokoh yang di depan menggunakan 2D, sedangkan tokoh yang dibelakang 3DCG serta background perkotaan seperti menggunakan V-ray 3DS Max (oh semoga aku salah dalam hal ini). Dan beberapa pemandangan, contohnya hutan, digambarkan dengan cantik yang saat itu juga aku merasa makin ketidakseimbangan pada animasi yang diberikan. Satu hal lagi, entah positif entah negatif, film ini minim pertumpahan darah walaupun kenyataannya sebenarnya tokoh-tokoh disitu mengalami luka ringan dan luka berat. Penggambaran tokohnya sendiri aku rasa beberapa ada yang anime style beberapa lokal, gaya Indonesia (dari penggambaran hidung dan mulut/bibir).

Translation Note?
Yang paling aku kecewakan disini adalah engga ada catatan dan/atau penjelasan istilah dan singkatan-singkatan yang ada dalam film ini. Yang aku tahu dan bisa dengarkan dengan jelas hanyalah PETA (dan Fujinkai?) tapi aku sendiri pun lupa kepanjangan dan fungsi pasukan tersebut. Jadinya daripada memusingkan hal ini aku mengabaikannya meskipun istilah-istilah itu berulang kali ketika ditayangkan. Tolong maklumi aku yang bodoh ini dalam hal sejarah.

Pakde Cak Ning
Segi dubbing aku katakan baik, meskipun Maudy Ayunda terkadang membuat suara Yuna menyelekit menjadi aneh, dan hei kemana suara Yuna imut tadi? Yang jadi favoritku adalah dubbing untuk Englishnya dan bahasa daerah, meskipun sepertinya kebanyakan Basa Jawa yang digunakan.

Musa × Yuna
Membicarakan storynya, awalnya aku sempat khawatir apakah peristiwa sejarah ini hanya akan menjadi sub-plot saja dan plot utamanya mengutamakan pada lingkungan dan hubungan Musa yang dijalani. Tapi semuanya mendapatkan porsinya masing-masing, perang, misi tiap tokoh, hubungan antar tokoh dan lain-lain. Dan untuk story agak sedikit twist yang mampu membuat penonton menebak-nebak apa yang terjadi kedepannya (dan dalam film ini semua tebakanku salah, nice). Dikarenakan film ini tidak sepenuhnya historical, nasionalisme dan/atau pun action maka diperlukan bumbu humor yang menyegarkan (untuk menghilangkan kejenuhan serta kebosanan bagi penonton anak-anak). Battle of Surabaya dapat menyisipkan humor di waktu yang tepat sehingga mengembalikan kembali fokus anak-anak untuk menontonnya. Lalu bagaimana dengan humor untuk kalangan remaja dewasa? (mungkin bagi yang merasa humor sebelumnya yang murahan atau basi) tenang saja mereka mampu mensuguhinya kalo tidak percaya bisa dilihat sendiri. Jujur saja pada adegan tersebut aku engga nyangka bakal ada scene tersebut, dan lebih engga nyangka lagi bakal dibikin 'melenceng' begitu.

Apapun Alasannya, Perang hal sia-sia
Sebenarnya begitu usai menonton ada banyak sekali yang ingin kutulis, tapi begitu di depan keyboard dan layar semua yang ada di benakku mulai lupa satu per satu, sial. Salah satu hal yang akhirnya berhasil aku ingat adalah Battle of Surabaya mengentalkan agama Islam yang merupakan mayoritas di Indonesia. Hal ini terbukti dengan suara adzan, salam sapa, berdo'a dan lain sebagainya. Tapi di satu sisi, mereka juga mampu menampilkan keragaman budaya dan agama dengan scene-scene yang ada, misalnya ketika Yuna berdo'a dan kaum Tionghoa atau Kong Hu Cu. Battle of Surabaya dapat memperlihatkan tragedi perang yang tergambarkan melalui perasaan Musa dan kawan-kawan.

Mengesampingkan animasinya yang masih kurang sana-sini, dubbing dan BGM sudah cukup baik (seperti ketika granat dilempar, dengan suara efek begitu aku berharap mendapatkan adegan dari sudut mata langsung dari Musa, bukan sudut mata ketiga).

