Showing posts with label shoujo. Show all posts
Showing posts with label shoujo. Show all posts

May 27, 2017

A Silent Voice The Movie

Tiga minggu yang lalu aku cukup khawatir apakah aku akan bisa marathon bioskop atau tidak, karena ada beberapa film yang sangat ingin kutonton salah satunya film ini. Karena pada saat kabarnya film ini akan tayang mulai dari 3 Mei 2017 aku juga mendapat kabar bahwa aku harus keluar kota. Disaat itu juga aku langsung melihat Channel BBM, Newsfeed Facebook dan aplikasi CGV serta BookMyShow di teleponku untuk memastikan film ini tayang dimana saja. Dan untungnya film ini tayang di seluruh di Indonesia termasuk kota dimana aku harus kunjungi saat itu. Tapi aku kembali was-was apakah aku tinggal didekat bioskop atau tidak, untungnya aku tinggal di dalam kota. Meski begitu aku dengan mudahnya khawatir kembali untuk mengatur jadwalku dan pihak CGV Blitzmegaplex hanya meng-update jadwal tayang bioskopnya di pagi hari (menjelang siang) saja. Tak ada kepastian akan tayang di daerah mana saja dan jam berapa saja tayangnya. Yang pasti dari aplikasi hanya bisa ditekan hingga tanggal 9 Mei 2017 namun jadwal tayangnya hanya muncul di tanggal hari itu saja.

Pada 4 Mei 2017, aku menyempatkan untuk nonton ini di jam terakhir, 22:05 aku juga tidak sempat untuk marathon atau mengejar film lainnya seperti The Boss Baby, Guardian of the Galaxy Vol 2 dan menonton ulang My Neighbor Totoro di layar tancap. Tapi daripada tidak bisa menonton anime, yang jadwalnya tidak pasti dan anime agak langka tayang di Indonesia lebih baik mengorbankan ketiga film tersebut. Ralat, sebenarnya tahun ini sudah banyak sekali anime yang tayang di Indonesia seperti bulan lalu Spirited Away yang memperingati 15 tahun juga, Sword Art Online The Movie: Ordinal Scale dan KanColle Movie lalu bulan ini ada Kuroko's Basketball Last Game dan apalagi CGV Megablitz sedang mengadakan Anime Week tanggal 19 — 25 Mei 2017 hanya dengan Rp20.000.


A Silent Voice The Movie — Koe no Katachi

Jujur saja, ekspektasiku untuk A Silent Voice The Movie (聲の形; Koe no Katachi) tidaklah tinggi untuk anime ini. Hal didasari oleh serialisasi manga-nya yang mengecewakan untukku, dan film ini dipegang oleh Kyoto Animation yang belakangan ini agak lesu dan tidak bisa memuaskan diriku. Disini Reiko Yoshida yang sudah berpengalaman jauh (●REC, Bakuman., The Cat Returns, Deltora Quest, Genshiken, Romeo × Juliet, Kyoro-chan, Tamako Love Story) menangani menulis script dan Naoko Yamada mengarahkan dan mengontrol anime ini sebagai Sutradara (Hibike! Euphonium series, K-ON! series dan Tamako Love Story).

Cuplikan Film
Cerita dimulai dengan Shouya Ishida yang merobek kalendernya dan berhenti kerja sampingannya. Dengan bekerja selama ini dan menjual semua barang pribadinya ia hendak untuk membayar 'hutang' kepada ibunya. Lalu dilanjutkan dengan cuplikan film ke masa lalu kehidupan Shouya kecil dengan lagu My Generation yang dibawakan oleh The Who. Shouya awalnya tak tertarik sama sekali dengan kepindahan Shoko Nishiyama ke sekolahnya. "Mengapa gadis ini diam saja daritadi," Ia berpikir demikian sambil menatap Shoko. Begitu mengetahui bahwa Shoko ini tuli seakan-akan di otaknya ada suatu tombol yang telah diaktifkan.

Dengan segala keterbatasan yang dimiliki Shoko, lama-kelamaan sekelas kerepotan karenanya dan tidak sanggup lagi untuk menanggapinya. Hal tersebut makin mendorong Shouya untuk mem-bully Shoko. Sedihnya kelakuan Shoya sudah terlalu jauh hingga akhirnya kepala sekolah dan wali kelas turun tangan secara langsung. Pembullyan yang dipimpin oleh Shouya kini telah berbalik arah, sekelas mulai membalas dendam dan membully Shouya, meski mereka sebelumnya juga pernah ikut-ikutan membully Shoko. Atas kejadian yang terjadi ini orangtua Shoko kembali memindahkan putrinya ke sekolah lain. Karena kejadian itu juga Shouya sadar bahwa ia telah melakukan kesalahan terbesar dalam hidupnya.

Shouya yang berusia remaja hendak mencoba untuk menembus dosanya dengan membayar 'hutang' ke ibunya dan mengajak berteman dengan Shoko. Walau hal ini takkan pernah cukup untuk menghapus dosa-dosanya saat ia masih kanak-anak dahulu.

Lembaran Photo
Saat pertama kali mendengar suara Maria, keponakan Shouya yang nampak selalu ceria ini aku mengira seiyuu-nya bekas dari Barakamon atau Amaama to Inazuma. Soalnya suaranya sama-sama terdengan menggemaskan dan sangat kanak-kanak sekali. Maafkan aku Erena Kamata yang sudah mengira pada Kotoishi Naru (dari Barakamon) dan Inuzuka Tsumugi (dari Amaama to Inazuma).

