Showing posts with label music. Show all posts
Showing posts with label music. Show all posts

March 22, 2020

Muse Dash

Muse Dash itu cukup unik dibandingkan dengan game rhythm lainnya yang pernah kutemui. Dan seingatku ini juga bukan kali pertama game yang menggabungkan genre rhythm dengan genre side-scrolling action (atau Non-Stop Running?). Sebelum Muse Dash, sepertinya aku pernah melihat yang kurang-lebih similar dengan ini, tapi sayangnya aku belum pernah mencobanya jadi sebenarnya aku tak tahu dengan pasti juga karena ingatanku yang ngabur payah.


Muse Dash — PeroPeroGames

Ok, cukup. Abaikan paragraf mumbling-ku yang tidak jelas. jadi game yang mencampurkan rhythm dan side-scrolling action ini dengan cepat menarik perhatianku. Gameplay-nya yang sangat simpel dan mudah dimengerti oleh siapapun. Bahkan tanpa tutorial, kuyakin, semua orang pasti pada ngerti koq!

Kiri Kanan Atas Bawah
Seperti yang kubilang diatas, cara memainkan ini sangat mudah. Kamu hanya butuh dua jari untuk bisa memainkan ini. Tap sebelah kiri dan kanan layar teleponmu, atau kamu bisa mengatur ulang menjadi tap sisi atas dan sisi bawah layar teleponmu. Merasa nadanya kurang ngepas? Tenang, kamu bisa mnegatur offset dan men-adjust ulang kecepatan ritmenya.

Muse Dash — PeroPeroGames    Muse Dash — PeroPeroGames

Tujuan permainan ini? Berhasil menyelesaikan sebuah stage. Caranya? Sembari mendengari sebuah lagu yang catchy, ikuti irama tersebut, goyangkan jarimu untuk hindari serangan musuh dan kalahkan. Sangat mudah, simpel dan menyenangkan kan! Masih agak bingung? tenang ada tutorial how to play koq.

Pada awalnya kamu hanya memiliki 1 tokoh karakter yang hanya bisa dimainkan, namun dengan seringnya kamu bermain dan level up, maka bisa membuka difficulty, lagu baru, karakter, skin karakter dan Elfin, semacam pet asistenmu yang membantu dalam permainan. Misalnya damage yang didapat berkurang, mengubah "miss" menjadi "great", meng-heal dirimu dan lain-lain. Untuk skin karakter sendiri memiliki kemampuan berbeda-beda, misalnya maksimal HP bertambah, more EXP dan combo tidak akan hancur.

Muse Dash — PeroPeroGames

Muse Dash — PeroPeroGames

Muse Dash — PeroPeroGames

Muse Dash — PeroPeroGames

Tentu saja game ini dilengkapi dengan achivement sistem dan ranking leaderboard bagi kamu yang tidak suka kalah bersaing.

Muse Dash — PeroPeroGames    Muse Dash — PeroPeroGames
Read more ...Muse Dash

July 30, 2017

BanG Dream! Girls Band Party!

Game rhythm selalu saja membuat menarik bagiku. Rhythm game membuatku diriku harus berkonsentrasi untuk menekan tombol yang tepat dan mengikuti ketukan nada. Selain itu rhythm selalu berhasil membuatku rileks dan candu dengan lagu-lagunya yang disajikan. Walau begitu, hingga detik ini, jujur saja di BanG Dream! Girls Band Party! (バンドリ! ガールズバンドパーティ!) aku belum menemukan lagu yang klop atau pun demen banget, entah mengapa semuanya terdengar biasa saja bagiku (maafkan).


BanG Dream! Girls Band Party! (バンドリ! ガールズバンドパーティ!)

Bicara diluar itu, aku sudah memainkan Bandori (singkatan game ini) sejak dari versi 1.0-nya alias rilisan pertama. Dan memainkan game ini terkadang membuatku ingin melanjutkan menonton kembali anime-nya (sebelumnya aku sudah menonton 2-3 episode hanya saja aku melihat malas melihat Kasumi Toyama yang sifatnya seperti itu). Sisi menarik dari proyek BanG Dream adalah mereka merekrut seiyuu yang benar-benar bisa memainkan alat musik dan membentuk sebuah Bandol (Band Idol). BanG Dream juga merupa mixed-multimedia project yang jauh sebelum anime-nya tayang bandol mereka sudah terbentuk dari 2015, bentuk manga-nya juga sudah ada di terbitan bulanan Bushiroad, sudah memiliki lagu dan juga sudah konser sebanyak tiga kali (kurang-lebih mungkin mirip seperti mixed-multimedia project Love Live! apalagi wujud game-nya juga sama-sama dikembangkan oleh Bushimo). Craft Egg sebelumnya juga sudah sukses mengembangkan game cewek-cewek imutnya di Nanairo Run Girls.

Gitar Berbentuk Bintang
Bila dibandingkan dengan LoveLive! School Idol Festival (SIF) dan The Idolmaster: Cinderella Girls Starlight Stage (Deresute), Bandori jauh lebih nyaman ketimbang keduanya. Sebagai rhythm game rhythm smartphone yang wujudnya band, Bandori menghadirkan model button gepeng seperti saat memainkan Guitar Hero. Jumlah button yang disediakan sebanyak 7 buah yang sangat fit di jari sehingga menekan tombol yang ditengah enak sekali dilakukan entah aku menggunakan tangan kanan maupun tangan kiri, dan ruas antar jarak tiap button sangat pas sekali, tidak terlalu besar tidak terlalu kecil.

Ada tiga jenis tap yang bisa dilakukan, menekannya biasa, menahan (hold) tap-mu dan mengikuti arus nada button yang turun dan slide keatas dengan button yang berwujud diamond berwarna merazh. Sayangnya button yang muncul pasti posisi turunnya tidak berubah, maksudku kalo di Deresute bisa saja awalnya button itu muncul di sebelah paling pojok kiri namun begitu turun nanti posisi button tersebut akan berubah jadi di tengah atau pojok kanan sehingga sedikit membingungkan pemain bila tak konsentrasi penuh.

Apabila pemain merasa jarak antar button yang turun terasa mepet, atau speed button yang turun terasa terlalu lamban atau terlalu cepat, pemain bisa meng-adjust dengan mengatur speed-nya. Speed default 5.0x tapi saat ini aku nyaman di speed 8.5x celah jarak antar button yang turun semakin terlihat.

Bila di game lain kita membutuhkan energy untuk bermain atau beraktivitas, maka hal ini tidak berlaku untuk Bandori. Kamu bisa memainkan game ini sepuasnya tanpa mengkhawatirkan energy, karena game ini tidak mengenal hal itu. Sebagai pengganti energy bar, Bandori memiliki live boost yang berlogo api. Tentu saja fungsi live boost bar ini jauh berbeda dengan energy bar. Live Boost berguna untuk mengali poin exp dan uang. Apabila api live boost sudah habis maka kamu akan seret mendapatkan exp dan uang, tapi kamu tetap bisa bermain sebanyak yang kamu inginkan. Pengisian live bosst juga lah tidak sebentar, setidaknya kamu membutuhkan setengah jam untuk mendapat 1 api.

Gameplay Bandori semakin asik dengan banyaknya tempat yang bisa dikunjungi dan interaksi antar karakternya. Setiap kali telah memainkan beberapa lagu, sudah naik level, membuka tempat baru atau pun membeli barang baru maka ada sebuah topik pembicaraan baru, entah karater itu ngomong sendirian atau pun berbicara dengan teman sebandnya. Pembicaraan ini cukup penting karena bisa meningkatkan level-mu dan rank band karakter tersebut. Ngomong-ngomong barang peralatan musik seperti mic, drum atau poster promosi yang kamu beli itu akan berpengaruh dalam meningkatkan rank band.

BanG Dream! Girls Band Party! (バンドリ! ガールズバンドパーティ!)

BanG Dream! Girls Band Party! (バンドリ! ガールズバンドパーティ!)

BanG Dream! Girls Band Party! (バンドリ! ガールズバンドパーティ!)

