Showing posts with label drama. Show all posts
Showing posts with label drama. Show all posts

January 1, 2019

I want to eat your pancreas (movie)

Bermula dari sebuah web novel yang beredar pada tahun 2014, karya dari Sumino Yoru sukses besar hingga di 2015 tulisannya mendapatkan versi cetak. Tidak berhenti disitu, kesuksesan I want to eat your pancreas (君の膵臓をたべたい; Kimi no Suizou wo Tabetai) mampu membuahkan adaptasi komik sebanyak dua jilid yang terbit 2016 hingga 2017 terjual sebanyak 580.000 kopi. Di 2017 live-action mulai tayang di layar lebar berhasil meraup keuntungan 33 juta dollar amerika. Mungkin sebagian dari kalian sudah tahu sekali dengan ketenaran karya ini, entah membaca novelnya (yang sudah diterbitkan lokal oleh Penerbit Haru), membaca komiknya, menonton live action-nya di layanan pesawat terbang atau di Pekan Sinema Jepang 2018 (Japan Cinema Week 2018) yang beredar 3 minggu yang lalu, atau mungkin kalian mengikuti semua versinya?


I want to eat your pancreas – Kimi no Suizou wo Tabetai

I want to eat your pancreas – Kimi no Suizou wo Tabetai

Untuk versi kartunnya sendiri, I want to eat your pancreas digarap oleh Aniplex yang disutradarai oleh Ushijima Shin'ichirou (Hunter × Hunter 2011 dan One Punch Man) yang sekaligus merangkap sebagai penulis naskah, dan Hata Shouji (Hal, Spiral, Air: The Movie, Rolling Girls, ReLIFE, dan Fairy Tail) sebagai sound director. Untuk pengisi suara pemeran utama perempuan diserahkan pada Lynn (Demi-chan wa Kataritai sebagai Takanashi Himari,  Keijo!!!!!!!! sebagai Kaminashi Nozomi dan Just Because! sebagai Komiya Ena) sedangkan pengisi suara pemeran utama laki-laki Takasugi Mahiro (Kamen Rider Gaim sebagai Mitsuzane Kureshima/Kamen Rider Ryugen, Rainbow Days sebagai Naoe Tsuyoshi, dan ReLIFE sebagai Ouga Kazuomi) yang merupakan pekerjaan pertama dia sebagai pengisi suara.

I want to eat your pancreas – Kimi no Suizou wo Tabetai

Hidup Dengan Penyakitmu
Ini semua bermula pada April, dimana bunga sakura bermekaran. Aku yang sedang menunggu antrian di rumah sakit menemukan sebuah buku kecil. Aku yang memiliki kegemaran membaca buku tentu saja penasaran dengan isi buku ini. Aku melihat sekelilingku untuk memastikan pemilik buku ini ada disekitar. Tapi setelah kulihat, sepertinya tidak ada yang merasa mempunyai buku ini. Kubuka perlahan, buku ini ternyata sebuah diari. Diari tentang penyakitnya... dan dia akan mati karenanya. Saat aku mulai terkejut membacanya, pemilik buku ini datang, dan dia adalah Yamauchi Sakura, teman sekelasku. Aku yang kurang mengenal baik tentang dia berusaha bersikap tak acuh.

I want to eat your pancreas – Kimi no Suizou wo Tabetai

Namun anehnya semenjak kejadian itu dia terus menempeli diriku. Bahkan yang lebih aneh lagi adalah ia sama sekali tidak tampak seperti orang sakit. Ia mengatakan bahwa hal tersebut (penyakit yang dialaminya) akan menjadi rahasia mereka berdua. Aku sendiri pun tidak memiliki niatan sama sekali untuk menceritakan kepada siapa pun. Perempuan ini benar-benar aneh, katanya dia ingin menghabiskan sisa usianya bermain bersamaku. Padahal awalnya kukira ia akan segera bosan dengan diriku.

I want to eat your pancreas – Kimi no Suizou wo Tabetai

Ketimbang menghabiskan hari-harinya dengan melakukan sesuatu yang belum tercapai, seperti berkunjung ke tempat yang belum pernah didatangi, mencari cinta sejati atau apapun, dia malah memilih untuk menjalani kehidupan biasa-biasa saja untuk mencari kebahagiaan.

Dia terus saja menggangguku, mengusikku, seenaknya sendiri. Benar-benar merepotkan! aku yang tak punya pilihan dan tidak memiliki kegiatan apa pun dibuat untuk mengikuti terus keinginan dia. Menarik juga mengenal seseorang seperti dia

I want to eat your pancreas – Kimi no Suizou wo Tabetai

Hubungan Spesial
Takdir mempertemukan dua orang yang saling memiliki kepribadian sangat bertolak belakang, sang laki-laki penyendiri pemurung sang perempuan hiperaktif periang. Walau sang laki-laki selalu terlihat enggan tapi sang perempuan ini dengan ajaibnya selalu berhasil membuat sang laki-laki mengikuti dirinya. Hubungan mereka terbangun secara perlahan-lahan, hingga sang laki-laki tidak menyadari perubahan yang dialaminya, ia mulai (bisa) mempedulikan sekelilingnya. Lambat laun ia mulai mengkhawatirkan sang perempuan, apa yang sedang terjadi dengannya, mengapa sifatnya mulai berubah sedikit, apa yang disembunyikan dibalik senyumannya yang hangat, apakah kehadirannya mengganggu teman-teman dia, ada apa dengannya?

Sang laki-laki menyadari selama ini dia diselimuti oleh perasaan takut dan tanggung jawab. Ia takut kehilangan, ia juga bertanggung jawab agar Sakura menjalani hidup dengan penuh. Hanya dialah yang tahu rahasianya, dan rahasia itu milik mereka berdua.

Hubungan mereka terikat spesial, tidak bisa disebut sebagai teman, dan mereka berdua tidak sedang berpacaran. Keduanya tak menaruh perasaan romantis. Hubungan mereka lebih dari itu, sulit untuk didefinisikan.

Kehadiran Sakura menginspirasikan banyak hal untuk kehidupannya. Sedangkan ia merasa dirinya tak beguna, tidak bisa berbuat apa-apa untuk kehidupan Sakura. Tapi rekaan pikiran tersebut salahlah besar. Sang perempuan juga mendapatkan banyak inspirasi dari sosok laki-laki. Sang laki-laki meski tak sadar ia sangat memedulikan Sakura, menolong Sakura. Sakura seringkali dikejutkan oleh sikap-sikapnya yang sama sekali tidak terduga. Sakura tidak salah memilih orang untuk menemani disisinya.

Seiyuu Buruk
Walau tampak memiliki tema yang biasa saja, laki-laki yang sangat cuek (yang bisa lumayan sering dilihat di romance shoujo) perempuan aktif, ada tokoh yang tidak mempunyai hidup panjang, lalu keduanya saling melengkapi menghabiskan waktu bersama tapi I want to eat your pancreas mampu membangun kisah mereka secara epic, kisah mereka nampak heartwarming sekaligus tearjerking. Permainan BGM dan alunan lagu yang dibawakan Sumika perfect sekali membawa perasaan penonton tenggelam di acara ini. Acara ini menampilkan warna-warna indah, misalnya ketika mereka melihat kembang api bersama (mewujudkan wishlist-nya) dan sang laki-laki yang bertukar pikiran dengan sang perempuan saat membaca diarinya. Ketimbang memakai background bergradien (putih) terang atau gelap, tapi disini menggambarkan sosok dunia Sakura dengan memilih warna pastel dan memakai gaun one piece berwarna hijau yang melambangkan sifat Sakura, hidup riang.

I want to eat your pancreas terlihat sangat memanjakan dari segi animasi, musik dan cerita tapi dengan sayang sekali tidak bisa dikemas secara sempurna karena sifat dan aura sang laki-laki disini dibuat sangat murung datar. Terlebih lagi pembawaan dari Takasugi Mahiro terdengar tidak maksimal, sang laki-laki dibuat menjadi tidak bersemangat sama sekali dan expressionless banget. Meski sang laki-laki sedang depresi dan putus asa setelah melakukan kesalahan besar yang diperbuatnya, tapi terdengar sama saja seperti dia sedang melakukan hal lain. Padahal lawan mainnya, Lynn, dengan lincahnya mampu membawa perasaan-perasan Sakura dengan indahnya (ketika sedang riang, bersedih, memikirkan sesuatu dan lain-lain).

I want to eat your pancreas – Kimi no Suizou wo Tabetai

Kupikir I want to eat your pancreas adalah salah satu movie yang tepat untuk menutup tahun 2018. Aku sempat menonton ini pada hari minggu lalu bersama teman-temanku dilayar lebar, dan ketika aku hampir saja mencucurkan air mata temanku langsung mengingatkanku. I want to eat your pancreas adalah movie yang bisa dinikmati oleh kalangan remaja keatas dan asik untuk ditonton saat sedang sendiri atau pun sedang bersama teman-teman atau pun pacar.

Terakhir aku mengucapkan selamat tahun baru untuk kalian semua, semoga tahun ini bisa menjadi lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya dan semoga kalian bisa melaksanakan dan mencapai sesuatu yang belum pernah kalian lakukan sebelumnya.
Read more ... → I want to eat your pancreas (movie)

August 29, 2018

Neeko wa Tsurai yo

Selain Getsuyoubi no Tawawa menghebohkan twitter, Neeko wa Tsurai yo (ニー子はつらいよ; It's Tough Being Neeko) juga sempat mengisi keramaian di Twitter-ku. Karya dari Aldehyde ini mengisahkan perempuan cantik yang tengah mengalami kemerdekaan semu, dikarenakan meski sudah lulus dari perguruan tinggi hingga detik ini ia masih belum mendapatkan pekerjaan.


