Showing posts with label shounen. Show all posts
Showing posts with label shounen. Show all posts

May 31, 2019

Hime-sama, "Goumon" no Jikan desu

Sudah lama rasanya aku tidak berseluncur kesana-kemari dan menemukan komik yang klop banget dengan seleraku. Benar-benar baru kemarin, saat aku sedang iseng mengecek list komik baru yang sudah di-translate dan aku menemukan Hime-sama, "Goumon" no Jikan desu (姫様“拷問”の時間です; It's Time for "Interrogation", Princess!) yang ditulis oleh Haruhara Robinson dan digambarkan oleh Hirakei.


Hime-sama, "Goumon" no Jikan desu

Siksa Nikmat Duniawi
Perang besar antara ras manusia dan iblis yang telah berlangsung lama belum kunjung usai, tak ada tanda-tanda perdamaian segera muncul dari kedua belah pihak, apalagi putri kerajaan manusia telah ditangkap. Sang Putri adalah kunci penting bagi ras manusia, selain bergelar putri ia juga menjabat kapten pasukan perang, orang lapangan yang maju didepan melindungi ras manusia, yang telah memenangkan berbagai perperangan. Jabatan dan gelar yang dimilikinya tidak main-main.

Dan kini ras iblis akan menggunakan berbagai cara untuk mendapatkan berbagai informasi rahasia dan penting, apapun caranya, bagaimanapun caranya. Di sel yang sempit dan gelap, suasana yang makin menegangkan, ras iblis akan menginterogasi dengan sebuah... toast. Ya, toast sebuah roti lembut yang wanginya sangat menggiurkan. Mungkin kau akan mengira menginterogasinya dengan sebuah siksaan. Tidak, kau tidak salah lihat! Ras iblis sangatlah lihai. Dengarkan ini, sekarang sang putri dalam keadaan sangat lapar dan kelelahan. Sebuah toast yang disajikan fresh baru keluar dari panggangan, siapa sih yang bisa menolak godaan ini!?

Hari ini Sang Putri sudah tak lagi kelaparan, dan dengar-dengar mereka akan menggunakan metode yang unik. Yaitu, mereka akan memainkan party game, Super Smash Bros. Brawl, tanpa mengajak sang putri. Sungguh konyol, sang putri adalah ksatria sejati, tak mungkin akan jatuh dengan godaan seperti ini. Tunggu-tunggu-tunggu! Sang Putri menghabiskan masa kecil dengan latihan keras dan tak mempunyai teman sama sekali. Ajakan bermain bersama adalah godaan yang sangat berat kau tahu!?

Sayangnya, meskipun informasi-informasi yang didapat merupakan confidential top secret tapi nampaknya kurang begitu penting. Jadi tak ada harapan sang putri akan dilepas dalam waktu dekat, dan sang putri akan di-"interogasi" dengan cara lainnya.

Jangan terlalu serius membaca komik ini, komik ini akan menghibur pembaca dengan berbagai "siksaan" segar. Kalo kau menyukai komik ini, mungkin kau bisa juga mencoba baca Aharen-san wa Hakarenai dan Maou-jou de Oyasumi.
Read more ... → Hime-sama, "Goumon" no Jikan desu

August 29, 2018

Neeko wa Tsurai yo

Selain Getsuyoubi no Tawawa menghebohkan twitter, Neeko wa Tsurai yo (ニー子はつらいよ; It's Tough Being Neeko) juga sempat mengisi keramaian di Twitter-ku. Karya dari Aldehyde ini mengisahkan perempuan cantik yang tengah mengalami kemerdekaan semu, dikarenakan meski sudah lulus dari perguruan tinggi hingga detik ini ia masih belum mendapatkan pekerjaan.


Neeko wa Tsurai yo

Meski komik ini tergolong comedy tapi aku tidak memberikan tag comedy, karena segala unsur comedy yang ada disini lebih mengarah ke dark jokes. Jadi kupikir comedy seperti ini tidak akan masuk untuk beberapa orang.

Enggan dan Tak Mau
Niito Nemuko, perempuan berusia 23 tahun yang lebih akrab disapa dengan Neeko semenjak lulus dari Perguruan Tinggi hingga saat ini ia sama sekali belum mendapatkan pekerjaan. Neeko sendiri sedang diambang mimpi buruk masa lalunya, gagal telak saat interview. Terlebih lagi ia mengalami krisis kepercayaan diri, hanya dengan mensimulasikan dirinya berada dalam interview membuat Neeko sakit perut.

Mengalami banyak kegagalan membuat dirinya sangat putus asa, ia tahu ia mesti berkerja tapi disisi lain ia juga tak ingin bekerja. Melihat orang-orang diluar berangkat menuju sekolah atau bekerja terlihat sangat menyilaukan. Ibunya yang khawatir dengan Neeko kerap sekali mem-push Neeko untuk bekerja, dan terkadang caranya cukup menyakitkan. Adiknya, Imoko, yang super ceria dan banyak energi juga baru saja mendapatkan pekerjaan paruh waktu, dan tempat paruh waktu Imoko bekerja adalah tempat dimana lamaran Neeko ditolak. Situasi yang keruh ini malah Neeko menjadi semakin lari dari kenyataan.

Quarter-Life Crisis
Keadaan yang dialami Neeko sangatlah sulit, banyak pikiran dan kecemasan yang menumpuk dipikirannya. Dengan segala beban pikiran yang dipikulnya menjadi dirinya selalu berpikiran buruk. Dan keadaan ini sangatlah nyata, gelisah, depresi, putus asa bercampur aduk menjadi satu. Hingga pasrah dan tanpa disadari sudah menjadi shut-in NEET selama satu tahun. Bukannya tidak berusaha, sudah mencoba berusaha sekuat mungkin tapi hasilnya nihil, gagal telak.

Meski Neeko adalah perempuan yang sangat cantik, mungkin bila ada sedikit kepercayaan diri didalamnya, mungkin keadaan akan berubah sedikit. Tapi sekali lagi, sayangnya kegagalan-kegagalan di masa lalu memenjarakan Neeko untuk bergerak bebas.
Read more ... → Neeko wa Tsurai yo

April 8, 2018

Ane no Onaka wo Fukuramaseru no wa Boku

Agak-agak sulit sebenarnya untuk menncari cerita sehari-hari yang hangat. Bila ingin mencari mudahnya sih cukup ambil saja karya-karya Kozue Amano-sensei, tapi bila ingin mencari lagi agak sulit karena tak ada tag khusus untuk cerita hangat atau heartwarming.

Dengan sangat kebetulan, seperti biasa di sesi "If you read this manga, you might like this" ketika aku selesai membaca, ketika aku menemukan Ane no Onaka wo Fukuramaseru no wa Boku (姉のおなかをふくらませるのは僕; It is me to fill the stomach of my sister) yang ceritanya dituliskan Sakai Onta dan diilustrasikan oleh Onda Chiro (salah satu karya terkenalnya Koisuru Naked Girl, bila kamu rajin membaca hentai mungkin kamu tahu judul satu ini).


Ane no Onaka wo Fukuramaseru no wa Boku

Sebelumnya aku minta maaf untuk intro diatas karena telah menyebutkan Amano-sensei. Komik ini tak bisa dibandingkan dengan Aqua dan Aria miliknya, karena komik ini memiliki kelas dan ranah yang berbeda tapi aku bisa menyakinkan bahwa komik ini memiliki cerita hangat.

Appetizers
Kyoko dan Shinobu adalah pasangan saudara tiri yang hidup berduaan saja. Setelah kedua orangtuanya wafat, Kyoko bersikeras mengatakan ke sanak keluarga untuk memutuskan hidup tinggal bersama Shinobu saja, tanpa diasuh oleh kerabat.

Meski sifat Kyoko yang sedikit aneh dan kekanak-kanakan, tapi sebagai seorang kakak dia tidak lack dari sifat kekakakan yang peduli, penyayang dan melindungi adiknya. Saking sayangnya dengan Shinobu Kyoko terkadang tak tahan untuk mengerjai dan menggodainya. Shinobu yang dikerjai kakaknya tidak berdaya, tak bisa berbuat banyak.