Masih merasa kurang puas? Lagunya yang disajikan Bandori ada banyak sekali yang bisa kamu dapatkan dengan cara menyelesaikan main story, diluar lagu orisinil, mereka juga meng-cover lagu-lagu populer. Sayangnya kamu bukan pendengar lagu-lagu populer atau kamu hanya tahu lagu berdasarkan soundtrack anime? Tak perlu khawatir akan hal itu, karena cover-an lagu Bandori adalah anisong-anisong populer yang meski walau kamu tidak/belum pernah menonton anime-nya tapi pasti kamu pernah mendengar lagunya setidaknya sekali-duakali. Beberapa lagu yang di-cover mereka seperti: Butter-Fly (OST OP Digimon), Don't Say Lazy (OST ED K-ON!), Sobakasu (OST Samurai X), Karma (OST OP Tales of the Abyss), Sorairo Days (OST Gurren Lagamn), Hikaru Nara (OST OP Your Lie in April), Tamashii no Refrain (OST Neon Genesis Evangelion), God knows... (OST Insert Suzumiya Haruhi no Yuutsu) dan masih banyak lagi dan akan bertambah lagi kedepannya (sebenarnya aku masih ingin menyebutkan lagu-lagu lainnya).

Bermain Bersama
Salah satu fitur khusus yang terdapat di Bandori adalah Multi Live. Kamu bisa bermain bersama-sama dengan orang lain. Di Multi Live tiap pemain memilih difficulty-nya masing-masing, dengan begini kamu bisa menyelesaikan lagu yang sulit dimainkan menjadi lebih mudah. Lagu yang diputar saat Multi Live adalah hasil acak berdasarkan lagu-lagu yang dipilih oleh para pemain. Sayangnya Multi Live membutuhkan koneksi yang sangat stabil, apabila internet (salah satu) pemain sedang rentan maka akan langsung disconnect secara otomatis, kecuali bila kamu sudah ditengah lagu maka permainan akan tetap langsung memainkannya.

BanG Dream! Girls Band Party! (バンドリ! ガールズバンドパーティ!)

BanG Dream! Girls Band Party! (バンドリ! ガールズバンドパーティ!)

BanG Dream! Girls Band Party! (バンドリ! ガールズバンドパーティ!)

BanG Dream! Girls Band Party! (バンドリ! ガールズバンドパーティ!)

Selain itu sebenarnya ada satu hal lagi yang membuatku risih saat sedang bermain memainkan lagu. Ketika salah satu member band berhasil meng-cast jurusnya maka karakter tersebut akan mengoceh (yang menurutku suara ocehan karakter tersebut menggangguku ketika sedang asik mendengarkan lagu yang kumainkan). Ocehan ini tidak hanya sepatah satu-dua kata, seringkali ocehan tersebut diiringi oleh balasan dari karakter, bagaikan seperti para member band yang asik mengobrol sembari asik bermain tampil perform diatas panggung.

BanG Dream! Girls Band Party! (バンドリ! ガールズバンドパーティ!)

Event yang dihadirkan Bandori juga cenderung membosankan, bila di game lain kita harus memainkan playlist lagu tertentu, menggunakan difficulty tertentu, harus mencapai target skor diatas sekain poin atau tidak boleh mendapatkan miss atau good sebanyak sekain atau syarat-syarat menjalankan event lainnya. Di Bandori belum ada hal itu. Jujur saja ketika aku bermain aku sempat bingung bagaimana caranya berpartisipasi event. Dan ketika kutanya teman-temanku,"Engga ada, Bandori mah tinggal mainkan lagu apa aja, entar juga dapat event point sendiri."

BanG Dream! Girls Band Party! (バンドリ! ガールズバンドパーティ!)

BanG Dream! Girls Band Party! (バンドリ! ガールズバンドパーティ!)

BanG Dream! Girls Band Party! (バンドリ! ガールズバンドパーティ!)

BanG Dream! Girls Band Party! (バンドリ! ガールズバンドパーティ!)

Untuk roll gacha-nya juga tidak seperti SIF yang dimana bulk draw maka akan gratis satu gacha. Sebenarnya aku sangat mengharapkan ini, ya kau tahu lah, untuk memperbesar chance mendapatkan yang diinginkan atau seengganya mendapatkan lebih banyak. Jadi mau bulk draw atau solo draw sama saja mengeluarkan cost-nya. Saat roll gacha-nya juga sebenarnya lebih mengerikan, karena result-nya langsung ketahuan tanpa ada jeda per-gacha-nya, kecuali kalau pemain mendapatkan 3-star atau 4-star maka ada sedikit jeda.

Mari Bernyanyi
Secara overall game ini sangat menyenangkan dengan segala macam fitur yang diberikan, membeli peralatan band, membeli makanan, mempromosikan band mereka melalui poster, interaksi antar tokoh, tempat-tempat yang bisa dikunjungi, lagu-lagu cover, terdapat cerita utama dan cerita tiap band dan terutama cara memainkan rhythm-nya yang sangat nyaman. Game ini berhasil memikatku dengan banyak cara, pastinya aku masih menantikan event Bandori yang lebih menantang sehingga aku bisa lebih nyantol dan akan memainkan game ini seharian untuk mengejar dan mencapai deadline event tersebut.

BanG Dream! Girls Band Party! (バンドリ! ガールズバンドパーティ!)
Read more ...BanG Dream! Girls Band Party!

February 13, 2017

The Anonymous Noise

Salah satu komik yang aku baca karena melihat cover-nya yang menarik di Line Manga. Yang tak lama kemudian terbit di lokal setelah aku melihatnya melalui aplikasi tersebut. Ketika di toko buku aku juga tak pikir panjang dan langsung instant buy.

Sebelumnya aku juga sudah pernah membaca karya Fukuyama Ryoko yang berjudul Charming Junkie (悩殺ジャンキー; Nousatsu Junkie) yang menceritakan tentang modelling. Sayangnya aku biasa saja membaca karya tersebut sehingga tak lanjut ke volume kedua (meskipun karya tersebut adalah karyanya yang paling hits). Salah satu alasan mengapa aku gemar membaca komik shoujo adalah adanya author note, atau pojok penulis di halaman-halaman tertentu (biasanya akan memakan 1/3 atau 1/4 halaman). Bagiku sangat menarik untuk mengetahui sepotong diari kecil dari penulis, entah ia menuliskan proses pembuatan komiknya atau menceritakan kesehariannya.

The Annonymous Noise (覆面系ノイズ; Fukumenkei Noise) merupakan komik terbarunya yang terbit pada tahun 2008. Saat ini di Jepang sendiri sudah rilis sebanyak 7 volume.


The Annonymous Noise - Fukuyama Ryoko

Cinta Bertepuk Sebelah Tangan
Band misterius bergaya dengan pembalut perban dan penutup mata yang sedang terkenal di kalangan anak muda, in NO hurry to shout, dikabarkan akan bubar. Belum lama ini, single mereka yang ketiga baru saja menduduki peringkat 4 pada chart Oricon. Semua remaja di penjuru sekolah meributkan tentang berita ini.

Kanade Yuzuriha, akrab dengan sapaan Yuzu, sama sekali tak terusik dengan berita tersebut. Diam-diam sebenarnya ekskul band yang dikelola oleh Yuzu adalah para member in no hurry. Ia mengatakan dengan tegas percuma saja melanjutkan band mereka bila Yuzu sudah tidak bisa lagi menuliskan lagu untuk bandnya.

Setelah ada sedikit percikan di ruang ekskul, mereka tetap harus tampil di depan panggung Masa Orientasi Siswa. Yoshito Haruno (Haruyoshi), selaku ketua ekskul band yang tampil nyentrik dengan rambut pirangnya mengatakan sepatah-duapatah sebelum bermain. Tapi begitu mulai, Ayumi Kurose malah salah memukul drum. Karena sudah terlanjur, mereka tetap memainkan High School lagu dari in no hurry. Ditengah serunya permainan mereka, ada seorang gadis yang membuka maskernya untuk ikut bernyanyi dikerumunan tersebut. Yuzu mendadak berhenti begitu mendengar suara tak asing baginya. Mereka berdua saling beradu mata lalu lari meninggalkan panggung. Sudah 6 tahun lebih lamanya Yuzu tidak melihat dan mendengarkan suara khas gadis tersebut, Nino Arisugawa.

Burung Kenari 
Aku semakin terkejut begitu membaca pojok penulis di jilid kedua bahwa The Anonymous Noise mempunyai Promotion Video alias PV khusus yang melibatkan anggota MAN WITH A MISSION. Belum selesai disitu saja, aku semakin dibuat penasaran dengan pengisi Drama CD-nya adalah Hayami Saori, Sawashiro Miyuki, Uchiyama Kouki, Daisuke Ono, Ayahi Takagi dan Suzumura Kenichi. Melihat cast tersebut aku semakin penasaran bagaimana "amukan suara burung kenari" (baca: Nino) saat bernyanyi.