Neeko wa Tsurai yo

Meski komik ini tergolong comedy tapi aku tidak memberikan tag comedy, karena segala unsur comedy yang ada disini lebih mengarah ke dark jokes. Jadi kupikir comedy seperti ini tidak akan masuk untuk beberapa orang.

Enggan dan Tak Mau
Niito Nemuko, perempuan berusia 23 tahun yang lebih akrab disapa dengan Neeko semenjak lulus dari Perguruan Tinggi hingga saat ini ia sama sekali belum mendapatkan pekerjaan. Neeko sendiri sedang diambang mimpi buruk masa lalunya, gagal telak saat interview. Terlebih lagi ia mengalami krisis kepercayaan diri, hanya dengan mensimulasikan dirinya berada dalam interview membuat Neeko sakit perut.

Mengalami banyak kegagalan membuat dirinya sangat putus asa, ia tahu ia mesti berkerja tapi disisi lain ia juga tak ingin bekerja. Melihat orang-orang diluar berangkat menuju sekolah atau bekerja terlihat sangat menyilaukan. Ibunya yang khawatir dengan Neeko kerap sekali mem-push Neeko untuk bekerja, dan terkadang caranya cukup menyakitkan. Adiknya, Imoko, yang super ceria dan banyak energi juga baru saja mendapatkan pekerjaan paruh waktu, dan tempat paruh waktu Imoko bekerja adalah tempat dimana lamaran Neeko ditolak. Situasi yang keruh ini malah Neeko menjadi semakin lari dari kenyataan.

Quarter-Life Crisis
Keadaan yang dialami Neeko sangatlah sulit, banyak pikiran dan kecemasan yang menumpuk dipikirannya. Dengan segala beban pikiran yang dipikulnya menjadi dirinya selalu berpikiran buruk. Dan keadaan ini sangatlah nyata, gelisah, depresi, putus asa bercampur aduk menjadi satu. Hingga pasrah dan tanpa disadari sudah menjadi shut-in NEET selama satu tahun. Bukannya tidak berusaha, sudah mencoba berusaha sekuat mungkin tapi hasilnya nihil, gagal telak.

Meski Neeko adalah perempuan yang sangat cantik, mungkin bila ada sedikit kepercayaan diri didalamnya, mungkin keadaan akan berubah sedikit. Tapi sekali lagi, sayangnya kegagalan-kegagalan di masa lalu memenjarakan Neeko untuk bergerak bebas.
Read more ... → Neeko wa Tsurai yo

January 22, 2018

Fireworks, Should We See it from the Side or the Bottom?

Pernahkah kalian berpikir untuk mengulang suatu kejadian yang paling sesali?


Fireworks, Should We See it from the Side or the Bottom? (Uchiage Hanabi, Shita Kara Miru ka? Yoko Kara Miru ka?)

Sejak awal melihat judul ini yang pertama melintas dipikiranku adalah,"Penting sekali kah? Bukannya kembang api sama-sama indah mau dilihat dari sudut mana pun? Lalu dimana masalahnya?" Masalahnya bukan mesti dilihat darimana, saat caption-nya bertuliskan,"Seandainya aku bisa mengulang hari itu..." pasti ada sesuatu yang besar terjadi.

Fireworks, Should We See it from the Side or the Bottom? (打ち上げ花火、下から見るか? 横から見るか?; Uchiage Hanabi, Shita Kara Miru ka? Yoko Kara Miru ka?) awalnya merupakan sebuah live-action di tahun 1993 yang ditulis dan disutradarai oleh Shunji Iwai. Di filmnya tersebut ia meraih penghargaan Sutradara Baru Terbaik di Directors Guild of Japan New Directors Award.

Di tahun 2017 SHAFT mengangkat FTV jadul ini menjadi sebuah movie animasi yang diisi oleh bintang ternama: Hirose Suzu (Bakemono no Ko, Chihayafuru Live Action, Shigatsu wa Kimi no Uso Live Action) dan Suda Masaki (Kamen Rider W, Princess Jellyfish, Hidamari No Kanojo). Hitoshi Ohne sebagai screenplay writer mengubah sedikit komposisi di Fireworks agar sesuai dengan jaman sekarang. Takeuchi Nobuyuki (Shoujo Kakumei Utena: Adolescence Mokushiroku, Mawaru Penguindrum, Sakura Tsuushin) bertanggung jawab untuk mengarahkan Fireworks yang dikepalai oleh Shinbou Akiyuki (Bakemonogatari series, Arakawa Under the Bridge, Dance in the Vampire Bund) dan diawasi oleh Kawamura Genki (Ookami Kodomo no Ame to Yuki, Kimi no Na wa., Bakemono no Ko) sebagai produser.

Tantrum
Musim panas, kemeja lengan pendek, remaja SMA. Siapa yang tahan untuk diam saja ketika teriknya sinar matahari menyinari para remaja. Shimada Norimichi memulai kecerian paginya dengan berangkat kesekolah berramai-ramai bersama Azumi Yuusuke dan teman-temannya. Dalam perjalanannya yang seru Norimichi bertukar pandangan dengan Oikawa Nazuna, gadis yang ditaksir tengah merenungi diri di pinggir pantai.

Fireworks, Should We See it from the Side or the Bottom? (Uchiage Hanabi, Shita Kara Miru ka? Yoko Kara Miru ka?)

Lamunan Nazuna teralihkan saat ia mengambil bola kaca yang indah di dalam air laut.

Sebelum kelas dimulai, Norimichi diam-diam mencuri pandangan ke Nazuna. Teman dekatnya, Yuusuke, tiba-tiba mendekati Norimichi dan mengatakan ia akan menembak Nazuna, sembari ia membayangkan dirinya menghabiskan waktu bersama melihat kembang api yang akan diadakan nanti malam. Tapi sifatnya yang nyebelin, ia tak sanggup untuk menembaknya karena takut ditolak juga.

Di tengah siang bolong Norimichi dan Yuusuke bertugas untuk membersihkan kolam renang melihat Nazuna di pinggir kolam. Sebab Yuusuke yang bodoh (tak tahan melihat Nazuna dalam pakaian renang hingga ia langsung kebelet pergi ke toilet) memberi kesempatan untuk Norimichi membersihkan kolam sendirian dan mengajak ngobrol Nazuna. Norimichi menyadari bola kaca yang dimiliki Nazuna. Ia pun menanyakan benda apa itu, tapi Nazuna sendiri pun tidak mengetahui persis. Nazuna menyukainya bola kaca tersebut karena keindahannya.

Fireworks, Should We See it from the Side or the Bottom? (Uchiage Hanabi, Shita Kara Miru ka? Yoko Kara Miru ka?)


Yuusuke yang telah kembali dari toilet segera mengajak Norimichi lomba renang 50 meter untuk bertaruh suatu hal. Yuusuke mengatakan apabila ia menang ia akan menembak Nazuna (entah ia mengatakan karena benar menyukainya atau hanya ingin menggoda Norimichi). Nazuna yang melihat mereka berdua ikut mencalonkan diri untuk bermain bersama dalam pertaruhan mereka. Siapa yang kalah, mereka harus mendengarkan yang menang.

Sejak pagi tadi Norimichi tak bisa melepaskan pandangannya sedikitpun dari Nazuna. Konsentrasinya yang terganggu membuat ia celaka dalam melakukan flip turn. Perlombaan dimenangkan oleh Nazuna, lalu Yuusuke dan terakhir Norimichi berada di posisi akhir karena kakinya yang cedera. Selagi Norimichi beristirahat menahan rasa sakit kakinya, Nazuna dengan nada datar mengajak Yuusuke untuk menonton kembang api bersama dan mengatakan (dengan entengnya) bahwa ia menyukainya. Nazuna akan menunggu dirumah Yuusuka pada jam 5 sore nanti.

Seusai perlombaan, Norimichi dan Yuusuke kembali ke kelas melihat perseteruan teman-teman. Mereka berdebat akan bentuk kembang api sebenarnya itu datar atau bulat. Walau jawabannya sudah jelas, tapi mereka tetep menjawab bentuk kembang api itu datar untuk mengusili temannya yang berkacamata. Mereka berasumsi kembang api itu terbukti datar kalau dilihat dari samping. Nah lalu bagaimana caranya agar mereka bisa sejajar dengan kembang api (melihatnya dari samping)? Mudah saja, jawabnya si kacamata, mereka akan melihatnya dari mercusuar. Si kacamata pun mengajak mereka semua untuk ikut melihat kembang api dari samping dan mereka akan berkumpul pada jam 5 sore.

Yuusuke yang senggang dengan seenaknya main kerumah Norimichi untuk menghabiskan waktu hingga jam 5 sore. Norimichi kembali bertanya, bagaimana kalo seandainya bentuk kembang api itu datar?  (Lalu mereka mencontohkannya dengan menggunakan kipas bergambarkan kembang api)

Melihat kakinya Norimichi yang terluka, Yuusuke menyuruhnya untuk kerumah sakit dan minta untuk diperiksakan oleh ayahnya. Dan ia juga menitipkan pesan kalau ada Nazuna katakan bahwa ia tak bisa datang dan pergi bersamanya. Lah bukankah ia menyukai Nazuna? Namun Yuusuke yang sebenarnya pemalu ini menyangkalnya bahwa ia tak pernah menyukainya dan semua itu hanyalah jenaka belaka.