Penutup tulisan ini, ending dari Battle of Surabaya, aku pribadi demen banget, benar-benar terharu. Mereka memperlihatkan arti kedamaian sejati, seandainya tak ada perang, makanya semuanya saling rangkul-merangkul, bahu-membahu, senyum tertawa bersama entah itu kaum Belanda, China, Jepang, Jawa dan lainnya. Eh, sebenarnya aku juga sempat iseng mencari review film ini dan lumayan banyak juga mengkritik negatif dan pedas, soalnya sedikit penasaran sempat ratingnya hampir sempurna di IMDb, salah satunya tentang latar pegunungan (atau bukit?)
Read more ... → Battle of Surabaya

February 7, 2015

Natsuki Chronicle Akan di Delay

Natsuki Chronicle sebuah game shoot ‘em up yang direncanakan pada awalnya rilis di Jepang pada musim semi akan didelay.



Qute selaku dari perusahaan Natsuki Chronicle mengatakan hal ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas permainan lebih baik.

Kalian bisa mengunjungi situs resminya disini.

Sumber: Gematsu
Read more ... → Natsuki Chronicle Akan di Delay

January 10, 2015

Cyberone

Sudah menjadi kebiasaanku dari dulu, pergi ke sebuah toko buku lalu melihat semua bagian komik lalu mencoba lihat cover-nya dan membaca sinopsisnya. Tak jarang juga aku membelinya hanya karena melihat cover-nya dan menurutku itu menarik. Untungnya hingga saat ini aku sangat jarang sekali kecewa dengan komik-komik yang kubeli (yah walaupun ada beberapa yang kubeli ternyata engga sesuai dengan yang kuharapkan padahal cover-nya begitu menarik buatku, toh aku juga tak ingat komik apa saja).



Salah satunya adalah Cyberone (電脳怪奇譚 サイバーワン; Dennou Kaikitan Cyberone) karya dari Akira Sugito (Boku Girl), aku membelinya karena sedang butuh asupan komik cowok (karena belakangan ini komik yang kubeli hampir semuanya serial cantik). Alasan lainnya mengambil komik ini setelah kucek hanya tiga jilid, jadi secara otomatis langsung kubawa kasir saat itu juga (dan berencana melengkapkan nantinya).

Tak Tersentuh, Namun Nyata
Cyberone (bisa disingkat dengan C-1 juga) sebuah Trading Card Game yang populer di tahun 2030. Orang-orang memainkan permainan ini di dunia Virtual DC, kota yang dibangun dalam internet yang dijalankan oleh perusahaan DC Computer berafiliansi dengan perusahaan game Amatsu, security software Void dan web design Cosmos.

Himeno Shindou yang sedang menjenguk ibunya dirumah sakit jenuh yang selalu mendengar berita di televisi tentang isu (atau urban legend?) kemunculan bola asing di udara dan monster aneh yang berkeliaran dalam kota. Hendak pulang kerumah Himeno melihat bola asing yang melayang di langit dan telepon selulernya terjatuh yang anehnya ada kartu yang muncul dari strap-nya. Penasaran, ingin mengambil tiba-tiba ada seekor tikus dari game C-1 dan mengejutkannya lagi meskipun monster tikus ini tidak nyata tapi bisa mengambil telepon seluler Himeno. Tikus terus kabur ke atap yang membawa Himeno bertemu dengan teman masa kecilnya, Hyouta Tatari. Sayangnya Hyouta tak ingat Himeno sama sekali dan ia yakin sekali tidak punya teman masa kecil perempuan. Kehadiran Hyouta dirumah sakit bukan tanpa sebab, ia akan mengalahkan Player (istilah untuk pemain C-1) lain dan mengumpulkan potongan kartu data Player lawan. Tak lama dari Himeno berjumpa dengan Hyouta, datang seorang suster yang merawat ibunya Himeno yang akan ber-duel dengan Hyouta. Himeno yang tak mengerti apa-apa sekarang terlibat dalam duel yang membahayakan kehidupannya.

