September 11, 2014

Animonster Tutup Usia

Kalo ditanya majalah anime (pop culture jepang) pertama kali yang kuketahui dan/atau aku beli, pastinya aku akan menjawab Animonster dan aku lupa tepatnya namun edisi yang pertama kubeli edisi 40-50an (yang selanjutnya beli tidak secara rutin alias bolong-bolong). Apa yang kusenang dari Animonster? Jelas bahasannya (saat itu internet belum terlalu populer), penulisannya, besar, tebal, jumlah dan kualitas kertasnya serta tak luput dari bonus (apalagi pada saat edisi-edisi tertentu mereka sering memberikan bonus yang wah sekali dengan harga yang sedikit meningkat saja).



Kabar sedih pada awal September dituliskan pada fanpage resmi-nya di facebook.


Sebenarnya majalah sudah mengalami masa-masa sulit di era digital ini, contohnya saja majalah Hotgame harus pamit duluan di edisi 360 pada akhir Agustus tahun lalu. Para pembaca setia (termasuk yang sudah pensiun membacanya) ketika mendengar bocoran seperti itu langsung membanjiri facebook Editor in Chief sebelumnya melalui message pada facebook lalu dilanjuti dengan komentar-komentar di statusnya (aku lupa mas Ramadhan Syukur a.k.a. RedHot atau mas Adhityaswara Nuswandana). Harapannya saat itu adalah, Hotgame dapat menutup usianya di edisi ulang tahun tapi sayangnya tidak bisa tercapai hingga kini akhirnya mereka berubah bentuk menjadi website saja (aku teringat akan pada dulu Hotgame memiliki website yang akhirnya tidak pernah terurus lagi karena sempat serangan CMIIW dan aku juga berpikir bentuk majalahnya lebih menarik dan wah daripada website-nya, sehingga tidak masalah harus mengoprek sedikit dompet). Maaf aku hanya bisa memberikan link-nya yang satu ini saja, disebabkan itu sudah lama dan entah harus ku-scroll hingga kapan (barusan aku engga saja menemukannya ketika men-scroll profil-ku, 2016/04/07 6:57PM).

Ketika aku mengikuti suatu seminar jurnalisme dalam kampus yang diadakan oleh Republika (aku lupa pembicaranya siapa), era digital sudah sangat melebihi bahkan koran ternama seperti Kompas yang dulu jumlah pembacanya sekitar 900.000 orang terpotong hingga setengahnya menjadi 450.000 pembaca.

Bukti nyata lainnya juga terjadi diluar sana, Gemaga majalah game pertama di Jepang menghembuskan nafas terkhirnya pada Maret 2011.


Jasa yang diberikan Animonster cukup banyak, ya terutama memberikan hiburan dan informasi kepada para pembaca seputar anime dan manga (tokusatsu, pop culture japan dan japanese stuffs lainnya). Pada saat edisi tertentu, mereka membuat edisi eklusif diluar edisi bulanannya misalnya edisi pin-up dan poster. Mungkin yang plaing kuingat dan paling spesial adalah Mobile Suit Gundam Seed Animation Guide Book.


Animonster saat itu berhasil melokalkan Guide Book dari Gundam SEED dengan harga yang cukup terjangkau. Berbagai evolusi pun terjadi didalamnya, mulai ada 1/3 flip cover (biasanya yang terlipat covernya diberi efek seperti water dan lain-lain sehingga terlihat keren), reverse side (alias halaman dan cover depan dengan belakang kebalik upside down), full flip cover, bentuk majalahnya yang mengecil dan lain-lain. Tulisan (dalam membahas sesuatu) dari Animonster pun perlahan berubah seiring dengan keluar-masuk para kontributor yang bekerja disana. Begitu juga dengan bahasan, disaat itu (aku lupa kapan) mereka hanya membahas yang sedang ramai di pasaran Indonesia saja terkadang aku berpikir,"Yang ini kenapa tidak pernah dibahas? Padahal bagus lho, apakah kalah populer dengan itu di Indonesia?" dan hingga berakhir dengan setengah dari jumlah halamannya membahas musik, film, artis dan dunia entertainment dalam Jepang yang lalu diikuti dengan perubahan nama menjadi Animonstar.

Sayangnya aku engga memberikan bukti cukup disini karena saat bentuk majalahnya mengecil aku tidak pernah membelinya lagi hingga saat ini karena dua alasan kuat ini: aku kurang senang tulisan mereka saat ini / cara mereka membahasnya (sangat berbeda dengan dulu) dan harganya yang selalu naik drastis dari waktu ke waktu. Namun aku selalu memperhatikan di sudut toko buku atau kios majalah yang sedang terpampang. Animonster dirumahku sendiri sudah banyak yang hilang karena kecerobohan dan sedikit musibah, namun beberapa diantaranya masih tersimpan di lemari (mungkin sekarang sudah berdebu).

Terima kasih Animonster! Telah memberikan pengetahuan dan informasi kepada kami. Kalian akan selalu dikenang kami (jujur saja sebenarnya aku agak malas menulis ini karena membuatku turut sedih berduka cita juga).

Sumber: Fanpage FacebookDuniaku dan Kaskus

2 comments:

  1. Agak sedih juga, gimanapun majalah ini udah menemani sedari kecil. Tapi yah, media cetak bakal berat mengalahkan media online. Zaman terus berkembang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. yup, walopun bukan pembaca setia ketika melihat kabar ini langsung merasa berduka... maklum aja, animonster menemani dari jaman nonton kartun sekedar di televisi lokal saja

      Delete

 

Autumn 2015 Anime Chart

【Autumn 2015 Anime Chart】
For other info, click here.
For its hashtags, click here.

Featured Video


Random Posts