Lalu ketika memperhatikan pembukaan aku selalu memikirkan movienya akan seperti apa. Apakah akan dari manga yang 7 jilid dirangkum dalam kurun waktu 2 jam atau berdasarkan dari one-shot lalu diperpanjang sedemikian rupa. Tapi pilihan kedua nampaknya sangat mustahil dari berbagai pandangan. Jadi aku terus memikirkan bagaimana mereka membuatnya menjadi durasi sebuah movie. Saat awal-awal movie kita akan melihat masa lalu Shouya yang menjadi garis besar dalam jilid satu. Mereka dengan cerdasnya mampu merangkum jilid-jilid awal manga sedemikian rupa sehingga terbentuk belasan menit di movienya yang bisa dinikmati oleh penonton yang tidak/belum membaca serialisasi maupun yang sudah. Setengah jam pertama kita diajak melihat masa lalu hubungan Shouya-Shoko dengan cara seperti melihat lembaran-lembaran foto. Walau sudah dirangkum seepik rupa mereka tetap tak mugkin luput dari kecacatan. Buruknya lagi bagi yang membaca serialisasinya pasti tahu dan jujur saja aku merasa gregeta ketika mereka harus mengorbankan scene-scene yang kena banget di hati, misalnya saja saat Shoko marah ke Yuzuru Nishimiya, adiknya.

A Silent Voice The Movie — Koe no Katachi

A Silent Voice The Movie — Koe no Katachi

Aku awalnya juga cukup kecewa dengan pengisian Saori Hayami sebagai Shoko. Harusnya ia bisa bermain lebih buruk lagi tpai di awal-awal ia bersuara tidak seperti orang tuli, malah suaranya cute. Ku teringat guyonan temanku,"Untuk apa pakai Hayamin, hanya buang-buang uang saja (untuk mengisi tokoh tidak bersuara)" tapi ketika menonton ternyata Shoko cukup aktif bersuara toh.  Kedua, yang aku sempat kecewakan juga adalah Naoka Ueno yang cantik malah digambar terlalu cute, bahkan semua tokoh perempuan digambar menjadi cute.

Rencana Bunuh Diri
Di manga-nya kita akan diberi suguhan untuk mendapatkan cerita masing-masing per tokoh. Tapi cerita ini juga hanya cerita sampingan (yang cukup) singkat. Karena sebenarnya di manga-nya terlalu memfokuskan diri pada hubungan Shouya dan Shoko juga permasalahan yang dibuat dan dihadapi oleh Shoya. Di movie-nya ini mereka mengambil langkah tepat dengan mengutamakan motif cerita pada penyesalan terbesar yang dipendam oleh Shouya. Tanpa harus memperdalam kisah tiap tokoh, movie-nya mampu menyampaikan hubungan Shouya dan Shoko dengan epic. Bahkan hatiku lumayan berdebar ketika melihat scene tearjerking di movie ini (ketika di komiknya aku merasa biasa saja saat membacanya).

A Silent Voice The Movie — Koe no Katachi

Movie Koe no Katachi jauh melampaui dari ekspektasiku, aku benar-benar tersentuh ketika menontonnya. Ending-nya juga mengambil langkah berbeda dari manga-nya. Namun ending-nya juga meh dan cukup hampa untuk beberapa orang. Padahal aku suka bagaimana akhirnya Shouya bisa membuka matanya dan bagiku itu sudah cukup. Aku terpuaskan di movie ini sebab harapan terbesarku dikabulkan, yaitu,  Shouya berteriak meminta maaf pada Shoko. Selain itu movie-nya lebih mengungguli dibanding serialisasi komik dengan alasan yang sangat jelas: cerita tidak bertele-tele. Ya, dengan ini kukatakan bahwa Koe no Katachi adalah salah satu dari sedikit anime/karya yang jauh lebih baik daripada bentuk orisinilnya sendiri.

Btw kemarin aku lupa menyertakan link interview pembuatan Koe no Katachi, silahkan kamu bisa membacanya disini dan disini.
Read more ... → A Silent Voice The Movie

February 13, 2017

The Anonymous Noise

Salah satu komik yang aku baca karena melihat cover-nya yang menarik di Line Manga. Yang tak lama kemudian terbit di lokal setelah aku melihatnya melalui aplikasi tersebut. Ketika di toko buku aku juga tak pikir panjang dan langsung instant buy.

Sebelumnya aku juga sudah pernah membaca karya Fukuyama Ryoko yang berjudul Charming Junkie (悩殺ジャンキー; Nousatsu Junkie) yang menceritakan tentang modelling. Sayangnya aku biasa saja membaca karya tersebut sehingga tak lanjut ke volume kedua (meskipun karya tersebut adalah karyanya yang paling hits). Salah satu alasan mengapa aku gemar membaca komik shoujo adalah adanya author note, atau pojok penulis di halaman-halaman tertentu (biasanya akan memakan 1/3 atau 1/4 halaman). Bagiku sangat menarik untuk mengetahui sepotong diari kecil dari penulis, entah ia menuliskan proses pembuatan komiknya atau menceritakan kesehariannya.

The Annonymous Noise (覆面系ノイズ; Fukumenkei Noise) merupakan komik terbarunya yang terbit pada tahun 2008. Saat ini di Jepang sendiri sudah rilis sebanyak 7 volume.


The Annonymous Noise - Fukuyama Ryoko

Cinta Bertepuk Sebelah Tangan
Band misterius bergaya dengan pembalut perban dan penutup mata yang sedang terkenal di kalangan anak muda, in NO hurry to shout, dikabarkan akan bubar. Belum lama ini, single mereka yang ketiga baru saja menduduki peringkat 4 pada chart Oricon. Semua remaja di penjuru sekolah meributkan tentang berita ini.

Kanade Yuzuriha, akrab dengan sapaan Yuzu, sama sekali tak terusik dengan berita tersebut. Diam-diam sebenarnya ekskul band yang dikelola oleh Yuzu adalah para member in no hurry. Ia mengatakan dengan tegas percuma saja melanjutkan band mereka bila Yuzu sudah tidak bisa lagi menuliskan lagu untuk bandnya.