Melewati Batas
Para Player C-1 memiliki suatu tujuan istimewa, barang siapa yang bisa mengoleksi potongan yang dimiliki Player lain bisa mendapatkan sebuah permohonan apapun yang akan dikabulkan. Misalnya bertempur untuk menyegel menciptakan kekuatan dewa. Tentunya kesempatan mengikuti Battle Royal ini hanya bisa diikuti oleh orang-orang yang tepilih saja dan terdapat suatu ganjaran bagi yang kalah (efek ini juga berbeda-beda pada tiap Player).

Singkat Padat Kurang Cukup Begitu Jelas
Jujur saja aku tidak tahu TCG C-1 ini, berdasarkan dari info Elex TCG ini dirilis oleh Bandai sejak tahun 2011 lalu dan ini merupakan karya pertama dari Akira Sugito. Keterangan kartu-kartu ini dijelaskan seiring dengan duel yang terjadi didalamnya dan mengembangkan cerita yang ada, tapi buruknya minim tutorial permainan ini. Bukannya tidak ada, hanya saja kurang mendetail sehingga pembaca awam yang tidak tahu sama sekali dengan TCG tetap tidak bisa langsung memainkan TCG-nya. Maksudku seperti saat Flame Peacock dimunculkan dan ia memiliki LT4 sedangkan Discipline Vanguard memiliki LT2, jadi LT ini apa? Oke, Load Time, lalu poin untuk apa? Dan bagaimana memanggilnya?

Komposisi Action
Sisi positifnya adalah komik ini tidak menitik-beratkan kartu-kartunya. ATK, DEF dan ability monster-nya tetap ada (saat monster muncul dan begitu ability kartu tersebut diaktifkan) tapi aku hampir tidak merasa terganggu sama sekali ketika mengikuti pertarungan yang ada. Aksinya cukup asik dilihat, tidak kelihatan seperti sedang menjelaskan atau pun menceritakan TCG sama sekali. Oh bahkan mungkin pembaca tidak sadar atau tetap tidak mengetahui hingga akhir bahwa ini berdasarkan TCG atau cerita untuk TCG (karena emang engga kelihatan seperti komik yang bertemakan TCG).
Read more ... → Cyberone

December 31, 2014

Ore to Hero to Mahou Shoujo

Aku tak ingat dimana pertama kali menemukan komik ini, terlebih lagi aku membacanya bukan di situs langgananku. Dan yang memikatku pertama kali adalah judulnya yang pasti bertema superhero dan gender bender yang sekilas aku langsung membayangkan seperti Kämpfer dan Ore, Twintail ni Narimasu. Lalu aku membayangkannya lagi "jangan-jangan bakal seperti My Hero Academia lagi".

Ore to Hero to Mahou Shoujo (俺とヒーローと魔法少女; Me, Superhero and The Magical Girl) keluar pertama kali pada tahun 2012 (dan aku juga membacanya baru mulai minggu lalu) ditulis Sogou dan sisanya aku tidak menemukan informasi lebih dari komik ini, paling hanya fanpage di facebook dan webcomic-nya beralamatkan disitusnya. Meskipun dibeberapa tempat yang kutemui ini termasuk doujinshi (ya secara sih karya orisinil walaupun dituangkan dalam webtoon, oh sepertinya aku harus membaca ulang definisi doujinshi dulu di wikipedia deh) dan diserialisasikan dalam majalah Comic Polaris dan Nico Nico Seiga (berdasarkan Baka-Update).

Keadilan dan Pahlawan
Terdapat keresahan hati pada Hayato padahal ia baru saja menjalani karirnya sebagai superhero seminggu ini. Bukan rasa takut atau pun gelisah yang menyelimuti dirinya... namun wujudnya yang setelah transform menjadi superhero yang tak bisa ia terima. Penampilan Hayato sebagai pria sejati yang dilengkapi dengan jaket kulit menyusut menjadi seorang gadis cilik magical girl. Tak hanya itu bahkan superhero kita yang lucu nan imut ini benar-benar mengeluarkan daya tariknya layaknya sebagai magical girl (tentunya ini disebabkan dengan ekspresi dari wajahnya). Sangat sulit sekali dibayangkan ternyata magical girl sebenarnya pria tulen. Bahkan orang-orang yang diselamatkan olehnya malah berkomentar tidak menyenangkan yang kurang lebih seperti,"Weirdo ini cosplay untuk menyelamatkan kita?"