Namun meski Shinobu masih anak-anak ia mempunyai sifat orang dewasa. Ia seorang yang bertanggungjawab dan selalu mengkhawatirkan kakaknya yang sifatnya santai dan tampak kurang waspada.

Untuk kepentingan rumah tangga, Shinobu berperilakuan layaknya ibu rumah tangga sekaligus kepala keluarga. Ia tegas untuk melarang Kyoko ketika di supermarket dan urusan makan sehari-hari Shinobu layaknya kepala chef. Tidak perlu khawatir dengan makan apa hari ini, serahkan saja kepada Shinobu dan Kyoko akan men-back up Shinobu seperti seorang asisten chef.

Simak keseharian Kyoko dan Shinobu yang mesra dan hangat, dan jangan lupa untuk bersiap perut kalian menahan lapar. Membaca komik ini bisa saja meningkatkan nafsu makan kalian juga membuat kita ingin bereksperimen membuat makanan.

Rekomendasi dariku untuk komik ini adalah Shinmai Shimai no Futari Gohan karya milik Hiiragi Yutaka, komik ini memiliki tema yang sama: pasangan saudari tiri dan tentang memasak.
Read more ... → Ane no Onaka wo Fukuramaseru no wa Boku

December 14, 2017

Ookami Shounen wa Kyou mo Uso o Kasaneru

Saat awal membaca Ookami Shounen wa Kyou mo Uso o Kasaneru karya namo aku sudah suudzon sekali dengan "Ah tipikal romance shounen yang bakalan mudah ketebak, pasti akan langsung ke rute main heroine dan ending-nya pasti akan sama dia juga, meskipun nanti ada sedikit masalah pasti bisa diselesaikan dengan cepat."

But hey, nyatanya buruk sangkaku terpatahkan ketika sudah memasuki jilid 2. Jalan ceritanya tidak seperti apa yang aku bayangkan, syukurlah!


Ookami Shounen wa Kyou mo Uso o Kasaneru

Cerita disini seperti apa yang dipikirkan oleh salah satu gadis tersebut, perkembangan ceritanya bagus tapi ada sebuah lika-liku yang tak terduga. Aku menyukai berbagai konflik yang berdatangan tersusun rapi dan cerita saat mencapai klimaks membuka jalan baru menuju cerita yang sama sekali tak aku duga.

Dunia Baru
Aoi Tokujira, gadis primadona satu angkatan ini sudah tenar sejak debut masa sekolahnya. Penampilannya yang elegan dan anggun membuat banyak lelaki mabuk kepayang dengannya. Tapi semua pernyataan cinta yang datang selalu ditolak dengan cepat dan tegas. Karena hal inilah murid perempuan lainnya mulai iri dan membencinya. Tokujira menenangkan dirinya dengan menyendiri membaca buku di perpustakaan. Tapi ini tidak menghentikan rumor jelek yang hinggap di dia.

Keitarou Itsuki selaku anggota komite perpustakaan cukup tahu apa yang dialami Tokujira. Itsuki juga adalah sebagian dari laki-laki yang ditolak secara tragis oleh Tokujira. Itsuki memiliki penampilan mata picik membuat dirinya ditakuti oleh orang-orang, ditambahlagi dengan Perasaan patah hati yang menyelimuti pikirannya membuat penampilannya makin ditakuti.

Walau sudah ditolak, bukan perarti perasaannya langsung hilang begitu saja. Saat bertugas di perpustakaan ia melihat Tokujira yang sedang tertidur. Meski tak ingin menggangunya Itsuki tak bisa diam melihat Tokujira yang tidur tidak tenang karena ada daun yang jatuh di hidungnya. Saat Itsuki hendak mengambil daun yang menggangu tidurnya, ia malah terbangun dan mengira Itsuki sedang mencuri kesempatan. Mencoba meminta maaf untuk meluruskan kesalahpahaman yang ditimbulkan, ia malah mendapat balasan yang sangat melukai hatinya.

"Maaf, tapi kamu siapa ya…?"


Bagaimana mungkin Itsuki bisa menerima jawaban ini, mereka berdua menduduki kelas yang sama lalu pagi ini ia menembaknya. Tapi Tokujira malah melihatnya dengan tatapan yang mengerikan. Itsuki yang kehilangan kesabarannya mulai sadar bahwa kelakuan dan matanya membuat Tokujira ketakutan akan penampilannya yang buruk dan menyeramkan.

"Bagaimana rasa patah hati?"

Tanya kakaknya Itsuki setelah mendengarkan curhatan adiknya.

"Sangat pahit... seandainya aku tidak mempunyai mata seperti ini, pasti yang terjadi akan berbeda."
"Bila bisa, apa kamu ingin mau berubah?"
"Tentu, kalau aku bisa merubahnya aku takkan menderita seperti ini."

Setelah mendengar semua keluh kesah adiknya, ia mempunyai ide untuk mempermak penampilan Itsuki. Ketika Itsuki tersadar, dia melihat sosok yang berbeda. Berkat kemampuan make-up kakaknya dan pakaian perempuan, dia berubah total menjadi gadis yang cantik dan manis. Percuma untuk protes, karena kakaknya sudah mengabulkan harapannya untuk dapat merubah penampilannya. Selain itu kakaknya juga malah mengusir dan menyuruhnya langsung pulang.

Ketidaktenangan langsung menancap Itsuki, semua orang melihat dirinya dalam wujud gadis. Dia khawatir kalau semua orang sadar mengapa Itsuki mengenakan pakaian perempuan. Tetapi aktualnya sangat berbeda, orang-orang terpukau akan kecantikan Itsuki.

Dan Itsuki berpapasan dengan Tokujira yang sedang memasang wajah kesepian. Sekali lagi ia terpersona dengan Tokujira. Tapi Itsuki kejadian siang tadi dan menyegerakan diri untuk pulang. Meski ingin segera pulang Tokujira malah bertemu dengan laki-laki disekolahnya. Laki-laki tersebut malah mengolok-ngoloknya dan menahan Tokujira untuk pergi dengan memegang pergelangan tangannya. Tokujira yang terkejut tanpa sadar memukul laki-laki tersebut dengan keras menggunakan tasnya. Hendak segera dibalas oleh laki-laki itu, Itsuki dengan cepat dapat menggantikan posisi dan melindungi Tokujira. Itsuki menggertaknya dengan menggunakan matanya dan berhasil membuat laki-laki tersebut terdiam beberapa detik. Itsuki segera kabur untuk melindungi Tokujira.

Itsuki memberitahu Tokujira seharusnya sebagai perempuan ia harus berhati-hati. Mendengar ucapan tersebut, Tokujira meneteskan air mata, dan Itsuki kembali teringat alasan jatuh cinta kepadanya. Ia ingin melihat kekayaan wajah ekspresi Tokujira.

Tokujira menjelaskan semua keadaan yang dialaminya, sesungguhnya ia memiliki androphobia (takut dengan laki-laki). Dan ia meminta tolong pada Itsuki (berwujud gadis) untuk membantunya menghilangkan fobianya, karena meski Itsuki sangat cantik dan manis tapi disisi lain entah mengapa Itsuki sangat manly (ditambah lagi dengan suaranya husky-nya).

Arti Kebahagiaan
Awal-awal komik terasa biasa-biasa saja, sambil menyusun latihan-latihan Tokujira untuk menghilangkan androphobia, Itsuki mencoba mengenal lebih dalam tentang Tokujira sambil membayangkan suatu saat nanti ia akan dihadapannya kembali sebagai wujud sebenarnya, seorang pria. Di awal cerita ini disisipkan komedi-komedi ringan dan sedikit romansa antara hubungan Itsuki Tokujira.

Cukup sulit untuk Itsuki melatih Tokujira, tetapi ia tetap sabar dan tulus untuk membantu gadis yang disukainya. Apalagi Tokujira lumayan ringan tangan bila berhadapan dengan fobianya. Disaat yang bersamaan, Tokujira tanpa menyadari sedang memperbesar dunianya sangat kecil (selama ini ia hanya berada di lingkup dan kegiatan yang itu-itu saja). Beruntungnya Tokujira memiliki teman masa kecilnya Botan Kurashiki, satu angkatan lebih muda, yang setia, tulus dan selalu mendukung serta menemani Tokujira setiap saat. Walau Botan dan Tokujira memiliki sifat yang saling bertolak belakang, Botan sangat terbuka terus terang pada siapa saja sedangkan Tokujira menutupi diri dengan membuat dinding dan jarak pada semua orang, tapi mereka sangat akrab dan saling mengenal satu sama lain. Mereka berdua juga sama-sama sangat pengertiaan pada hak dan kepentingan temannya.