Setelah ada sedikit percikan di ruang ekskul, mereka tetap harus tampil di depan panggung Masa Orientasi Siswa. Yoshito Haruno (Haruyoshi), selaku ketua ekskul band yang tampil nyentrik dengan rambut pirangnya mengatakan sepatah-duapatah sebelum bermain. Tapi begitu mulai, Ayumi Kurose malah salah memukul drum. Karena sudah terlanjur, mereka tetap memainkan High School lagu dari in no hurry. Ditengah serunya permainan mereka, ada seorang gadis yang membuka maskernya untuk ikut bernyanyi dikerumunan tersebut. Yuzu mendadak berhenti begitu mendengar suara tak asing baginya. Mereka berdua saling beradu mata lalu lari meninggalkan panggung. Sudah 6 tahun lebih lamanya Yuzu tidak melihat dan mendengarkan suara khas gadis tersebut, Nino Arisugawa.

Burung Kenari 
Aku semakin terkejut begitu membaca pojok penulis di jilid kedua bahwa The Anonymous Noise mempunyai Promotion Video alias PV khusus yang melibatkan anggota MAN WITH A MISSION. Belum selesai disitu saja, aku semakin dibuat penasaran dengan pengisi Drama CD-nya adalah Hayami Saori, Sawashiro Miyuki, Uchiyama Kouki, Daisuke Ono, Ayahi Takagi dan Suzumura Kenichi. Melihat cast tersebut aku semakin penasaran bagaimana "amukan suara burung kenari" (baca: Nino) saat bernyanyi.

Nafas Kehidupan 
Walau aku hanya membaca Charming Junkies sejilid saja, tapi aku sudah menemukan gaya dari Ryoko-sensei. Di komiknya kali ini juga, ia tak luput melepaskan dari percakapan yang saling melempari teriakan. Ryoko-sensei juga menggunakan lelucon garing pada tiap tokohnya, seperti ekspresi Nino yang seringkali datar sekali dan Yuzu yang mempunyai bulu mata cantik.

Untuk percintaannya sendiri kalo boleh kubilang sih FTV banget. Protagonis dan antagonis lelakinya tak bisa mengatakan perasaan cintanya pada perempuan. Serta protagonis dan antagonis ini (tampak) saling berebut perempuan. Btw, secara pribadi aku juga kurang menyukai masalah cinta dan kehidupan Nino saat kanak-anak (walau ini menyangkut inti cerita).

Namun aku menyukai Ryoko-sensei saat menggambarkan ketika in no hurry sedang panggung dan menunjukkan lagu terbarunya. Terutama ekspresi Nino saat bernyanyi, ia selalu menatap keatas, bersuara sekencang-kencangnya bagaikan monster yang mengaum ke langit.

Fukumenkei Noise Anime

Dan sepertinya The Anonymous tak henti-hentinya mengejutkan diriku. Mulai dari PV, cast Drama CD dan di penghujung akhir tahun 2016 dikabarkan akan ada anime-nya. Aku tak tahu bagaimana anime-nya nantinya. Apakah akan berisik juga dengan tokohnya yang penuh dialog teriak-teriak seperti pada komiknya atau tidak. Pastinya aku menantikan lagu-lagu dari mereka, kuharap genre-nya sih Pop Rock.

"Kita semua menyembunyikan perasaan kita sesungguhnya."
Read more ... → The Anonymous Noise

February 17, 2015

The Shape of Voice

Sebenarnya sudah sejak lama sekali aku ingin membahas komik satu ini, apalagi dikarenakan aku sangat mengidam-idamkan one shot-nya yang bagiku itu sangat luar biasa. Setelah mendapat serialisasi aku pun rutin mengikutinya update-annya walaupun terkadang, ralat seringkali merasa jenuh dikarenakan cerita serialisasinya agak kurang sreg (yang nantinya akan kutulis dibawah ini).


The Shape of Voice (聲の形; Koe no Katachi) ditulis oleh Yoshitoki Oima yang dipublikasikan oleh Shuukan Shounen Magazine. Akhirnya menjelang chapter terakhir tanpa kusadari komik ini telah dilokalkan oleh M&C! pada tanggal 16 Desember 2014. Aku ingat sekali pertama kali aku mengetahui one shot ini, banyak sekali teman-temanku yang merekomen untuk segera membacanya. Dan tentunya ketika aku buka facebook saat itu juga newsfeed-ku juga sedang ramai dengan karya satu ini. Sayangnya begitu mendapatkan serialisasi aku sudah bisa menduganya, takkan seheboh one shot-nya, tidak sesuai dengan ekspektasi (beberapa) pembaca dan/atau tak seperti apa yang diharapkan, meskipun aku terus berharap akan ada sesuatu yang menggencangkan saat membacanya (akhirnya ternyata apa yang kuharapkan tidak datang juga hingga di chapter terakhirnya).

Masterpiece
Bermula dari one shot yang dipublikasikan pada 8 Januari 2011 di Bessatsu Shounen Magazine yang tak lama kemudian memenangkan penghargaan 80th Weekly Shounen Magazine Newbie Best Mangaka Award dan juga dipublikasikan ulang padah edisi ke-12 Weekly Shounen Magazine tahun 2013. Dengan berjumlah 61 halaman para pembaca terbawa perasaannya dengan kisah yang dibawakan oleh Yoshitoki-sensei. Yang pasti aku cuma bisa mengatakan, silahkan dibaca one shot-nya.

Sign Language 
Mengisahkan Shouya Ishida, anak kecil yang akan melakukan hal apa saja untuk menghilangkan kebosanannya. Sebenarnya aksi konyol Shouya seringkali membahayakan dirinya, bahkan kedua temannya juga mereasa tidak aman. Bahkan Shouya pun pernah kualat karena kelakuannya, tapi itu tidak menghentikan dirinya melakukan hal-hal yang menurutnya menyenangkan.