Pokoknya, ini sangat jauh berbeda dengan yang dibayangkan oleh Hayato. Akhirnya pada suatu kejadian, Hayato menyelamatkan anak perempuan yang tadinya diincar oleh Kaijin (monster) yang mengamuk dalam kota hingga memutuskan dirinya akan tetap menyelamatkan kota (dalam sementara waktu) dan membuat identitas hero sebagai Luminous Girl.

Hero Drive, TRANSFORMATION!
Superhero disini membutuhkan suatu device yang bernama Hero Drive agar dapat bertarung leluasa dengan Kaijin tapi penampilan perubahannya tidak seperti superhero jepang pada umumnya, malah ke superhero barat yang tidak (selalu) sepenuhnya full costume dan sekedar menggunakan suit-nya hanya untuk menutupi identitas dirinya. Ah, maksudku setelah ia transform tidak bernempilan seperti Ultraman, Kamen Rider atau Power Ranger begitulah.

Komedi yang bermunculan disana-sini membuat ceritanya terus berkembang. Walaupun aku kadang biasa saja dengan komedinya, menurutku terkadang lucu saja. Bahkan bisa dikatakan sebenarnya ceritanya engga penting sama sekali karena Hayato tidak ingin berwujud sebagai magical girl. Tapi nantinya akan lumayan seru ketika muncul superhero lainnya dan dark hero yang mempunyai tujuan tersendiri dalam menciptakan perdamaian dunia. Oh, dan jangan lewatkan senyuman manis dari Luminous Girl kedepannya.



Ada dua scanlation yang memegang komik ini, tapi aku prefer ke sensualaoi karena mereka men-translate-kan omake-nya juga tapi ajaibnya scanlation dari sensualaoi beda sekali dengan Chilla (ya mereka sempat mengatakan bahwa silahkan baca yang dari Chilla untuk kualitas yang lebih baik tapi aku tetap tidak menyangka ternyata hasilnya sejauh itu). Bahkan awalnya aku menanggapnya gambarnya cukup 'unik' tapi setelah kubaca ulang versi Chilla oh ternyata engga buruk gambarnya.
Read more ... → Ore to Hero to Mahou Shoujo

August 23, 2014

Guns Girl-School DayZ

Pertama kali mengetahui game ini dari LINE untuk mendapatkan free coin. Guns Girl-School DayZ atau yang bisa disingkat menjadi Guns GirlZ atau GGZ ini merupakan side-scrolling action (atau shooter?) dengan tema zombie dan gadis-gadis imut. Game ini diluncurkan oleh 4inch tapi di steparu tertulis perusahaannya Finger tips dan Mihoyo. Hingga saat ini sudah terdapat 3 bahasa untuk GGZ, Chinese, English dan Korean.



Game yang memiliki style anime/manga ini juga engga main-main dalam pemilihan seiyuu-nya, yaitu Asumi Kana (Blanc (White Heart) di Hyperdimension Neptunia: The Animation, Ene (Takane Enomoto) di Mekakucity Actors dan Shizuka Sado di MM!) dan Chiwa Saito (Komachi di Samurai 7, Aika S. Granzchesta di Aria dan Chloe von Einzbern di Fate/kaleid liner Prisma☆Illya 2wei!). Game ini wajib terkoneksi dengan internet dan untuk dapat memainkannya harus memiliki akun facebook.

Bangkit Dari Kubur
Malapetaka merupakan hal yang terjadi di waktu-waktu tertentu, fenomena yang secara periodik terjadi beberapa ratus tahun sekali. Malapetaka tersebut muncul dalam berbagai bentuk, perang, bencana alam, asteroid yang menabrak Bumi dan lain-lain... Berdasarkan catatan sejarah, malapetaka ini adalah kehendak dari Tuhan. Ancaman seperti ini akan melenyapkan sebagian besar kehidupan di Bumi. Black Death adalah malapetaka terakhir yang terjadi lalu pada saat abad 14. Bencana ini menghancurkan hampir sepertiga penduduk dunia saat itu.

Tampaknya kali ini malapetaka akan terjadi lagi, dengan berkembangnya jalur evolusi. Sekolah damai nan tentram dihadapi oleh bencana yang tidak pernah ditemui sebelumnya, orang-orang yang kehilangan pikirannya akan berubah menjadi zombie.

