Showing posts with label romance. Show all posts
Showing posts with label romance. Show all posts

June 2, 2020

Kekkon Surutte, Hontou desu ka?: 365 Days to the Wedding

Bagi beberapa orang pernikahan adalah sesuatu yang sangat sakral, mengikat dua jiwa manusia untuk saling bersama dalam satu ikatan dan tujuan. Terlebih lagi, beberapa pendapat tak hanya mengatakan dua pribadi manusia, melainkan menyatukan dua keluarga, yang artinya pasangan tersebut harus siap menerima dan memahami keluarga pasangan. Bahkan dari pernikahan itu akan menggabungkan suku, budaya atau pun agama yang berbeda.


Kekkon Surutte, Hontou desu ka?: 365 Days to the Wedding ‒ Are You Really Getting Married?

Wakaki Tamiki (yang terkenal dengan The World God Only Knows dan K・O・I - King of Idol) dalam karya terbaru yang berjudul Kekkon Surutte, Hontou desu ka?: 365 Days to the Wedding (結婚するって、本当ですか 365 Days To The Wedding; Are You Really Getting Married?: 365 Days to the Wedding) menceritakan dua young adult yang akan menikah bukan karena saling mencintai, melainkan mereka punya tujuan yang sama untuk menghindari satu masalah tertentu.

Apa Artinya Menikah?
JTC Tourist sebuah kantor travel agency akan membuka jalur perjalanan baru ke Rusia agar dapat bersaing dengan travel agency kompetitor. Dan JTC Tourist tentunya akan membuka kantor cabang di Siberia Rusia. Di kantor cabang baru ini akan mengirimkan manajer dan salah satu pegawai dikantornya. Tentunya banyak yang terkejut akan hal ini, selain perbedaan suhu juga yang jaraknya sangat jauh. Dan pegawai yang akan dipindahkan ke kantor barunya adalah pegawai yang belum menikah, untuk sebagian orang bisa tenang dalam hal ini, dan untuk pemuda-pemudi yang belum menikah was-was akan planning ini. Meskipun hobinya traveling, tapi secara mendadak langsung pindah jauh menetap tentunya sangat beda dong rasanya, apalagi kalau tak punya persiapan yang matang maka dan dipastikan akan harus stay disana sekitar 3 tahun.

Terutama Oohara Takuya, seorang antisosial yang tak pandai berkomunikasi seperti dirinya merasa tak sanggup untuk tinggal disana. Alasan lainnya ia tak bisa meninggalkan Tama, seekor kucing peliharaan yang telah menjadi bagian keluarga dirinya.

Usai dari meeting, para pegawai saling berdiskusi akan hal ini. Mengingat syarat utamanya adalah pegawai yang belum menikah, salah satu dari mereka celetuk dengan entengnya,"Kalau begitu menikahlah! 'Kan yang bakal kesana yang masih single!"

Oohara yang mendengar perbincangan mereka sempat berpikir sesaat. Tapi kondisinya saat ini juga ia tak memiliki teman perempuan juga. Jalan terakhir mau tak mau, dengan berat hati, harus resign dari sana. Padahal biaya merawat dan berobat berkala untuk Tama juga memakan biaya tidak murah.

Saat hari libur, ia membawa Tama ke vet dan secara kebetulan berpas-pasan dengan Honjouji Rika, teman satu tim di bagian Planning Development. Mereka berdua kurang begitu akrab dan Oohara pun seringkali merasa terintimidasi oleh tatapan (galak)nya. Walau begitu, Oohara tetap menyapa dan mengutarakan kepadanya bahwa ia akan resign. 

Setelah mendengar hal tersebut Honjouji mengatakan,"Apakah kamu ingin menikahiku? Sehingga kita bisa tetap tinggal sebagai penyendiri". Tidak, tidak, tidak-tidak, ini tidak becanda. Dia juga mengatakannya dengan nada dan tatapan serius. Tentu saja Oohara pun bingung dan terkejut, namun Honjouji yang mengucapkan juga terkejut,"Kok bisa aku mengucapkan hal ini" pikirnya. "Ah tidak, maksudku, berpura-pura saja" sambungnya. Honjouji sama seperti Oohara, ia tak punya alasan kuat untuk tidak dipindahkan ke Siberia Rusia.

Kekkon Surutte, Hontou desu ka?: 365 Days to the Wedding ‒ Are You Really Getting Married?

Setelah selesai mendengar rencana Honjouji, mereka berdua pun sepakat untuk "menikah" dan bersiap-siap untuk meng-announce ke kantor mereka. Hasilnya? Diluar sangkaan mereka bedua, seisi kantor hype ceria riang gembira mendengar kabar tersebut. Sayangnya untuk dua orang tersebut, yang tidak bisa kuat lama-lama dalam kerumunan banyak orang malah jatuh pingsan. Tidak ada putar balik, tetap pada rencana awal, mereka akan "menikah".

Pesta Kejutan
Ketika mendengar kabar ada yang menikah, kuyakin, dimanapun pasti akan hype kalau mendapat kabar tersebut. Nah lucunya, kedua pasangan ini sama sekali tak menduga akan terjadi hal ini. Entah karena keduanya lack percintaan atau tidak pandai bersosial. Tentunya meskipun mereka berpura-pura mereka tetap harus keep in touch agar rencana mereka berjalan dengan mulus. Lagi-lagi, meski hanya bohongan, tapi mereka tetap harus untuk liburan bersama, membangun cerita yang sama.

Kekkon Surutte, Hontou desu ka?: 365 Days to the Wedding ‒ Are You Really Getting Married?

Mungkin ini tipe seinen dengan model slow romance ya? Aku sebagai pembaca menikmati kisah pasangan yang akan hidup bersama secara mendadak. Terdengar lucu dan konyol saat membaca alasan mereka berdua, tapi bukan hal tidak mungkin untuk juga dilakukan, apalagi kondisi mereka keduanya seperti itu. Lucunya lagi, meski "berpura-pura", mereka tetap harus melamar dan mengenakan cincin tunangan. Daaaaan... saat mengenakan cincin jari manis tangan kiri, wow sulit didefinisikan, meski janggal tapi seperti ada rasa untuk bertanggungjawab.

Ngomong-ngomong menikah dadakan, aku juga merekomendasikan kalian untuk baca Tonikaku Cawaii - Fly Me to The Moon karya Kenjiro Hata (Hayate the Combat Butler) meski memiliki vibe yang berbeda tapi memiliki kesamaan yang bisa dinimakti: mengenal pasangan setelah menikah.
Read more ... → Kekkon Surutte, Hontou desu ka?: 365 Days to the Wedding

January 1, 2019

I want to eat your pancreas (movie)

Bermula dari sebuah web novel yang beredar pada tahun 2014, karya dari Sumino Yoru sukses besar hingga di 2015 tulisannya mendapatkan versi cetak. Tidak berhenti disitu, kesuksesan I want to eat your pancreas (君の膵臓をたべたい; Kimi no Suizou wo Tabetai) mampu membuahkan adaptasi komik sebanyak dua jilid yang terbit 2016 hingga 2017 terjual sebanyak 580.000 kopi. Di 2017 live-action mulai tayang di layar lebar berhasil meraup keuntungan 33 juta dollar amerika. Mungkin sebagian dari kalian sudah tahu sekali dengan ketenaran karya ini, entah membaca novelnya (yang sudah diterbitkan lokal oleh Penerbit Haru), membaca komiknya, menonton live action-nya di layanan pesawat terbang atau di Pekan Sinema Jepang 2018 (Japan Cinema Week 2018) yang beredar 3 minggu yang lalu, atau mungkin kalian mengikuti semua versinya?


I want to eat your pancreas – Kimi no Suizou wo Tabetai

I want to eat your pancreas – Kimi no Suizou wo Tabetai

Untuk versi kartunnya sendiri, I want to eat your pancreas digarap oleh Aniplex yang disutradarai oleh Ushijima Shin'ichirou (Hunter × Hunter 2011 dan One Punch Man) yang sekaligus merangkap sebagai penulis naskah, dan Hata Shouji (Hal, Spiral, Air: The Movie, Rolling Girls, ReLIFE, dan Fairy Tail) sebagai sound director. Untuk pengisi suara pemeran utama perempuan diserahkan pada Lynn (Demi-chan wa Kataritai sebagai Takanashi Himari,  Keijo!!!!!!!! sebagai Kaminashi Nozomi dan Just Because! sebagai Komiya Ena) sedangkan pengisi suara pemeran utama laki-laki Takasugi Mahiro (Kamen Rider Gaim sebagai Mitsuzane Kureshima/Kamen Rider Ryugen, Rainbow Days sebagai Naoe Tsuyoshi, dan ReLIFE sebagai Ouga Kazuomi) yang merupakan pekerjaan pertama dia sebagai pengisi suara.