Pada suatu ketika disekolah dia kedatangan seorang murid baru, Shoko Nishiyama, gadis tuli yang baru saja pindah karena kena bully disekolah sebelumnya. Shouya pun instan mendapatkan "mainan" baru walaupun ia tak tahu bahwa aksinya ke Nishiyama ini berdampak selama hidupnya.

Berseri
Seperti yang kutulis di awal, begitu menjadi cerita berseri aku sudah bisa menebak berarti harus menambahkan suatu masalah untuk mengembangkan cerita yang ada. Padahal cerita yang ada dalam one shot itu sudah sangat pas sekali, dan berakhir dengan indah.

Sinetron
Sayangnya konflik yang dimunculkan lansung bertubi-tubi, yah beberapa konflik kecil langsung diselesaikan dengan saat itu juga. Misalnya pada masalah awal, pertengkaran Shouya dengan ibunya. Selebihnya lagi cerita yang mendatang hanya menimbulkan permasalahan baru. Konflik pertama belum selesai berlanjut dapat konflik kedua, ketiga, keempat dan seterusnya. Belum lagi masalah yang muncul terasa sangat dipaksakan. Padahal konflik pertama saja belum selesai tapi malah muncul konflik baru dan akhirnya menumpuk. Aku yang membacanya tiap minggu saat itu hanya menunggu kapan konflik ini akan selesai. Tapi kalo pun ada satu konflik selesai tak lama kemudian konflik baru segera muncul. Hal inilah yang membuat pembaca jenuh membacanya.



Cerita yang mengambil tema yang menarik, Tuli dan Bully. Karena kepopularitasannya karya ini juga diangkat menjadi movie anime. Firasat ini juga sudah kudapatkan ketika karya ini mendapatkan serialisasi, tapi begitu melihat serialisasinya aku tidak mengharapkan ada anime-nya karena takut ceritanya akan buruk juga seperti di manga-nya. Untungnya menjelang akhir cerita semua konflik yang ada berhasil dipecahkan, meskipun terlihat janggal karena dalam satu adegan itu langsung menyelesaikan lebih dari 1 konflik. Belum lagi penyelesaiannya terlihat agak begitu cepat, tiba-tiba konflik ini selesai kemudian konflik yang satu lagi ikut selesai juga.

Untuk menyelesaikan konfliknya kurasa sudah cukup bagus, tapi waktu dalam penyelesaiannya tak sesuai dengan konflik itu muncul dan lamanya konflik yang terjadi. Beberapa konflik memang muncul secara berhubungan tapi sebagian tidak (misalnya tokoh ini berulah, memiliki cara pemikiran dan tindakan lain dan membuat konflik baru). Sehingga penyelesaian salah satu konflik ada yang terasa kosong dan aneh. Bersyukur ceritanya ini tidak terlalu panjang sehingga tak perlu lagi mengulur permasalahan yang ada. Tapi sayangnya endingnya tidak terlalu memuaskan, sedikit bocoran saja, padahal aku mengharapkan, seengganya, Shouya pada akhirnya memeluk erat Nishiyama dan meminta maaf (mungkin bila Shouya menangis tulus aku akan lebih senang lagi melihatnya). Yoshitoki-sensei mempunyai cara lain untuk membuat ending, walaupun kurasa banyak pembaca yang menginginkan ending yang lebih dramatis dan menyentuh hati (ini bukan berarti endingnya tidak menyentuh hati, hanya saja terasa sangat kurang lho).
Read more ... → The Shape of Voice

May 4, 2014

A Shy Girl in Love

Salah satu komik yang diterbitkan oleh M&C! A Shy Girl in Love (ひよ恋; Hiyokoi) ditulis oleh Moe Yukimaru yang merupakan komik pertamanya yang berseri dan panjang (sebelumnya komiknya tamat hanya dengan satu jilid dan ia mengatakan di perkenalan hanya mempunyai pengalaman 3 volume). Moe juga berkerja sebagai asisten Haruta Nana (Stardust★Wink, Love-Berrish! dan Saboten no Himitsu).

Ketika melihat komik ini sudah terlihat keunikan dari tokohnya di cover-nya, memiliki tinggi badan yang sangat jauh berbeda. Secara tak langsung ingat dengan doujin Tall + Short buatan Kitakawa Touta, karya lepas yang berjudul Love♡Petit yang disisipkan pada komik I Believe in You (atau yang memiliki udul asli Kanojo wa Aitsu no Osumitsuki) juga menceritakan percintaan yang tokohnya memilikinya tinggi badan yang jauh berbeda pula. Di Love♡Petit tinggi badan mereka sejauh 30 cm cowoknya lebih tinggi, dan pula ia jahil sedangkan di Tall + Short ceweknya yang lebih tinggi daripada cowok.

Anak Ayam
Karena suatu kecelakaan yang menimpanya saat hari pertamanya sekolah Hiyori Nishimaya baru dapat mengikuti sekolah baru ini. Menjadi kecanggungan sendiri dan tampak seperti murid baru ia harus memperkenalkan dirinya di depan kelas. Hiyori yang amat sangat pemalu malah ngumpet di bawah meja guru dan saat ia dipersilakan lagi untuk perkenalan Yuushin Hirose baru datang membuka pintu kelas, membuat ucapan Hiyori terpotong. Sungguh mengejutkan Yuushin memiliki tinggi badan 190 cm sedangkan Hiyori hanya 140 cm mereka berdua berdiri di depan kelas seperti duet komedi besar kecil. Untungnya Hiyori masih sekelas dengan sahabat dari masa kecilnya Ritsuka Nakano sehingga masih memiliki teman. Entah apa yang dipikirkan oleh Yuushin ia terus melihat Hiyori, ketika ia ditanya Yuushin hanya heran ada murid SMA yang microsize (padahal ia juga raksasa). Yuushin juga mengatakan bahwa Hiyori mirip anak ayam (dalam bahasa jepang hiyoko).