Start→Finish
Gameplay yang disajikan simpel tapi menantang, awalnya sih mudah-mudah saja tinggal hajar dan/atau maju saja kedepan namun di stage-stage selanjutnya, musuhnya makin gencar mengejarmu dan jumlahnya sangat banyak. Bahkan beberapa dari mereka bisa menyerang dari jauh. Meskipun peluru dan potion bisa didapatkan drop dari musuh tetap tidak boleh asal menembak, kalo habis disaat kamu dikeroyok bisa gaswat.

Perlengkapan Perang
Banyaknya varian senjata dan kostum yang dapat memperkuat dirimu. Senjata dapat ditempa upgrade agar menjadi lebih kuat dari sebelumnya, untuk kostum memeranguhi status kemampuan yang bisa berupa: mempercepat gerak, regenerate HP, damage yang diterima berkurang dan lain-lain. Senjata dan kostum bisa didapat dengan quest atau menarik gacha. Senjata yang ada apa saja? untuk jarak dekat bisa tactical knife atau tongkat baseball yang tidak memerlukan peluru (jadi tak perlu kehabisan dan tetap bisa terus beraksi), revolver, shotgun, sniper, riffle dan gattling gun juga ada. Bahkan ranjau atau potion juga ada dan tentunya senjata ini membutuhkan peluru juga.

Mungkin bagi yang sudah memainkannya kalian bisa bergabung dengan perkumpulan dari Indonesia. Dan tipikal mobile online game, membutuhkan suatu energy untuk dapat bermain, bila energy-mu habis yasudah tunggu beberapa menit untuk mengisinya kembali.
Read more ... → Guns Girl-School DayZ

June 23, 2014

ISUCA Diangkat Ke Anime

Manga karya dari Osamu Takahashi yang rilis di majalah Young Ace terbitan Kadokawa Shoten mendapatkan adaptasi anime. Sayangnya belum ada kabar mengenai formatnya, apakah seri televisi, OVA atau lainnya.

Osamu dikenal dengan karya Shin Seiki Evangelion - Ikari Shinji Ikusei Keikaku yang hingga kini telah mencapai 15 jilid.



ISUCA menceritakan Asano Shinichirou pemuda yang terpaksa mencari sebuah pekerjaan untuk membayar uang sewa dan akhirnya mendapatkan panggilan kerja dari Shimazu Sakuya, seorang pemimpin klan ke-37 keluarga Shimazu yang mempunyai tugas membasmi setan dan pengusir makhluk supernatural lainnya. Sialnya Shinichirou melepaskan salah satu makhluk yang baru saja ditangkap oleh Shimazu.

Manga-nya rilis dari tahun 2009 dan sekarang mempunyai 4 jilid.

Sumber: sgcafe
Read more ... → ISUCA Diangkat Ke Anime

May 10, 2014

Erlin Susanto

Komik lokal lainnya yang bisa dibaca di ngom!k dan aku tahu komik ini mendapatkan rekomendasi dari seorang teman. Lebih tepatnya sih teman facebook ada yang share ini dan setelah kubaca ternyata emang membuat kita tertawa terbahak-bahak.

Erlin Susanto adalah komik yang dibuat oleh Fauzy Zulvikar Firmansyah yang sebelumnya karyanya dikenal dengan Jaka Kahuruan (bahkan sudah rilis dan dapat dibeli di Gramedia dengan judul Kembalinya Si Tinju Api Jaka Kahuruan).

Gender Yang Tertukar
Erlin Aprilia, cewek tomboy super duper keren bahkan saking kerennya dia tidak terlihat sama sekali sisi perempuannya. Yang membuat ia menjadi lebih cool adalah sifatnya dan ia merupakan anak seorang mafia. Dan ia menyukai perempuan cute (meskipun ia ogah dibilang seorang lesbian padahal udah pernah nembak teman perempuannya).  Susanto Meiwanto, cowok cantik super duper pemalu dan karena ia sangat manis banyak orang mengira bahwa ia adalah cewek. Erlin yang sedang galau kebetulan melihat sebuah pamflet promosi maid cafe dengan Susanto yang menjadi bintang utama di selebaran tersebut. Erlin yang tak tahan melihat dari pamflet tersebut segera datang dan pertemuan pertama mereka pun bermula.