Disini pembaca akan melihat kisah mereka bertiga: dunia kecil Tokujira, Itsuki yang menahan perasaannya dan Botan yang tak pernah lepas disisi Tokujira.

Hingga akhirnya datanglah waktunya dimana Itsuki me-reveal dirinya selama ini...

Pada saat cerita sedang berjalan menuju puncak klimaks akan sedikit terasa bahwa pace-nya rada terburu-buru, apalagi dengan klimaksnya dilakukan dengan pernyataan yang sangat tak ingin kuharapkan atau kubayangkan atau yang aku pikir seharusnya hal itu tak dilakukan. Setelah klimaks terjadi, cerita mulai meluncur ke tahap baru dimana pada tahap ini (yang mereka bertiga alami dari awal hingga klimaks) mereka mulai (berusaha) menjalani keseharian yang wajar tapi terasa janggal. Tentu saja bagiku ini terasa sangat natural dan nyata ketika dimana seseorang me-reveal sesuatu yang sangat besar, karena salah satu dari mereka atau mereka semua mencoba untuk melewati hal yang lalu seolah tidak ada yang terjadi apa-apa sebelumnya.

Rekomendasi yang sesuai dari komik ini adalah Toradora!, Sky Blue Square (Sorairo Square.), Sweety (Park Jae-Sung & Kim Ju-ri) dan Next to You (Tonari no Atashi karya Atsuko Namba). Aku memilih ketiga ini karena ada unsur cinta segitiga, tokoh utama laki-laki yang menolong tokoh utama perempuan dan percintaan mengejutkan yang sulit ditebak.
Read more ... → Ookami Shounen wa Kyou mo Uso o Kasaneru

November 12, 2017

The Nagatoro Saga

The Nagatoro Saga (Nagatoro-san to Senpai)

Belakangan ini ada kenalan di facebook-ku yang timnya tengah menerjemahkan Iji-ranaide, Nagatoro-san, tulisan dari 774 Nanashi, sebelumnya ia juga telah menuliskan kisah Senpai dan Kouhai tersebut di Senpai wa Shitakunain Desuka?, Nagatoro-san no Sandbag, dan Nagatoro-san to Senpai. Little White Butterflies serta Red Vodka's Magical Paradise selaku penerjemah entah mengapa duet untuk memindahkan Nagatoro-san to Senpai ke media Visual Novel.

Beranikan Dirimu
Di perpustakaan, Nagatoro menemui Seniornya yang telah mendukungnya di pertandingan. Tapi sebenarnya sang senior mempunyai tujuan lain pada Nagatoro. Diam-diam sebenarnya ia menyukai adik kelasnya yang aktif dan periang itu. Sayangnya senior bukanlah orang yang blak-blakan, ia sangatlah pemalu dan seseorang yang tidak bisa bergaul di keramaian.

Niat untuk menembaknya semakin menciut ketika kata demi kata yang dikeluarkan Nagatoro selalu mengerjai dan mengejek senior. Mampukah senior mengungkapkan perasaannya kepada orang yang disukai? Bisakah ia mengatasi segalan tekanan yang diberikan dari Nagatoro?

Aneh Absurd
Untuk versi Visual Novel ada sebuah penambahan di New Game+ yang dari awal bisa kita mainkan. Secara cerita tidak ada perbedaan dengan Kinetic Novel yang pemain baca di New Game. Namun di mode ini akan ada beberapa opsi yang muncul dan bila pemain salah memilih maka akan dituju ke Bad Ending (yang sangat tidak jelas) yang telah dibuat oleh Little White Butterflies.

The Nagatoro Saga (Nagatoro-san to Senpai)

Ketika pemain juga telah selesai membaca New Game maka akan meng-unlock CG dan Event Gallery (berisi sebuah video dan minigame) yang keduanya tak ada hubungannya sama sekali dengan seri Nagatoro. Anggap saja hanyalah sebuah pemanis untuk yang telah menyelesaikannya.

The Nagatoro Saga (Nagatoro-san to Senpai)

The Nagatoro Saga (Nagatoro-san to Senpai)
Read more ... → The Nagatoro Saga

September 25, 2017

{παth/=+÷×−}

Judulnya kok ribet banget ya? Hahaha aku hanya mencoba menuliskannya sesuai dengan cover buku yang tertera. Jadi minggu lalu aku pergi ke suatu tempat karena ada suatu urusan. Karena ternyata hasilnya sesuai dengan dugaanku, tidak memuaskan (dan moodku langsung diselimuti kekecewaan) terlebih lagi aku ditempat itu tidak sampai 15 menit. Aku mulai berpikir untuk berjalan-jalan sebentar dan... kembali berujung ke toko buku dan menemukan ini yang tidak diplastik (maafkan aku!).

Sekilas aku merasa familiar sekali dengan gaya penggambaran tokohnya, yang lalu setelah membuka halaman per halaman aku mulai menyadari. Dini Marlina yang telah berpengalaman untuk buku anak-anak terbitan Mizan Media Utama selalu menarik perhatianku dengan tokoh-tokohnya yang manis, lucu dan menggemaskan. Selain menggambar untuk buku anak-anak, aku mengenal gaya khas doi dari Bandelnya Judith. Sedangkan cerita utama yang rumit ini ditulis dan diajarkan oleh Maximillian Fansyuri.

Ralat, bukannya ceritanya yang rumit sih lebih tepatnya penjelasan teorinya yang rumit, terlebih lagi otakku sudah semakin tumpul sekarang. Karena di Math komik ciptaannya ini pembaca akan menemukan pelbagai fakta unik menarik tentang Matematika. Bagi kamu yang gemar pelajaran Matematika dan/atau IPA pasti akan menyukai ini. Atau bagi kamu yang menyukai dengan perdebatan teori-teori yang ada (hingga antar tokohnya saling berdialog panjang lebar) juga pasti akan menyukai ini. Atau kamu yang menggemari buku komik seri tokoh dunia atau seri penemuan atau seperti Archi & Meidy kuyakin kamu pasti menyukai komik satu ini.


Math re:ON Comics

Langit Alam Semesta
"Manusia menggunakan berbagai macam bahasa untuk berkomunikasi. Tentu saja alam semesta menggunakan bahasa sendiri yang digunakannya. Tidak banyak orang yang bisa menghargai dan menggunakan bahasa alam semesta tersebut. Tahukah kamu, bahasa apa yang digunakan di jagat raya ini? Bahasa itu bernama Matematika!"

Setelah diberi tagline yang menarik ini pembaca langsung dihadapkan ke Matahari Bimasakti, atau yang lebih akrab dipanggil Math, sedang menonton berita pagi hari. Dalam waktu dekat ini akan diadakan sebuah game show bernama Luck Game yang menarik dan menggiurkan dengan total hadiah miliaran rupiah. Promosi permainan ini juga besar-besaran. Semua orang bisa mengikuti permainan, tapi bagi sebagian orang permainan ini tampak mencurigakan. Apalagi Math, seorang ahli matematika/penyuka matematika sangat menyadari kejanggalan dari babak pertama permainan ini. Math yang melihat selintas babak pertama ini mulai isenglah untuk mengikuti permainan ini.
Math re:ON Comics

Math re:ON Comics

Soal dari babak pertama adalah setiap peserta harus menghitung jumlah keseluruhan jumlah kelereng yang ada di sebuah toples kaca. Di soal pertama ini, para peserta diperbolehkan mengkoreksi jawabannya satu kali apabila sebelumnya salah menjawab. Meski begitu, tentu saja semua orang kesulitan bagaimana cara mengetahui jumlah kelerang yang tepat hanya dengan cara melihatnya. Peserta disana langsung menggila mengerumuni melihat toples kelereng dan bahkan peserta yang berada paling depan menahan peserta dibelakangnya agar tidak bisa melihat dan menghitung seisi toples.