I want to eat your pancreas – Kimi no Suizou wo Tabetai

Hidup Dengan Penyakitmu
Ini semua bermula pada April, dimana bunga sakura bermekaran. Aku yang sedang menunggu antrian di rumah sakit menemukan sebuah buku kecil. Aku yang memiliki kegemaran membaca buku tentu saja penasaran dengan isi buku ini. Aku melihat sekelilingku untuk memastikan pemilik buku ini ada disekitar. Tapi setelah kulihat, sepertinya tidak ada yang merasa mempunyai buku ini. Kubuka perlahan, buku ini ternyata sebuah diari. Diari tentang penyakitnya... dan dia akan mati karenanya. Saat aku mulai terkejut membacanya, pemilik buku ini datang, dan dia adalah Yamauchi Sakura, teman sekelasku. Aku yang kurang mengenal baik tentang dia berusaha bersikap tak acuh.

I want to eat your pancreas – Kimi no Suizou wo Tabetai

Namun anehnya semenjak kejadian itu dia terus menempeli diriku. Bahkan yang lebih aneh lagi adalah ia sama sekali tidak tampak seperti orang sakit. Ia mengatakan bahwa hal tersebut (penyakit yang dialaminya) akan menjadi rahasia mereka berdua. Aku sendiri pun tidak memiliki niatan sama sekali untuk menceritakan kepada siapa pun. Perempuan ini benar-benar aneh, katanya dia ingin menghabiskan sisa usianya bermain bersamaku. Padahal awalnya kukira ia akan segera bosan dengan diriku.

I want to eat your pancreas – Kimi no Suizou wo Tabetai

Ketimbang menghabiskan hari-harinya dengan melakukan sesuatu yang belum tercapai, seperti berkunjung ke tempat yang belum pernah didatangi, mencari cinta sejati atau apapun, dia malah memilih untuk menjalani kehidupan biasa-biasa saja untuk mencari kebahagiaan.

Dia terus saja menggangguku, mengusikku, seenaknya sendiri. Benar-benar merepotkan! aku yang tak punya pilihan dan tidak memiliki kegiatan apa pun dibuat untuk mengikuti terus keinginan dia. Menarik juga mengenal seseorang seperti dia

I want to eat your pancreas – Kimi no Suizou wo Tabetai

Hubungan Spesial
Takdir mempertemukan dua orang yang saling memiliki kepribadian sangat bertolak belakang, sang laki-laki penyendiri pemurung sang perempuan hiperaktif periang. Walau sang laki-laki selalu terlihat enggan tapi sang perempuan ini dengan ajaibnya selalu berhasil membuat sang laki-laki mengikuti dirinya. Hubungan mereka terbangun secara perlahan-lahan, hingga sang laki-laki tidak menyadari perubahan yang dialaminya, ia mulai (bisa) mempedulikan sekelilingnya. Lambat laun ia mulai mengkhawatirkan sang perempuan, apa yang sedang terjadi dengannya, mengapa sifatnya mulai berubah sedikit, apa yang disembunyikan dibalik senyumannya yang hangat, apakah kehadirannya mengganggu teman-teman dia, ada apa dengannya?

Sang laki-laki menyadari selama ini dia diselimuti oleh perasaan takut dan tanggung jawab. Ia takut kehilangan, ia juga bertanggung jawab agar Sakura menjalani hidup dengan penuh. Hanya dialah yang tahu rahasianya, dan rahasia itu milik mereka berdua.

Hubungan mereka terikat spesial, tidak bisa disebut sebagai teman, dan mereka berdua tidak sedang berpacaran. Keduanya tak menaruh perasaan romantis. Hubungan mereka lebih dari itu, sulit untuk didefinisikan.

Kehadiran Sakura menginspirasikan banyak hal untuk kehidupannya. Sedangkan ia merasa dirinya tak beguna, tidak bisa berbuat apa-apa untuk kehidupan Sakura. Tapi rekaan pikiran tersebut salahlah besar. Sang perempuan juga mendapatkan banyak inspirasi dari sosok laki-laki. Sang laki-laki meski tak sadar ia sangat memedulikan Sakura, menolong Sakura. Sakura seringkali dikejutkan oleh sikap-sikapnya yang sama sekali tidak terduga. Sakura tidak salah memilih orang untuk menemani disisinya.

Seiyuu Buruk
Walau tampak memiliki tema yang biasa saja, laki-laki yang sangat cuek (yang bisa lumayan sering dilihat di romance shoujo) perempuan aktif, ada tokoh yang tidak mempunyai hidup panjang, lalu keduanya saling melengkapi menghabiskan waktu bersama tapi I want to eat your pancreas mampu membangun kisah mereka secara epic, kisah mereka nampak heartwarming sekaligus tearjerking. Permainan BGM dan alunan lagu yang dibawakan Sumika perfect sekali membawa perasaan penonton tenggelam di acara ini. Acara ini menampilkan warna-warna indah, misalnya ketika mereka melihat kembang api bersama (mewujudkan wishlist-nya) dan sang laki-laki yang bertukar pikiran dengan sang perempuan saat membaca diarinya. Ketimbang memakai background bergradien (putih) terang atau gelap, tapi disini menggambarkan sosok dunia Sakura dengan memilih warna pastel dan memakai gaun one piece berwarna hijau yang melambangkan sifat Sakura, hidup riang.

I want to eat your pancreas terlihat sangat memanjakan dari segi animasi, musik dan cerita tapi dengan sayang sekali tidak bisa dikemas secara sempurna karena sifat dan aura sang laki-laki disini dibuat sangat murung datar. Terlebih lagi pembawaan dari Takasugi Mahiro terdengar tidak maksimal, sang laki-laki dibuat menjadi tidak bersemangat sama sekali dan expressionless banget. Meski sang laki-laki sedang depresi dan putus asa setelah melakukan kesalahan besar yang diperbuatnya, tapi terdengar sama saja seperti dia sedang melakukan hal lain. Padahal lawan mainnya, Lynn, dengan lincahnya mampu membawa perasaan-perasan Sakura dengan indahnya (ketika sedang riang, bersedih, memikirkan sesuatu dan lain-lain).

I want to eat your pancreas – Kimi no Suizou wo Tabetai

Kupikir I want to eat your pancreas adalah salah satu movie yang tepat untuk menutup tahun 2018. Aku sempat menonton ini pada hari minggu lalu bersama teman-temanku dilayar lebar, dan ketika aku hampir saja mencucurkan air mata temanku langsung mengingatkanku. I want to eat your pancreas adalah movie yang bisa dinikmati oleh kalangan remaja keatas dan asik untuk ditonton saat sedang sendiri atau pun sedang bersama teman-teman atau pun pacar.

Terakhir aku mengucapkan selamat tahun baru untuk kalian semua, semoga tahun ini bisa menjadi lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya dan semoga kalian bisa melaksanakan dan mencapai sesuatu yang belum pernah kalian lakukan sebelumnya.
Read more ... → I want to eat your pancreas (movie)

December 14, 2017

Ookami Shounen wa Kyou mo Uso o Kasaneru

Saat awal membaca Ookami Shounen wa Kyou mo Uso o Kasaneru karya namo aku sudah suudzon sekali dengan "Ah tipikal romance shounen yang bakalan mudah ketebak, pasti akan langsung ke rute main heroine dan ending-nya pasti akan sama dia juga, meskipun nanti ada sedikit masalah pasti bisa diselesaikan dengan cepat."

But hey, nyatanya buruk sangkaku terpatahkan ketika sudah memasuki jilid 2. Jalan ceritanya tidak seperti apa yang aku bayangkan, syukurlah!


Ookami Shounen wa Kyou mo Uso o Kasaneru

Cerita disini seperti apa yang dipikirkan oleh salah satu gadis tersebut, perkembangan ceritanya bagus tapi ada sebuah lika-liku yang tak terduga. Aku menyukai berbagai konflik yang berdatangan tersusun rapi dan cerita saat mencapai klimaks membuka jalan baru menuju cerita yang sama sekali tak aku duga.

Dunia Baru
Aoi Tokujira, gadis primadona satu angkatan ini sudah tenar sejak debut masa sekolahnya. Penampilannya yang elegan dan anggun membuat banyak lelaki mabuk kepayang dengannya. Tapi semua pernyataan cinta yang datang selalu ditolak dengan cepat dan tegas. Karena hal inilah murid perempuan lainnya mulai iri dan membencinya. Tokujira menenangkan dirinya dengan menyendiri membaca buku di perpustakaan. Tapi ini tidak menghentikan rumor jelek yang hinggap di dia.

Keitarou Itsuki selaku anggota komite perpustakaan cukup tahu apa yang dialami Tokujira. Itsuki juga adalah sebagian dari laki-laki yang ditolak secara tragis oleh Tokujira. Itsuki memiliki penampilan mata picik membuat dirinya ditakuti oleh orang-orang, ditambahlagi dengan Perasaan patah hati yang menyelimuti pikirannya membuat penampilannya makin ditakuti.