Hiyori dan Yuushin duduk sebelahan di paling belakang (karena Yuushin terlalu besar bisa menutupi murid yang lain dan karena Hiyori telat masuk ia mendapatkan kursi paling belakang) menjadi pusat perhatian tersendiri. Yuushin yang selalu tidur mendengkur sepanjang pelajaran membuat Hiyori terganggu dan emang sifat Yuushin yang mudah berteman dengan siapa saja ia juga memperlakukan Hiyori dengan akrab. Karena sifat inilah Yuushin populer dan mengakibatkan orang-orang disekitar Yuushin mengobrol dengan Hiyori pula.

Ritsuka yang menjadi orang satu-satunya yang dapat berbicara dengan Hiyori mengatakan mungkin inilah saat yang tepat untuk menghilangkan sifat pemalu dalam dirinya. Ia juga menambahkan meskipun mereka selalu bersama sejak playgroup tapi bisa saja mereka terpisah karena bisa saja suka dengan cowok (karena sudah SMA). "Kalau berteman saja takut, gimana mau jatuh cinta!?" lanjut dari Ritsuka sambil terus mendukung Hiyori.

Jam makan siang berakhir, Ritsuka dan Hiyori kembali ke kelas dan Yuushin langsung menyapanya dengan nama panggilan Hiyorin darinya. Pelajaran selanjutnya Hiyori lupa membawa buku cetak, Yuushin yang tidak membawa juga langsung  merampas buku teman sebelahnya. Alhasil Yuushin dan Hiyori duduk berdua berdekatan saling berbagi buku cetak, tapi Yuushin yang tidak serius dalam pelajaran malah ngobrol santai dan bercanda dengan Hiyori. Guru yang sedang mengajar tentunya menegur mereka berdua. Yuushin sedikit terkejut ternyata Hiyori bisa tertawa dengannya, ia kira Hiyori hanya bisa tertawa dengan Ritsuka. Perhatian dari Yuushin membuat Hiyori kagum dengannya. Yuushin menyuruh Hiyori untuk sering-sering tertawa (dan tersenyum) karena akan membawa efek bagus, ini adalah Teori Yuushin.

Lumayan capek hari pertama sekolahnya, Hiyori hendak pulang sendiri karena Ritsuka ada ekskul. Yuushin yang tidak sengaja melihat Hiyori langsung tersenyum padanya. Hiyori pun teringat akan Teori Yuushin dan Yuushin menyapa untuk pulang.

Kejadian Memalukan
Hiyori dan Yuushin bertugas untuk piket hari ini. Hiyori hendak memberi tahu hal ini tapi Yuushin yang baru datang langsung diajak mengobrol dengan murid yang lainnya lalu tertidur begitu saja. Hiyori pasrah saja dan menuliskan laporan kelas hari ini. Guru yang datang melihat papan tulis belom dihapus, Hiyori bergegas minta maaf. Yuushin yang tidak tahu apa-apa hanya mengatakan semangat ke Hiyori.

Ditengah kebingungan bagaimana caranya memberitahu ke Yuushin bahwa mereka piket bareng, saat Hiyori sedang menghapus papan ternyata roknya terlipat dan terlihat dengan jelas celana wol bergambar anak ayam sebagai motif belakangnya. Beberapa siswi mencoba menenangkan Hiyori tapi Yuushin malah keceplosan tertawa lepas padahal Hiyori malu setengah mati.

Hiyori lari menangis keluar kelas dan mengatakan kalau Yuushin juga piket seharusnya. Semua murid mencari Hiyori yang ngumpet entah dimana. Yuushin mencari Hiyori, Hiyori yang mendengar suara Yuushin mengatakan mungkin sebaiknya ia tak perlu bersekolah karena Hiyori bukanlah orang seperti Yuushin yang bisa gampang melupakan semuanya dengan tawa dan senyuman. Mendengar ucapan tersebut Yuushin kecewa karena sebenarnya Yuushin senang ada yang duduk disebelahnya dan mengatakan seharusnya Hiyori bilang juga kalau mereka berdua piket. Ternyata Hiyori mengumpat di suatu lemari kecil dan mengukapkan semakin waktu berlalu ia semakin takut ke kelas. Yushin bilang,"Ketakutanmu itu karena kamu tidak tahu makanya kamu takut atau karena kamu tahu makanya takut? Kalau karena tidak tahu, kan tinggal cari tahu saja..." sambil tersenyum dan mengelap tangisan Hiyori.

Semua murid berkumpul setelah menemukan Hiyori, tapi Yuushin yang malas kembali ke kelas mencetuskan untuk bermain diluar. Dan pas sekali salju turun, mereka semua bolos dan bermain bersama. Ini merupakan pertama kalinya Hiyori bolos dan tertawa sekeras mungkin.

Dan akhirnya Hiyori sadar, kini ia telah menemukan seseorang yang disukai.

Masa SMA Yang Paling Menyenangkan
Salah satu hari-hari yang paling indah yang dialami oleh semua orang (aku mendadak teringat lagu almarhum Chrisye jadinya). Moe menggambarkan dengan hebat dan saat membacanya aku mendapatkan atmosfir dari komik ini. Semua tokoh terlibat, beraksi, berbicara dan saling berinteraksi dengan yang lainnya, maksudku figuran disini terus ditampilkan untuk mengisi suasana yang terjadi. Banyak tokoh (tepatnya figuran) digambarkan oleh Moe yang tidak hanya untuk mengisi latar saja, tapi untuk melengkapkan dialog percakapan yang ada. Sehingga "was wes wos" atau kerumunan dikelas (dan lingkungan lainnya) dapat dirasakan. Menyapa murid lain, ngobrol dengan teman dari kelas yang berbeda, sekumpulan murid yang saling berbicara dalam kelas (aku engga mau mengatakan geng di kelas karena situasinya berbeda). Percakapan natural yang terjadi sehari-hari, keramaian saat berkumpul dan/atau diskusi bersama, tertawa bersama dengan hangat dan semuanya ada. Efek gambar (arisan garis, tone dot dan lain-lain) berserta SFX yang dituliskan secara detil juga semakin menyempurnakan tiap adegan yang terlewatkan. Dan tentunya salut oleh M&C! bisa men-translate-kan bahasa muda saat kini disini.