Luna Artika, salah satu peserta Lucky Game punya satu cara untuk menyelesaikan teka-teki ini. Dengan menggunakan asumsi dan memperhitungkan diameter kelereng dan tinggi serta jari-jari toples ia yakin bisa mendapatkan jumlah angka yang tepat. Namun sayangnya, satu-satunya cara yang ia miliki nihil karena ramainya peserta yang mengelilingi toples kelereng.

Sedangkan Math yang sedikit tertarik dengan ide Luna, memberitahu cara lain yang lebih efisien. Yaitu dengan menggunakan Wisdom of Crowds (salah satu metode populer yang kuketahui). Dengan mengumpulkan semua hasil jawaban peserta lalu dibagi dengan semua jumlah peserta maka akan mendapatkan hasil rata-rata. Luna yang setengah percaya cara ini akan berhasil tetap (coba) mengikutinya. Dan Luna tidak menyangkanya bahwa ia berdua menjawabnya dengan benar.

Math re:ON Comics

Dari sekian ratus peserta yang datang, ternyata yang lolos ke babak kedua tidaklah mencapai 10 orang. Di babak kedua ini persaingan lebih serius dan ketat. Selain Math dan Luna, ada satu lagi peserta pintar yang memiliki sifat picik dan super menyebalkan, Sirius Leonhart. Mereka berdua telah menyadari dari awal bahwa Luck Game bukanlah permainan berdasarkan keberuntungan, melainkan hanyalah sebuah perhitungan matematika yang tampak rumit namun semua itu bisa diperhitungkan. Bukan probabilitas semata yang hanya ditebak secara asal.

Seni Matematika
Math re:ON Comics

Duapertiga keseluruhan isi buku ini adalah penjelasan matematika yang super panjang. Apalagi yang aku harapkan? Tapi memang itulah daya tariknya, sama seperti saat membaca komik detektif atau ketika membaca Overlord, aku dihadapkan oleh penjelasan panjang lebar yang menarik dan fakta (didalam) cerita yang terjadi. Oh mungkin aku tampak terlalu berlebihan, tidak, aku betul-betul menyukai bahwa dialog box yang besar dan banyaknya kalimat yang tertulis yang ada disini membuatku ikut berpikir (berusaha untuk menyelesaikan kasus Luck Game).

Pembaca lainnya tak perlu khawatir ikut pusing ketika melihat penjelasan Math atau Sirius saat saling beradu teori dan materi. Komik ini memberikan contoh perhitungan yang lebih mudah untuk dibayangkan. Masih belum sampai juga maksud penjelasan mereka? Tenang saja Math akan memberikan contoh soal lainnya yang lebih simpel dan lebih mudah dipahami.

Yang satu kusayangkan dari ini adalah Math yang lack sifat peran utama. Well, aku menyukai penjelasan Math ketika membeberkan semua misteri, fakta dan perhitungan. Tapi ia tampak sangat easygoing, sangat tidak cocok atau pun terlihat orang yang suka berkompetisi. Memang pada awalnya ia mengikuti Luck Game hanya sekedar penasaran doang sih, tapi kupikir ketika sudah menghadirinya ia nyaris sama sekali tak antusias/bergairah menanggapi pertandingan ini. Aku sedikit berharap agar ia merasa sedikit penasaran maksud tujuan Luck Game ini diadakan.
Read more ... → {παth/=+÷×−}

July 17, 2017

Karakai Jouzu no Takagi-san

Saat aku membaca Karakai Jouzu no Takagi-san (からかい上手の高木さん; Teasing Master Takagi-san) aku teringat kembali akan masa-masa sekolah dulu. Kita pasti punya teman yang jadi bahan ceng-cengan karena sikapnya yang enak sekali untuk diusili. Atau mungkin kamu sendiri pernah menjadi korbannya? Seringkali tak ada alasan khusus mengapa orang tersebut (atau mungkin kamu?) selalu saja diolok-olok oleh teman, sungguh tidak kebencian atau pun dendam, hanya saja karena memang dia sangat mudah dikerjai dan/atau melihat reaksinya saat diusili sangatlah menghibur.

Dan ya, aku pernah berada diposisi yang mengusili maupun diusili. Ketika aku diusili bagi mereka reaksiku sangatlah berlebihan dan lucu begitu juga sebaliknya saat aku mengusili temanku reaksinya sangat lucu sehingga tak tahan sekali untuk tidak mengerjainya. Tidak jarang, aku merasa bersalah karena berbuat yang cukup 'jahat' ke temanku, namun begitu (terlihat) mood dia sudah agak baikan sedikit kelakuanku untuk mengusili dia mulai kembali. Pas saat aku menjadi pihak yang diusili, teman-temanku juga berpeliaku demikian, mereka akan berhenti (sesaat) sekira moodku mulai memburuk, tapi saat moodku sudah naik kembali mereka akan segera mengusiliku lagi.

Begitu membaca karya satu ini yang ditulis oleh Yamamoto Souichirou, Oh kurasa aku paham sekali kondisi seperti itu, dan aku (sedikit) kangen dengan situasi saat-saat itu. Dia menuliskan benar-benar seperti yang pernah kurasakan ketika masih bersekolah. Bahkan saat membacanya, terkadang aku teringat kelakuanku dan teman-temanku dulu sambil menahan cengengesan mengingat kembali kejadian-kejadian lucu di masa lampau. Tak heran apabila komik ini menjadi salah satu komik terpopuler di 2015-2016.

Permainan Dimulai
Hari pertama di masa SMP, semua murid baru saling memperkenalkan diri didepan kelas. Nishikata hanya ingin memulai masa SMP-nya dengan kesan baik, hingga ia telah berlatih mempersiapkan diri. Sayangnya persiapan tersebut tidak berjalan dengan lancar karena ia terlambat masuk kelas. Begitu baru mengucapkan sedikit kata, waktu perkenalan dia disela oleh guru lain yang mendadak masuk kelas memberitahukan sebuah pengumuman. Setelah perkenalanpun wali kelasnya langsung menyampaikan sebuah pengumuman. Perkenalan dari Nishikata sangatlah tidak berkesan sama sekali, bahkan ia duduk di paling pojok belakang. Ketika Nishikata mulai duduk dan melihat ia duduk disamping anak perempuan, dan gadis tersebut, Takagi, secara spontan mengajaknya mengobrol dan mengatakan bahwa timing perkenalan Nishitaka buruk sekali. "Seandainya aku tidak telat... ini semua ulah Takagi," ucapnya gerutu dengan bernada kesal tanpa mengetahui bahwa orang yang disampingnya adalah Takagi sendiri.

Ketika upacara murid baru telah selesai, kali ini Takagi yang terlambat masuk ke kelas. Nishikata yang memperhatikannya dengan raut wajah seakan-akan ingin bertanya habis darimana Takagi hingga bisa terlambat masuk kelas.  Takagi langsung melontarkan sebuah permainan tebak-tebakan ke Nishitaka, bila Takagi bisa menebak mengapa Nishitaka pagi tadi terlambat dalam sekali mencoba maka ia akan menang. "Bagaimana bisa memenangkan tebak-tebakan seperti ini hanya dengan menjawab sekali saja," pikir Nishikata, terkecuali permainan itu bisa dimenangkan bia sudah tahu jawabannya. Takagi menduga bahwa Nishitaka sebelum datang ke kelas ia ke tempat bagian kehilangan dan ketinggalan untuk mengembalikan barang yang ia temukan. Dan benar saja tebakannya, karena pagi tadi saat Takagi mengecek tasnya ia tidak melihat sapu tangannya. Melihat reaksi Nishitaka yang overact dan salting membuat Takagi tak tahan tertawa lepas.

Sejak hari itu, Takagi selalu menggoda, mengerjai dan mengusili Nishitaka dengan pelbagai cara omongan dan 'permainan'-nya.