Walau sudah ditolak, bukan perarti perasaannya langsung hilang begitu saja. Saat bertugas di perpustakaan ia melihat Tokujira yang sedang tertidur. Meski tak ingin menggangunya Itsuki tak bisa diam melihat Tokujira yang tidur tidak tenang karena ada daun yang jatuh di hidungnya. Saat Itsuki hendak mengambil daun yang menggangu tidurnya, ia malah terbangun dan mengira Itsuki sedang mencuri kesempatan. Mencoba meminta maaf untuk meluruskan kesalahpahaman yang ditimbulkan, ia malah mendapat balasan yang sangat melukai hatinya.

"Maaf, tapi kamu siapa ya…?"


Bagaimana mungkin Itsuki bisa menerima jawaban ini, mereka berdua menduduki kelas yang sama lalu pagi ini ia menembaknya. Tapi Tokujira malah melihatnya dengan tatapan yang mengerikan. Itsuki yang kehilangan kesabarannya mulai sadar bahwa kelakuan dan matanya membuat Tokujira ketakutan akan penampilannya yang buruk dan menyeramkan.

"Bagaimana rasa patah hati?"

Tanya kakaknya Itsuki setelah mendengarkan curhatan adiknya.

"Sangat pahit... seandainya aku tidak mempunyai mata seperti ini, pasti yang terjadi akan berbeda."
"Bila bisa, apa kamu ingin mau berubah?"
"Tentu, kalau aku bisa merubahnya aku takkan menderita seperti ini."

Setelah mendengar semua keluh kesah adiknya, ia mempunyai ide untuk mempermak penampilan Itsuki. Ketika Itsuki tersadar, dia melihat sosok yang berbeda. Berkat kemampuan make-up kakaknya dan pakaian perempuan, dia berubah total menjadi gadis yang cantik dan manis. Percuma untuk protes, karena kakaknya sudah mengabulkan harapannya untuk dapat merubah penampilannya. Selain itu kakaknya juga malah mengusir dan menyuruhnya langsung pulang.

Ketidaktenangan langsung menancap Itsuki, semua orang melihat dirinya dalam wujud gadis. Dia khawatir kalau semua orang sadar mengapa Itsuki mengenakan pakaian perempuan. Tetapi aktualnya sangat berbeda, orang-orang terpukau akan kecantikan Itsuki.

Dan Itsuki berpapasan dengan Tokujira yang sedang memasang wajah kesepian. Sekali lagi ia terpersona dengan Tokujira. Tapi Itsuki kejadian siang tadi dan menyegerakan diri untuk pulang. Meski ingin segera pulang Tokujira malah bertemu dengan laki-laki disekolahnya. Laki-laki tersebut malah mengolok-ngoloknya dan menahan Tokujira untuk pergi dengan memegang pergelangan tangannya. Tokujira yang terkejut tanpa sadar memukul laki-laki tersebut dengan keras menggunakan tasnya. Hendak segera dibalas oleh laki-laki itu, Itsuki dengan cepat dapat menggantikan posisi dan melindungi Tokujira. Itsuki menggertaknya dengan menggunakan matanya dan berhasil membuat laki-laki tersebut terdiam beberapa detik. Itsuki segera kabur untuk melindungi Tokujira.

Itsuki memberitahu Tokujira seharusnya sebagai perempuan ia harus berhati-hati. Mendengar ucapan tersebut, Tokujira meneteskan air mata, dan Itsuki kembali teringat alasan jatuh cinta kepadanya. Ia ingin melihat kekayaan wajah ekspresi Tokujira.

Tokujira menjelaskan semua keadaan yang dialaminya, sesungguhnya ia memiliki androphobia (takut dengan laki-laki). Dan ia meminta tolong pada Itsuki (berwujud gadis) untuk membantunya menghilangkan fobianya, karena meski Itsuki sangat cantik dan manis tapi disisi lain entah mengapa Itsuki sangat manly (ditambah lagi dengan suaranya husky-nya).

Arti Kebahagiaan
Awal-awal komik terasa biasa-biasa saja, sambil menyusun latihan-latihan Tokujira untuk menghilangkan androphobia, Itsuki mencoba mengenal lebih dalam tentang Tokujira sambil membayangkan suatu saat nanti ia akan dihadapannya kembali sebagai wujud sebenarnya, seorang pria. Di awal cerita ini disisipkan komedi-komedi ringan dan sedikit romansa antara hubungan Itsuki Tokujira.

Cukup sulit untuk Itsuki melatih Tokujira, tetapi ia tetap sabar dan tulus untuk membantu gadis yang disukainya. Apalagi Tokujira lumayan ringan tangan bila berhadapan dengan fobianya. Disaat yang bersamaan, Tokujira tanpa menyadari sedang memperbesar dunianya sangat kecil (selama ini ia hanya berada di lingkup dan kegiatan yang itu-itu saja). Beruntungnya Tokujira memiliki teman masa kecilnya Botan Kurashiki, satu angkatan lebih muda, yang setia, tulus dan selalu mendukung serta menemani Tokujira setiap saat. Walau Botan dan Tokujira memiliki sifat yang saling bertolak belakang, Botan sangat terbuka terus terang pada siapa saja sedangkan Tokujira menutupi diri dengan membuat dinding dan jarak pada semua orang, tapi mereka sangat akrab dan saling mengenal satu sama lain. Mereka berdua juga sama-sama sangat pengertiaan pada hak dan kepentingan temannya.

Disini pembaca akan melihat kisah mereka bertiga: dunia kecil Tokujira, Itsuki yang menahan perasaannya dan Botan yang tak pernah lepas disisi Tokujira.

Hingga akhirnya datanglah waktunya dimana Itsuki me-reveal dirinya selama ini...

Pada saat cerita sedang berjalan menuju puncak klimaks akan sedikit terasa bahwa pace-nya rada terburu-buru, apalagi dengan klimaksnya dilakukan dengan pernyataan yang sangat tak ingin kuharapkan atau kubayangkan atau yang aku pikir seharusnya hal itu tak dilakukan. Setelah klimaks terjadi, cerita mulai meluncur ke tahap baru dimana pada tahap ini (yang mereka bertiga alami dari awal hingga klimaks) mereka mulai (berusaha) menjalani keseharian yang wajar tapi terasa janggal. Tentu saja bagiku ini terasa sangat natural dan nyata ketika dimana seseorang me-reveal sesuatu yang sangat besar, karena salah satu dari mereka atau mereka semua mencoba untuk melewati hal yang lalu seolah tidak ada yang terjadi apa-apa sebelumnya.

Rekomendasi yang sesuai dari komik ini adalah Toradora!, Sky Blue Square (Sorairo Square.), Sweety (Park Jae-Sung & Kim Ju-ri) dan Next to You (Tonari no Atashi karya Atsuko Namba). Aku memilih ketiga ini karena ada unsur cinta segitiga, tokoh utama laki-laki yang menolong tokoh utama perempuan dan percintaan mengejutkan yang sulit ditebak.
Read more ... → Ookami Shounen wa Kyou mo Uso o Kasaneru

November 12, 2017

The Nagatoro Saga

The Nagatoro Saga (Nagatoro-san to Senpai)

Belakangan ini ada kenalan di facebook-ku yang timnya tengah menerjemahkan Iji-ranaide, Nagatoro-san, tulisan dari 774 Nanashi, sebelumnya ia juga telah menuliskan kisah Senpai dan Kouhai tersebut di Senpai wa Shitakunain Desuka?, Nagatoro-san no Sandbag, dan Nagatoro-san to Senpai. Little White Butterflies serta Red Vodka's Magical Paradise selaku penerjemah entah mengapa duet untuk memindahkan Nagatoro-san to Senpai ke media Visual Novel.

Beranikan Dirimu
Di perpustakaan, Nagatoro menemui Seniornya yang telah mendukungnya di pertandingan. Tapi sebenarnya sang senior mempunyai tujuan lain pada Nagatoro. Diam-diam sebenarnya ia menyukai adik kelasnya yang aktif dan periang itu. Sayangnya senior bukanlah orang yang blak-blakan, ia sangatlah pemalu dan seseorang yang tidak bisa bergaul di keramaian.

Niat untuk menembaknya semakin menciut ketika kata demi kata yang dikeluarkan Nagatoro selalu mengerjai dan mengejek senior. Mampukah senior mengungkapkan perasaannya kepada orang yang disukai? Bisakah ia mengatasi segalan tekanan yang diberikan dari Nagatoro?

Aneh Absurd
Untuk versi Visual Novel ada sebuah penambahan di New Game+ yang dari awal bisa kita mainkan. Secara cerita tidak ada perbedaan dengan Kinetic Novel yang pemain baca di New Game. Namun di mode ini akan ada beberapa opsi yang muncul dan bila pemain salah memilih maka akan dituju ke Bad Ending (yang sangat tidak jelas) yang telah dibuat oleh Little White Butterflies.