Cinta Posesif
Melihat Erlin yang suka seenaknya entah sedikit mengingatkan aku pada film The End of the Affair saat berhubungan dengan Susanto (hanya saja ini versi kasar dan komedinya). Erlin memanfaatkan segala keuntungan untuk dapat mengontrol Susanto. Apalagi ia dididik oleh ayahnya seperti itu dan berprinsip "Tidak ada yang gratis di dunia".



Sulit untuk mengukapkannya, pokoknya ini komik rekomendasi sekali untuk dibaca deh. Lawakannya yang random nan absurd menjadi poin penting. Ditambah pula dengan gaya bahasa dan penggunaan bahasa daerah bandung (atau sunda?) yang makin ngakak saja. Erlin sudah mesum, troublemaker pula... dan tokoh yang lain pun sifatnya begitu makin lelah saja melihatnya. Terkadang gambar komiknya seperti manga dan terkadang seperti manhwa juga. Melihat adegan pertarungan entah mengapa pula aku seperti sedikit melihat dari karya Tony Wong (oh apakah aku mungkin sedikit terlalu berlebihan). Di ngom!k pun sudah terdapat 3 komik Erlin Susanto. Kamu bisa membaca yang pertama disini atau langsung menuju facebook-nya.
Read more ... → Erlin Susanto

May 2, 2014

Pale Blue, Sebuah Proyek Baru dari Developer Dalam Negeri Tinker Games

Tinker Game setelah sukses sebelumnya dengan game yang berjudul INheritage: Boundary of Existence dibawa ke Jepang kini mereka mempunyai proyek baru di Kickstarter yang berjudul Pale Blue.



Pale Blue adalah 2D side-scrolling action dan stealth adventure game yang uniknya kamu bukan memainkan hero melainkan villain, mengisahkan sisi lain dari pertarungan antara baik dan buruk, antara hero dan villain.


"Please don't wake up…"

PALE BLUE adalah sebuah nama kode percobaan yang dilakukan oleh COCOON organization. Organisasi ini bertujuan untuk menciptakan utopia mereka sendiri. Utopia ini merupakan akibat langsung dari penghinaan mereka bagi umat manusia - yang mereka percaya apa yang telah rusak bisa diperbaiki. Cerita berpusat pad gadis bernama Ellen yang telah menjadi monster karena sisi setan dari COCOON. Untuk memenuhi misi mereka, mereka mengambil sebuah alat dan kekuatan untuk menghancurkan, dan membangun kembali dunia. Dari 21st Laboratory mereka, terlihat manusia tidak bersalah yang sebenarnya senjata monster itu. Monster-monster tersebut adalah gudang senjata dari COCOON organization, didesain untuk memenuhi visi utopia mereka.

Ellen menyerah pada kejahatan. Alih-alih pelarian dari eksperimen dan melawan kejahatan organisasi sebagai hero, dia memilih untuk menetap.

Dalam PALE BLUE, Ellen diperuntukan melakukan berbagai tugas dari COCOON organization. Dia melawan para superhero dan berbagai senjata dari seluruh dunia, menyebarkan sebuah terror yang pernah dialami umat manusia sebelumnya. Ellen melanjutkan keturunan kegelapannya menuju kejahatan, kamu mengambil alih dari kisah human Ellenyang kita tahu dan mengikuti jalannya saat ia memudar untuk berkembang menjadi teror kejahatan yang dikenal sebagai PALE BLUE.





Gameplay Pale Blue terinspirasi dari game Rampage lalu Megaman, Prince of Persia dan Splinter Cell klasik. Pale Blue memiliki variasi gameplay seperti Linear Dungeon, Semi-free roaming Stealth Stage dan Tower Defense.


Game diilustrasikan oleh Mukhlis Nur a.k.a sinlaire ini rencananya akan dirilis dirilis untuk PC pada tahun 2015.