Norimichi melihat Nazuna diam dan menunggunya disana. Meski Nazuna sudah bertanya pada frontdesk kemana Yuusuke, tapi ia tetap menunggu. Nazuna pun bertanya ke Norimichi, apakah Yuuske menunggu dirinya atau tidak. "Ia takkan datang," jawab singkat Norimichi. Nazuna pun langsung keluar.

Fireworks, Should We See it from the Side or the Bottom? (Uchiage Hanabi, Shita Kara Miru ka? Yoko Kara Miru ka?)

Norimichi tak bisa diam saja melihat wajah Nazuna yang memendam banyak kesedihan.
"Kalau aku mengajakmu, apa kamu juga akan pergi meninggalkanku?"
"Dalam perlombaan itu, aku berencana untuk mengajak yang menang. Dan kupikir... kamu yang akan menang. Kenapa kamu kalah?"
Norimichi yang kebingungan menjawab,"Karena kamu sangat cepat, dan aku tidak bisa menandingimu."
"Apa ini salahku?"
"Eh?-" Norimichi yang menyadari Nazuna membawa koper lanjut bertanya,"Untuk apa tas itu?"
"Aku akan kabur dari rumah. Aku akan pergi meninggalkan kota ini."
Norimichi yang terkejut,"Eh, kamu bercanda kan!?"
"Iya aku hanya bercanda."
"Jadi mana yang benar!?"
"Coba tebak saja," jawab Nazuna sambil tersenyum kecil.

"Mengapa kamu bisa kalah...?" tanya Nazuna sekali lagi,"Kamu tak tahu ya, aku berpikir kamu pasti akan menang." dengan raut wajahnya yang dipaksakan tersenyum.

Norimichi terdiam dan melihat Nazuna berbelok di persimpangan jalan.

"NAZUNA!" teriak ibunya Nazuna.

Nazuna berusaha kabur sambil menenteng kopernya memohon kepada Norimichi untuk menyelamatkannya, "Tidak! Aku tak ingin pergi!" teriaknya.

Norimichi yang bingung dan tak tahu harus berbuat apa hanya terdiam saja melihat Ibunya Nazuna menarik Nazuna.
Teman-teman sekelasnya melihat kengerian ibunya Nazuna dan mereka dengan santainya membicarakannya. Norimichi yang kesal melihat Yuusuke tertawa memukulnya.
Mengapa ia tertawa? Seharusnya kamu tepati janji sehingga Nazuna tak perlu menitikkan air mata seperti itu!

Norimichi melihat seisi koper Nazuna dan mengambil bola kaca yang selalu dipegang Nazuna sepanjang pagi ini.

"Brengsek! Seandainya aku menang-" Norimichi yang kekesalannya memuncak melempar bola kaca tersebut kearah Yuusuke. Ketika bola kaca tersebut menyentuh papan pegumuman, bola tersebut bersinar terang dan keinginan Norimichi terwujud. Ia mengulang pagi ini saat perlombaan renang mereka terjadi.

Fireworks, Should We See it from the Side or the Bottom? (Uchiage Hanabi, Shita Kara Miru ka? Yoko Kara Miru ka?)

Bumi Biru
Aku semakin fokus ketika Nazuna menyanyi di kereta, Ruriiro no Chikyuu. Bagaimana aku tidak mengenalnya, ini lagu sangat populer di eranya dan aku mengenalnya dari Hayley Westenra dan Aoi Teshima. Tanpa sadar aku ikut sedikit ber-humming ketika Nazuna menyanyikan lagu ini. Lagu ini dialunkan oleh Seiko Matsuda pada tahun 1986 yang kemudian kepopuleran lagu ini menjadi sebuah lagu paduan suara. Lagu memiliki makna bahwa kita umat manusia bertanggung jawab harus menjaga kelestarian bumi.

Framework
Di dalam movie ini akan terlihat beberapa style ala SHAFT yang biasa mereka gunakan. Entah aku doang atau bukan, Oikawa Nazuna sangat terlihat mirip dengan Senjougahara Hitagi di Bakemonogatari, hanya saja rambutnya diubah jadi panjang bergelombang. Dan aku cukup wah ketika melihat macam-macam 'bentuk' kembang api terlukiskan di animasi ini.

Fireworks, Should We See it from the Side or the Bottom? (Uchiage Hanabi, Shita Kara Miru ka? Yoko Kara Miru ka?)

Kelabilan Remaja
Cerita yang disajikan Fireworks mefokuskan pada permasalahan yang dialami Nazuna dan Norimichi yang selalu ingin bersama Nazuna. Nazuna yang muak dengan masalah yang dialami (dalam keluarganya) memutuskan dia untuk memilih kabur dari rumahnya, lari dari kenyataan, ketimbang untuk mencoba menyelesaikan masalah dengan wajar.

Sedangkan Norimichi yang sangat menyukai Nazuna, ingin bisa menyelamatkannya dari situasi yang dihadapi oleh Nazuna, bagai seorang pangeran yang menolong sang putri. Aksinya Norimichi terbukti dengan ia terus 'menuruti permintaan' Nazuna untuk pergi dari kota tersebut. Yang bisa ditebak sendiri kelanjutan cerita movie ini, Norimichi akan terus mengulang hari sesuka hati hingga Ia dan Nazuna tak menyesal dengan kejadian pagi ini, mengulangi hingga mereka puas dan tak melakukan kesalahan sedikitpun (tertangkap oleh orangtua Nazuna dan berhasil pergi dari kota itu).

Norimichi yang polos, tak memikirkan sama sekali efek bila ia ikut kabur juga (bagaimana dengan keluarganya, sekolahnya dan hal lain-lain, seakan-akan tak ada masalah yang akan timbul di masa mendatang nantinya), terus berusaha berjuang untuk selalu disamping Nazuna, menemani dan melindungi pujaan hatinya.


Aku sebenarnya sebelum menonton ini cukup ragu karena teman-temanku sudah menonton lebih dahulu, semua temanku kompak: "Filmnya jelek bro." Ucapan mereka semua membuatku berpikir berkali-kali untuk tetap menonton atau tidak. Pada akhirnya aku tetap nekat memutuskan untuk menonton, tak peduli apa kata mereka. Dan menurutku, movie ini lumayan juga lho! Tak terlalu buruk!

Yah walau saat terjadi time looping agak mulai membosankan, sudut serupa hanya ekspresi berubah. Namun aku sangat menyukai ketika Norimichi pertama kali berusaha kabur bersama Nazuna.

"Kemana kita akan pergi?"
"Tidak tahu!"
Nazuna instant tertawa saat mendengar respon Norimichi.

Ya, mereka berdua hanyalah remaja labil, langsung bertindak tanpa berpikir terlebih dahulu. Mereka hanya ingin pergi, kabur, lenyap tanpa pusing memikirkan apa yang terjadi di depan.

Sayangnya di movie ini terdapat lumayan banyak joke-joke nanggung dan tidak lucu yang menurutku lebih baik dibuang digantikan dengan pengembangan cerita mereka untuk kabur. Karena joke-nya sama sekali tak lucu dan tak berpengaruh apa-apa dengan cerita.

Entah mengapa banyak yang mengira atau beranggapan bahwa movie ini adalah romance, tapi kenyataannya sepanjang movie ini hampir tak ada romance sedikitpun yang dicolek dalam kelangsungan cerita. Perasaan Nazuna ke Norimichi abu-abu, samar tak jelas dan mengambang apa ia benar-benar menyukainya atau hanya karena kebetulan ada dia jadi dialah yang terpilih.

Cerita utama Fireworks fokus pada drama Norimichi yang merespon keinginan Nazuna untuk kabur pergi meninggalkan keluarga dan kota di pinggir pantai. Sekali lagi, Norimichi yang polos hanya ingin membuat pujaan hatinya senang. Aku tegas mengatakan bahwa ini bukan movie romance, hanya movie drama! Bila ingin melihat drama bolehlah, tapi bila berharap pada romance, apalagi fantasy (time looping), aku tak bisa rekomen... dan mungkin kalian salah mengambil movie juga.

Ngomong-ngomong bila kalian bertanya apa hubungannya kembang api dengan time looping, aku akan menjawab bentuk dari kembang api yang meletus merupakan pencapaian dari wujud pengulangan hari yang dilakukan oleh Norimichi. Atau bentuk kembang api tersebut adalah wujud dari harapan Norimichi.
Read more ... → Fireworks, Should We See it from the Side or the Bottom?

December 14, 2017

Ookami Shounen wa Kyou mo Uso o Kasaneru

Saat awal membaca Ookami Shounen wa Kyou mo Uso o Kasaneru karya namo aku sudah suudzon sekali dengan "Ah tipikal romance shounen yang bakalan mudah ketebak, pasti akan langsung ke rute main heroine dan ending-nya pasti akan sama dia juga, meskipun nanti ada sedikit masalah pasti bisa diselesaikan dengan cepat."

But hey, nyatanya buruk sangkaku terpatahkan ketika sudah memasuki jilid 2. Jalan ceritanya tidak seperti apa yang aku bayangkan, syukurlah!


Ookami Shounen wa Kyou mo Uso o Kasaneru

Cerita disini seperti apa yang dipikirkan oleh salah satu gadis tersebut, perkembangan ceritanya bagus tapi ada sebuah lika-liku yang tak terduga. Aku menyukai berbagai konflik yang berdatangan tersusun rapi dan cerita saat mencapai klimaks membuka jalan baru menuju cerita yang sama sekali tak aku duga.