The Nagatoro Saga (Nagatoro-san to Senpai)

Ketika pemain juga telah selesai membaca New Game maka akan meng-unlock CG dan Event Gallery (berisi sebuah video dan minigame) yang keduanya tak ada hubungannya sama sekali dengan seri Nagatoro. Anggap saja hanyalah sebuah pemanis untuk yang telah menyelesaikannya.

The Nagatoro Saga (Nagatoro-san to Senpai)

The Nagatoro Saga (Nagatoro-san to Senpai)
Read more ... → The Nagatoro Saga

November 5, 2017

Getsuyoubi no Tawawa (anime)

Tahun lalu aku sangat ingat betul dengan rutinitasku yang sangat melelahkan. Saking lelahnya dan kondisi situasi yang cepat berubah membuatku mudah jengkel pada hal-hal yang sedikit menyebalkan. Singkat kata, selama kurun waktu 6 bulan (Juni-Januari) aku mengalami stress yang cukup berat serta menjalani keseharian yang sangat membosankan. Saking tidak adanya waktu luang, bahkan aku sama sekali tak sempat untuk bermain game, menonton anime atau pun membaca manga. Lebih parahnya lagi, ketika minggu malam dan sadar esoknya harus kembali menjalankan rutinitas aku selalu mengeluh desah didalam hati,"Oh sial kenapa cepat sekali besok sudah Senin lagi..."

Tepat di Januari dimana stressku mulai (agak sedikit) mereda, yang sebenarnya barometer stressku sebenarnya juga masih berada di fase puncak

Tepat di Januari dimana stressku berada di fase puncak mulai (agak sedikit) mereda, anime Getsuyoubi no Tawawa (月曜日のたわわ; Tawawa of Monday) sedang mengudara. Jujur saja saat ada Tawawa Challenge yang sedang populer aku sama sekali tidak tahu tidak mengerti sama sekali, asal muasalnya dari mana dan mengapa trend sekali. Kartun ini sangat penting dan berharga bagiku untuk mengontrol kadar stress dan membuat pikiran menjadi plong.

Himura Kiseki, selaku pencipta Tawawa, sendiri juga pernah mengalami Senin yang Sangat Menyebalkan ketika ia bekerja sebagai karyawan/pegawai. Kerumunan Senin pagi yang diburu-buru, pekerjaan yang tak menentu dan mendadak, pekerjaan yang tak ujung usai yang disebabkan revisi dari berbagai pihak, atasan yang tidak menyenangkan dan lain-lain. Tentu saja Senin yang Sangat Menyebalkan juga berlaku pada murid sekolahan, teriknya upacara di pagi hari, kembali mendapatkan tugas PR, pulang sekolah ke tempat bimbel, ujian blok dan lain-lain. Sang penulis ini yang pernah dihadapkan situasi seperti ini membuat ilustrasi Tawawa tiap Senin untuk memotivasi dirinya serta orang-orang (yang pernah) merasakan hal yang sama. Iya, bagi yang belum tahu, kartun ini berasal dari sebuah ilustrasi berwarna monochrome biru yang memanjakan mata. Saat mulai dicetak secara indie, kompilasi ilustrasi yang dikumpulkan tiap senin mulai terlampirkan komik singkat mengisahkan gadis (dan karyawan).

Pine Jam menggarap Tawawa menjadi versi anime yang disutradarai oleh Kosuke Murayama (Outbreak Company, MoonPhase) dan musiknya diiringi oleh Yoshiaki Dewa (Flying Witch, Amnesia, Nagi no Asukara).

Ngomong-ngomong aku sempat bingung dengan arti kata Tawawa namun ketika kucari ini mengartikan kondisi dimana cabang pohon yang membungkuk dengan berat banyak buah. Mungkin bila diartikan secara harfiah judul ini berarti Senin yang Berkah? Atau juga sebenarnya Tawawa disini menggambarkan sifat dan fisik para gadis yang hadir dalam anime ini.

Pertemuan di Hari Senin
Hari senin benar-benar menyebalkan, hanya dengan menyadari bahwa sudah senin saja bisa menghilangkan mood untuk memulai aktivitas. Ancaman-ancaman di hari senin adalah suatu wujud nyata menandakan liburan telah selesai, kembali bekerja, melihat wajah atasan yang suntuk.

Ketika diam melamun hal-hal buruk, hari seninnya semakin buruk dengan kecelakaan yang menimpa. Gadis SMA yang menuruni tangga dengan terburu-buru menabrak dirinya hingga hingga kepalanya harusnya dirawat rumah sakit.

Pertemuannya yang tidak biasa membuat ia semakin akrab dengan Ai-chan, gadis yang menimpa dirinya. Berkat kecelakaan yang tak disengaja ini, tiap senin mereka mempunyai jadwal yang sama untuk bertemu. Ia juga bertindak sebagai pelindung Ai-chan dari orang-orangnya yang tangannya usil memanfaatkan hiruk pikuk keramaian.

Ai-chan adalah salah satu wujud kesempurnaan perempuan. Badannya yang mungil namun memiliki dada yang besar, matanya yang besar disertai dengan bulu matanya yang panjang, wajahnya yang menggemaskan kaya akan ekspresi, suaranya yang manis dan cara bicaranya santun menenangkan hati, memiliki rasa perhatian yang luar biasa, berpakaian sederhana dan lebih memilih membaca buku ketimbang bermain telepon. Benar-benar gadis yang ideal dan diidam-idamkan.


Getsuyoubi no Tawawa (Tawawa on Monday)

Getsuyoubi no Tawawa (Tawawa on Monday)

Getsuyobi no Tawawa mempunyai kumpulan cerita yang membuat hari senin cerah terang benderang. Ada kisah lainnya seperti Senior dengan Junior yang ceroboh namun dapat diandalkan, Manager yang bertemu dengan gadis cantik ketika beraktivitas diluar kantor, dan pertemuan dengan teman lama. Cerita sebagian besar berpusat pada Ai-chan dan Junior.

Getsuyoubi no Tawawa (Tawawa on Monday)

Takedown
Ketika mengudara, web anime ini menggunakan media Nico Nico Douga dan YouTube untuk penayangan. Sayangnya dengan waktu singkat, web anime Tawawa langsung diberhentikan oleh YouTube karena dianggap melanggar peraturan.

Senyum Hangat
Getsuyoubi no Tawawa (Tawawa on Monday)

Tawawa adalah salah satu anime yang meng-heal 'kesehatan jiwa'-ku. Setiap Senin selalu kunantikan dan kutonton setelah langsung sampai pulang kerumah. Anime ini memberikan suatu imajinasi dan menyampaikan sesuatu, yang sulit kuungkapkan dengan kata-kata, bahwa walau apa pun yang terjadi aku tetap harus bersemangat meski badai hari senin menerpa diriku. Karena seburuk hari yang menimpa diriku, Ai-chan akan selalu berada disisiku melepas semua penat yang ada dengan caranya.

Eh, apa aku mengatakan diriku? Aaahh maksudku adalah Salaryman, bukan aku. Terlalu berdelusional bila aku membayangkan Ai-chan selalu ada disisiku tiap Senin. Tapi aku tiap Senin selalu menonton Tawawa, jadi bisakah aku menganggap salaryman tersebut sebagai penggambaran diriku? Eh sial apa aku mulai berdelusi lagi? Aku sendiri tidak tahu aku ini sedang membicarakan apa sih, tapi aku hanya ingin menyimpulkan bila kalian cukup stress, butuh anime yang menghibur atau sedang mengalami bad day sebaiknya kalian menonton Getsuyoubi no Tawawa.

Ngomong-ngomong saat ini Just Because! sedang tayang lho! Anime ini merupakan hasil kolaborasi dari Himura Kiseki dan Kamoshida Hajime (penulis Sakurasou no Pet na Kanojo).

Semoga harimu menyenangkan! Soreja mata ne.

Getsuyoubi no Tawawa (Tawawa on Monday)

Getsuyoubi no Tawawa (Tawawa on Monday)

Getsuyoubi no Tawawa (Tawawa on Monday)
Read more ... → Getsuyoubi no Tawawa (anime)

June 19, 2017

In This Corner of the World

Fumiyo Kono sempat menuliskan Yunagi no Machi Sakura no Kun pada tahun 2004 yang mengangkat tema dampak dari pasca perang. Karyanya tersebut memenangkan Japan Media Arts Festival's Grand Prize for manga di tahun 2004 serta Tezuka Osamu Creative Award di 2005. Lalu di 2007 dengan ciri khas gambarnya ia menuliskan In This Corner of the World (この世界の片隅に; Kono Sekai no Katasumi ni) yang menggunakan tema perperangan kebali. Sekali lagi, karyanya satu ini terpilih sebagai Karya yang Direkomendasikan oleh Juri (Juara Harapan?) pada 2008 di ajang Japan Media Arts Festival dan memenangkan Excellence Prize pada tahun 2009. 5 Agustus 2011, In This Corner of the World tayang live-action yang dibintangi oleh Keiko Kitagawa dan Keisuke Koide.