Sumber: Kickstarter, Yahoo, Game8, Combini dan Segitiga.net
Read more ... → Pale Blue, Sebuah Proyek Baru dari Developer Dalam Negeri Tinker Games

April 28, 2014

Gundam Build Fighters

Sepertinya telat sekali baru post ini, Gundam Build Fighters (ガンダムビルドファイターズ) salah satu seri Gundam yang baru selesai tayang musim kemarin dan sudah terlihat jelas bahwa target untuk kartun ini adalah anak-anak dan para kolektor (bila kalian menontonnya di Channel Official-nya terlihat setiap akhir episode selalu ada iklan plamo-nya).

Sebelum kartunnya tayang juga para penggemar gunpla mendapatkan informasi bahwa seluruh proyek Gundam akan dibikin plamo-nya ukuran HG (High Grade) 1/144. Dan ternyata terealisasikan dengan adanya seri Gundam baru yang turut membantu antusias merakit gunpla (mungkin berserta dengan penjualan plamo-nya). Nagasaki Kenji menjadi director, untuk sound director dipegang oleh Mima Masafumi (Cardcaptor Sakura, Ai Yori Aoshi, Chaika - The Coffin Princess, Black Cat, Aquarion series, Uchuu no Stellvia, Attack on the Titan, Wedding Peach series, RIN - Daughters of Mnemosyne dan Pokémon series) dan Kuroda Yousuke (Honey and Clover II, Gungrave, Madlax dan Gundam 00 series) memegang bagian series composition.

Takdir
Sei Iori yang jenius membuat gunpla tapi tidak bisa mengendarainya dengan baik, Reiji seorang pangeran dari kerajaan Arian (beda dimensi) dipertemukan ketika Sei berlari setelah kalah melawan tetangganya Susumu Sazaki. Reiji yang sedang melihat iklan di suatu televisi besar dijalan menanyakan kepada Sei apa itu Gunpla Battle. Sedang asik mengobrol dengan Sei, Reiji tertangkap oleh penjual toko roti karena Reiji asal mengambil makanan (yang mungkin dikira gratis olehnya). Keadaan sekitar memulai panas, Sei mencoba meluruskan sifat Reiji yang polos dan sembarangan dengan membayar makanan yang diambil Reiji.

Reiji merasa berhutang budi atas perbuatan yang dilakukan oleh Sei, maka Reiji memberinya sebuah batu permata kecil bila Sei mengalami masalah berharaplah pada batu tersebut maka Reiji akan datang secepat pun, masalah apa pun. Esok harinya, Sazaki kembali datang ke rumahnya Sei untuk mengajaknya. Sei yang tak tahan membuat tantangan dengannya apabila ia kalah Sazaki berhak mengambil gunpla-nya atau membentuk tim dengan Sei untuk kejuaraan.

Tapi sehebat gunpla yang dibangun Sei, ia tetap kewalahan untuk mengendarainya (sepertinya ia emang tipe kolektor yang tidak akan membiarkan koleksinya rusak). Keadaan terdesak, Sei terpojok dan nyaris kalah, Reiji langsung datang entah darimana dan membimbing Sei. Kontrol langsung diahlikan kepada Reiji dan tak ada yang menduga, orang yang baru pertama kali mengendarai gunpla tapi gerakannya sudah sangat imba / mahir. Tanpa membutuhkan waktu lama Sazaki kalah telak.

Akhirnya Sei menemukan orang yang tepat untuk mengandarai gunpla yang dibangunnya. Sei pun mengikuti 7th Gunpla Battle World Championships sebagai Reiji partner-nya dan apakah Sei berhasil mengikuti jejak ayahnya (mantan Runner-Up) atau tidak.

Pertunjukan Anak-Anak Yang Menakjubkan
First impression-ku seperti kalimat diawal post ini, bakal bocah sekali dan targetnya jual mainan doang (pikiranku pertama kali langsung mengarah ke Beyblade dan Little Battlers eXperience). Tapi ternyata itu salah besar. Kartun ini dapat dinikmati oleh siapa pun, penggemar gundam, penggemar gunpla hingga orang yang tidak mengerti gundam dan/atau gunpla juga bisa sangat menikmatinya. Tertangani dengan baik, dan jujur battle-nya pun membuat penonton terbawa suasana. Meskipun kubilang ceritanya hanya begitu saja, tapi nyatanya tidak ada adegan drama yang dipaksakan dan natural semuanya. Sei dan Reiji pun mempunyai pasangan masing-masing. Jangan lupakan lagu yang mengisi kartun ini keren-keren (oh ya, sepertinya ada satu BGM yang sama (atau mirip?) dengan KILL la KILL di episode 6 kalo engga salah).