Salah Tingkah
Awalnya komik ini sekilas mirip dengan Tonari no Seki-kun, namun sebenarnya berbeda. Apabila Seki selalu menghabiskan waktu di dalam kelas dengan 'keajaiban-keajaiban' yang dia ciptakan, maka Takagi menghabiskan waktu di dalam kelas dengan cara yang jauh lebih simpel, menggangu teman sebangkunya dengan mengajaknya bermain tebak-tebakan. Aktivitas yang dilakukan juga jauh lebih beda dan lebih berwarna, sebab permainannya tak hanya berlangsung didalam kelas saja dan Nishitaka selalu mempunyai ide untuk memulai permainan baru.


Karakai Jouzu no Takagi-san

Meski seringkali Nishitaka mengajaknya bermain, tetapi tetap saja ia selalu kalah oleh kelihaian dan kecerdikan Takagi yang bisa memanfaatkan segala kondisi dan situasi apa pun. Yah yang namanya anak laki-laki, ia tak mau kalah (apalagi dikalahkan oleh anak perempuan), jadi sebenarnya gengsi rada tinggi juga, tapi karena hal itu juga gengsi sering diruntuhkan juga haha. Takagi sendiri juga bersifat sangat tenang dan dewasa sehingga Nishitaka yang ingin mengerjainya malah menjadi salting dan kalau kesempatan untuk mengerjainya muncul malah tidak tegaan. Setelah melihat tingkah Nishitaka yang menggemaskan Takagi yang sangat tenang pun juga kesulitan untuk menahan tawa.

Ceritanya yang simpel dan gregetan ini semakin hangat dengan keakrabkan mereka berdua yang belajar bareng, jalan bareng atau pun menghabiskan waktu berdua, seakan-akan mereka memang bersahabat baik, ah ataukah mungkin HTS-an, oh mungkinkah sedang proses menuju berpacaran!? Melihat Nishitaka yang selalu kalah ini selalu menarik dan gatal rasanya ingin menyemangatinya tapi disisi lain aku ingin melihat Takagi dalam meng-counter ide dan aksi yang dilakukan Nishitaka.
Read more ... → Karakai Jouzu no Takagi-san

June 10, 2017

Mitsuboshi★★★Colors

Setiap kali aku menyelesaikan sebuah manga atau sudah membaca hingga chapter terbarunya, seringkali akan muncul sesi,"If you read this manga, you might like this" kira-kira sesi rekomendasi random tersebut berdasarkan manga yang telah kubaca. Namun rekomendasi ini biasanya hanyalah sebuah list random, bisa saja berdasarkan genre, kesesuaian cerita yang serupa,  manga yang sedang populer/paling banyak dibaca akhir-akhir ini atau bisa juga beneran random; genre tidak sama, cerita juga tidak mirip.


Mitsuboshi Colors

Bulan lalu aku menemukan Mitsuboshi★★★Colors (三ツ星カラーズ) disebuah situs membaca manga dan aku langsung mengkliknya saja sekalian menghabiskan waktu istirahatku, tanpa membaca sinopsis, terbit tahun kapan, sudah tamat belum dan bahkan aku lupa sebelumnya aku membaca manga apa hingga bisa diarahkan ke manga ini. Manga ini ditulis oleh Katsuwo semenjak 2014 dan tak lama lagi anime-nya akan segera mengudara, di tahun ini, 2017.

Chupacabra
Colors, sebuah kelompok yang bertugas menjaga perdamaian dan keamanan wilayah Ueno. Mereka memecahkan kasus-kasus yang sedang terjadi di kota yang mereka cintai dan tinggali. Walau rutin mengadakan rapat rutin di secret base mereka untuk menjaga kota tetap tentram mereka juga tahu cara menghabiskan keseharian dengan bersenang-senang. Meski sedang bersenang-senang, mereka tetap siap siaga, begitu mencium bau kasus yang lagi terjadi mereka akan langsung membantu, mencari cara dan solusi hingga menyelesaikan kasus tersebut. Bahkan mereka akan melakukan apa pun untuk menyelamatkan umat manusia.

Mitsuboshi Colors

Colors terdiri dari sekumpulan tiga perempuan cilik:
  • Sacchan: Gadis konyol yang sangat aktif, saking aktifnya hal-hal bodoh mengikuti sifat ini. Namun dari sifat bodohnya ini ia juga sering mencetuskan ide-ide... bodoh lainnya untuk bersenang-senang.
  • Kotoha: Si problem solver tiap masalah dan kasus yang ada. Meski ia gemar bermain game, namun faktanya dia sangat tidak jago sekali memainkan game. Tentu saja bila dibilang seperti ini ia tidak akan menerimanya dan merasa sakit hati.
  • Yui: Ketua kelompok Colors yang ternyata cengeng ini menjadi penengah antara kebodohan dari Sacchan dan kejeniusan dari Kotoha. Dia juga seringkali memberi petunjuk ke Kotoha agar dapat menyelesaikan sebuah kasus.

Waspada Siap Siaga
Per-chapter berisikan berkisar 15 halaman yang diisi oleh aktivitas Colors berhasil membuatku tertawa terhibur melihat aksi-aksi konyol dan kelucuan mereka. Bila tak ada kasus, mereka akan mencari sebuah kasus untuk dipecahkan. Tentunya cara mereka menyelesaikan kasus (menghabiskan waktu main) sangat menghibur. Ngomong-ngomong bila kalian menyukai komedi sehari-hari yang dikelilingi oleh anak kecil, tepatnya perempuan juga, kalian bisa membaca Strawberry Marshmallow yang ditulis oleh Barasui.

Mitsuboshi Colors


Read more ... → Mitsuboshi★★★Colors

May 27, 2017

A Silent Voice The Movie

Tiga minggu yang lalu aku cukup khawatir apakah aku akan bisa marathon bioskop atau tidak, karena ada beberapa film yang sangat ingin kutonton salah satunya film ini. Karena pada saat kabarnya film ini akan tayang mulai dari 3 Mei 2017 aku juga mendapat kabar bahwa aku harus keluar kota. Disaat itu juga aku langsung melihat Channel BBM, Newsfeed Facebook dan aplikasi CGV serta BookMyShow di teleponku untuk memastikan film ini tayang dimana saja. Dan untungnya film ini tayang di seluruh di Indonesia termasuk kota dimana aku harus kunjungi saat itu. Tapi aku kembali was-was apakah aku tinggal didekat bioskop atau tidak, untungnya aku tinggal di dalam kota. Meski begitu aku dengan mudahnya khawatir kembali untuk mengatur jadwalku dan pihak CGV Blitzmegaplex hanya meng-update jadwal tayang bioskopnya di pagi hari (menjelang siang) saja. Tak ada kepastian akan tayang di daerah mana saja dan jam berapa saja tayangnya. Yang pasti dari aplikasi hanya bisa ditekan hingga tanggal 9 Mei 2017 namun jadwal tayangnya hanya muncul di tanggal hari itu saja.

Pada 4 Mei 2017, aku menyempatkan untuk nonton ini di jam terakhir, 22:05 aku juga tidak sempat untuk marathon atau mengejar film lainnya seperti The Boss Baby, Guardian of the Galaxy Vol 2 dan menonton ulang My Neighbor Totoro di layar tancap. Tapi daripada tidak bisa menonton anime, yang jadwalnya tidak pasti dan anime agak langka tayang di Indonesia lebih baik mengorbankan ketiga film tersebut. Ralat, sebenarnya tahun ini sudah banyak sekali anime yang tayang di Indonesia seperti bulan lalu Spirited Away yang memperingati 15 tahun juga, Sword Art Online The Movie: Ordinal Scale dan KanColle Movie lalu bulan ini ada Kuroko's Basketball Last Game dan apalagi CGV Megablitz sedang mengadakan Anime Week tanggal 19 — 25 Mei 2017 hanya dengan Rp20.000.


A Silent Voice The Movie — Koe no Katachi

Jujur saja, ekspektasiku untuk A Silent Voice The Movie (聲の形; Koe no Katachi) tidaklah tinggi untuk anime ini. Hal didasari oleh serialisasi manga-nya yang mengecewakan untukku, dan film ini dipegang oleh Kyoto Animation yang belakangan ini agak lesu dan tidak bisa memuaskan diriku. Disini Reiko Yoshida yang sudah berpengalaman jauh (●REC, Bakuman., The Cat Returns, Deltora Quest, Genshiken, Romeo × Juliet, Kyoro-chan, Tamako Love Story) menangani menulis script dan Naoko Yamada mengarahkan dan mengontrol anime ini sebagai Sutradara (Hibike! Euphonium series, K-ON! series dan Tamako Love Story).