Kono Sekai no Katasumi ni — In This Corner of the World

Sebagai Peringatan 70 Tahun Bom Hiroshima, animasi In This Corner of The World mulai tayang di layar lebar pada 2016 yang diproduksi oleh MAPPA, distudarai dan ditulis oleh Sunao Katabuchi (Black Lagoon, Princess Arete dan Mai Mai Miracle), desain karakter oleh Hidenori Matsubara (Sakura Taisen series, Aa! Megami-sama! series dan The Princess and the Pilot) dan musik oleh kotringo (Koufuku Graffiti dan Kuma No Gakkou - Jackie to Katie). Tak hanya manga-nya saja yang menyambet penghargaan, namun versi adaptasi ini juga sukses meraih pelbagai penghargaan seperti Hiroshima International Film Festival's Peace Film Award Hiroshima, 40th Japan Academy Prize Animation of the Year, Osaka Cinema Festival 2017 Japanese Film Best10 dan masih banyak lagi.

Bengong Melamun
Suzu Urano, gadis 18 tahun yang yang tinggal di Eba, Kota Hiroshima ini selalu memiliki pandangan positif dalam hidupnya, walau kejadian yang menimpa hidupnya engga selalu enak tapi ia selalu saja bisa mencari jalan positif. Sisi positif miliknya juga dipicu oleh sifatnya yang mudah lupa atau sulit mengingat keadaan sekitar dalam jangka pendek. Kehidupan keluarganya sangatlah damai.

Pada usianya yang menjelang 19 tahun ini ia mendadak dilamar oleh Shuusaku Houjou, seorang pria yang tidak ia kenali, tepatnya ia tidak ingat pernah bertemu atau melihatnya dimana. Neneknya pernah mengatakan semua tergantung pilihan pada Suzu sendiri, ia bisa saja menolaknya bila tak menginginkannya. Setelah memikirkannya cukup matang ia menerima tawaran pria tersebut.


Kono Sekai no Katasumi ni — In This Corner of the World

Kono Sekai no Katasumi ni — In This Corner of the World

Suzu pun memasuki stage baru dalam kehidupannya, tantangan baru muncul bertubi-tubi menghantam dirinya. Sifatnya lugu, sedikit ceroboh dan airhead harus bekerja extra agar dapat beradaptasi dengan lingkungan baru. Perihal saat ini tinggal di Kure yang jauh dari tempat asal, ibu mertua kondisinya saat ini sudah sulit untuk berjalan, kakak ipar yang galak dan keras, mengingat nama-nama tetangga dan jalan, mengubah gaya hidup saat masih gadis dan lain-lain. Suzu yang sudah menjadi ibu rumah tangga ini juga harus bangun lebih pagi, seperti untuk menimba air, menyiapkan makanan dan membereskan rumah.

Hidup pada tahun 1944, jaman perang, membuat keadaan menjadi sulit. Ransum yang terbatas, porsi atau isi pokok lauknya bisa saja berkurang sewaktu-waktu. Hal ini membuat Suzu berpikir bagaimana cara membagi jumlah ransum yang terbatas untuk 1 rumah dan bagaimana mendapatkan dan/atau menambahkan porsi lebih ketika keadaan sangat minim.

Kono Sekai no Katasumi ni — In This Corner of the World

Ketika waktu senggang, Suzu kembali pada hobi lamanya yaitu menggambar alam yang ada di depan matanya. Hobi ini sudah terasah sejak ia kecil hingga membuahkan hasil gambar yang bagus dan indah. Seringkali hobi ini malah menjadi menyulitkan dirinya, pensil yang seharusnya digunakan untuk bersekolah malah dihabiskan untuk menggambar. Suzu yang tinggal di bukit bisa melihat jelas perairan yang dipenuhi oleh kapal-kapal perang seperti Musashi dan Yamato (ia diajarkan oleh keponakannya, yang sebenarnya pernah diajarkan langsung oleh Shuusaku, tapi ia sulit mengingatnya). Ditengah-tengah asyiknya menggambar tiba-tiba ada sepasang polisi yang menggrebeknya dan dicurigai sebagai mata-mata.

Begitu dibawa kerumah, permasalahan ini tak kunjung selesai, bahkan ketika polisi tersebut masih tanya-jawab, mencurigai, menceramahi dan mengancam keluarga Houjou, Suzu malah tak ingat sama sekali tadi ia sedang apa hingga polisi bisa membawa ia kerumahnya.

Meski terlihat damai dan tenang, keluarga Houjou tak lupa bahwa lingkungannya sedang dalam area perang. Suzu dan penduduk warga sekitar diberi bekal ilmu pengetahuan seperti bom, evakuasi, alarm tanda bahaya dan lain-lain dari pihak Angkatan Laut. Keluarga Houjou juga membangun sebuah tunnel evakuasi untuk tempat berlindung apabila ada serangan.

Pada tahun 1945, keadaan mulai memanas, alarm evakuasi yang hampir tiap malam selalu bunyi (kadang hanya alarm bohongan), serangan yang tak mengenal waktu dan tempat, pangan yang semakin sulit didapatkan.

Perlahan Tapi Pasti
Hampir setengah film penonton hanya suasana yang adem kalem, indahnya kehidupan bersama keluarga hingga sampai lupa bahwa keadaan saat itu ditengah-tengahnya panasnya api perperangan. Tak perlu khawatir dengan transisi cerita yang super santai dan rileks hingga menjadi drama serius. Movie ini berhasil membuat alur secara natural dan epik, dengan perlahan-lahan penonton diasupin dengan sulitnya kondisi perang (sedikit demi sedikit) hingga dampak kondisi perang terlihat dengan pasti dan jelas. Sifat Suzu yang sudah terbentuk sedemikian rupa tidak membuat lingkungan sekitar dan penonton terjebak dalam depresi dan kesedihan. Ia akan bangkit, mencari cara, mencari jalan, terus berjuang tak menyerah melanjutkan hidup di masa yang sangat sulit.

Cinta, Harapan dan Keberanian
In This Corner of the World memperlihatkan dengan baik kondisi Perang Dunia II. Mulai dari pernikahan pada jaman saat itu, mengubah pakaian tradisional menjadi pakaian sehari-hari yang bisa lebih sering digunakan, ransum, kehidupan para angkatan laut, alarm tanda bahaya, hingga tragedi pengeboman Hiroshima yang mehilangkan banyak umat manusia. Rumah yang sudah dipertahankan dan diperjuangkan sekuat mungkin, tiba-tiba hancur oleh perang. Tak hanya rumah saja, bahkan orang-orang terdekat dan tercinta juga bisa kehilangan.

Interaksi dan jalin hubungan yang dibangun Suzu mampu mengisahkan tiap karakternya dengan baik. Hubungan antar karakternya yang tersusun baik dan rapi membuat penonton akan mendapatkan kisah-kisah karakternya secara mendetail. Bahkan disini kita juga diperlihatkan bahwa sepasang suami-istri yang seperti ini saja juga bisa bertengkar karena hal sepele. Tanpa sadar, penonton akan menikmati (dan turut merasakan) cara Suzu memperjuangkan hidupnya di sudut dunia ini yang selalu menginspirasi dan memberikan banyak pesan moral

Kono Sekai no Katasumi ni — In This Corner of the World

Kono Sekai no Katasumi ni — In This Corner of the World

Kono Sekai no Katasumi ni — In This Corner of the World

Yang mengejutkan dari movie ini salah satunya latar belakang yang benar-benar direka sesuai keadaan saat itu. Saat movie sudah berakhir, pastikan kamu melihat credits-nya hingga benar-benar habis. Karena ada epilog ketika credits sedang berlangsung.

War is like love, it always finds a way. 
Read more ... → In This Corner of the World

May 27, 2017

A Silent Voice The Movie

Tiga minggu yang lalu aku cukup khawatir apakah aku akan bisa marathon bioskop atau tidak, karena ada beberapa film yang sangat ingin kutonton salah satunya film ini. Karena pada saat kabarnya film ini akan tayang mulai dari 3 Mei 2017 aku juga mendapat kabar bahwa aku harus keluar kota. Disaat itu juga aku langsung melihat Channel BBM, Newsfeed Facebook dan aplikasi CGV serta BookMyShow di teleponku untuk memastikan film ini tayang dimana saja. Dan untungnya film ini tayang di seluruh di Indonesia termasuk kota dimana aku harus kunjungi saat itu. Tapi aku kembali was-was apakah aku tinggal didekat bioskop atau tidak, untungnya aku tinggal di dalam kota. Meski begitu aku dengan mudahnya khawatir kembali untuk mengatur jadwalku dan pihak CGV Blitzmegaplex hanya meng-update jadwal tayang bioskopnya di pagi hari (menjelang siang) saja. Tak ada kepastian akan tayang di daerah mana saja dan jam berapa saja tayangnya. Yang pasti dari aplikasi hanya bisa ditekan hingga tanggal 9 Mei 2017 namun jadwal tayangnya hanya muncul di tanggal hari itu saja.