Dunia Baru
Aoi Tokujira, gadis primadona satu angkatan ini sudah tenar sejak debut masa sekolahnya. Penampilannya yang elegan dan anggun membuat banyak lelaki mabuk kepayang dengannya. Tapi semua pernyataan cinta yang datang selalu ditolak dengan cepat dan tegas. Karena hal inilah murid perempuan lainnya mulai iri dan membencinya. Tokujira menenangkan dirinya dengan menyendiri membaca buku di perpustakaan. Tapi ini tidak menghentikan rumor jelek yang hinggap di dia.

Keitarou Itsuki selaku anggota komite perpustakaan cukup tahu apa yang dialami Tokujira. Itsuki juga adalah sebagian dari laki-laki yang ditolak secara tragis oleh Tokujira. Itsuki memiliki penampilan mata picik membuat dirinya ditakuti oleh orang-orang, ditambahlagi dengan Perasaan patah hati yang menyelimuti pikirannya membuat penampilannya makin ditakuti.

Walau sudah ditolak, bukan perarti perasaannya langsung hilang begitu saja. Saat bertugas di perpustakaan ia melihat Tokujira yang sedang tertidur. Meski tak ingin menggangunya Itsuki tak bisa diam melihat Tokujira yang tidur tidak tenang karena ada daun yang jatuh di hidungnya. Saat Itsuki hendak mengambil daun yang menggangu tidurnya, ia malah terbangun dan mengira Itsuki sedang mencuri kesempatan. Mencoba meminta maaf untuk meluruskan kesalahpahaman yang ditimbulkan, ia malah mendapat balasan yang sangat melukai hatinya.

"Maaf, tapi kamu siapa ya…?"


Bagaimana mungkin Itsuki bisa menerima jawaban ini, mereka berdua menduduki kelas yang sama lalu pagi ini ia menembaknya. Tapi Tokujira malah melihatnya dengan tatapan yang mengerikan. Itsuki yang kehilangan kesabarannya mulai sadar bahwa kelakuan dan matanya membuat Tokujira ketakutan akan penampilannya yang buruk dan menyeramkan.

"Bagaimana rasa patah hati?"

Tanya kakaknya Itsuki setelah mendengarkan curhatan adiknya.

"Sangat pahit... seandainya aku tidak mempunyai mata seperti ini, pasti yang terjadi akan berbeda."
"Bila bisa, apa kamu ingin mau berubah?"
"Tentu, kalau aku bisa merubahnya aku takkan menderita seperti ini."

Setelah mendengar semua keluh kesah adiknya, ia mempunyai ide untuk mempermak penampilan Itsuki. Ketika Itsuki tersadar, dia melihat sosok yang berbeda. Berkat kemampuan make-up kakaknya dan pakaian perempuan, dia berubah total menjadi gadis yang cantik dan manis. Percuma untuk protes, karena kakaknya sudah mengabulkan harapannya untuk dapat merubah penampilannya. Selain itu kakaknya juga malah mengusir dan menyuruhnya langsung pulang.

Ketidaktenangan langsung menancap Itsuki, semua orang melihat dirinya dalam wujud gadis. Dia khawatir kalau semua orang sadar mengapa Itsuki mengenakan pakaian perempuan. Tetapi aktualnya sangat berbeda, orang-orang terpukau akan kecantikan Itsuki.

Dan Itsuki berpapasan dengan Tokujira yang sedang memasang wajah kesepian. Sekali lagi ia terpersona dengan Tokujira. Tapi Itsuki kejadian siang tadi dan menyegerakan diri untuk pulang. Meski ingin segera pulang Tokujira malah bertemu dengan laki-laki disekolahnya. Laki-laki tersebut malah mengolok-ngoloknya dan menahan Tokujira untuk pergi dengan memegang pergelangan tangannya. Tokujira yang terkejut tanpa sadar memukul laki-laki tersebut dengan keras menggunakan tasnya. Hendak segera dibalas oleh laki-laki itu, Itsuki dengan cepat dapat menggantikan posisi dan melindungi Tokujira. Itsuki menggertaknya dengan menggunakan matanya dan berhasil membuat laki-laki tersebut terdiam beberapa detik. Itsuki segera kabur untuk melindungi Tokujira.

Itsuki memberitahu Tokujira seharusnya sebagai perempuan ia harus berhati-hati. Mendengar ucapan tersebut, Tokujira meneteskan air mata, dan Itsuki kembali teringat alasan jatuh cinta kepadanya. Ia ingin melihat kekayaan wajah ekspresi Tokujira.

Tokujira menjelaskan semua keadaan yang dialaminya, sesungguhnya ia memiliki androphobia (takut dengan laki-laki). Dan ia meminta tolong pada Itsuki (berwujud gadis) untuk membantunya menghilangkan fobianya, karena meski Itsuki sangat cantik dan manis tapi disisi lain entah mengapa Itsuki sangat manly (ditambah lagi dengan suaranya husky-nya).

Arti Kebahagiaan
Awal-awal komik terasa biasa-biasa saja, sambil menyusun latihan-latihan Tokujira untuk menghilangkan androphobia, Itsuki mencoba mengenal lebih dalam tentang Tokujira sambil membayangkan suatu saat nanti ia akan dihadapannya kembali sebagai wujud sebenarnya, seorang pria. Di awal cerita ini disisipkan komedi-komedi ringan dan sedikit romansa antara hubungan Itsuki Tokujira.

Cukup sulit untuk Itsuki melatih Tokujira, tetapi ia tetap sabar dan tulus untuk membantu gadis yang disukainya. Apalagi Tokujira lumayan ringan tangan bila berhadapan dengan fobianya. Disaat yang bersamaan, Tokujira tanpa menyadari sedang memperbesar dunianya sangat kecil (selama ini ia hanya berada di lingkup dan kegiatan yang itu-itu saja). Beruntungnya Tokujira memiliki teman masa kecilnya Botan Kurashiki, satu angkatan lebih muda, yang setia, tulus dan selalu mendukung serta menemani Tokujira setiap saat. Walau Botan dan Tokujira memiliki sifat yang saling bertolak belakang, Botan sangat terbuka terus terang pada siapa saja sedangkan Tokujira menutupi diri dengan membuat dinding dan jarak pada semua orang, tapi mereka sangat akrab dan saling mengenal satu sama lain. Mereka berdua juga sama-sama sangat pengertiaan pada hak dan kepentingan temannya.

Disini pembaca akan melihat kisah mereka bertiga: dunia kecil Tokujira, Itsuki yang menahan perasaannya dan Botan yang tak pernah lepas disisi Tokujira.

Hingga akhirnya datanglah waktunya dimana Itsuki me-reveal dirinya selama ini...

Pada saat cerita sedang berjalan menuju puncak klimaks akan sedikit terasa bahwa pace-nya rada terburu-buru, apalagi dengan klimaksnya dilakukan dengan pernyataan yang sangat tak ingin kuharapkan atau kubayangkan atau yang aku pikir seharusnya hal itu tak dilakukan. Setelah klimaks terjadi, cerita mulai meluncur ke tahap baru dimana pada tahap ini (yang mereka bertiga alami dari awal hingga klimaks) mereka mulai (berusaha) menjalani keseharian yang wajar tapi terasa janggal. Tentu saja bagiku ini terasa sangat natural dan nyata ketika dimana seseorang me-reveal sesuatu yang sangat besar, karena salah satu dari mereka atau mereka semua mencoba untuk melewati hal yang lalu seolah tidak ada yang terjadi apa-apa sebelumnya.

Rekomendasi yang sesuai dari komik ini adalah Toradora!, Sky Blue Square (Sorairo Square.), Sweety (Park Jae-Sung & Kim Ju-ri) dan Next to You (Tonari no Atashi karya Atsuko Namba). Aku memilih ketiga ini karena ada unsur cinta segitiga, tokoh utama laki-laki yang menolong tokoh utama perempuan dan percintaan mengejutkan yang sulit ditebak.
Read more ... → Ookami Shounen wa Kyou mo Uso o Kasaneru

November 23, 2017

FATE/KALEID Liner Prisma☆Illya: The Vow In The Snow

Ketika aku menonton trailer-nya aku cukup bingung sih. Mengapa Emiya Shirou yang selama 3 season ini hanyalah figuran, maaf maksudku karakter pendukung, yang melengkapi humor dan fanservice selama series tersebut mendadak menjadi karakter utama, karakter utama atau karakter kunci di series ini.  Jujur saja aku lumayan tidak mengerti transisi cerita Season 2 Part 2 (Fate/kaleid liner Prisma☆Illya 2wei Herz!) ke Season 3 (Fate/kaleid liner Prisma☆Illya 3rei!!).

Terlebih lagi aku tidak membaca manga-nya dan hanya mengikuti series Fate yang Prisma☆Illya saja dikarenakan series ini merupakan spin-off (ngomong-ngomong dulu aku menonton series ini juga karena iseng dan berpikiran bahwa spin-off tidak memerlukan koneksi/mengerti dahulu series utamanya).

Fate/kaleid liner Prisma☆Illya The Vow in The Snow ( 劇場版Fate/kaleid liner プリズマ☆イリヤ 雪下の誓い; Gekijouban Fate/kaleid liner Prisma☆Illya: Sekka no Chikai) atau diluar sana lebih dikenal Fate/kaleid liner Prisma☆Illya: Oath Under Snow adalah sequel dari Season 3 Part 1 (Fate/kaleid liner Prisma☆Illya 3rei!!) yang menjadikan penghubung ke cerita pertama, yaitu Season 1 Part 1 (Fate/kaleid liner Prisma☆Illya). Di movie ini Oonuma Shin (ef series, Baka to Test to Shoukanjuu, Watashi ga Motenai no wa Dou Kangaetemo Omaera ga Warui!) kembali turun tangan untuk mengarahkan dan memproduksi film SILVER LINK. Prisma Illya.