Nafas Kehidupan 
Walau aku hanya membaca Charming Junkies sejilid saja, tapi aku sudah menemukan gaya dari Ryoko-sensei. Di komiknya kali ini juga, ia tak luput melepaskan dari percakapan yang saling melempari teriakan. Ryoko-sensei juga menggunakan lelucon garing pada tiap tokohnya, seperti ekspresi Nino yang seringkali datar sekali dan Yuzu yang mempunyai bulu mata cantik.

Untuk percintaannya sendiri kalo boleh kubilang sih FTV banget. Protagonis dan antagonis lelakinya tak bisa mengatakan perasaan cintanya pada perempuan. Serta protagonis dan antagonis ini (tampak) saling berebut perempuan. Btw, secara pribadi aku juga kurang menyukai masalah cinta dan kehidupan Nino saat kanak-anak (walau ini menyangkut inti cerita).

Namun aku menyukai Ryoko-sensei saat menggambarkan ketika in no hurry sedang panggung dan menunjukkan lagu terbarunya. Terutama ekspresi Nino saat bernyanyi, ia selalu menatap keatas, bersuara sekencang-kencangnya bagaikan monster yang mengaum ke langit.

Fukumenkei Noise Anime

Dan sepertinya The Anonymous tak henti-hentinya mengejutkan diriku. Mulai dari PV, cast Drama CD dan di penghujung akhir tahun 2016 dikabarkan akan ada anime-nya. Aku tak tahu bagaimana anime-nya nantinya. Apakah akan berisik juga dengan tokohnya yang penuh dialog teriak-teriak seperti pada komiknya atau tidak. Pastinya aku menantikan lagu-lagu dari mereka, kuharap genre-nya sih Pop Rock.

"Kita semua menyembunyikan perasaan kita sesungguhnya."
Read more ...The Anonymous Noise

January 19, 2017

THE iDOLM@STER Cinderella Girls: 2nd Season

Untuk pembukaan kali ini, aku akan bercerita panjang lebar dari biasanya. Pertama kali aku mengenal franchise THE iDOLM@STER pada tahun 2007, tepatnya saat itu ada majalah game yang sedikit membahasnya (bila tak salah upcoming/preview game). Lalu aku mulai kepo dengan mencari-cari lagunya di YouTube. Lagu yang pertama kali kudengar berjudul FO(U)R yang telah di-fansubbing oleh domelola. Sejak saat itu aku mulai kepincut dengan lagu-lagunya yang beragam dan rajin mencari-cari informasi tentang franchise ini. Di tahun itu aku juga tak bisa menemui satu pun fandom-nya di Indonesia, bahkan aku berusaha keras meracuni teman-temanku untuk mencoba mendengarkan iM@S (selanjutnya akan kusingkat begini). Sayangnya hanya satu yang berhasil kuracuni. Tapi aku tak berhenti disitu saja, aku menemui satu forum yang membahas musik iM@S secara komplit di Indowebster (terima kasih banyak Raestloz!). Jujur saja, saat itu aku senang setengah mati karena akhirnya bisa menemukan satu fandom lokal.


THE iDOLM@STER Cinderella Girls: 2nd Season

Dengan berlandaskan mesin pencari google, aku terus mencari-cari informasi tentang franchise iM@S yang selanjutnya kuketahui bahwa Namco, selaku pencipta game tersebut memang hanya memfokuspasarkan dalam Jepang saja. Entah karena keinginan mereka atau kebiasaan Jepang mengisolasikan diri untuk tidak mengekspor karya mereka. Kurang-lebih begitulah informasi yang kudapat dari link dan blog random yang kudapat dan ku-translate secara mentah dengan menggunakan google translate.

Tahun 2011 merupakan tahun yang menggembirakan karena franchise ini diangkat menjadi anime sebanyak 25 episode dengan durasi sepanjang 24 menit. Bila ditanya puas atau tidak, tidak sepenuhnya. Karena ceritanya lebih fokus ke pengenalan masing-masing karakter tiap episodenya, dan tampak seperti promosi lagunya, banget. Konflik di animasi iM@S yang kurasa benar-benar serius hanya gossip buruk tentang Chihaya Kisaragi. Konfliknya selanjutnya, saat Haruka Amami depresi hingga tamat aku juga kurang meresapinya. Aku malah lebih berharap konfliknya kurang terlalu dalam.

Di tahun yang sama NBGI alias Bandai Namco meluncurkan seri permainan baru, yaitu THE iDOLM@STER: Cinderella Girls berbasis seluler pintar. Konon kabarnya dahulu, seri iM@S terbaru ini akan menghadirkan 100 idol, namun kenyataan kini ada 200 lebih idol yang muncul di seri ini.

THE iDOLM@STER Cinderella Girls: 2nd Season

4 tahun sejak mobile game tersebut seri iM@S CG juga diangkat menjadi anime sepanjang 13 episode. Studio yang menanganinya masih sama dengan sebelumnya, A-1 Pictures yang masih diarahkan oleh Noriko TakaoTatsuya Takahashi juga masih memegang naskah dan musik dikomposisi oleh Hidekazu Tanaka, salah satu member MONACA. Sebenarnya sudah curiga sejak awal, masa iya, seri ini hanya 1 cour saja. Lalu menjelang akhir cerita iM@S CG ada sebuah konfirmasi bahwa THE iDOLM@STER Cinderella Girls: 2nd Season akan segera tayang juga di tahun itu. Dan cerita yang benar-benar seru adalah second season ini. Sedihnya diriku, saat itu aku menontonnya melalui Aniplus. Ditengah-tengah masa tayangnya, BigTV, jasa layanan TV kabelku memutuskan sebelah pihak sehingga channel tersebut akan dihapus (ini bukan karena aku tidak memilih channel Aniplus atau pun tidak berlangganan premium, tapi ya mereka memutuskan sebelah pihak begitu saja jadi hanya channel Animax saja yang tersisa). Ketika sedang masa-masa mengudara seri ini, aku tidak bisa ikut bandwagon karena aku sedang malas, dan agak sibuk sesuatu pula aku mengikuti seri yang berbeda (oh aku lupa 2015 men-download anime apa saja). Ngomong-ngomong, meski sudah 7 tahun lebih lamanya aku telah mengidolakan franchise ini namun baru akhir-akhir ini saja aku mensupport mereka, dan itu pun juga masih bisa kehitung jari jumlah koleksiku. Dan sepertinya aku sudah harus memulai membahasnya karena sudah OOT terlalu jauh.

Senyumanmu
Sebulan setelah kesuksesan debut Cinderella Project pada event Summer Idolfes seharusnya Tim Cinderella Project menjalankan jadwal yang sudah tersusun dengan rapi. Tapi Mishiro Directing Manager yang baru saja balik ke Jepang mempunyai strategi baru untuk perusahaannya. Beliau mempunyai ide tersendiri dan akan membuat proyek baru, buruknya proyek dari pemikirannya harus membubarkan semua divisi proyek yang sedang berjalan. Ia hanya ingin mefokuskan diri pada satu proyek utama saja. Proyek ini nantinya akan merekrut dari idol-idol per tiap divisi proyek sebelumnya. Apesnya Cinderella Project yang baru saja debut juga harus ikut tertimpa atas kebijakan Mishiro Directing Manager. Divisi proyek lainnya juga mengalami kekacauan atas perlakuan beliau ini. Banyak program dan acara yang dihentikan secara mendadak, tak hanya sebatas pemutusan proyek saja namun ciri khas masing-masing idol juga harus diubah bahkan dilepas demi mewujudkan idol yang ideal bagi Mishiro Directing Manager.

Producer Cinderella Project tentu saja tak dapat menerima hal ini, karena ia memiliki pandangan tersendiri tentang idol itu. Sayangnya demi mewujudkan idol yang ideal bagi Producer membutuhkan waktu yang cukup lama dan Mishiro Directing Manager tak mau menyetujuinya. Beliau tidak ingin menghabiskan banyak waktu dan kalo bisa dilakukan sesegera mungkin. Pemikiran Producer juga ditolak mentah-mentah dikarenakan ia belum mempunyai rencana matang untuk mewujudkan kesuksesan proyeknya lagi.

Namun semangat Producer tidak terpatahkan hanya dengan omongan yang tegas darinya. Producer rela kerja larut malam untuk memberikan proposal terbaru kepadanya.

Setelah menyerahkan proposal kepada atasannya, Producer masih belum bisa bernafas lega. Meski proposalnya diterima namun tak sedikit pun Mishiro Director Manager untuk membatalkan rencananya bahkan tenggat waktu yang diberikan sempit sekali. Proposal tersebut harus bisa dieksekusi dalam waktu 3 bulan.