Pada 4 Mei 2017, aku menyempatkan untuk nonton ini di jam terakhir, 22:05 aku juga tidak sempat untuk marathon atau mengejar film lainnya seperti The Boss Baby, Guardian of the Galaxy Vol 2 dan menonton ulang My Neighbor Totoro di layar tancap. Tapi daripada tidak bisa menonton anime, yang jadwalnya tidak pasti dan anime agak langka tayang di Indonesia lebih baik mengorbankan ketiga film tersebut. Ralat, sebenarnya tahun ini sudah banyak sekali anime yang tayang di Indonesia seperti bulan lalu Spirited Away yang memperingati 15 tahun juga, Sword Art Online The Movie: Ordinal Scale dan KanColle Movie lalu bulan ini ada Kuroko's Basketball Last Game dan apalagi CGV Megablitz sedang mengadakan Anime Week tanggal 19 — 25 Mei 2017 hanya dengan Rp20.000.


A Silent Voice The Movie — Koe no Katachi

Jujur saja, ekspektasiku untuk A Silent Voice The Movie (聲の形; Koe no Katachi) tidaklah tinggi untuk anime ini. Hal didasari oleh serialisasi manga-nya yang mengecewakan untukku, dan film ini dipegang oleh Kyoto Animation yang belakangan ini agak lesu dan tidak bisa memuaskan diriku. Disini Reiko Yoshida yang sudah berpengalaman jauh (●REC, Bakuman., The Cat Returns, Deltora Quest, Genshiken, Romeo × Juliet, Kyoro-chan, Tamako Love Story) menangani menulis script dan Naoko Yamada mengarahkan dan mengontrol anime ini sebagai Sutradara (Hibike! Euphonium series, K-ON! series dan Tamako Love Story).

Cuplikan Film
Cerita dimulai dengan Shouya Ishida yang merobek kalendernya dan berhenti kerja sampingannya. Dengan bekerja selama ini dan menjual semua barang pribadinya ia hendak untuk membayar 'hutang' kepada ibunya. Lalu dilanjutkan dengan cuplikan film ke masa lalu kehidupan Shouya kecil dengan lagu My Generation yang dibawakan oleh The Who. Shouya awalnya tak tertarik sama sekali dengan kepindahan Shoko Nishiyama ke sekolahnya. "Mengapa gadis ini diam saja daritadi," Ia berpikir demikian sambil menatap Shoko. Begitu mengetahui bahwa Shoko ini tuli seakan-akan di otaknya ada suatu tombol yang telah diaktifkan.

Dengan segala keterbatasan yang dimiliki Shoko, lama-kelamaan sekelas kerepotan karenanya dan tidak sanggup lagi untuk menanggapinya. Hal tersebut makin mendorong Shouya untuk mem-bully Shoko. Sedihnya kelakuan Shoya sudah terlalu jauh hingga akhirnya kepala sekolah dan wali kelas turun tangan secara langsung. Pembullyan yang dipimpin oleh Shouya kini telah berbalik arah, sekelas mulai membalas dendam dan membully Shouya, meski mereka sebelumnya juga pernah ikut-ikutan membully Shoko. Atas kejadian yang terjadi ini orangtua Shoko kembali memindahkan putrinya ke sekolah lain. Karena kejadian itu juga Shouya sadar bahwa ia telah melakukan kesalahan terbesar dalam hidupnya.

Shouya yang berusia remaja hendak mencoba untuk menembus dosanya dengan membayar 'hutang' ke ibunya dan mengajak berteman dengan Shoko. Walau hal ini takkan pernah cukup untuk menghapus dosa-dosanya saat ia masih kanak-anak dahulu.

Lembaran Photo
Saat pertama kali mendengar suara Maria, keponakan Shouya yang nampak selalu ceria ini aku mengira seiyuu-nya bekas dari Barakamon atau Amaama to Inazuma. Soalnya suaranya sama-sama terdengan menggemaskan dan sangat kanak-kanak sekali. Maafkan aku Erena Kamata yang sudah mengira pada Kotoishi Naru (dari Barakamon) dan Inuzuka Tsumugi (dari Amaama to Inazuma).

Lalu ketika memperhatikan pembukaan aku selalu memikirkan movienya akan seperti apa. Apakah akan dari manga yang 7 jilid dirangkum dalam kurun waktu 2 jam atau berdasarkan dari one-shot lalu diperpanjang sedemikian rupa. Tapi pilihan kedua nampaknya sangat mustahil dari berbagai pandangan. Jadi aku terus memikirkan bagaimana mereka membuatnya menjadi durasi sebuah movie. Saat awal-awal movie kita akan melihat masa lalu Shouya yang menjadi garis besar dalam jilid satu. Mereka dengan cerdasnya mampu merangkum jilid-jilid awal manga sedemikian rupa sehingga terbentuk belasan menit di movienya yang bisa dinikmati oleh penonton yang tidak/belum membaca serialisasi maupun yang sudah. Setengah jam pertama kita diajak melihat masa lalu hubungan Shouya-Shoko dengan cara seperti melihat lembaran-lembaran foto. Walau sudah dirangkum seepik rupa mereka tetap tak mugkin luput dari kecacatan. Buruknya lagi bagi yang membaca serialisasinya pasti tahu dan jujur saja aku merasa gregeta ketika mereka harus mengorbankan scene-scene yang kena banget di hati, misalnya saja saat Shoko marah ke Yuzuru Nishimiya, adiknya.

A Silent Voice The Movie — Koe no Katachi

A Silent Voice The Movie — Koe no Katachi

Aku awalnya juga cukup kecewa dengan pengisian Saori Hayami sebagai Shoko. Harusnya ia bisa bermain lebih buruk lagi tpai di awal-awal ia bersuara tidak seperti orang tuli, malah suaranya cute. Ku teringat guyonan temanku,"Untuk apa pakai Hayamin, hanya buang-buang uang saja (untuk mengisi tokoh tidak bersuara)" tapi ketika menonton ternyata Shoko cukup aktif bersuara toh.  Kedua, yang aku sempat kecewakan juga adalah Naoka Ueno yang cantik malah digambar terlalu cute, bahkan semua tokoh perempuan digambar menjadi cute.

Rencana Bunuh Diri
Di manga-nya kita akan diberi suguhan untuk mendapatkan cerita masing-masing per tokoh. Tapi cerita ini juga hanya cerita sampingan (yang cukup) singkat. Karena sebenarnya di manga-nya terlalu memfokuskan diri pada hubungan Shouya dan Shoko juga permasalahan yang dibuat dan dihadapi oleh Shoya. Di movie-nya ini mereka mengambil langkah tepat dengan mengutamakan motif cerita pada penyesalan terbesar yang dipendam oleh Shouya. Tanpa harus memperdalam kisah tiap tokoh, movie-nya mampu menyampaikan hubungan Shouya dan Shoko dengan epic. Bahkan hatiku lumayan berdebar ketika melihat scene tearjerking di movie ini (ketika di komiknya aku merasa biasa saja saat membacanya).

A Silent Voice The Movie — Koe no Katachi

Movie Koe no Katachi jauh melampaui dari ekspektasiku, aku benar-benar tersentuh ketika menontonnya. Ending-nya juga mengambil langkah berbeda dari manga-nya. Namun ending-nya juga meh dan cukup hampa untuk beberapa orang. Padahal aku suka bagaimana akhirnya Shouya bisa membuka matanya dan bagiku itu sudah cukup. Aku terpuaskan di movie ini sebab harapan terbesarku dikabulkan, yaitu,  Shouya berteriak meminta maaf pada Shoko. Selain itu movie-nya lebih mengungguli dibanding serialisasi komik dengan alasan yang sangat jelas: cerita tidak bertele-tele. Ya, dengan ini kukatakan bahwa Koe no Katachi adalah salah satu dari sedikit anime/karya yang jauh lebih baik daripada bentuk orisinilnya sendiri.

Btw kemarin aku lupa menyertakan link interview pembuatan Koe no Katachi, silahkan kamu bisa membacanya disini dan disini.
Read more ... → A Silent Voice The Movie

March 2, 2017

Sword Art Online The Movie: Ordinal Scale

Seharusnya Sword Art Online the Movie –Ordinal Scale– tayang premiere di Indonesia minggu lalu, 18 Februari 2017, berbarengan dengan negara asia lainnya. Sayangnya di Indonesia ada sedikit hambatan sehingga pada tanggal 17 Februari belum ada informasi yang jelas dan tiket belum bisa dipesan. Ketika sudah dikonfirmasi akan tayang pada tanggal 25 Februari 2017, tiket premiere juga baru bisa dipesan pada selasa, 22 Februari 2017, dan kalian tahu tidak? Tiket itu ludes habis terjual pada pukul 13.00 entah itu Gold mau pun Reguler.