Fate/kaleid liner Prisma Illya: Oath Under Snow — Fate/Kaleid Liner Prisma Illya: The Vow In The Snow — Fate/kaleid liner Prisma☆Illya Movie: Sekka no Chikai

Harapan Manusia
Emiya Kiritsugu adalah seorang pria tua yang memiliki ambisi untuk menyelamatkan umat manusia di seluruh muka bumi. Ia berserta Emiya Shirou, kerabat yang ia selamatkan, berencana untuk ke Fuyuki dimana anak dewa lahir dan dibesarkan oleh keluarga Sakatsuki. Konon anak dewa ini memiliki kemampuan untuk mengabulkan permintaan manusia, apa pun itu permintaannya.

Saat hampir mencapai kota tersebut, sedang terjadi bencana misterius, badai hitam melanda dan memusnahkan seisi kota. Dari wujud bencananya, ini bukanlah hal yang natural melainkan ini terjadi karena perbuatan mistis seseorang. Meski lokasi yang mereka tuju sulit dijangkau dengan kondisi aneh begini, mereka tetap memutuskan untuk kesana dan mengambil anak dewa.

Dengan tubuh kecil Shirou, ia berhasil memasuki kota tersebut tanpa disadari orang lain (pihak keamanan evakuasi). Shirou terus berlari hingga sampai di pusat terjadinya badai, dan menemukan anak dewa.

Fate/kaleid liner Prisma Illya: Oath Under Snow — Fate/Kaleid Liner Prisma Illya: The Vow In The Snow — Fate/kaleid liner Prisma☆Illya Movie: Sekka no Chikai

Ketika mereka berdua saling bertukar pandangan rumah yang ia tinggali, rumahnya hendak hancur. Shirou sangat sadar, sekuat apa pun ia berlari, sekuat apa pun ia berusaha untuk menyelamat anak perempuan ia takkan pernah berhasil mencapainya. Ajaibnya tiba-tiba keadaan sekitar berhenti total membuat ia berhasil menyelamatkannya. Disaat itulah Shirou sadar bahwa permintaannya telah dikabulkan.

Sayagnya baik Shirou maupun Kiritsugu tak tahu bagaimana caranya agar bisa 'menggunakan' anak dewa untuk menjalankan misinya. Yang Kiritsugu tahu hanyalah ketika anak dewa sudah berusia 7 tahun maka kekuatannya akan hilang dan menjadi manusia biasa seutuhnya.

Selagi mencari tahu Kiritsugu meng-'adopsi' dan menjadikan Emiya Miyu sebagai bagian 'keluarga' mereka. Usia Shirou dan Miyu yang tidak jauh dan berkat keakrabkan Shirou, mereka berdua menjadi adik-kakak dalam waktu singkat.

Akan tetapi Kiritsugu yang jatuh dalam jerat ambisi, mengekang Shirou untuk memberi perhatian lebih. Ambisinya membuat ia buta dan lupa, bahwa Miyu jugalah seorang manusia dan hanya anak perempuan. Sedangkan dari Shirou sendiri, ia tak bisa melakukan begitu, ia sudah menganggap Miyu sebagai adiknya dan telah memanusiakannya.

Hingga akhir nafas Kiritsugu, ia tetap tak menemukan cara untuk menggunakan Miyu mengabulkan permintaannya. Shirou dan Miyu yang masih tinggal Fuyuki tak menyadari bahwa ancaman besar akan menimpanya.

Fate/kaleid liner Prisma Illya: Oath Under Snow — Fate/Kaleid Liner Prisma Illya: The Vow In The Snow — Fate/kaleid liner Prisma☆Illya Movie: Sekka no Chikai

Kasih Sayang Seorang Ibu
Pendapatku adalah bagian battle yang intens hanya dua kali, saat Shirou mengumpulkan semua kartu Servant sisanya hanya terlihat sebagai figuran saja, sama sekali tidak ada omongan apa pun tentang pemegang kartu servant lain, benar-benar tidak ada background story untuk mereka (suatu hal yang bagus cukup fokus ke satu tujuan saja, tapi entah mengapa aku menginginkan sedikit ada bacotan dari para figuran ini biar sedikit terlihat seperti villain dari genre-genre shounen).

Dan aku sangat gatal sekali saat melihat adegan menuju final battle, yang dipertengahan cerita, Julian Ainsworth, salah satu musuh utama di universe/cerita ini awalnya mati-matian dan bertekad keras mencegah perbuatan Shirou. Tapi saat mendengarkan penjelasan Shirou tentang kelahiran dan kemampuan Miyu, dengan mudahnya Julian diam saja memberi jalan Shirou untuk menyelamatkan adik tercintanya. Singkat kata... kekuatan dakwah Shirou berhasil menyadarkan Julian?

Fate/kaleid liner Prisma Illya: Oath Under Snow — Fate/Kaleid Liner Prisma Illya: The Vow In The Snow — Fate/kaleid liner Prisma☆Illya Movie: Sekka no Chikai

Terakhir, aku heran mengapa pratayang-poster yang beredar adalah Illya dan tiket movienya sendiri adalah Chloe. Padahal sepanjang cerita fokus mengisahkan Shirou dan Miyu. Bahkan sinopsis movie yang dituliskan sama sekali tak menceritakan movie ini.

Fate/kaleid liner Prisma Illya: Oath Under Snow — Fate/Kaleid Liner Prisma Illya: The Vow In The Snow — Fate/kaleid liner Prisma☆Illya Movie: Sekka no Chikai

Fate/kaleid liner Prisma Illya: Oath Under Snow — Fate/Kaleid Liner Prisma Illya: The Vow In The Snow — Fate/kaleid liner Prisma☆Illya Movie: Sekka no Chikai

Fate/kaleid liner Prisma Illya: Oath Under Snow — Fate/Kaleid Liner Prisma Illya: The Vow In The Snow — Fate/kaleid liner Prisma☆Illya Movie: Sekka no Chikai

Read more ... → FATE/KALEID Liner Prisma☆Illya: The Vow In The Snow

September 25, 2017

{παth/=+÷×−}

Judulnya kok ribet banget ya? Hahaha aku hanya mencoba menuliskannya sesuai dengan cover buku yang tertera. Jadi minggu lalu aku pergi ke suatu tempat karena ada suatu urusan. Karena ternyata hasilnya sesuai dengan dugaanku, tidak memuaskan (dan moodku langsung diselimuti kekecewaan) terlebih lagi aku ditempat itu tidak sampai 15 menit. Aku mulai berpikir untuk berjalan-jalan sebentar dan... kembali berujung ke toko buku dan menemukan ini yang tidak diplastik (maafkan aku!).

Sekilas aku merasa familiar sekali dengan gaya penggambaran tokohnya, yang lalu setelah membuka halaman per halaman aku mulai menyadari. Dini Marlina yang telah berpengalaman untuk buku anak-anak terbitan Mizan Media Utama selalu menarik perhatianku dengan tokoh-tokohnya yang manis, lucu dan menggemaskan. Selain menggambar untuk buku anak-anak, aku mengenal gaya khas doi dari Bandelnya Judith. Sedangkan cerita utama yang rumit ini ditulis dan diajarkan oleh Maximillian Fansyuri.

Ralat, bukannya ceritanya yang rumit sih lebih tepatnya penjelasan teorinya yang rumit, terlebih lagi otakku sudah semakin tumpul sekarang. Karena di Math komik ciptaannya ini pembaca akan menemukan pelbagai fakta unik menarik tentang Matematika. Bagi kamu yang gemar pelajaran Matematika dan/atau IPA pasti akan menyukai ini. Atau bagi kamu yang menyukai dengan perdebatan teori-teori yang ada (hingga antar tokohnya saling berdialog panjang lebar) juga pasti akan menyukai ini. Atau kamu yang menggemari buku komik seri tokoh dunia atau seri penemuan atau seperti Archi & Meidy kuyakin kamu pasti menyukai komik satu ini.


Math re:ON Comics

Langit Alam Semesta
"Manusia menggunakan berbagai macam bahasa untuk berkomunikasi. Tentu saja alam semesta menggunakan bahasa sendiri yang digunakannya. Tidak banyak orang yang bisa menghargai dan menggunakan bahasa alam semesta tersebut. Tahukah kamu, bahasa apa yang digunakan di jagat raya ini? Bahasa itu bernama Matematika!"

Setelah diberi tagline yang menarik ini pembaca langsung dihadapkan ke Matahari Bimasakti, atau yang lebih akrab dipanggil Math, sedang menonton berita pagi hari. Dalam waktu dekat ini akan diadakan sebuah game show bernama Luck Game yang menarik dan menggiurkan dengan total hadiah miliaran rupiah. Promosi permainan ini juga besar-besaran. Semua orang bisa mengikuti permainan, tapi bagi sebagian orang permainan ini tampak mencurigakan. Apalagi Math, seorang ahli matematika/penyuka matematika sangat menyadari kejanggalan dari babak pertama permainan ini. Math yang melihat selintas babak pertama ini mulai isenglah untuk mengikuti permainan ini.
Math re:ON Comics

Math re:ON Comics

Soal dari babak pertama adalah setiap peserta harus menghitung jumlah keseluruhan jumlah kelereng yang ada di sebuah toples kaca. Di soal pertama ini, para peserta diperbolehkan mengkoreksi jawabannya satu kali apabila sebelumnya salah menjawab. Meski begitu, tentu saja semua orang kesulitan bagaimana cara mengetahui jumlah kelerang yang tepat hanya dengan cara melihatnya. Peserta disana langsung menggila mengerumuni melihat toples kelereng dan bahkan peserta yang berada paling depan menahan peserta dibelakangnya agar tidak bisa melihat dan menghitung seisi toples.