Stereotip
Sebenarnya perwujudan cerita iM@S CG kurang lebih hampir sama dengan iM@S. Pada season pertama diperlihatkan dengan kelakuan Mio Honda yang mirip dengan Miki Hoshii, yang, um... sama-sama konyol egoisnya (maafkan aku bagi fans Mio dan Miki). Lalu menjelang akhir episode sang pemeran utama, Uzuki Shimamura sama-sama depresi berat akan suatu hal.

THE iDOLM@STER Cinderella Girls: 2nd Season

Di season kedua ini, iM@S CG mampu memberikan permasalahan yang mendalam, konflik internal yang terjadi pada 346 Production terasa nyata. Karena ulah Mishiro Directing Manager terjadi perpecahan dimana-mana, membuat semaunya berantakan, tujuan individu, tujuan tim dan tujuan atasan sudah tidak selaras lagi.Ya aku sangat menyukai Mishiro Directing Manager menjadi antagonis yang kuat disini. Keputusan yang bulat dari Mishiro Directing Manager berhasil membuat semua orang menjadi bimbang, apalagi kesempatan yang diberikan olehnya sangat menjanjikan. Jenjang karir yang bagus dan berkembang lebih baik. Tentunya ada sebuah pengorbanan, maukah meninggalkan tim, unit atau divisi yang telah menemaninya berkembang selamanya ini.

THE iDOLM@STER Cinderella Girls: 2nd Season

Di season kedua ini porsi komedi dan cerita per karakter berkurang, tapi ini setimpal dengan memfokuskan untuk menghadapi tantangan utama dari Misihro Directing Manager. Dimana pada season pertama lebih banyak pengenalan, hiburan semata dan promosi lagu.

Smooth
Aku yang terlalu asyik mengikuti cerita di season keduanya hingga lupa ada insert song apa saja yang ada disini. Di episode terakhirnya aku juga terpukau oleh gerakan tarian mereka yang sangat lincah dan mulus. Aku tak bosan-bosannya mengulang bagian tariannya.

THE iDOLM@STER Cinderella Girls: 2nd Season

Hingga akhir episode Mishiro Directing Manager tetap memberikan kesan yang kuat bagaimana sifat karakter beliau dan sukses beneran menjadi antagonis yang 'jahat' dalam cerita ini. Sekali dia sudah berjalan maka takkan ada yang bisa menghentikannya.
Read more ...THE iDOLM@STER Cinderella Girls: 2nd Season

December 11, 2016

Stella Glow

Ketika membeli 3DS, aku sama sekali tak punya keinginan untuk memainkan RPG sama sekali. Emang niat awalku hanyalah memainkan casual games untuk menghilangkan penat dan stress. Namun kemudian hari ada sedikit pikiran yang mengusik diriku. "Sungguh tidak sayang kalo benar-benar tidak memainkan RPG satu pun?" Begitulah kalimat yang melintas dipikiranku. Setelah dipikir-pikir cukup matang akhirnya aku memutuskan untuk memainkan salah satu game RPG yang ada di 3DS. Dan dari sekian banyak game RPG yang disediakan 3DS aku memilih Stella Glow karena aku menemukan Undub Version-nya.


Stella Glow

Stella Glow sendiri pun merupakan game terakhir ATLUS sebelum bangkrut dan menjadi anak angkatnya dari SEGA. Meski SEGA memenangkan lelang aset ATLUS, hingga saat ini SEGA tetap mempertahakan nama ATLUS, sepertinya SEGA memang tak merencanakan mengganti namanya sama sekali. Sayangnya di penghujung usia ATLUS, mereka hanya menitikberatkan pada seri Persona, produk-produk jebolannya Shin Megami Tensei, Trauma Center serta Etrian Odyssey kurang begitu terlihat (apakah akan ada kabar lagi). Stella Glow-pun juga tidak murni hasil dari ATLUS, game ini dikembangkan oleh Imageepoch Inc. yang harus berduka cita menutup usia karena penjualannya menurun dan terlilit hutang. Grafisnya bekerjasama dengan Millennium Kitchen, BGM diproduksi di PROCYON STUDIO dan Sound effect dipegang oleh SuperSweep. Pada 2016, NIS America menyebarkanluaskan game ini di daratan Australia dan Eropa.

Harmoni Surgawi
Pada suatu hari, tinggallah Tuhan di bulan. Orang-orang memuja tuhan. Suatu ketika, dengan berkembang pesat sebuah jaman membuat kepercayaan manusia memudar. Tuhan yang murka menurunkan pasukannya, malaikat, ke bumi untuk menghukum manusia yang tidak setia. Sebagai hukuman, Tuhan mengambil lagu dari manusia atas kesombongan mereka.

Hanya penyihirlah yang mampu bernyanyi. Tuhan menunjuk beberapa gadis untuk menjadi penyihir. Para penyihir inilah berperan sebagai mata dan telinga tuhan di muka bumi (untuk memantau segala kebajikan dan kejahatan manusia).

Suatu hari, pemuda bernama Elcrest pergi menuju rumah Tuhan mengorbankan dirinya untuk membungkam Tuhan. Orang-orang pun memberi gelar pahlawan kepada Elcrest yang telah menghentikan malapetaka dari Tuhan.

Sedikit Bumbu Ar tonelico
Membicarakan gameplay yang ada di Stella Glow sangatlah simple sekali, sangat sangat sangat sangat simple banget. Di game ini hanya ada dua pilihan utama: jalanin cerita dan nigkatin affection ke tiap character saat free time. Kita engga perlu eksploari kemana-mana emang karena engga bisa. Saat free time sebenarnya bisa melakukan hal lain selain ningkatin affection, jalan-jalan keluar untuk mendapatkan sebuah item random atau kerja sambilan untuk mendapatkan sedikit uang dan sedikit potongan harga di toko. Tapi yah, sayang sekali menghabiskan free time yang sedikit hanya untuk melakukan kedua aktivitas tak penting di game ini.

Stella Glow

Dengan menggunakan tema "lagu", game ini sedikit mengingatkanku pada seri Ar tonelico, dimana hanya para gadis saja yang dapat bernyanyi dan karakter perempuan mempunyai masalah masing-masing yang dipendam. Sebagai pemeran utama, pemain harus menelusuri apa masalah yang disembunyikan oleh para gadis tersebut dengan cara terjun ke lubuk hati mereka paling dalam. Bila di artonelico dikenal dengan istilah Cosmosphere maka di Stella Glow disebut Spirit World. Tentunya Spirit World di Stella jauh lebih simple ketimbang Cosmosphere yang harus mondar-mandir kesana kemari, pilih opsi yang tepat dan lain-lain. Di Spirit World pemain akan dihadapi dengan musuh yang menjelma pada sifat negatif manusia (penyihir), kebimbangan, resah, terlalu khawatir, keraguan dan lain-lain.

Spirit World-nya hanya sebatas itu saja. Dengan menyelesaikan semua Spirit World maka akan meng-unlock lagu baru (skill) yang sangat berguna saat battle. Meski menggunakan tema sebuah lagu, sayangnya Stella Glow juga tak memiliki banyak varian lagu sehingga untuk beberapa saat (mungkin) akan membosankan mendengarkan lagu yang sama terus-menerus.

Combat Menarik
Sistem leveling-nya mudah dimengerti tapi sayangnya seret banget. Kita akan mendapatkan EXP dari setiap action saat battle, entah itu memukul musuh, mengalahkan musuh atau pun menyembuhkan teman (entah itu HP atau terkena bad status). Tapi bila hanya menggerakan karakter dan/atau langsung end turn maka karakter tersebut tidak akan mendapatkan EXP sedikitpun.

Level musuh saat battle pun relatif mengikuti level pemain tapi jeleknya musuh akan stuck di level tertentu apabila pemain tidak melajutkan progress cerita. Karena musuh levelnya dibawah satu tingkat (atau lebih) dari level pemain maka pemain akan kesulitan melakukan leveling. Ini merupakan sisi negatif bagi penikmat RPG yang hobinya leveling seharian. Seret banget EXP-nya, bahkan mengalahkan musuh tidak akan mendapatkan EXP lebih dari 5 poin.

Namun disisi lain, sebenarnya Stella Glow bisa diselesaikan langsung tanpa leveling sedikitpun, game ini dirancang untuk dimainkan marathon. Selesai progress cerita di tempat sini, bila kamu males, langsung saja lanjut ke progress cerita selanjutnya, selesai lanjut lagi ke progress cerita. Yah musuhnya hanya terasa sedikit sulit saja koq. Walau begitu aku tetap saja lebih hobi leveling (meski sudah jengkel sekali leveling-nya yang sangat seret).