Adaptasi Anime
Ternyata komik ini pernah diangkat menjadi sebuah OVA 1 episode berdurasi kurang lebih 22 menit oleh Production I.G pada 30 Juli 2010 dan mengambil dua chapter awal dari jilid pertama. Naganuma Norihiko (Kimi ni Todoke, Hoozuki no Reitetsu dan Blood-C: The Last Dark) sebagai sutradara dan Shibata Yuka (Kimi ni Todoke, Magical Sisters Yoyo & Nene dan Grrl Power) mendesain karakternya serta Iwanami Yoshikazu (Cencoroll, 11eyes, Oh! My Goddess, YAT Anshin! Uchuu Ryokou dan Gakuen Alice) menangani sound.. Lalu pada Desember 2012 juga TV Tokyo menayangkan anime-nya kembali dengan total 3 episode yang berdurasi masing-masing 2 menit sebagai bagian dari Ribon x Oha Suta specials. Seiyuu-nya juga berbeda, pada 2010 Ayana Taketatsu (Azusa Nakano di K-ON! series, Ayumi Takahara di The World God Only Knows dan Kousaka Kirino di My Little Sister Can't Be This Cute) memerankan Hiyori dan Kenichi Suzumura (Kokutou Mikiya di Kara no Kyoukai, Dietrich von Lohengrin di Trinity Blood dan Shirou Kamui di X) memerankan Yuushin sedangkan pada 2012 Hiyori disuarakan oleh Iori Nomizu (Yoshino di Date A Live, Haruna di Kore wa Zombie Desu ka? dan Nymph di Sora no Otoshimono) dan Yuushin disuarakan oleh Yuuki Ono (Kagami Taiga di Kuroko no Basket, Inada Shinichirou di Gin no Saji dan Moral di Hamatora The Animation). Aku belum menonton sama sekali anime-nya dan setahuku tidak ada fansub english yang men-translate.



Pertama kali rilis pada 2009 dan di negara asalnya sudah mencapai jilid 10. Banyak hal yang menarik di komik ini dari peran utama yang cengeng dan amat sangat pemalu (terlihat pendiam juga), hubungan antara mereka berdua dan diceritakan dengan nyaman. Pembaca akan mudah terbawa dengan keadaan yang ada di komik ini. Para tokoh digambarkan dengan detil juga menjadi aspek yang patut menjadi perhatian utama pula. Menjadi salah satu komik yang pantas untuk dibaca dan dikoleksi.
Read more ... → A Shy Girl in Love

April 2, 2014

Shiryoku Kensa

Pertama kalinya aku membaca manga tentang Vocaloid, atau tepatnya adaptasi dari sebuah lagu. Cukup banyak manga yang merupakan diadaptasi dari sebuah lagu, misalnya yang sudah populer dari tahun lalu adalah Kagerou Daze dan Black Rock Shooter - Innocent Soul. Entah kenapa seri yang ini membuatku tertarik untuk membacanya (antara GUMI yang menjadi tokoh utama dan baru rilis juga, aku tidak membaca (dan mendengarkan) Kagerou Project karena sudah ada banyak sekali)



Shiryoku Kensa (シリョクケンサ; Eye Examination) dikarang oleh 40mP dan chano dan digambar oleh Tama. Manga ini diterbitkan oleh Comic@loid (ASCII Media Works) dan versi english sudah dipublishkan oleh Kadokawa Shoten. Bagi penyuka lagu-lagu Vocaloid pasti sudah tak asing oleh 40㍍P (40meterP atau disingkat 40mP). Dia adalah produser lagu-lagu Vocaloid lagu yang paling terkenalnya adalah トリノコシティ (Torinoko City) yang dinyanyikan oleh Hatsune Miku. Beberapa lagu lainnya yang kukenal adalah タイムマシン (Time Machine), 妄想スケッチ (Mousou Sketch), dan からくりピエロ (Karakuri Pierrot) yang semuanya dinyanyikan oleh Miku. Sejujurnya aku mendengarkan versi utaite-nya seperti Karakuri Pierrot aku mendengarkan halyosy di album BabyPod 〜VocaloidP×歌い手 collaboration collection〜 (BabyPod ~VocaloidP x Utaite collaboration collection~) dan Glutamine menyanyikan Mousou Sketch dalam album EXIT TUNES PRESENTS イケメンボイスパラダイス 4 (EXIT TUNES presents Ikemen Voice Paradise 4) sedangkan Torinoko City kudengarkan di album EXIT TUNES PRESENTS ろんBEST -ひっしに歌ってみた編- (Lon BEST ~ Hisshi ni Utattemita Hen ~) milik Lon. Untuk yang penasaran dengan lagu Shiryoku Kensa kalian dapat mendengarkannya di Nico Nico Douga atau pun YouTube.