Luna Artika, salah satu peserta Lucky Game punya satu cara untuk menyelesaikan teka-teki ini. Dengan menggunakan asumsi dan memperhitungkan diameter kelereng dan tinggi serta jari-jari toples ia yakin bisa mendapatkan jumlah angka yang tepat. Namun sayangnya, satu-satunya cara yang ia miliki nihil karena ramainya peserta yang mengelilingi toples kelereng.

Sedangkan Math yang sedikit tertarik dengan ide Luna, memberitahu cara lain yang lebih efisien. Yaitu dengan menggunakan Wisdom of Crowds (salah satu metode populer yang kuketahui). Dengan mengumpulkan semua hasil jawaban peserta lalu dibagi dengan semua jumlah peserta maka akan mendapatkan hasil rata-rata. Luna yang setengah percaya cara ini akan berhasil tetap (coba) mengikutinya. Dan Luna tidak menyangkanya bahwa ia berdua menjawabnya dengan benar.

Math re:ON Comics

Dari sekian ratus peserta yang datang, ternyata yang lolos ke babak kedua tidaklah mencapai 10 orang. Di babak kedua ini persaingan lebih serius dan ketat. Selain Math dan Luna, ada satu lagi peserta pintar yang memiliki sifat picik dan super menyebalkan, Sirius Leonhart. Mereka berdua telah menyadari dari awal bahwa Luck Game bukanlah permainan berdasarkan keberuntungan, melainkan hanyalah sebuah perhitungan matematika yang tampak rumit namun semua itu bisa diperhitungkan. Bukan probabilitas semata yang hanya ditebak secara asal.

Seni Matematika
Math re:ON Comics

Duapertiga keseluruhan isi buku ini adalah penjelasan matematika yang super panjang. Apalagi yang aku harapkan? Tapi memang itulah daya tariknya, sama seperti saat membaca komik detektif atau ketika membaca Overlord, aku dihadapkan oleh penjelasan panjang lebar yang menarik dan fakta (didalam) cerita yang terjadi. Oh mungkin aku tampak terlalu berlebihan, tidak, aku betul-betul menyukai bahwa dialog box yang besar dan banyaknya kalimat yang tertulis yang ada disini membuatku ikut berpikir (berusaha untuk menyelesaikan kasus Luck Game).

Pembaca lainnya tak perlu khawatir ikut pusing ketika melihat penjelasan Math atau Sirius saat saling beradu teori dan materi. Komik ini memberikan contoh perhitungan yang lebih mudah untuk dibayangkan. Masih belum sampai juga maksud penjelasan mereka? Tenang saja Math akan memberikan contoh soal lainnya yang lebih simpel dan lebih mudah dipahami.

Yang satu kusayangkan dari ini adalah Math yang lack sifat peran utama. Well, aku menyukai penjelasan Math ketika membeberkan semua misteri, fakta dan perhitungan. Tapi ia tampak sangat easygoing, sangat tidak cocok atau pun terlihat orang yang suka berkompetisi. Memang pada awalnya ia mengikuti Luck Game hanya sekedar penasaran doang sih, tapi kupikir ketika sudah menghadirinya ia nyaris sama sekali tak antusias/bergairah menanggapi pertandingan ini. Aku sedikit berharap agar ia merasa sedikit penasaran maksud tujuan Luck Game ini diadakan.
Read more ... → {παth/=+÷×−}

August 31, 2017

Napping Princess (Ancien and the Magic Tablet)

Kupikir-pikir lagi tahun ini benar-benar banyak sekali anime movie yang tancap di Indonesia, dan banyak juga yang kutonton. Dengan nekadnya aku menonton ini tanpa membaca sinopsis sedikitpun dan dengan nekadnya lagi aku marathonin dengan Princess Mononoke yang ada hanya di satu jam tayang saja. Alhasilnya buruk sekali, sudah datang terlambat 6 menitan di Mononoke, lalu keluar lebih awal 15 menitan juga dengan pedenya aku berpikir tidak akan masalah telat 3-5 menit di film selanjutnya. Ternyata aku baru sadar bahwa kalo film anime tayang ontime, tidak akan ada banyak iklan atau pun trailer film kedepannya sehingga aku telat lagi.

Napping Princess: The Story of the Unknown Me (ひるね姫~知らないワタシの物語~; Hirune Hime: Shiranai Watashi no Monogatari) yang berjudul asli Ancien and the Magic Tablet adalah hasil garapan dari Signal. MD yang tahun lalu mengeluarkan seri terbaru Cyborg 009: Call of Justice 1. Movie ini diarahkan oleh Kenji Kamiyama (Ghost in the Shell series, Eden of the East series dan Cyborg 009 series) yang memiliki banyak pengalaman di Production I.G, pemeran utamanya disuarai oleh artis muda Mitsuki Takahata (berpengalaman sudah memerankan di live action Ao Haru Ride dan Evergreen Love) dan Yoshiki Sakurai memproduserinya.

Movie ini menyajikan sudut pandang dan arahan yang tak biasa, yang jarang ditemui, mudahnya mirip seperti Aura: Maryuuin Kouga Saigo no Tatakai-lah. Jadi jangan pusing-pusing melihat suasana atau keadaan sekitar yang berubah-rubah.


Napping Princess (Ancien and the Magic Tablet)

Kantuk Tiada Tahan
Tahun 2020, tiga hari sebelum pembukaan Olimpiade Tokyo, Kokone Morikawa sebagai siswi kelas disibukkan dengan pelajaran untuk tes perguruan tinggi. Seharusnya sih ia belajar dengan sungguh-sungguh tapi apa daya, belakangan ini ia malah sering mengantuk tanpa sebab yang diketahui.

Begitu tertidur, ia bermimpi hal yang aneh nan ajaib. Kokone tersadar sebagai Ancien, seorang putri yang tinggal di kerajaan yang dipenuhi oleh mesin-mesin. Ketika Ancien memegang tab pemberian raja alias ayahnya, ia bisa membuat benda mati menjadi hidup bernyawa dengan mengetik keinginannya di tab tersebut. Melihat sihir dari Ancien yang ajaib ini sang penasihat kerajaan memiliki pandangan lain pada Ancien. Ia menganggap benda-benda yang diberi kehidupan oleh Ancien bisa menjadi sebuah ancaman terhadap regulasi kerajaan, keselamatan penduduk atau pun pekerjaan tiap orang. Sehingga dengan berat hati sang raja mengikuti usulan penasihat kerajaan untuk mengkengkang Ancien tinggal di menara khusus dan dijauhkan dari Tab Sihirnya.

Terbangun dengan keadaan super bingung akan mimpinya, Kokone langsung dihadapkan masalah baru. Ayahnya yang pendiam terkena masalah hingga ditangkap polisi. Ia tertuduh atas suatu gugatan. Selagi Kokone yang merasa siyok dengan kabar tersebut, orang yang benar-benar mirip dengan penasihat kerajaan dalam mimpinya masuk kerumahnya tanpa ijin untuk mengambil sesuatu yang paling berharga bagi ayahnya. Padahal Kokone sendiri sama sekali tak mengetahui benda apa yang dirahasiakan oleh ayahnya.

Morio Sawatari yang sedang menghabiskan libur kuliah musim panasnya, ikut terseret dalam permasalahan keluarga Morikawa, ia tak bisa diam saja melihat teman masa kecilnya dihadapi sebuah masalah yang serius dan misterius.

Liburan Musim Panas yang Gaib
Ketika penonton dihadapkan oleh kisah Kokone yang memadukan antara realita dengan mimpinya segalanya terlihat sangat mustahil dan tampak berbagai macam plot hole dimana-mana. Namun dengan seiringnya perkembangan cerita, sesuatu yang tampak plot hole sebelumnya menjadi (lebih) masuk akal. Mimpi yang dialami oleh Kokone mempunyai wujud lain sebagai pemandangan masa depan di kehidupannya. Hal-hal yang terjadi kedepan bisa diprediksi dengan mimpi yang dialami Kokone.

Tapi untuk beberapa scene, ada yang terlihat seperti kenyataan tersebut secara kebetulan terjadi persis seperti mimpi atau sesuatu yang terjadi di dalam realita dan mimpi berjalan bersamaan. Jadi tak selamanya mimpi yang dialami untuk memprediksikan masa depan, mimpinya juga berlaku untuk menjalankan realita yang terjadi saat itu juga. Terlihat konyol, tapi itulah yang terjadi (realita tersebut terbentuk atas dari mimpinya). Salah satunya scene ini terjadi pada saat Morio dan Kokone istirahat di motor setelah melarikan diri.

Napping Princess (Ancien and the Magic Tablet)

Mungkin bagi sebagian orang movie ini biasa saja, tapi entah mengapa bagiku ini seru sekali, ceritanya berjalan tidak membosankan, dan ada sedikit bumbu adegan heartwarming yang membuatku semakin betah menontonnya. Animasinya sih juga kerasaa biasa saja, terutama pepaduan 2D dan 3D ketika Ancien terbang melewati jembatan layang. Petualangan Kokone untuk mengetahui misteri keluarganya diiringi oleh BGM yang syahdu untuk memperkuat dan mempertajam cerita yang berjalan. Aku juga sangat menyukai bibir Kokone dan suara ceria dari Mitsuki Takahara.