Weakness dan Resistant suatu element kental banget terasa di game ini. Jadi ya bila musuh lemah dengan element tersebut pakailah penyihir yang mampu cast element tersebut. Bila penyihirmu lemah dengan element yang dimiliki musuh, ya sebaiknya jangan gunakan dia di battle tersebut, terkecuali dia healer satu-saatunya.

Uang yang ada di Stella Glow juga tak jelas wujudnya. Jujur saja, aku hampir engga pernah belanja sama sekali. Uangku cukup berlimpah. Item didapat dari hasil drop item mengalahkan musuh, buka chest treasure juga menyelesaikan mission battle. Begitu juga dengan equipment, semua kudapat dari chest treasure, menyelesaikan mission battle dan steal dari musuh atau boss.

Yang aku senang dari equipment Stella Glow adalah sistem Orb. Orb-nya sangat berpengaruh dan presentase berhasilnya cukup tinggi. Sehingga aku seringkali menggunakan orb untuk memberikan bad status ke musuh, memberikan damage tambahan, attack biasa memberikan efek stealing atau meningkatkan status setelah menghajar musuh atau mengalahkan musuh. Dan tak semua boss kebal terhadap bad status, jadi bad status seperti burn dan poisonus sangat berguna untuk menyicil damage. Meski kukatan menyicil, sebenarnya damage yang dihasilkan itu lumayan banget! Hampir seperti attack biasa ke boss.

Sehingga orb yang memberikan damage tambahan bila menyerang sendirian, disamping ada teman, menyerang dari samping dianggap menyerang dari belakang, atau bila HP/SP dibawah dari 40% itu sangat menarik untuk digunakan.

Dikarenakan kita hanya bisa membawa 2 item per karakter saat battle, mungkin ini menjadi agak tricky mengelola SP untuk menghemat-hemat cast skill. Namun tak perlu khawatir juga bila karaktermu sedang 50/100 EXP-nya maka saat naik level (ketika battle) maka HP dan SP akan restore sempurna. Pastikan hemat untuk heal dan memilih skill yang tepat untuk menebas musuh. Disaat bersamaan juga jangan ragu untuk cast skill heal karena bsia saja di turn selanjutnya boss akan menghantammu.

Di event battle tertentu akan ada minim keterangan. Sehingga kamu tak tahu bila boss tersebut atau ally-mu yang mendadak menolongmu itu tidak bisa mati, ya maksudku sekarat apa pun dia pasti akan bertahan dengan HP 1. Sebenarnya keadaan tersebut emang seharusnya tidak dilakukan, toh kamu hanya disuruh mengalahkan 9 musuh tapi entah mengapa aku ingin mengalahkan ke semua boss disitu agar kebanjiran EXP. Sayangnya mereka semua bertahan di HP sebanyak 1 poin dan berujung aaku yang kalah telak. Lain event battle juga, ally-mu yang mendadak datang dan menolongmu kesulitan melindungimu. Aku menyibukkan diri meng-heal mereka tapi apa yang terjadi. Saat aku panik dan mulai putus asa akan game over karena mereka hendak kalah ternyata mereka bertahan di HP 1 poin! Sial, jadi selama ini aku menghamburkan SP secara cuma-cuma!?

Oh, ngomong-ngomong aku juga hampir tak menggunakan item sedikitpun, karena merasa sayang, toh masih bisa cast heal menggunakan SP (tentunya dengan menggunakan karakter healer) sekaligus item tidak bisa di-refill saat battle berlangsung. Jadi ya, item bagiku juga sama seperti bentuk uang di game ini. Engga ada gunanya.

New Game+ yang Menyebalkan
Aku memperkirakan aktual game ini dapat ditamatkan dalam kurun waktu 30-40 jam. Aku sendiri menamatkan game 60 jam, karena (kuanggap) aku sendiri rajin leveling, dan setidaknya satu battle bisa menghabiskan 15-30 menit sedikitnya. Walau karakter terentu sangat jarang sekali aku gunakan saat event battle, tapi aku tetap rajin leveling semua karakter, agar level-nya sama rata. Hingga pada akhirnya karakter tersebut bisa dihitung jari hanya digunakan beberapa kali saja, itu pun juga kebanyakan karena kondisi karakter tersebut (karakter yang sangat jarang sekali aku pakai) yang wajib turun ke battle.

Cerita Stella Glow mulai kerasa seru saat sudah memasuki chapter 7. Semua karakter patut dicurigai, kita menemui situasi abu-abu, mana lawan sesungguhnya mana kawan sesungguhnya. Semuanya tampak ambigu dan mencurigakan. Jujur saja saat awal-awal merekrut semua penyihir ceritanya monoton sekali. Kita melakukan perjalanan ke selatan, timur, barat menjelajahi seluruh bagian hingga ke ujung dunia mencari dan menemui semua penyihir yang ada di muka bumi.

Disini terdapat 2 ending dan epilog per karakter, epilog didapat dengan memilih karakter yang affection-nya sudah penuh. Sedangkan true ending bisa didapat tanpa perlu menamatkan gamenya terlebih dahulu. Kamu cukup meningkatkan affection Leader pasukanmu hingga tingkat kedua (ia mendapatkan skill Magic Shield), nantinya akan ada satu karakter yang join dengan party-mu dan saat battle terakhir ketika muncul opsi pilih untuk menolak permintaannya.

Cukup mudah sekali untuk mendapatkan True Ending di Stella Glow, tapi bila tidak teliti atau tidak menahu maka akan melewatkan kesempatan untuk mendapatkan true ending saat 1st playthrough.

Ketika menamatkannya akan ada pilihan untuk save clear data, apabila kamu me-load save-an yang sudah clear data, maka kamu akan memainkan 2nd playthrough dan jumlah free time-mu akan dimaksimalkan. Sehingga memungkinkan pemain untuk mendapatkan semua epilog dan mengetahui cerita masing-masing tiap karakter. Hal yang sangat menyebalkan adalah... saat kamu memainkan ulang dari save-an clear data maka semua item, equiptment dan orb semuanya akan lenyap, kecuali jumlah uang-mu. Serta level karaktermu semuanya di reset. Sangat busuk bukan, padahal aku sudah bersusah-payah untuk steal semua equiptment dari boss dan menyelasikan semua battle mission saat battle setelah event. New Game+ hanya memberikan EXP Rate yang ditingkatkan dratis dan free time sebanyak sembilan kali.

Saat ini aku sedang mengumpulkan mood agar dapat memainkan 2nd playthrough-nya. Sungguh mual sekali mendapatkan New Game+ seperti ini.

Stella Glow
Read more ...Stella Glow

September 10, 2016

Hatsune Miku: Project Mirai DX

Pertama kali aku mengenal Vocaloid itu (bila tak salah) pada tahun 2007an, dan aku langsung klop dengan suara Hatsune Miku yang menggemaskan dan lagu-lagunya yang catchy. Tapi kesukaanku pada Vocaloid hanya bertahan dalam beberapa bulan. Aku bosan dengan suaranya yang generik tak manusiawi. Lalu sekitar 2012an aku sempat mendengarkan kembali lagu-lagu Vocaloid yang telah di-cover oleh utaite, termasuk utattemita barat dan Indonesia.

Di era Kagerou Project, Aku semakin terpincut dengan lagu Vocaloid apalagi banyak lagu-lagu dari Kagepro yang di-cover. Sayangnya pengetahuanku akan lagu-lagu Vocaloid tidak banyak jadi kebanyakan aku hanya mendengarkan lagu yang sama namun di-cover oleh utaite berbeda. Aku mencoba mengubek-ubek varian utaite dari Youtube dan random klik menyetel judul lagu berdasarkan Wikia Utaite. Apalagi di tahun yang sama, Google Chrome Jepang mempunyai iklan yang fresh berjudul Tell Your World yang dilatunkan oleh Hatsune Miku.

Penyesalanku saat ini adalah aku menolak tiket konser gratis Hatsune Miku EXPO 2014 in Indonesia yang ditawarkan oleh temanku, karena saat itu aku sedang dikejar oleh deadline tugas. Walau aku tidak datang ke Expo tersebut nyatanya tugasku tetap selesai di injury time.


Hatsune Miku: Project Mirai DX

Dance, Dance on this Never-Ending Night
Hatsune Miku: Project Mirai DX terdiri dari  6 karakter yang dapat dimainkan; MEIKO, KAITO, Hatsune Miku, Kagamie Rin & Len, dan Megurine Luka. Sedangkan Megpoid GUMI hanya tampil sebagai tamu disini yang bertugas memberitahu notifications kepada pemain. Karakter yang dipilih nantinya akan siap menemani screen 3DS-mu.