Kau Tak Dapat Berbohong Dariku
Miyashita Megumi yang akrab dipanggil Gumi oleh teman dekatnya mempunyai kekuatan untuk melihat diri orang lain. 13 tahun yang lalu Gumi menjadi korban selamat dari kecelaan pesawat dan sejak musibah tersebut dia mendapatkan kekuatan ini. Dengan mata kirinya, ia bisa mengetahui orang yang berhadap dengannya sedang berbohong atau menyembunyikan sesuatu. Diri sebenarnya orang tersebut akan memiliki tanda huruf C di pandangan Gumi. Tidak diketahui apa penyebab 'penyakit' yang dialami Gumi ini dan kini ia menggunakan kacamata untuk mencegah pandangan C-nya tersebut (karena dapat mengganggu aktivitas bersosialnya).

Dirimu Yang Lain
Saat ini baru ada dua chapter, dan ceritanya kubilang lumayan menarik (aku juga tidak bisa menilai lebih jauh). Entah di-drop oleh para team translate-nya atau tidak tapi untuk versi terjemahan Indonesia sudah mencapai hingga chapter lima, bagi yang ingin membacanya silahkan klik ini.
Read more ... → Shiryoku Kensa

March 9, 2014

From Up on Poppy Hill

Pada tanggal 13 Maret 2014 nanti, Blitz Megaplex akan menayangkan Kaze Tachinu (atau The Wind Rises dalam english) yang merupakan karya terakhir dari Hayao Miyazaki (dan ada Hideaki Anno sebagai seiyuu-nya lho). Berita tersebut sangat membuatku senang dan tak sabar segera menontonnya di bioskop terdekat, dan efek lain dari ini adalah tiba-tiba aku ingin menonton lagi karya-karyanya dari Hayao Miyazaki.

From Up on Poppy Hill (コクリコ坂から; Kokuriko-Zaka kara) diangkat dari manga yang berjudul sama ditulis oleh Sayama Tetsuro dan digambarkan Takahashi Chizuru, diterbitkan oleh Kadokawa Shoten pada tahun 1980, lalu pada 1981 diterbitkan oleh Nakayoshi (Kodansha). Pada 2011 lalu, Studio Ghibli mengadaptasikannya menjadi sebuah layar lebar yang disutradarai oleh Goro Miyazaki dan diproduser oleh Toshio Suzuki (Ghost in the Shell 2: Innocence, On Your Mark, The Cat Returns dan Kiki's Delivery Service), sedangkan Hayao Miyazaki mengurus bagian screenplay dengan Keiko Niwa (Arrietty, Ocean Waves dan Tales from Earthsea).

Kibarkan Bendera
"Raise your flag"

Umi Matsuzaka tiap hari selalu mengibarkan isyarat benderanya di tepi rumah dengan berharap pada suatu hari nanti akan ada yang membalas isyarat bendera, entah itu berita tentang bapaknya atau bapaknya pulang kerumah, karena ia telah menghilang sejak Perang Korea (tepatnya bapaknya meninggal, akan tetapi Umi tetap mengibarkan bendera isyarat tersebut sebagai salah bentuk lain penghormatan kepada bapaknya).

Konan Academy, dimana tempat Umi bersekolah ia mendapatkan sebuah berita dari selembaran kertas yang berisi puisi yang ditunjukkan pada gadis yang selalu mengibarkan bendera tiap pagi. Ditengah ramainya istirahat yang waktunya untuk makan ada keramaian lainnya, tiba-tiba keluar dari gedung dan menunjukan aksi untuk menentang agar bangunan ekstrakurikuler tidak dirobohkan. Tidak tanggung-tanggung, untuk menunjukan aksi itu bukan main-main, salah satu murid, Shun Kazama, anggota ekskul surat kabar terjun dengan riang dari atas atap gedung ke sebuah kolam (yah jatuhnya tidak berjalan dengan mulus, ia sempat tertubruk beberapa rating pohon dulu sebelum sempat ke kolam). Umi yang kebetulan berada di dekat kolam secara reflek bergerak untuk menolong Shun.

Esoknya, Sora Matsuzaka, adiknya Umi minta tolong padanya untuk menemani ia ke gedung ekskul agar Sora bisa minta tanda tangan ke Shun (karena Sora sudah membeli foto Shun seharga 30 yen dan ia pikir itu hal yang mengagumkan apa yang telah Shun perbuat kemarin). Umi yang menemani Sora untuk menemui Shun tiba-tiba dimintai tolong oleh Shirou Mizunuma untuk ikut membantu menuliskan prakiraan ujian tengah semester fisika pada surat kabar, yang disebabkan mereka sedang sibuk juga dengan aksi protesnya agar gedung ekskul tetap ada dan tangan Shun sedang terluka karena suatu hal.

Singkat cerita, seiring dengan berjalannya waktu persahabatan Shun dan Umi menjadi lebih kuat dan mereka saling percaya satu sama lain hingga Umi menunjukan beberapa foto masa lalu ayahnya ke Shun pada pesta yang diadakan ditempatnya Umi. Shun amat terkejut dengan hal tersebut karena, ia juga mempunyai foto yang sama dan terduga bahwa mereka sebenarnya bersaudara karena memiliki ayah yang sama.

1963
Alunan musik yang indah dan latar serta animasi yang WOW (seperti biasanya), para penonton benar-benar merasakan seperti berada di kota dan waktu tersebut, terlebih lagi gerakan para tokohnya sangat manusiawi. "Nostalgia ya," adalah kalimat pertama yang ingin aku katakan tapi aku juga tidak bisa mengatakannya dengan pasti karena aku saja lahir puluhan tahun sejak perang korea. Cerita dimana ada pertemuan yang membuat mereka menjadi dekat dan saling jatuh cinta, Umi ikut terlibat dalam gerakan protes dan membantu Shun dan yang lainnya memberikan sebuah ide dan cara agar bangunan tersebut tidak dirobohkan. Telinga dan Mata kita benar-benar dimanjakan dan kekompakan sebuah keluarga juga dapat dirasakan.