Kendaraan cerdas yang sedang dikembangkan oleh ayahnya Kokone sedikit mengingatkanku pada éX-Driver. Dan entah mengapa ketika menonton movie ini aku merasakan feel yang sama dengan Sakasama no Patema padahal dari tema dan ceritanya sangat jauh berbeda.

Ngomong-ngomong jangan langsung keluar ketika film berakhir, karena ada Epilog saat Credit. Sayangnya ditempatku menonton tidak ada suara Ending Song, hanya muncul suara instrument yang menngiringi credit. Dan ketika kubuka YouTube saat ini sungguh aku terkejut ternyata teks subtitle yang muncul saat credit maksudnya adalah subtitle lirik dari ending song movie ini (yang saat itu kukira adalah isi hati dari bapaknya).

Read more ... → Napping Princess (Ancien and the Magic Tablet)

June 19, 2017

In This Corner of the World

Fumiyo Kono sempat menuliskan Yunagi no Machi Sakura no Kun pada tahun 2004 yang mengangkat tema dampak dari pasca perang. Karyanya tersebut memenangkan Japan Media Arts Festival's Grand Prize for manga di tahun 2004 serta Tezuka Osamu Creative Award di 2005. Lalu di 2007 dengan ciri khas gambarnya ia menuliskan In This Corner of the World (この世界の片隅に; Kono Sekai no Katasumi ni) yang menggunakan tema perperangan kebali. Sekali lagi, karyanya satu ini terpilih sebagai Karya yang Direkomendasikan oleh Juri (Juara Harapan?) pada 2008 di ajang Japan Media Arts Festival dan memenangkan Excellence Prize pada tahun 2009. 5 Agustus 2011, In This Corner of the World tayang live-action yang dibintangi oleh Keiko Kitagawa dan Keisuke Koide.


Kono Sekai no Katasumi ni — In This Corner of the World

Sebagai Peringatan 70 Tahun Bom Hiroshima, animasi In This Corner of The World mulai tayang di layar lebar pada 2016 yang diproduksi oleh MAPPA, distudarai dan ditulis oleh Sunao Katabuchi (Black Lagoon, Princess Arete dan Mai Mai Miracle), desain karakter oleh Hidenori Matsubara (Sakura Taisen series, Aa! Megami-sama! series dan The Princess and the Pilot) dan musik oleh kotringo (Koufuku Graffiti dan Kuma No Gakkou - Jackie to Katie). Tak hanya manga-nya saja yang menyambet penghargaan, namun versi adaptasi ini juga sukses meraih pelbagai penghargaan seperti Hiroshima International Film Festival's Peace Film Award Hiroshima, 40th Japan Academy Prize Animation of the Year, Osaka Cinema Festival 2017 Japanese Film Best10 dan masih banyak lagi.

Bengong Melamun
Suzu Urano, gadis 18 tahun yang yang tinggal di Eba, Kota Hiroshima ini selalu memiliki pandangan positif dalam hidupnya, walau kejadian yang menimpa hidupnya engga selalu enak tapi ia selalu saja bisa mencari jalan positif. Sisi positif miliknya juga dipicu oleh sifatnya yang mudah lupa atau sulit mengingat keadaan sekitar dalam jangka pendek. Kehidupan keluarganya sangatlah damai.

Pada usianya yang menjelang 19 tahun ini ia mendadak dilamar oleh Shuusaku Houjou, seorang pria yang tidak ia kenali, tepatnya ia tidak ingat pernah bertemu atau melihatnya dimana. Neneknya pernah mengatakan semua tergantung pilihan pada Suzu sendiri, ia bisa saja menolaknya bila tak menginginkannya. Setelah memikirkannya cukup matang ia menerima tawaran pria tersebut.


Kono Sekai no Katasumi ni — In This Corner of the World

Kono Sekai no Katasumi ni — In This Corner of the World

Suzu pun memasuki stage baru dalam kehidupannya, tantangan baru muncul bertubi-tubi menghantam dirinya. Sifatnya lugu, sedikit ceroboh dan airhead harus bekerja extra agar dapat beradaptasi dengan lingkungan baru. Perihal saat ini tinggal di Kure yang jauh dari tempat asal, ibu mertua kondisinya saat ini sudah sulit untuk berjalan, kakak ipar yang galak dan keras, mengingat nama-nama tetangga dan jalan, mengubah gaya hidup saat masih gadis dan lain-lain. Suzu yang sudah menjadi ibu rumah tangga ini juga harus bangun lebih pagi, seperti untuk menimba air, menyiapkan makanan dan membereskan rumah.

Hidup pada tahun 1944, jaman perang, membuat keadaan menjadi sulit. Ransum yang terbatas, porsi atau isi pokok lauknya bisa saja berkurang sewaktu-waktu. Hal ini membuat Suzu berpikir bagaimana cara membagi jumlah ransum yang terbatas untuk 1 rumah dan bagaimana mendapatkan dan/atau menambahkan porsi lebih ketika keadaan sangat minim.

Kono Sekai no Katasumi ni — In This Corner of the World

Ketika waktu senggang, Suzu kembali pada hobi lamanya yaitu menggambar alam yang ada di depan matanya. Hobi ini sudah terasah sejak ia kecil hingga membuahkan hasil gambar yang bagus dan indah. Seringkali hobi ini malah menjadi menyulitkan dirinya, pensil yang seharusnya digunakan untuk bersekolah malah dihabiskan untuk menggambar. Suzu yang tinggal di bukit bisa melihat jelas perairan yang dipenuhi oleh kapal-kapal perang seperti Musashi dan Yamato (ia diajarkan oleh keponakannya, yang sebenarnya pernah diajarkan langsung oleh Shuusaku, tapi ia sulit mengingatnya). Ditengah-tengah asyiknya menggambar tiba-tiba ada sepasang polisi yang menggrebeknya dan dicurigai sebagai mata-mata.

Begitu dibawa kerumah, permasalahan ini tak kunjung selesai, bahkan ketika polisi tersebut masih tanya-jawab, mencurigai, menceramahi dan mengancam keluarga Houjou, Suzu malah tak ingat sama sekali tadi ia sedang apa hingga polisi bisa membawa ia kerumahnya.

Meski terlihat damai dan tenang, keluarga Houjou tak lupa bahwa lingkungannya sedang dalam area perang. Suzu dan penduduk warga sekitar diberi bekal ilmu pengetahuan seperti bom, evakuasi, alarm tanda bahaya dan lain-lain dari pihak Angkatan Laut. Keluarga Houjou juga membangun sebuah tunnel evakuasi untuk tempat berlindung apabila ada serangan.

Pada tahun 1945, keadaan mulai memanas, alarm evakuasi yang hampir tiap malam selalu bunyi (kadang hanya alarm bohongan), serangan yang tak mengenal waktu dan tempat, pangan yang semakin sulit didapatkan.

Perlahan Tapi Pasti
Hampir setengah film penonton hanya suasana yang adem kalem, indahnya kehidupan bersama keluarga hingga sampai lupa bahwa keadaan saat itu ditengah-tengahnya panasnya api perperangan. Tak perlu khawatir dengan transisi cerita yang super santai dan rileks hingga menjadi drama serius. Movie ini berhasil membuat alur secara natural dan epik, dengan perlahan-lahan penonton diasupin dengan sulitnya kondisi perang (sedikit demi sedikit) hingga dampak kondisi perang terlihat dengan pasti dan jelas. Sifat Suzu yang sudah terbentuk sedemikian rupa tidak membuat lingkungan sekitar dan penonton terjebak dalam depresi dan kesedihan. Ia akan bangkit, mencari cara, mencari jalan, terus berjuang tak menyerah melanjutkan hidup di masa yang sangat sulit.

Cinta, Harapan dan Keberanian
In This Corner of the World memperlihatkan dengan baik kondisi Perang Dunia II. Mulai dari pernikahan pada jaman saat itu, mengubah pakaian tradisional menjadi pakaian sehari-hari yang bisa lebih sering digunakan, ransum, kehidupan para angkatan laut, alarm tanda bahaya, hingga tragedi pengeboman Hiroshima yang mehilangkan banyak umat manusia. Rumah yang sudah dipertahankan dan diperjuangkan sekuat mungkin, tiba-tiba hancur oleh perang. Tak hanya rumah saja, bahkan orang-orang terdekat dan tercinta juga bisa kehilangan.

Interaksi dan jalin hubungan yang dibangun Suzu mampu mengisahkan tiap karakternya dengan baik. Hubungan antar karakternya yang tersusun baik dan rapi membuat penonton akan mendapatkan kisah-kisah karakternya secara mendetail. Bahkan disini kita juga diperlihatkan bahwa sepasang suami-istri yang seperti ini saja juga bisa bertengkar karena hal sepele. Tanpa sadar, penonton akan menikmati (dan turut merasakan) cara Suzu memperjuangkan hidupnya di sudut dunia ini yang selalu menginspirasi dan memberikan banyak pesan moral

Kono Sekai no Katasumi ni — In This Corner of the World

Kono Sekai no Katasumi ni — In This Corner of the World

Kono Sekai no Katasumi ni — In This Corner of the World

Yang mengejutkan dari movie ini salah satunya latar belakang yang benar-benar direka sesuai keadaan saat itu. Saat movie sudah berakhir, pastikan kamu melihat credits-nya hingga benar-benar habis. Karena ada epilog ketika credits sedang berlangsung.