Terdapat 48 lagu yang dapat dimainkan dengan dua cara: Tap layarmu atau gunakan button. Beda cara maka beda jumlah button dan cara memainkannya. Jadi apabila kamu sudah hapal dengan nada-nada yang harus di tap layarmu, maka bila kamu memainkan dalam button mode belum tentu sama ketika kamu menekan layar dengan button.

Ketika kamu memainkan dengan tap maka akan ada suatu gerakan dimana pemain harus menggesek (atau mengusap) layar sesuai dengan directional icon dilayar. Sedangkan di button mode directional icon biasanya akan muncul dimana kamu harus menekan face button dan d-pad bersamaan. Walau button mode, sebenarnya kamu tetap bisa memainkannya dengan cara tap. Layar touchscreen-nya akan menampilkan sesuai dengan facebutton. Hingga saat ini aku masih kebingungan memainkan button mode menggunakan cara tap ketika ada directional icon harus ditekan bersamaan dengan face button.

Karena aku terbiasa memainkan dengan menggunakan tap mode, aku juga seringkali kagok ketika ada nada panjang yang harus memutar analog 3DS. Di tap mode simple saja, pemain tidak harus mengusapnya secara lingkaran (bisa dengan mengusapnya satu arah bolak-balik saja). Banyak putaran analog yang kamu lakukan maka makin banyak uang yang kamu peroleh nantinya.

Shake Your Way to Paradise
Lagi-lagi, karena aku sebelumnya terbiasa memainkan Dance Dance Revolution dan Theatrhythm Final Fantasy: Curtain Call biasanya ketika pemain sudah memilih lagu yang akan dimainkan maka di screen ada jeda sebentar sebelum lagu diputar, starting line-lah gitu deh, bersiap-siap untuk main. Tapi disini tidak ada, jadi saat kamu sudah menekan lagu yang dipilih segeralah fokus ke layar.

Di game ini, penilaian skor-nya cukup berbeda dengan game rhythm umumnya. SEGA tidak menggunakan kata 'Perfect', 'Great' maupun 'Good'. Untuk menilai ketepatnya adalah 'Cool', 'Fine' dan 'Fair' bahkan ketika aku pertama kali memainkan ini aku mengira Cool itu adalah Good.

Terlalu mudah hanya menekan-nekan button di handled? Maka di screen akan ada garis yang akan membuat pemain bingung atau kehilangan fokus, digaris mana button icon selanjutnya yang akan muncul.

Pemain bisa menggunakan Play Coin untuk membuat permainan menjadi lebih mudah atau pun lebih sulit. Well, keputusan ada ditangan pemain.

Bukan Sekedar Musik
Project Mirai DX tak hanya menampilkan musik, game ini punya lebih banyak fitur lagi di dalamnya. Salah satunya merayakan ulang tahun karakter Vocaloid. Menjelang hari ulang tahun karakter Vocaloid tersebut, bila kamu sedang menggunakan karakter Vocaloid lain (yang tidak sedang ulang tahun) maka ia akan memberi suatu clue bahwa 'si anu' akan ulang tahun lho, sebaiknya pemain menyiapkan 5000 MP agar dapat merayakannya.

Hatsune Miku: Project Mirai DX - Hatsune Miku's Birthday

Sayangnya aku lupa untuk screenshot ketika Len memberitahuku bahwa Miku akan ulang tahun pada bulan lalu.

Selain itu, pemain bisa mendekorasi kamar dengan berbagai aksesoris, seperti nendoroid, bunga, poster dan hiasan lainnya. Varian kamarnya pun bisa dipilih sesuai selera pemain, bahkan tersedia resort villa atau pun apartemen mewah. Sedihnya, khusus dua kamar tersebut pemain harus menyewanya (tidak bisa dibeli) dan diberi waktu untuk batas akhir sewa... dan mahal pula!

Hanya kamar? tidak juga kamu juga bisa memilih-milih pakaian yang akan dikenakan karakter Vocaloid. Bosan dengan pilihan pakaian, coba kenakan pakaian karakter lain, misalnya Megurine Luka mengenakan pakaian MEIKO atau KAITO mengenakan pakaian Len. Pemain juga diberi leluasa untuk mengganti pakaian di Music Video.

Hatsune Miku: Project Mirai DX - матрёшка

Sedang lelah, hanya ingin bersantai? Kamu bisa menikmati lagu-lagu Vocaloid dalam theatre mode sambil bernyanyi sepuas hati dan menonton music video kesukaanmu. Disitu juga pemain bisa memberikan komentar berjalan atau menambahkan efek suara seperti tepuk tangan dan bunyi drum.

Mini-game juga tersedia bila kamu sedang jenuh. Kamu bisa bermain Puyo Puyo 39 dan Othello bersama karakter Vocaloid.

Menyanyikan lagu catchy Vocaloid sepertinya ada yang kurang bila tidak dilengkapi dengan koreografi tarian. Disini juga terdapat fitur menciptakan koreografi dengan cara mix'n'match dance card yang kamu dapatkan ketika menyelesaikan sebuah lagu. Pembagian jenis tarian berdasarkan sifat dan gerakan tariannya; Basic, Kool, Cute, Active, P.Video dan Finish. Kamu bisa mengubah tarian di music video dengan detil tarian buatanmu sendiri.

Bebas Berinteraksi

Hatsune Miku: Project Mirai DX - shake it!

Dibuka dengan Nice To Meet You, Mr. Earthling dan ditutup dengan shake it! sebuah lagu yang membuat badan tak ingin berhenti bergoyang. Walau hadir dengan ukuran Nendoroid bukan berarti tarian mereka tidak bisa untuk dinikmati, Hatsune Miku: Project Mirai DX tetap memperhatikan detail gerak-gerik tubuh saat menari. Malah dengan porsi badannya yang mungil membuat mereka makin menggemaskan.

Pemain juga bisa berinteraksi dengan para Vocaloid untuk melihat reaksi mereka, bahkan aku seringkali berteriak untuk mengagetkan MEIKO. Pemain bisa memberi snack atau membelikan makanan untuk melihat ekspresi mereka yang lucu overload.
Read more ...Hatsune Miku: Project Mirai DX

February 12, 2014

Wake Up, Girls!

Salah satu anime yang sedang tayang juga musim ini. Mungkin bagi kaum penikmat visual culture secara hardcore sudah mengetahui banyak dan berkomentar kartun buatan Yamamoto Yutaka (yang akrab dipanggil dengan Yamakan) sekarang ini. Dikarena aku bukan (atau belom menjadi?) pengamat anime secara detail aku engga bisa berkomentar banyak (maafkan diriku yang kurang berguna). Maksudku, yah... kalian pahamlah, biasanya para penikmat mengetahui para staff yang bagus dalam pembuatan anime, misalnya Storyboard yang bagus siapa, Director, Animator, Key Animation, Script dan staff di bidang lainnya (soalnya teman-temanku pada saat membicarakan anime engga jarang mereka membicarakan tentang sisi produksi pembutannya). Jujur saja, aku sangat sulit untuk menghapal atau mengetahui ciri khas tiap staff / studio itu bagaimana, oh mungkin kecuali Kyoto Animation, entah sejak kapan gambar animasinya selalu begitu dan akhir-akhir ini buatan dari KyoAni selalu mengecewakanku (oh, ngomong-ngomong Yamakan sendiri itu sebelumnya di KyoAni kan).

Wake Up, Girls! kartun yang bertemakan idol memiliki durasi kurang lebih 24 menit dan sebelum tayang di televisi ada movie-nya yang merupakan prequel-nya. Ditangani oleh Ordet dan Tatsunoko Production, Sound Director dipegang oleh Kikuta Hiromi (Akane Maniax, Inukami!, Da CapoTrouble Chocolate dll), Music oleh Satoru Kousaki (Ore no Imouto ga Konnani Kawaii Wake ga Nai, Arata naru Sekai: Mirai-hen, Sekirei dll) dan MONACA (Haiyore! Nyaruko-san W, Servant×Service☑, Aikatsu! dll) dan Series Composition oleh Machida Touko (Muteki Kanban Musume, Kore wa Zombie Desu ka?,  Amnesia dll).