Cuplikan Film
Cerita dimulai dengan Shouya Ishida yang merobek kalendernya dan berhenti kerja sampingannya. Dengan bekerja selama ini dan menjual semua barang pribadinya ia hendak untuk membayar 'hutang' kepada ibunya. Lalu dilanjutkan dengan cuplikan film ke masa lalu kehidupan Shouya kecil dengan lagu My Generation yang dibawakan oleh The Who. Shouya awalnya tak tertarik sama sekali dengan kepindahan Shoko Nishiyama ke sekolahnya. "Mengapa gadis ini diam saja daritadi," Ia berpikir demikian sambil menatap Shoko. Begitu mengetahui bahwa Shoko ini tuli seakan-akan di otaknya ada suatu tombol yang telah diaktifkan.

Dengan segala keterbatasan yang dimiliki Shoko, lama-kelamaan sekelas kerepotan karenanya dan tidak sanggup lagi untuk menanggapinya. Hal tersebut makin mendorong Shouya untuk mem-bully Shoko. Sedihnya kelakuan Shoya sudah terlalu jauh hingga akhirnya kepala sekolah dan wali kelas turun tangan secara langsung. Pembullyan yang dipimpin oleh Shouya kini telah berbalik arah, sekelas mulai membalas dendam dan membully Shouya, meski mereka sebelumnya juga pernah ikut-ikutan membully Shoko. Atas kejadian yang terjadi ini orangtua Shoko kembali memindahkan putrinya ke sekolah lain. Karena kejadian itu juga Shouya sadar bahwa ia telah melakukan kesalahan terbesar dalam hidupnya.

Shouya yang berusia remaja hendak mencoba untuk menembus dosanya dengan membayar 'hutang' ke ibunya dan mengajak berteman dengan Shoko. Walau hal ini takkan pernah cukup untuk menghapus dosa-dosanya saat ia masih kanak-anak dahulu.

Lembaran Photo
Saat pertama kali mendengar suara Maria, keponakan Shouya yang nampak selalu ceria ini aku mengira seiyuu-nya bekas dari Barakamon atau Amaama to Inazuma. Soalnya suaranya sama-sama terdengan menggemaskan dan sangat kanak-kanak sekali. Maafkan aku Erena Kamata yang sudah mengira pada Kotoishi Naru (dari Barakamon) dan Inuzuka Tsumugi (dari Amaama to Inazuma).

Lalu ketika memperhatikan pembukaan aku selalu memikirkan movienya akan seperti apa. Apakah akan dari manga yang 7 jilid dirangkum dalam kurun waktu 2 jam atau berdasarkan dari one-shot lalu diperpanjang sedemikian rupa. Tapi pilihan kedua nampaknya sangat mustahil dari berbagai pandangan. Jadi aku terus memikirkan bagaimana mereka membuatnya menjadi durasi sebuah movie. Saat awal-awal movie kita akan melihat masa lalu Shouya yang menjadi garis besar dalam jilid satu. Mereka dengan cerdasnya mampu merangkum jilid-jilid awal manga sedemikian rupa sehingga terbentuk belasan menit di movienya yang bisa dinikmati oleh penonton yang tidak/belum membaca serialisasi maupun yang sudah. Setengah jam pertama kita diajak melihat masa lalu hubungan Shouya-Shoko dengan cara seperti melihat lembaran-lembaran foto. Walau sudah dirangkum seepik rupa mereka tetap tak mugkin luput dari kecacatan. Buruknya lagi bagi yang membaca serialisasinya pasti tahu dan jujur saja aku merasa gregeta ketika mereka harus mengorbankan scene-scene yang kena banget di hati, misalnya saja saat Shoko marah ke Yuzuru Nishimiya, adiknya.

A Silent Voice The Movie — Koe no Katachi

A Silent Voice The Movie — Koe no Katachi

Aku awalnya juga cukup kecewa dengan pengisian Saori Hayami sebagai Shoko. Harusnya ia bisa bermain lebih buruk lagi tpai di awal-awal ia bersuara tidak seperti orang tuli, malah suaranya cute. Ku teringat guyonan temanku,"Untuk apa pakai Hayamin, hanya buang-buang uang saja (untuk mengisi tokoh tidak bersuara)" tapi ketika menonton ternyata Shoko cukup aktif bersuara toh.  Kedua, yang aku sempat kecewakan juga adalah Naoka Ueno yang cantik malah digambar terlalu cute, bahkan semua tokoh perempuan digambar menjadi cute.

Rencana Bunuh Diri
Di manga-nya kita akan diberi suguhan untuk mendapatkan cerita masing-masing per tokoh. Tapi cerita ini juga hanya cerita sampingan (yang cukup) singkat. Karena sebenarnya di manga-nya terlalu memfokuskan diri pada hubungan Shouya dan Shoko juga permasalahan yang dibuat dan dihadapi oleh Shoya. Di movie-nya ini mereka mengambil langkah tepat dengan mengutamakan motif cerita pada penyesalan terbesar yang dipendam oleh Shouya. Tanpa harus memperdalam kisah tiap tokoh, movie-nya mampu menyampaikan hubungan Shouya dan Shoko dengan epic. Bahkan hatiku lumayan berdebar ketika melihat scene tearjerking di movie ini (ketika di komiknya aku merasa biasa saja saat membacanya).

A Silent Voice The Movie — Koe no Katachi

Movie Koe no Katachi jauh melampaui dari ekspektasiku, aku benar-benar tersentuh ketika menontonnya. Ending-nya juga mengambil langkah berbeda dari manga-nya. Namun ending-nya juga meh dan cukup hampa untuk beberapa orang. Padahal aku suka bagaimana akhirnya Shouya bisa membuka matanya dan bagiku itu sudah cukup. Aku terpuaskan di movie ini sebab harapan terbesarku dikabulkan, yaitu,  Shouya berteriak meminta maaf pada Shoko. Selain itu movie-nya lebih mengungguli dibanding serialisasi komik dengan alasan yang sangat jelas: cerita tidak bertele-tele. Ya, dengan ini kukatakan bahwa Koe no Katachi adalah salah satu dari sedikit anime/karya yang jauh lebih baik daripada bentuk orisinilnya sendiri.

Btw kemarin aku lupa menyertakan link interview pembuatan Koe no Katachi, silahkan kamu bisa membacanya disini dan disini.
Read more ... → A Silent Voice The Movie

November 12, 2016

Hajimete no Gyaru

Komik yang kubaca dalam 3 hari ini, saat aku mendapatkan sedikit waktu luang dan kebetulan sekali internetku sedang bagus-bagusnya aku langsung membacanya hingga chapter terbarunya.


Hajimete no Gyaru


Hajimete no Gyaru (はじめてのギャル) ditulis oleh Ueno Meguru mengisahkan percintaan remaja seorang pemuda yang tak populer bisa berpacaran backstreet dengan gyaru. Adegan / cerita per chapter-nya masih mudah ditebak dan tipikal romance shounen, selalu dibumbui oleh ecchi karena, yah biasa, peran utamanya memang mesum.

Beruntung, atau Nasib Sial?
Musim semi telah tiba, tak hanya iklam saja yang bersemi tapi para pemuda-pemudi juga sedang memasuk musim semi. Tapi di semester baru ini nasib Junichi Hashiba masih sama, virgin, jones. Dan teman satu gengnya juga pada masih ngejones semua. Bodohnya satu gengnya ini malah ngebaca buku porno untuk meruntuhkan mood pasangan yang sedang pada mojok.

Junichi yang putus asa malah menerima tawaran teman satu gengnya dan turut ikut membaca. Bahkan belum sempat membuka selembar pun, ia sudah dipergoki oleh Yukana Yame, gadis gyaru populer di sekolahnya.