Teks Tambahan
Yap, dalam English Dub terdapat beberapa dialog tambahan dan/atau perubahan dalam adegannya, seperti misalnya terdapat Narator dipermulaan (sama seperti Kiki's Delivery Service terdapat dialog tapi itu tidaklah masalah, soalnya Pretty Cure (2004) juga ada dialog tambahan di endingnya). Bukan hal yang mengejutkan karena tampaknya tiap negara pasti akan (mencoba) mencocokkan dialog dengan adegan dan sebuah kalimat tidak bisa selalu diterjemahkan ke dalam kalimat yang sama, jadi ya wajar saja kalo ada perubahan. Dan Aoi Teshima menyanyikan lagu pembuka dan penutup disini.

Twist
Ketika fakta berkata bahwa Shun dan Umi memiliki ayah yang sama ini benar-benar membuat para penonton untuk menduga-duga apa yang akan terjadi nantinya dan bagaimanakah fakta yang sesungguhnya akan terkuak. Kalo memang benar bagimana dengan kisah percintaan mereka, apakah mereka akan tetap menjalani cinta terlarangnya dan akan kawin lari, dan aku terbawa dengan situasi seperti itu.



Akhirnya aku hanya minta maaf yang telah membaca tulisan ini karena aku tidak bisa membuat sebuah ulasan yang baik, sebenarnya aku juga bingung apa yang akan dikomentari tentang kartun ini paling aku hanya "Sudahlah tonton saja! Ghibli ini... tidak akan menguras waktumu dengan sia-sia," kataku dalam hati. Saat Shun mengatakan "It's like a cheap melodrama" itu sangat membuatku makin penasaran apa akan terjadi. Aku suka dengan english dub-nya dan sekian kalinya yang tak pernah kuhitung, Ghibli berhasil membuatku enjoy dan terbawa suasana.
Read more ... → From Up on Poppy Hill

February 9, 2014

I Believe in You

Berawal dari iseng dan penasaran akhirnya iseng beli komik shoujo (atau mungkin lebih dikenal dengan serial cantik dalam istilah lokalnya). Tentu saja ada penyebabnya kenapa tiba-tiba iseng membeli komik ini, dikarenakan aku mem-follow official twitter M&C! dan ya... bisa terlihat sendiri entah akun itu memakai bot atau tidak tapi saat itu aku berulang kali lihat komik ini di twitter-nya. Faktor lainnya adalah gambar (dari cover-nya) terlihat imut.



I Believe in You (カノジョはアイツのお墨つき / 笔墨下的恋章; Kanojo wa Aitsu no Osumitsuki) salah satu dari sekian karyanya Umezawa Marina. M&C! juga sudah melokalkan karya lainnya yang berjudul Welcome Home, My Bride (おかえり、僕の花嫁 / おかえり僕の花嫁; Okaeri, Boku no Hanayome). Karya dari ia yang kuketahui selesai semua dalam satu jilid, misalnya Hitoribocchi no Ohime-sama dan Hatsukoi Wazurai.

Yang Penting Happy!
Yak, berjumpa dengan peran utama kita, Yuuwa Ikuina, yang energik dengan prinsipnya untuk bersenang-senang. Ditengah-tengah asiknya bernyanyi dalam ruangan karaoke, teman-temannya pada pulang untuk les ataupun kegiatan ekskul. Walaupun berprinsip begitu, ia sebenarnya cukup iri ketika melihat teman-temannya mempunyai hal yang diminati dan mesti dilakukan. "Gimana mereka bisa menemukannya? Padahal kan kita baru kelas 1 SMA?" Kata Yuuwa dalam hatinya. Keesokan harinya ketika teman-temannya tidak bisa menemani Yuuwa ia langsung ditegur oleh cowo sekelasnya, Arata Agatsuma, agar tidak bolos piket. Seusai piket, Arata hendak menuju ke ruang ekskul Shoudo (Kaligrafi Jepang). Yuuwa yang mengetahui hal ini tanpa sadar mengolok-ngolok Arata karena tidak cocok dengan image-nya (dan bisa ketebak Arata marah besar pada Yuuwa). Tak lama sehabis itu, entah kebetulan atau bukan, Yuuwa bertemu dengan salah satu anggota ekskul Shoudo dan untuk membuat suatu pembicaraan ia bertanya kepada dia kenal dengan Arata atau tidak. Mengejutkannya, Arata bukanlah anggota ekskul Shoudo, untuk mengetahui lanjut Yuuwa diajak ke ruang ekskul. Setelah masuk, Yuuwa melihat sendiri Arata yang sedang mempertunjukan kemampuannya dalam Shoudo dengan indah dan ternyata, ia adalah seorang kaligrafer dan pembimbing Shoudo di sekolahnya. Yuuwa yang masih kagum dengan penampilan tadi, membuat ia sekali lagi bertanya kepada dirinya bagaimana caranya menemukan hal yang ingin dilakukan. Arata langsung saja bertindak dan menawarkan kepada Yuuwa untuk mencoba Shoudo dan pertemuan ini telah membuat Yuuwa berubah.

Imut
Ya, kukatakan gambar dari Marina-sensei itu imut dan karena hal ini aku membelinya. Ketika sedang menari dalam Shoudo Performance juga digambar dengan dengan baik, ekspresi dari tokohnya digambar dengan imut oleh Marina-sensei. Dan tentunya sifat Yuuwa dan tokoh lainnya membuat aku makin senang melihatnya.

One-Shot
Terdapat dua one-shot dari komik ini berjudul The Stroke of Love dan Love Petit masing-masing kurang lebih 30 halaman.  The Stroke of Love juga menceritakan tentang Shoudo, dan diakhir terdapat halaman tambahan tentang I Believe in You.
Read more ... → I Believe in You
 

Autumn 2015 Anime Chart

【Autumn 2015 Anime Chart】
For other info, click here.
For its hashtags, click here.

Featured Video


Random Posts