Kampungan
Green Leaves Entertainment merupakan sebuah kantor kecil yang berjalan di bidang agensi di Sendai. Sebelumnya agensi ini memperkerjakan berbagai orang di bidang hiburan seperti fortune-teller, sulap, dll. Tapi entah bosnya yang menyebalkan atau hal lainnya lama-lama tak ada lagi yang tersisa disana. Nasib yang sudah berada di ujung tombak membuat Tange Junko, yang merupakan pemimpin bos itu, tiba-tiba  mendapatkan sebuah ide untuk membentuk idol group, karena ia melihat Matsuda Kohei sedang menonton konser I-1 Club di televisi. Memang sifat dasar si Tange yang seenaknya saja, langsung menyuruh Matsuda untuk mencari para pemudi.

Setelah mengalami berbagai kejadian ada 6 orang peminat untuk mengikuti audisi idol dari Green Leaves. Lagi-lagi Tange, dengan orang seadanya dan kemampuan seadanya langsung meluluskan semuanya. Tak selesai disitu, Tange mengatakan bahwa idol group yang dibentuk kekurang materi utamanya, yaitu center. Matsuda teringat akan saat ia beristirahat siang di taman, ia melihat pemudi yang bernyanyi dengan sepenuh hati namun entah kenapa saat diajak bergabung selalu ditolak. Bisakah Green Leaves menarik pemudi itu untuk bergabung?

Mukjizat × Musibah
Dengan bergabungnya mantan anggota (atau kapten? oh sial aku lupa) I-1 Club, ini bisa menjadi salah satu kesempatan emas untuk bersaing dengan lebih baik. Namun jangan lupakan media, berita tentang mantan anggota I-1 Club masih beredar dimana-mana. Cepat atau lambat, media pasti akan menghampirinya dan mungkin saja akan tayang di berita gosip selebritis.

Permisalannya saja nih, Melody JKT48 keluar dan membentuk sebuah band, idol group atau menjadi penyanyi solo pasti udah nilai plus sendiri, walaupun menjadikan JKT48 menjadi sebuah batu loncatan saja. Tapi tentunya akan menimbulkan masalah tersendiri, seperti mengapa mantan idol yang sebelumnya pensiun mendadak balik lagi ke dunia hiburan. Orang biasa, para fans-nya dan media pasti akan penasaran hal ini. Andai aku seorang wartawan atau jurnalis, aku juga akan berpikir untuk menggorek berita ini dan puluhan tanya pasti akan menghantam dia, entah untuk sisi positif, membangkitkan dia lagi atau sisi negatif untuk kembali menjatuhkan dia (oh sial, tampaknya aku bajingan juga kalo menjadi wartawan)..

Sejauh ini aku menonton sangat menikmati akan cerita dan masalah dari anime ini. Semua tebakanku benar kejadian semua, mulai dari "diinjak-injak" oleh pemimpin baru, ada member yang keluar setelah diinjak-injak dan pihak media yang ingin menjatuhkan. Yang benar-benar diluar dugaanku adalah kembalinya Tange padahal sebelumnya cabut begitu saja. Tapi yah, Tange emang benar-benar badass dan kukatan itu daya tarik dari tokoh ini.

Kembar
Sulit! ya sulit membedakan para tokoh, semua memiliki wajah yang sama. Bukan hanya aku saja yang bilang begini lho, tapi temanku juga. Yang aku herankan koq bisa 7 orang berbeda-beda semua, tapi mukanya sama semua... yang beda cuma gaya rambut dan warna kulitnya.

Ngomong-ngomong warna kulit, Minami Katayama juga memiliki warna kulit manusia yang unik yaitu merah. Otomatis ini juga membuat diriku menjadi tertarik dengan tokoh satu ini. Hanya perasaanku atau bukan tapi tokoh yang lain memanggil Minami seperti Mi"nyaa"mi ditelingaku atau ini juga dikarenakan dari slogan dia saat wisata kuliner di televisi?

Membicarakan tokoh lain, Hayashida Airi bernyanyi sangat sumbang gimana dengan nasib selanjutnya ya? Yah selama mengikuti les vokal yang diberikan oleh agensi secara rutin kupikir nantinya kemampuan bernyanyi juga akan meningkat, tapi itu kan juga membutuhkan waktu yang tidak cepat.

Celdal
Saat menonton movie WUG kupikir memperlihatkan celana dalam / panties saat perform itu sangatlah tidak penting. Tidak salah sih sebagai salah satu service dalam kartun ini, tapi kurasa juga tidak perlu untuk memperlihatkannya, maksudku yah sebatas omongan saja,"Tak apa-apa memperlihatkan celana dalam kita koq, anggap saja sebagai salah satu service. Toh ini juga perform kita yang pertama dan terakhir" itu sudah cukup.

Persaingan Idol
Idol 2D sepertinya sekarang lagi naik daun ya? Kuketahui saat ini ada 4, yaitu Aikatsu!Pretty RhythmLove Live! School Idol Project dan THE iDOLM@STER (Pretty Cure bisa masuk kategori idol juga engga sih? Aku melihatnya sebatas Action, Mahou Shoujo dan Comedy sih). Maksudku juga bahkan dalam dunia anime lagi perang idol juga. Yang lagi hangatnya CD Single Love Live! mengalahkan iM@S, bahkan sebelumnya Love Live berada di peringkat satu di Oricon, tumben banget, koq bisa? Padahal aku ingat iM@S sebelumnya selalu mengalah Love Live! pada saat perilisan CD THE IDOLM@STER CINDERELLA MASTER 006 sampai 015 itu saja mengisi 20 besar di Oricon. Tapi di pandangan yang lain aku cukup kagum dengan Love Live! meskipun baru berumur 4 tahun tapi bisa mengalahkan iM@S yang berumur 9 tahun. Bahkan iM@S aja benar-benar membutuhkan waktu, dari perekrutan para seiyuu di tahun 2003-2004 (yang sebelumnya engga ada seiyuu yang kukenal sama sekali), kegagalan di THE iDOLM@STER Dearly Stars, bersaing dengan Dream C Club, (gedung) konsernya yang tahun ke tahun makin gede dan lainnya.

Oh maaf kebawa suasana, aku jadi nge-iM@S-fag kan jadinya. Untuk yang penasaran akan beritanya klik ini saja. Intinya, terlihat WUG akan ikut berpartisipasi dalam perang idol ini. Apalagi para staffnya pernah pegang anime idol juga. Tapi yah sepertinya sulit untuk membandingkannya, soalnya ini orisinil bukan sebuah adaptasi. Love Live! dari lagu pada tahun 2010, Pretty Rhythm game arcade dan sudah menjadi kartun tahunan dari 2011 dan Aikatsu! dari game arcade juga dan sama menjadi kartun tahunan dari 2012.

Free!
Ingatkah kalian dengan anime Free!? Kartun yang mendapatkan kritik pedas dari orang biasa hingga para otaku. Mulai dari cowo moe berotot seksi, "cute boys doing cute things", flag gay, lagu ending-nya yang boyband banget dan hal lainnya. Tak bisa kupungkiri, memang hal itu ada benarnya, tapi ayolah, aku tahu sekali Free! engga seburuk itu koq. Aku bisa mengatakan ini karena saat airing aku menontonnya hingga selesai dan menikmatinya. Berdasarkan yang aku tonton Free! menceritakan bagaimana membangun kembali sebuah ekskul dan pertemanan, tidak gay sama sekali.

Kenapa aku kaitkan Wake Up, Girls! dengan Free!? Karena first impression dari orang-orang dari cover-nya saja. Apalagi sebelumnya WUG dengan sengaja memperlihatkan panties yang kukatakan itu tidak penting. Aku merasakan cerita ini nyata juga bila seandainya ada kasus begitu di real life.

Aku menentang komentar yang cuma melihat dari beberapa menit awal saja lalu langsung tidak menontonnya lagi atau parahnya cuma lihat dari poster atau gambar di internet saja. Cobalah kalian tonton dulu 1-2 episode hingga selesai, kuyakin nantinya kalian akan menemukan bagian menarik dari kartun ini dan cobalah menikmati ceritanya. Eh, maaf kutarik kata-kataku "kuyakin" disini, mengingat belom selesai tayang juga.

Yamakan
Kembali lagi ke pembuatnya, entah karena ia memaksakan diri atau bagaimana sepertinya, tapi dari gambar yang beredar di internet seperti "I'm here to save anime" dan budget dia kehabisan hingga menuliskan butuh bantuan di twitternya plus para staffnya pada tepar semua sehingga episode 4 sebelumnya delay. Mengingat sekali ini idol yang pastinya juga engga jauh dari musik juga, entah kenapa hingga kini aku belom dapat sama sekali feel BGM, opening dan ending dari kartun ini... Padahal MONACA yang kutahu pernah mengisi Nier dan Drag-On Dragoon jadi kupikir seharusnya musiknya bisa lebih dapat atau menonjol juga. Dan setelah aku mendengar Yamakan memberikan nama fans WUG-nya dengan WUGner aku langsung berpikir taste dia dalam memberikan nama buruk ya.