Setelah digalaki oleh gyaru, bukannya jera eh mereka malah asik ngomongin hal mesum tentang gyaru. Dan teman satu gengnya akhirnya mengerjai Junichi untuk menembak Yukana, tentunya mereka sudah penuh persiapan dengan mengirimkan love letter ke kotak sepatunya.

Walau Yukana tidak tertarik dengan pernyataan Junichi bukan berarti ia menolaknya, Yukana akhirnya menarik tangan Junichi yang hendak pergi setelah pernyataannya yang super gagal. Gyaru ini pun memutuskan untuk mencoba berpacaran dengan laki-laki polos mesum yang tak populer.
Read more ... → Hajimete no Gyaru

February 29, 2016

Kimagure Orange☆Road

Semenjak akhir 2014 aku memulai membaca komik ini karena pernah dirilis di Indonesia oleh Rajawali Grafiti (penerbit ilegal yang terkenal pada tahun 90an hingga 2000 awal). Selain itu Kimagure Orange Road karya ciptaan Izumi Matsumoto sangat populer pada saat itu. Dan setelah kucari tahu ternyata sempat diterbitkan oleh M&C! pada tahun 2000-2003. Sebenarnya aku beberapa kali sempat melihatnya di toko buku loak, namun saat itu aku ragu apakah yang dijual disitu terbitan Rajawali Grafiti dan/atau komplit hingga tamat tidak. KOR juga sudah ada di Mangamon cuma akhirnya aku tetap memutuskan untuk memilikinya secara fisik (sekalian menambah koleksi pribadi) hingga tertipu untuk pertama kalinya beli online karena ketidakjelianku. Dan tepatnya pada minggu lalu aku mendapatkan KOR terbitan M&C! yang sayangnya kondisinya bekas rental. Awalnya ingin aku marathon dalam semalam cuman aku sayang-sayang dan akhirnya aku menyelesaikan membacanya pada Kamis minggu lalu.

From the first time I saw you...
Ada alasan khusus mengapa Kyousuke Kasuga bisa pindah sekolah 7 sekolah, bukan karena ia badung atau pun pekerjaan ayahnya yang mengharuskan tidak menetap disuatu tempat... melainkan karena keluarga Kasuga sebenarnya adalah seorang psychic. Mereka mempunyai berbagai macam kekuatan, teleport, super speed, terbang, menerbangkan sebuah benda dan lain-lain. Dan karena kecerobohan adiknya yang berlari 100 meter dalam waktu 3 detik saat olahraga di sekolah yang terdahulu. Kekuatan yang tidak pada umumnya ini pasti membuat akan masyarakat banyak bertanya-tanya.

Di lingkungan barunya, keluarga Kasuga berusaha untuk hidup layaknya orang normal diluar sana dengan cara tidak menggunakan kekuatan mereka sembarangan. Kyousuke yang sedang berjalan-jalan sembari menghitung anak tangga bertemu dengan gadis super cantik. Gadis tersebut mengoreksi hitungan Kyousuke namun Kyousuke tetap bersikeras dengan hitungannya. Sedikit perdebatan mereka dan perbincangan, menyadari bahwa Kyousuke telah jatuh hati kepadanya.

Keesokannya di sekolah, Kyousuke tanpa sengaja bertemu dengan gadis yang waktu itu berdebat jumlah anak tangga. Ternyata dia dengan temannya sedang merokok diam-diam disekolah. Gadis itu berpura-pura tak pernah bertemu dengan Kyousuke sebelumnya. Kyousuke yang tengah memergoki dia (diam-diam) menggunakan kekuatan supernaturalnya agar rokoknya tidak bisa menyala dan mengatakan "Kalau sejak SMP sudah merokok, kau tak akan melahirkan anak yang sehat!" tapi siapa sangka ternyata ucapan darinya menggerakkan gadis itu untuk berhenti merokok selamanya. Gadis itu tetap marah dan menampar Kyousuke karena ia telah ngomong seenaknya saja.

Madoka Ayukawa, ternyata adalah seorang sukeban dan mempunyai reputasi buruk disekolah atas perilakunya. Kenakalannya ditakuti oleh seluruh sekolah dan bisa dikatan tiada yang berteman dengannya di sekolah. Berbeda sekali imagenya dengan saat Kyousuke pertama kali bertemu dengannya, manis, ceria dan berpenamilan dewasa. Walaupun Madoka sangat angkuh dan judes (di sekolah), Kyousuke tetap percaya bahwa sebenarnya Madoka adalah anak baik. Suatu ketika Hikaru Hiyama, adik kelas sekaligus sahabat Madoka tanpa sengaja melihat Kyousuke yang sedang menggunakan kekuatannya. Saat itu juga Hikaru yang sebelumnya galak ke Kyousuke langsung luluh hatinya.

Kejadian "ajaib" lainnya menimpa Kyousuke yang tanpa disengaja mencium Hikaru. Semenjak kejadian ini Hikaru langsung memanggil Darling kepada Kyousuke dan selalu agresif menyerang. Dan tanpa disadari mereka berdua sudah berpacaran meskipun Kyousuke masih menyimpan perasaan kepada Madoka dan begitu juga sebaliknya, Madoka hanya bisa bersikap kuat dan dewasa melihat sahabatnya sudah berpacaran dengan orang yang disukainya (sebenarnya aku masih heran sebenarnya siapa yang nembak duluan hingga bisa berpacaran, atau kah hubungan pacaran mereka seperti Ran Mouri dan Shinichi Kudo). Dimulailah kisah cinta segitiga yang disebabkan sang pria super plin-plan dan sulit jujur mengungkapkan perasaannya.

Moodmaker Madoka
Pusat dunia dari KOR, yap aku membaca dan (berusaha) menempatkan diriku sebagai Kyousuke merasakan bagaimana reaksi langsung Madoka. Madoka bisa menarik perasaan dan suasana orang sekitarnya, bila ia senyum maka orang sekitarnya akan tersenyum bila ia senang maka orang sekitarnya akan ikut senang. Apalagi kalo ia marah atau pun kesal, pembaca juga merasakan kemarahan atau kekesalan yang sedang dipendamnya. Parahnya lagi, sebagai cowok bisa langsung was-was kalo Madoka sendiri mendadak jengkel (entah mengapa untuk karya satu ini aku menjadi tipe orang yang mudah sekali hanyut terbawa suasana, dan sepertinya seringkali merasa terjebak dalam situasi suami takut istri).

Rushed Ending
Menjelang jilid 10 aku mulai memperlahan kecepatan membacaku karena merasa sayang untuk diselesaikan. Dan tadinya aku mengira 4-5 jilid terakhir akan arc serius yang akan klimaks, serius, sedih, galau atau pun menyayat hati. Namun sayangnya hal itu sama sekali tidak terjadi. Arc serius benar-benar ditulis di pertengahan jilid 17 hingga selesai. Benar saja, ada merasa ketidakpuasan (cukup) besar mengingat finishing masalah love triangle-nya dapat selesai hanya dalam 3-4 chapter saja. Namun menurut kabar yang didapat ending yang terburu-buru disebabkan karena lisensinya yang dicancel. Yap, endingnya tempe banget.

"1 + 1… bukanlah 3 hasilnya"

Yang namanya kebohongan suatu saat akan terungkap, cinta bertepuk sebelah tangan yang menyakitkan dijalani selama itu akhirnya memaksa sang gadis untuk memutuskan bergerak maju. Sang pria tahu akan kebodohannya yang tidak bisa tegas untuk mengukapkan perasaannya, tapi disisi lain ia sebenarnya dihantui ketakutan melukai perasaan seseorang. Tapi ternyata ia telah melakukan kesalahan besar, ia malah melukai keduanya. Hubungan seperti ini tak mungkin dijalani selamanya, percintaan bukanlah sebuah layangan yang hanya terus tarik-ulur, para gadis tersebut bukanlah badut yang bisa dipermainkan. Tahukah kau, dengan kehadiran seseorang, dengan satu ucapan spesial... itu bisa membuat banyak perubahan pada kehidupan seseorang.