Tak Ada Yang Baru, Modifikasi
Sayangnya disini tak ada unit baru, hanyalah unit yang lama dimodifikasi seperti Build Strike, Exia Dark Matter dan GM Sniper K9. Kuakui beberapa diantaranya menjadi keren tapi tetap kebanyakan aku lebih suka versi aslinya (aku menyukai K9 Dog Pack dan Abigorbine).

Cameo
Ya sudah terlihat di awal-awal cerita banyak sekali cameo yang tampil, misalnya saja Mr. Ral (Ramba Ral di seri First Gundam). Awalnya kukira di anime ini kekurangan desain tokoh original tapi nyatanya emang sengaja menampilkan banyak cameo yang (mungkin) para pecinta gundam bisa bernostalgia lagi melihat para tokoh di seri terdahulunya.

First Gundam ~ Gundam 00 Season 1
Mungkin diantara kalian saat menonton sadar kemana unit dari Unicorn, 00 Season 2 dan AGE, mengapa tidak muncul sama sekali. Dan ternyata emang hanya mendapatkan izin untuk menampilkan unit dari Gundam yang pertama hingga Gundam 00 saja. Jujur saja kupikir AGE benar-benar sangat gagal hingga tidak dimunculkan sama sekali, tapi saat kulihat lagi ternyata bukan AGE saja yang tidak ada. Padahal aku berpikir Unicorn akan dimodifikasi seperti apa.

Season 2?
Cukup banyak yang menginginkan season 2-nya, serius. Tidak begitu puas dengan ending-nya yang begitu saja dan aku juga berpikir untuk episode tambahan untuk menceritakan lebih dalam Reiji dengan Sei. Atau yang lebih kuharapkan Reiji dan Sei saling bertarung dengan gunpla-nya masing-masing itu juga sangat oke. Tapi setelah kupikir sekali lagi rasanya kalo season 2 (yang artinya 10-13 episode sedikitnya) takut akan memaksakan ceritanya, jadi kupikir lebih baik OVA untuk beberapa episode tambahan saja.



Episode 23, benar-benar cameo dipertunjukkan secara totalitas. Bahkan dalam gambar ini pun, meskipun tidak tergambarkan secara tampak mata cameo tetap muncul semuanya, bagi yang penasaran silahkan. Yah aku juga engga berharap terlalu banyak dengan ceritanya karena mengambil tema turnamen (yang tentunya kupikir monoton cerita seperti ini, apalagi biasanya cerita seperti peran utamanya jarang sekali kalah atau bahkan bisa tidak kalah sama sekali kecuali ada kondisi tertentu). Tapi bila digali lebih dalam mungkin bisa menceritakan tentang bapaknya Sei, Meijin yang pertama dan/atau Arista. Adegan petarungan disini meskipun beberapa mengambil setting / gaya pertarungan dari seri Gundam sebelumnya tapi ini sepertinya menjadi daya tarik tersendiri ya. Tidak ada tokoh yang mati, tetapi gunpla yang telah kamu buat akan bertarung mati-matian disini bahkan hingga hancur total dan ceritanya yang simpel tidak bertele-tele juga menjadi nilai tambahan disini (tentunya diiringi dengan musik yang menawan pula). Secara pribadi aku kecewa dengan peran utama disini  hanya menjadi teknisi saja (padahal di Model Suit Gunpla Builders Beginning G peran utamanya saja bisa jadi pilot) tapi semuanya dijelaskan di episode terakhir mengapa Sei tak mampu menjadi pilot dan menjadikan kepuasan akhir di kartun ini. Dan Turn X unit favoritku sepanjang seri Gundam hanya muncul begitu saja dan hancur begitu saja, sial.
Read more ... → Gundam Build Fighters
 

Autumn 2015 Anime Chart

【Autumn 2015 Anime Chart】
For other info, click here.
For its hashtags, click here.

Featured Video


Random Posts