Aku sudah putus asa, dan padahal sudah secepat mungkin menginstall aplikasi CGV Blitz Megaplex. Sambil berharap terus menerus akan ditambahkan jam tayang, lalu harapanku dikabulkan tapi aku masih melewatkan kesempatan itu. Pada 23 Februari 2017 dibuka jadwal jam tayang baru yaitu 16:35 untuk Gold Class dan 16:15 untuk Regular dan aku telat banget ngeceknya. Aku mengecek jam 4 sore juga sudah habis terjual.

Sudah putus dan meratapi jadwal weekend-ku hancur, aku selalu berharap akan ditambahkan jam tayang baru. Dan sekali lagi harapanku dikabulkan kembali, pada malam hari 24 Ferbuari 2017 ternyata ditambahkan jam tayang baru 16:35 untuk Regular sayangnya aku mengeceknya saat jam 11 malam, hanya tersisa 6 bangku paling depan. Saat aku panik rebutan seat yang ada, ternyata data kartu member Blitz-ku belum ter-verification atau ke-synchronize ke email sehingga ternyata data identitas di aplikasi tersebut masih NULL semua dan aku super panik. Tiap kali aku mengecek jumlah bangkunya kadang bertambah kadang berkurang. Selesai mengisi identitas, yasudah aku mengambil posisi tengah paling depan dan segera lari ke ATM untuk membayarnya (karena hanya diberi range waktu 1 menit untuk pilih seat dan 15 menit untuk pembayaran). Dan setelah aku mentransfer ternyata seat yang kuinginkan sudah ke-unlock. Tapi aku tak mau nekat akan kehabisan tiket lagi, toh begitu aku cek pada pagi hari semua tiket sudah habis ludes.


SWORD ART ONLINE Movie — Ordinal Scale —

Antusias kartun SAO disini benar-benar tinggi! Para penonton sudah berbaris dengan rapi di depan pintu studio padahal masih ada waktu setengah jam lebih lho. Kukira yang nonton hanyalah orang-orang iseng sepertiku dan hanya ingin menghabiskan waktu luang, tapi mereka benar-benar fans SAO sejati. Mereka membicarakan setiap saat, entah itu cerita dan theori. Bahkan ada yang cosplay jadi Kirito juga, meski menggunakan pakaian kasual tapi doi benar-benar membawa pedangnya ke dalam bioskop! Karena issue yang terjadi di Malaysia dan Singapore, di Indonesia sangat waspada akan hal ini. Kita masih harus mengantri 10 menit untuk Security Check, yaitu matikan telepon dan masukan ke sebuah amplop lalu dicekrek deh. Film pun tak langsung tayang, ada seputar informasi dahulu dari host-nya seperti issue illegal recording. Mereka mengatakan apabila ada telepon seluler yang aktif ketika filmnya sedang berlangsung maka film akan langsung dihentikan dan dilakukan extra security check juga film yang dihentikan tidak akan dilanjutkan lagi serta no refund! Buruk sekali bukan!

SAO Movie diproduksi oleh studio A-1 Pictures dan distribukan Aniplex. Disutradarai oleh Itou Tomohiko yang sebelumnya sudah mengarahkan Silver Spoon, Seikimatsu Occult Gakuin dan Boku dake ga Inai Machi dan musik dikomposisikan oleh Yuki Kajiura yang sebelumnya mengarahkan musik di musik di Boku Dake ga Inai Machi, Fate/Zero dan Puella Magi Madoka Magica. Ordinal Scale merupakan cerita original dari Reki Kawahara khusus untuk movie ini. Yang membuatku kagum adalah ternyata kartun sudah didukung oleh audio Dolby Surround Sound (dan saat credit cap movie ini tampak dibuat oleh berbagai dan banyak studio).

SWORD ART ONLINE Movie — Ordinal Scale —

Candu Game
Sebenarnya agak sulit untuk bercerita, soalnya sudah disuruh untuk menutup mulut oleh para petugas CGV Blitz Megaplex. Jangan sampai spoiler, tapi rasanya tetap tidak tahan ingin bercerita sedikit saja. Apalagi sudah beredar trailer 12 menit pertama. Ya sebenarnya kalo kalian sudah menonton trailernya yang 12 menit pertama itu, seharusnya sudah tahu garis besar masalah di cerita kali. Ya lansgung akan kuceritakan (hingga 12 menit pertama itu).

Sebelum memasuki cerita di Ordinal Scale, akan ada sedikit flashback kenangan manis antara Yuuki Asuna dan Kirigaya Kazuto alias Kirito. Mereka membuat janji suci untuk melihat bintang jatuh bersama ketika sudah berhasil keluar dari Aincard, Sword Art Online.

Tahun 2026 sebuah game inovasi mulai mewabah di masyarakat. Apabila dulu NerveGear membuat pemainnya terjun langsung ke dalam Virtual Reality (VR) yang notabene membahayakan manusia karena terjebak dalam permainan SAO, maka Professor Shigemura mengembangkan permainan masa depan yang lebih aman dan realistis. Augma merupakan alat yang sangat aman karena pemain tetap dalam keadaan sadar dan lebih interaktif yang mengharuskan pemain menggerakan fisik secara langsung. Dasarnya struktur lingkungan sekitar tak berubah namun hanya tampilan lingkungan saja yang berubah. Alat ini sangatlah hits, tak hanya untuk bermain Augmented Reality (AR) tapi juga memiliki fungsi canggih lainnya yang seperti pada smartband, menghitung kalori pengguna, mencatat makanan favorit, mengirim pesan pendek atau bahkan sekedar memberitahukan acara televisi favorit.

Ordinal Scale (OS) adalah game ARMMORPG didesain khusus dari Augma yang saat ini sedang populer dimainkan. Game ini sering memberikan event-event khusus yang nantinya apabila ranking pemain semakin maka semakin banyak bonus yang didapat. Bonusnya tak hanya bonus game, melainkan bonus potongan harga atau free item di restoran atau pusat perbelanjaan.

SWORD ART ONLINE Movie — Ordinal Scale —

Kirito tidak menanggapi sama sekali dengan AR ini, ia berpikir VR jauh lebih seru meskipun AR sedang booming dimana-mana. Hingga suatu saat Kirito mendadak tertarik memainkan OS karena akan ada event dimana boss di Aincard SAO akan muncul di OS. Di event inilah Kirito dan Asuna bertemu dengan Eiji, pemain Ranking 2 dalam OS.

Mesin Steroid
Jujur saja aku belum menontn Sword Art Online II sama sekali, karena yang Season 1 ternyata tidak sesuai dengan apa yang kubayangkan. Aku membayangkan akan penuh dengan action tapi nyatanya ternyata action-nya paling hanya 10% walau tidak sesuai dengan ekspektasiku, aku tetap mencoba menyelesaikan Season 1 (hingga selesai di arc ALfheim Online (ALO)).

Nah disini maka sebaliknya, porsi action banyak sekali, totalitas action. Tapi sayangnya Kirito cupu sekali dalam memainkan game AR. Eiji, Antagonis di OS, malah sangat over-power hingga ditengah-tengah film gerakannya makin tidak manusiawi. Sangat lincah bagaikan manusia super. Tapi nantinya akan ke-reveal mengapa Eiji bisa sehebat itu. Tetap saja saat awal-awal melihatnya reaksiku,"Dude, what?"

Di film ini juga menjadi sebuah jembatan perantara untuk mengenang kembali masa-masa SAO, akan ada banyak trivia, seperti boss yang hadir di Aincard. Dan tentunya, costume game di SAO tak terlewatkan disini.

Rath
Setelah selesai menonton jangan terburu-buru untuk selesai menonton atau langsung keluar bioskop (tapi toh saat premiere penonton tidak boleh keluar bila credit belum selesai juga). Karena saat credit screen ada banyak scene extra disitu dan setelah credit selesai akan ada after scene. Juga pengumuman untuk SAO Season 3,"SAO will be back."

Heboh Fantastis
Aku tidak bisa mengatakan dengan pasti apakah untuk menonton movie ini harus nonton Season II-nya terlebih dahulu atau tidak tapi berdasarkan yang aku nonton kemarin sepertinya tidak perlu. Paling hanya sedikit kebingungan ada beberapa tokoh yang tidak dikenal (apabila tidak menonton Season II).