Seiyuu = Tokoh?
Aku menyadari bahwa nama dari para tokoh disini memiliki nama yang sama dengan para seiyuu. Diwaktu yang bersamaan juga aku berpikir jangan-jangan sifat para tokohnya juga sama dengan sifat para seiyuu-nya. Tapi aku juga engga tahu kenapa bisa memiliki nama yang sama, atau mungkin kehabisan ide untuk memberikan sebuah nama? Yah jujur saja, dalam permainan RPG klasik, The Sims, atau game online aku selalu menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk suatu nama doang.



Sejauh ini aku hanya menikmati dari segi ceritanya saja, dan kurasa ceritanya terasa nyata. Sayangnya lagu dari WUG sendiri engga menempel ke hatiku, tapi untungnya lagu penutupnya 言の葉 青葉 (Kotonoha Aoba) cukup enak didengar di kupingku. Belum ada juga ciri khas yang menonjol di para tokohnya. Tapi ya tetep, aku senang dengan WUG karena permasalahan yang timbul dari ceritanya.
Read more ...Wake Up, Girls!

February 5, 2014

White Album2 TV Animation

Sudah sebulan lebih semenjak berakhirnya kartun WA2 ini, tapi tetap saja aku masih mengenangnya dan akhir-akhir ini lagu yang kusetel selalu lagu-lagu White Album berserta dengan Background Music-nya. Akan kukatakan bahwa kartun ini menjadi salah satu kartun terbaik sebagai penutup tahun 2013.

White Album2 sebenarnya merupakan sebuah visual novel buatan Leaf dan anime-nya diadaptasi oleh studio Satelight (dikenal dengan pembuatan kartun Kiddy GiRL-ANDShugo Chara!Basquash!NoeinSymphogearMacross Frontier dan banyak lainnya). Tidak sedikit orang menanyakan,"Ini season keduanya White Album?" atau "Yah harus nonton White Album yang pertama dulu dong?" maka dengan tegas akan ku jawab tidak perlu. Karena yang sama hanyalah musiknya saja. Jadi ini bukanlah sequel-nya, game-nya saja White Album rilis pada tahun 1998 dan White Album2 tahun 2010.

AQUAPLUS dan Leaf
Sebelum aku ceritakan sipnosis dari kartun ini mungkin ada baiknya kita menyimak bagian ini dulu. Mungkin bagi yang sudah lama menjadi penikmat visual culture engga asing lagi dengan nama perusahaan ini. AQUAPLUS adalah perusahaan yang memproduksi game, dan juga mendistribusikan game visual novel dewasa dari Leaf. Takkan aku ceritakan secara panjang dan detail karena kalian bisa membacanya di wikipedia sendiri sudah ditulis dengan jelas. Singkatnya saja, Leaf sudah memproduksi banyak game visual novel yang epic seperti To Heart, Comic Party, Utawarerumono, Tears to Tiara dan salah satunya White Album ini (oh ya, yang kusebut barusan itu sudah diadaptasi ke anime semua koq dan komik Comic Party sudah pernah rilis di Indonesia lho, aku dulu pas kecil pernah membelinya). Oktober 2013 rilis sequel game Tears to Tiara dan nantinya Jasmine dan Utawarerumono II juga akan rilis, sayangnya statusnya hingga kini masih TBA (yasudah, Tunggu Berita Aja).

Bunyi yang Selaras
Cerita dari kartun diadaptasi dari seri yang pertama, yaitu White Album 2 ~introductory chapter~ dan berlatar 10 tahun kemudian semenjak debut Morikawa Yuki (salah tokoh utama wanita di White Album). Bermula dari kisah Kitahara Haruki yang sedang berlatih memainkan gitar di ruang ekskulnya. Lagu yang dibawakan Haruki sudah cukup berumur, yaitu lagu White Album, meskipun begitu lagu ini sangat berkesan bagi Haruki namun ditengah-tengah dalam memainkan lagu ini Haruki engga bisa terlepas dari konflik ekskulnya yang perlahan anggotanya mulai keluar padahal pensi sekolah akan diadakan dalam waktu dekat ini.

Sembari membantu permasalahan waktu tampil dan kontes kecantikan sekolah, ia melanjutkan lagi memainkan gitarnya. Hal yang mengejutkan, suara piano di ruang musik (tepat berada disebelah ruangan Haruki main) mengiringi permainan gitar Haruki yang sumbang dan suara merdu yang menyanyikan lagu White Album dari atap juga dapat mengiringinya dengan baik. Ketiga bunyi yang synchronize namun semuanya berada di tempat berbeda. Haruki yang penasaran langsung saja pergi ke atap untuk menemui salah satu bunyi tersebut dan diketahui bahwa yang bernyanyi tak lain adalah Ogiso Setsuna, gadis yang memenangi kontes kecantikan di sekolah berturut-turut. Sayangnya, Haruki belom mengetahui siapakah pianis di ruang sebelah yang selalu membantu dalam permainan gitarnya (ini disebabkan juga ruangan tempat ia bermain selalu dikunci dari dalam).

Penasaran yang tidak berujung akhirnya membuat Haruki nekat untuk masuk ke ruang sebelah melewati jendela, sialnya Haruki slip dan terjatuh saat mencoba menyelinap masuk. Pianis di ruang sebelah untungnya bertindak cepat dan berhasil menangkap dan menolongnya… Ternyata orang itu adalah Touma Kazusa, gadis yang duduk tepat disebelah Haruki dan selalu tidur dalam pelajaran.

Tak lama kemudian Haruki mengajak Setsuna dan Kazusa untuk bermain bersamanya dalam pensi sekolah.

Cinlok dan Cinta Segitiga
Dalam waktu-waktu berlatih untuk pensi, mereka bertiga mengalami banyak kejadian hingga masing-masing dari mereka saling jatuh cinta. Siapakah yang akan dipilih Haruki dalam perjalanan cintanya? Setsuna kah yang merupakan gadis pemenang kontes kencatikan di sekolah atau kah sang pianis jenius Kazusa? Tapi pedekah Haruki untuk menembak Kazusa? Sedangkan Kazusa sendiri orang terkenal dan jenius, Haruki hanyalah cowo biasa-biasa saja.

Musik, Suasana dan Perasaan
Tak perlu banyak komentar tentang ini, musik yang dilantunkan benar-benar tepat sasaran dalam penggambaran dan adegan yang sedang dirasakan. BGM-nya sangat mengartikan suasana yang sedang terjadi dan lagu yang dibawakan juga benar-benar mengartikan dengan apa yang dirasakan oleh para tokoh.

3 Tahun Kemudian…
Sedikit spoiler saja dari White Album 2 ~closing chapter~ yang aku dapatkan di internet, semenjak insiden permasalahan yang dialami Kazusa, Haruki berubah menjadi cowo yang dingin dan merasa seperti tak layak untuk mencintai siapapun.



"The season of White Album has come."

Pembawaan kartun yang tepat di negara asalnya saat musim dingin dan menjelang natal, konflik percintaan yang terasa nyata seperti kehidupan masing-masing, latar dan tokoh digambarkan dengan baik, musik dan lagu tak perlu kujelaskan lagi karena aku sudah kehabisan kata-kata (yang pasti pokoknya WOW deh, meskipun lagu dan BGM dari visual novel) serta anime ini dapat dibawakan dengan baik, sebuah adaptasi yang bagus. Takkan bicara panjang lebar lagi, kukatakan sekali lagi ini sebagai anime terbaik untuk menutupi tahun 2013 lalu.

Oh iya, di episode terakhir pada saat Kazusa dan Haruka sedang bercinta ada suara desahan kecil namun tetap saja suara BGM-nya malah makin dikencangkan disini. Harapannya sih, 6 bulan lagi semoga dibuatkan yang White Album 2 ~closing chapter~ soalnya White Album yang pertama dibagi menjadi 2 Season, dan White Album 2nd Season tayang di televisi memakan jeda 6 bulan setelah tamatnya White Album. Bagi yang penasaran cerita dari visual novel-nya, aku mendapatkan link dari teman. Silahkan dibuka forumnya dan ini kemungkinan prolog WA2 Season 2 (kalo ada). Untuk referensi lainnya bisa dibuka disini (dengan tag White Album dan White Album 2).
Read more ...White Album2 TV Animation
 

Autumn 2015 Anime Chart

【Autumn 2015 Anime Chart】
For other info, click here.
For its hashtags, click here.

Featured Video


Random Posts