War is like love, it always finds a way. 
Read more ... → In This Corner of the World

May 27, 2017

A Silent Voice The Movie

Tiga minggu yang lalu aku cukup khawatir apakah aku akan bisa marathon bioskop atau tidak, karena ada beberapa film yang sangat ingin kutonton salah satunya film ini. Karena pada saat kabarnya film ini akan tayang mulai dari 3 Mei 2017 aku juga mendapat kabar bahwa aku harus keluar kota. Disaat itu juga aku langsung melihat Channel BBM, Newsfeed Facebook dan aplikasi CGV serta BookMyShow di teleponku untuk memastikan film ini tayang dimana saja. Dan untungnya film ini tayang di seluruh di Indonesia termasuk kota dimana aku harus kunjungi saat itu. Tapi aku kembali was-was apakah aku tinggal didekat bioskop atau tidak, untungnya aku tinggal di dalam kota. Meski begitu aku dengan mudahnya khawatir kembali untuk mengatur jadwalku dan pihak CGV Blitzmegaplex hanya meng-update jadwal tayang bioskopnya di pagi hari (menjelang siang) saja. Tak ada kepastian akan tayang di daerah mana saja dan jam berapa saja tayangnya. Yang pasti dari aplikasi hanya bisa ditekan hingga tanggal 9 Mei 2017 namun jadwal tayangnya hanya muncul di tanggal hari itu saja.

Pada 4 Mei 2017, aku menyempatkan untuk nonton ini di jam terakhir, 22:05 aku juga tidak sempat untuk marathon atau mengejar film lainnya seperti The Boss Baby, Guardian of the Galaxy Vol 2 dan menonton ulang My Neighbor Totoro di layar tancap. Tapi daripada tidak bisa menonton anime, yang jadwalnya tidak pasti dan anime agak langka tayang di Indonesia lebih baik mengorbankan ketiga film tersebut. Ralat, sebenarnya tahun ini sudah banyak sekali anime yang tayang di Indonesia seperti bulan lalu Spirited Away yang memperingati 15 tahun juga, Sword Art Online The Movie: Ordinal Scale dan KanColle Movie lalu bulan ini ada Kuroko's Basketball Last Game dan apalagi CGV Megablitz sedang mengadakan Anime Week tanggal 19 — 25 Mei 2017 hanya dengan Rp20.000.


A Silent Voice The Movie — Koe no Katachi

Jujur saja, ekspektasiku untuk A Silent Voice The Movie (聲の形; Koe no Katachi) tidaklah tinggi untuk anime ini. Hal didasari oleh serialisasi manga-nya yang mengecewakan untukku, dan film ini dipegang oleh Kyoto Animation yang belakangan ini agak lesu dan tidak bisa memuaskan diriku. Disini Reiko Yoshida yang sudah berpengalaman jauh (●REC, Bakuman., The Cat Returns, Deltora Quest, Genshiken, Romeo × Juliet, Kyoro-chan, Tamako Love Story) menangani menulis script dan Naoko Yamada mengarahkan dan mengontrol anime ini sebagai Sutradara (Hibike! Euphonium series, K-ON! series dan Tamako Love Story).

Cuplikan Film
Cerita dimulai dengan Shouya Ishida yang merobek kalendernya dan berhenti kerja sampingannya. Dengan bekerja selama ini dan menjual semua barang pribadinya ia hendak untuk membayar 'hutang' kepada ibunya. Lalu dilanjutkan dengan cuplikan film ke masa lalu kehidupan Shouya kecil dengan lagu My Generation yang dibawakan oleh The Who. Shouya awalnya tak tertarik sama sekali dengan kepindahan Shoko Nishiyama ke sekolahnya. "Mengapa gadis ini diam saja daritadi," Ia berpikir demikian sambil menatap Shoko. Begitu mengetahui bahwa Shoko ini tuli seakan-akan di otaknya ada suatu tombol yang telah diaktifkan.

Dengan segala keterbatasan yang dimiliki Shoko, lama-kelamaan sekelas kerepotan karenanya dan tidak sanggup lagi untuk menanggapinya. Hal tersebut makin mendorong Shouya untuk mem-bully Shoko. Sedihnya kelakuan Shoya sudah terlalu jauh hingga akhirnya kepala sekolah dan wali kelas turun tangan secara langsung. Pembullyan yang dipimpin oleh Shouya kini telah berbalik arah, sekelas mulai membalas dendam dan membully Shouya, meski mereka sebelumnya juga pernah ikut-ikutan membully Shoko. Atas kejadian yang terjadi ini orangtua Shoko kembali memindahkan putrinya ke sekolah lain. Karena kejadian itu juga Shouya sadar bahwa ia telah melakukan kesalahan terbesar dalam hidupnya.

Shouya yang berusia remaja hendak mencoba untuk menembus dosanya dengan membayar 'hutang' ke ibunya dan mengajak berteman dengan Shoko. Walau hal ini takkan pernah cukup untuk menghapus dosa-dosanya saat ia masih kanak-anak dahulu.

Lembaran Photo
Saat pertama kali mendengar suara Maria, keponakan Shouya yang nampak selalu ceria ini aku mengira seiyuu-nya bekas dari Barakamon atau Amaama to Inazuma. Soalnya suaranya sama-sama terdengan menggemaskan dan sangat kanak-kanak sekali. Maafkan aku Erena Kamata yang sudah mengira pada Kotoishi Naru (dari Barakamon) dan Inuzuka Tsumugi (dari Amaama to Inazuma).

Lalu ketika memperhatikan pembukaan aku selalu memikirkan movienya akan seperti apa. Apakah akan dari manga yang 7 jilid dirangkum dalam kurun waktu 2 jam atau berdasarkan dari one-shot lalu diperpanjang sedemikian rupa. Tapi pilihan kedua nampaknya sangat mustahil dari berbagai pandangan. Jadi aku terus memikirkan bagaimana mereka membuatnya menjadi durasi sebuah movie. Saat awal-awal movie kita akan melihat masa lalu Shouya yang menjadi garis besar dalam jilid satu. Mereka dengan cerdasnya mampu merangkum jilid-jilid awal manga sedemikian rupa sehingga terbentuk belasan menit di movienya yang bisa dinikmati oleh penonton yang tidak/belum membaca serialisasi maupun yang sudah. Setengah jam pertama kita diajak melihat masa lalu hubungan Shouya-Shoko dengan cara seperti melihat lembaran-lembaran foto. Walau sudah dirangkum seepik rupa mereka tetap tak mugkin luput dari kecacatan. Buruknya lagi bagi yang membaca serialisasinya pasti tahu dan jujur saja aku merasa gregeta ketika mereka harus mengorbankan scene-scene yang kena banget di hati, misalnya saja saat Shoko marah ke Yuzuru Nishimiya, adiknya.

A Silent Voice The Movie — Koe no Katachi

A Silent Voice The Movie — Koe no Katachi

Aku awalnya juga cukup kecewa dengan pengisian Saori Hayami sebagai Shoko. Harusnya ia bisa bermain lebih buruk lagi tpai di awal-awal ia bersuara tidak seperti orang tuli, malah suaranya cute. Ku teringat guyonan temanku,"Untuk apa pakai Hayamin, hanya buang-buang uang saja (untuk mengisi tokoh tidak bersuara)" tapi ketika menonton ternyata Shoko cukup aktif bersuara toh.  Kedua, yang aku sempat kecewakan juga adalah Naoka Ueno yang cantik malah digambar terlalu cute, bahkan semua tokoh perempuan digambar menjadi cute.

Rencana Bunuh Diri
Di manga-nya kita akan diberi suguhan untuk mendapatkan cerita masing-masing per tokoh. Tapi cerita ini juga hanya cerita sampingan (yang cukup) singkat. Karena sebenarnya di manga-nya terlalu memfokuskan diri pada hubungan Shouya dan Shoko juga permasalahan yang dibuat dan dihadapi oleh Shoya. Di movie-nya ini mereka mengambil langkah tepat dengan mengutamakan motif cerita pada penyesalan terbesar yang dipendam oleh Shouya. Tanpa harus memperdalam kisah tiap tokoh, movie-nya mampu menyampaikan hubungan Shouya dan Shoko dengan epic. Bahkan hatiku lumayan berdebar ketika melihat scene tearjerking di movie ini (ketika di komiknya aku merasa biasa saja saat membacanya).

A Silent Voice The Movie — Koe no Katachi

Movie Koe no Katachi jauh melampaui dari ekspektasiku, aku benar-benar tersentuh ketika menontonnya. Ending-nya juga mengambil langkah berbeda dari manga-nya. Namun ending-nya juga meh dan cukup hampa untuk beberapa orang. Padahal aku suka bagaimana akhirnya Shouya bisa membuka matanya dan bagiku itu sudah cukup. Aku terpuaskan di movie ini sebab harapan terbesarku dikabulkan, yaitu,  Shouya berteriak meminta maaf pada Shoko. Selain itu movie-nya lebih mengungguli dibanding serialisasi komik dengan alasan yang sangat jelas: cerita tidak bertele-tele. Ya, dengan ini kukatakan bahwa Koe no Katachi adalah salah satu dari sedikit anime/karya yang jauh lebih baik daripada bentuk orisinilnya sendiri.

Btw kemarin aku lupa menyertakan link interview pembuatan Koe no Katachi, silahkan kamu bisa membacanya disini dan disini.
Read more ... → A Silent Voice The Movie
 

Autumn 2015 Anime Chart

【Autumn 2015 Anime Chart】
For other info, click here.
For its hashtags, click here.

Featured Video


Random Posts