Untungnya aku duduk disebelah rombongan yang fans SAO, sehingga aku lumayan terbantu dengan penjelasan yang mereka berikan. Tepatnya orang yang disebelahku tanya terus-menerus sih keteman di sampingnya dan aku hanya mengupingnya. Menyedihkannya juga, banyak adgean yang menjurus ke "chapter 16.5", kukatakan sekali menjurus (alias mendekati), sehingga banyak penonton yang langsung teriak heboh histeris. Oh ayolah, padahal saat itu sedang adegan romantisnya, seriusnya, sedihnya dan nge-feel-nya. Aku sedikit lumayan terganggu. Bisa kukatakan SWORD ART ONLINE Movie — Ordinal Scale — mengalahkan Kimi no Na wa. di Indonesia. Terlihat sekali hype penonton di studio bioskop dan bahkan para penonton sudah berbaris dengan rapi padahal pintu studio masih akan dibuka 40 menit lagi. Apalagi penonton SAO sedikit-sedikit teriak dan banyak mendapatkan tepok tangan saat film sedang berlangsung.

Meski movie ini tidak ada adegan ecchi, tapi ada beberapa adegan yang telah di-'lulus sensor'. Contohnya ketika Asuna sedang mandi, maka screen hanya di-zoom ke wajah Asuna dan gambar shampoo dan isi kamar mandi diperlihatkan berkali-kali, layaknya saat menonton movie di televisi lokal.

Movie ini akan tayang pada 20 Maret 2017 mendatang yang sepertinya akan tayang dalam kurun waktu seminggu, bila peminatnya banyak ada kemungkinan besar maka masa tayang akan diperpanjang. Seperti pada kasus penayangan premiere, yang awalnya hanya ada 2 sesi ditambah hingga total penayangan premiere menjadi 5 sesi (dengan perbedaan waktu tiap 15 menit).

Karena aku hanya mendapatkan tiket premiere reguler aku tidak mendapatkan tanda tangan Haruka Tomatsu, ah padahal aku ingin sekali tanda tangan Tomacchan. Tiket reguler hanya akan mendapatkan papan tanda tangan secara acak. Ngomong-ngomong saat penukaran special merchandise tiket tak boleh jatuh dan penukaran dilakukan di studio itu juga. Apabila sudah ditukarkan dengan merchandise maka amplop telepon seluler sudah boleh dibuka kembali. Ini akan kusertakan screenshot tentang issue pembajakan di Malaysia dan Singapore dan tiket yang langsung habis di hari pertama dibuka.

Btw, sebenarnya aku cukup bingung dengan hubungan Asuna-Kirito. Meski mereka sudah berpacaran serius dalam real life tapi mereka masih memanggil satu sama lain dengan ingame name (nama di game-nya). Bukankah secara (reflek/tak sadar) begitu sudah mengetahui nama aslinya dan hubungannya semakin dekat secara otomatis akan memanggil satu sama lain dengan menggunakan nama aslinya?

Oh ya, petugas bioskopnya juga sangat menekankan issue ini agar kedepannya film Jepang masih bisa masuk ke Indonesia, ngomong-ngomong tulisanku disini bukan spoiler kan ya? Aku hanya ingin mengkonfirmasinya saja, agar aku tetap bisa menepati janji kepada para petugas bioskop dan berbagai pihak film yang telah bekerja untuk berlangsungnya film ini. Btw, perjuanganku saat membeli tiket ini aku tiap beberapa puluh menit sekali atau saat lumayan senggang selalu mengecek kembali aplikasi CGV ID Cinemas, karena kondisiku jauh dari tempat bioskop tersebut. Berbeda dengan temanku yang memesan tiketnya langsung datang ditempat.

Sword Art Online Movie Premiere langsung habis terjual

Pembajakan SAO Movie di Singapore dan Malaysia

Read more ... → Sword Art Online The Movie: Ordinal Scale

February 13, 2017

The Anonymous Noise

Salah satu komik yang aku baca karena melihat cover-nya yang menarik di Line Manga. Yang tak lama kemudian terbit di lokal setelah aku melihatnya melalui aplikasi tersebut. Ketika di toko buku aku juga tak pikir panjang dan langsung instant buy.

Sebelumnya aku juga sudah pernah membaca karya Fukuyama Ryoko yang berjudul Charming Junkie (悩殺ジャンキー; Nousatsu Junkie) yang menceritakan tentang modelling. Sayangnya aku biasa saja membaca karya tersebut sehingga tak lanjut ke volume kedua (meskipun karya tersebut adalah karyanya yang paling hits). Salah satu alasan mengapa aku gemar membaca komik shoujo adalah adanya author note, atau pojok penulis di halaman-halaman tertentu (biasanya akan memakan 1/3 atau 1/4 halaman). Bagiku sangat menarik untuk mengetahui sepotong diari kecil dari penulis, entah ia menuliskan proses pembuatan komiknya atau menceritakan kesehariannya.

The Annonymous Noise (覆面系ノイズ; Fukumenkei Noise) merupakan komik terbarunya yang terbit pada tahun 2008. Saat ini di Jepang sendiri sudah rilis sebanyak 7 volume.


The Annonymous Noise - Fukuyama Ryoko

Cinta Bertepuk Sebelah Tangan
Band misterius bergaya dengan pembalut perban dan penutup mata yang sedang terkenal di kalangan anak muda, in NO hurry to shout, dikabarkan akan bubar. Belum lama ini, single mereka yang ketiga baru saja menduduki peringkat 4 pada chart Oricon. Semua remaja di penjuru sekolah meributkan tentang berita ini.

Kanade Yuzuriha, akrab dengan sapaan Yuzu, sama sekali tak terusik dengan berita tersebut. Diam-diam sebenarnya ekskul band yang dikelola oleh Yuzu adalah para member in no hurry. Ia mengatakan dengan tegas percuma saja melanjutkan band mereka bila Yuzu sudah tidak bisa lagi menuliskan lagu untuk bandnya.

Setelah ada sedikit percikan di ruang ekskul, mereka tetap harus tampil di depan panggung Masa Orientasi Siswa. Yoshito Haruno (Haruyoshi), selaku ketua ekskul band yang tampil nyentrik dengan rambut pirangnya mengatakan sepatah-duapatah sebelum bermain. Tapi begitu mulai, Ayumi Kurose malah salah memukul drum. Karena sudah terlanjur, mereka tetap memainkan High School lagu dari in no hurry. Ditengah serunya permainan mereka, ada seorang gadis yang membuka maskernya untuk ikut bernyanyi dikerumunan tersebut. Yuzu mendadak berhenti begitu mendengar suara tak asing baginya. Mereka berdua saling beradu mata lalu lari meninggalkan panggung. Sudah 6 tahun lebih lamanya Yuzu tidak melihat dan mendengarkan suara khas gadis tersebut, Nino Arisugawa.

Burung Kenari 
Aku semakin terkejut begitu membaca pojok penulis di jilid kedua bahwa The Anonymous Noise mempunyai Promotion Video alias PV khusus yang melibatkan anggota MAN WITH A MISSION. Belum selesai disitu saja, aku semakin dibuat penasaran dengan pengisi Drama CD-nya adalah Hayami Saori, Sawashiro Miyuki, Uchiyama Kouki, Daisuke Ono, Ayahi Takagi dan Suzumura Kenichi. Melihat cast tersebut aku semakin penasaran bagaimana "amukan suara burung kenari" (baca: Nino) saat bernyanyi.

Nafas Kehidupan 
Walau aku hanya membaca Charming Junkies sejilid saja, tapi aku sudah menemukan gaya dari Ryoko-sensei. Di komiknya kali ini juga, ia tak luput melepaskan dari percakapan yang saling melempari teriakan. Ryoko-sensei juga menggunakan lelucon garing pada tiap tokohnya, seperti ekspresi Nino yang seringkali datar sekali dan Yuzu yang mempunyai bulu mata cantik.

Untuk percintaannya sendiri kalo boleh kubilang sih FTV banget. Protagonis dan antagonis lelakinya tak bisa mengatakan perasaan cintanya pada perempuan. Serta protagonis dan antagonis ini (tampak) saling berebut perempuan. Btw, secara pribadi aku juga kurang menyukai masalah cinta dan kehidupan Nino saat kanak-anak (walau ini menyangkut inti cerita).

Namun aku menyukai Ryoko-sensei saat menggambarkan ketika in no hurry sedang panggung dan menunjukkan lagu terbarunya. Terutama ekspresi Nino saat bernyanyi, ia selalu menatap keatas, bersuara sekencang-kencangnya bagaikan monster yang mengaum ke langit.

Fukumenkei Noise Anime

Dan sepertinya The Anonymous tak henti-hentinya mengejutkan diriku. Mulai dari PV, cast Drama CD dan di penghujung akhir tahun 2016 dikabarkan akan ada anime-nya. Aku tak tahu bagaimana anime-nya nantinya. Apakah akan berisik juga dengan tokohnya yang penuh dialog teriak-teriak seperti pada komiknya atau tidak. Pastinya aku menantikan lagu-lagu dari mereka, kuharap genre-nya sih Pop Rock.

"Kita semua menyembunyikan perasaan kita sesungguhnya."
Read more ... → The Anonymous Noise
 

Autumn 2015 Anime Chart

【Autumn 2015 Anime Chart】
For other info, click here.
For its hashtags, click here.

Featured Video


Random Posts