Kimagure Orange Road

Ah sebenarnya waktu itu banyak sekali yang ingin kuungkapkan tentang komik ini, cuma aku selalu menahannya karena belum membacanya hingga selesai (dan ya seperti biasa, aku lupa ingin menulis apa saja). Walaupun merasa lumayan puas tapi aku masih menginginkan sedikit encore, sebenarnya mager sih harus ngikutin anime-nya juga yang terdiri dari 48 episode, OVA 8 episode, 2 Special OVA dan 2 Movie. Alasan lainnya kenapa aku lebih memilih membaca bukunya langsung adalah entah mengapa bila aku membaca melalui online (bukan kertas langsung) aku merasa kecepatan membacaku berkurang drastis. Tapi sebenarnya ada rasa penasaran besar untuk menontonnya, juga mencari tahu / membaca novel Shin Kimagure Orange Road yang ditulis Kenji Terada dan fanfic Kimagure Orange Road College yang katanya sangat direkomendasikan. Ngomong-ngomong aku menyukai dimana mereka dapat menggambarkan fashion style di era itu (aku merasa seperti melihat majalah model pakaian atau pun lifestyle).
Read more ... → Kimagure Orange☆Road

February 17, 2015

The Shape of Voice

Sebenarnya sudah sejak lama sekali aku ingin membahas komik satu ini, apalagi dikarenakan aku sangat mengidam-idamkan one shot-nya yang bagiku itu sangat luar biasa. Setelah mendapat serialisasi aku pun rutin mengikutinya update-annya walaupun terkadang, ralat seringkali merasa jenuh dikarenakan cerita serialisasinya agak kurang sreg (yang nantinya akan kutulis dibawah ini).


The Shape of Voice (聲の形; Koe no Katachi) ditulis oleh Yoshitoki Oima yang dipublikasikan oleh Shuukan Shounen Magazine. Akhirnya menjelang chapter terakhir tanpa kusadari komik ini telah dilokalkan oleh M&C! pada tanggal 16 Desember 2014. Aku ingat sekali pertama kali aku mengetahui one shot ini, banyak sekali teman-temanku yang merekomen untuk segera membacanya. Dan tentunya ketika aku buka facebook saat itu juga newsfeed-ku juga sedang ramai dengan karya satu ini. Sayangnya begitu mendapatkan serialisasi aku sudah bisa menduganya, takkan seheboh one shot-nya, tidak sesuai dengan ekspektasi (beberapa) pembaca dan/atau tak seperti apa yang diharapkan, meskipun aku terus berharap akan ada sesuatu yang menggencangkan saat membacanya (akhirnya ternyata apa yang kuharapkan tidak datang juga hingga di chapter terakhirnya).

Masterpiece
Bermula dari one shot yang dipublikasikan pada 8 Januari 2011 di Bessatsu Shounen Magazine yang tak lama kemudian memenangkan penghargaan 80th Weekly Shounen Magazine Newbie Best Mangaka Award dan juga dipublikasikan ulang padah edisi ke-12 Weekly Shounen Magazine tahun 2013. Dengan berjumlah 61 halaman para pembaca terbawa perasaannya dengan kisah yang dibawakan oleh Yoshitoki-sensei. Yang pasti aku cuma bisa mengatakan, silahkan dibaca one shot-nya.

Sign Language 
Mengisahkan Shouya Ishida, anak kecil yang akan melakukan hal apa saja untuk menghilangkan kebosanannya. Sebenarnya aksi konyol Shouya seringkali membahayakan dirinya, bahkan kedua temannya juga mereasa tidak aman. Bahkan Shouya pun pernah kualat karena kelakuannya, tapi itu tidak menghentikan dirinya melakukan hal-hal yang menurutnya menyenangkan.

Pada suatu ketika disekolah dia kedatangan seorang murid baru, Shoko Nishiyama, gadis tuli yang baru saja pindah karena kena bully disekolah sebelumnya. Shouya pun instan mendapatkan "mainan" baru walaupun ia tak tahu bahwa aksinya ke Nishiyama ini berdampak selama hidupnya.

Berseri
Seperti yang kutulis di awal, begitu menjadi cerita berseri aku sudah bisa menebak berarti harus menambahkan suatu masalah untuk mengembangkan cerita yang ada. Padahal cerita yang ada dalam one shot itu sudah sangat pas sekali, dan berakhir dengan indah.

Sinetron
Sayangnya konflik yang dimunculkan lansung bertubi-tubi, yah beberapa konflik kecil langsung diselesaikan dengan saat itu juga. Misalnya pada masalah awal, pertengkaran Shouya dengan ibunya. Selebihnya lagi cerita yang mendatang hanya menimbulkan permasalahan baru. Konflik pertama belum selesai berlanjut dapat konflik kedua, ketiga, keempat dan seterusnya. Belum lagi masalah yang muncul terasa sangat dipaksakan. Padahal konflik pertama saja belum selesai tapi malah muncul konflik baru dan akhirnya menumpuk. Aku yang membacanya tiap minggu saat itu hanya menunggu kapan konflik ini akan selesai. Tapi kalo pun ada satu konflik selesai tak lama kemudian konflik baru segera muncul. Hal inilah yang membuat pembaca jenuh membacanya.



Cerita yang mengambil tema yang menarik, Tuli dan Bully. Karena kepopularitasannya karya ini juga diangkat menjadi movie anime. Firasat ini juga sudah kudapatkan ketika karya ini mendapatkan serialisasi, tapi begitu melihat serialisasinya aku tidak mengharapkan ada anime-nya karena takut ceritanya akan buruk juga seperti di manga-nya. Untungnya menjelang akhir cerita semua konflik yang ada berhasil dipecahkan, meskipun terlihat janggal karena dalam satu adegan itu langsung menyelesaikan lebih dari 1 konflik. Belum lagi penyelesaiannya terlihat agak begitu cepat, tiba-tiba konflik ini selesai kemudian konflik yang satu lagi ikut selesai juga.

Untuk menyelesaikan konfliknya kurasa sudah cukup bagus, tapi waktu dalam penyelesaiannya tak sesuai dengan konflik itu muncul dan lamanya konflik yang terjadi. Beberapa konflik memang muncul secara berhubungan tapi sebagian tidak (misalnya tokoh ini berulah, memiliki cara pemikiran dan tindakan lain dan membuat konflik baru). Sehingga penyelesaian salah satu konflik ada yang terasa kosong dan aneh. Bersyukur ceritanya ini tidak terlalu panjang sehingga tak perlu lagi mengulur permasalahan yang ada. Tapi sayangnya endingnya tidak terlalu memuaskan, sedikit bocoran saja, padahal aku mengharapkan, seengganya, Shouya pada akhirnya memeluk erat Nishiyama dan meminta maaf (mungkin bila Shouya menangis tulus aku akan lebih senang lagi melihatnya). Yoshitoki-sensei mempunyai cara lain untuk membuat ending, walaupun kurasa banyak pembaca yang menginginkan ending yang lebih dramatis dan menyentuh hati (ini bukan berarti endingnya tidak menyentuh hati, hanya saja terasa sangat kurang lho).
Read more ... → The Shape of Voice

January 10, 2015

Cyberone

Sudah menjadi kebiasaanku dari dulu, pergi ke sebuah toko buku lalu melihat semua bagian komik lalu mencoba lihat cover-nya dan membaca sinopsisnya. Tak jarang juga aku membelinya hanya karena melihat cover-nya dan menurutku itu menarik. Untungnya hingga saat ini aku sangat jarang sekali kecewa dengan komik-komik yang kubeli (yah walaupun ada beberapa yang kubeli ternyata engga sesuai dengan yang kuharapkan padahal cover-nya begitu menarik buatku, toh aku juga tak ingat komik apa saja).



Salah satunya adalah Cyberone (電脳怪奇譚 サイバーワン; Dennou Kaikitan Cyberone) karya dari Akira Sugito (Boku Girl), aku membelinya karena sedang butuh asupan komik cowok (karena belakangan ini komik yang kubeli hampir semuanya serial cantik). Alasan lainnya mengambil komik ini setelah kucek hanya tiga jilid, jadi secara otomatis langsung kubawa kasir saat itu juga (dan berencana melengkapkan nantinya).

Tak Tersentuh, Namun Nyata
Cyberone (bisa disingkat dengan C-1 juga) sebuah Trading Card Game yang populer di tahun 2030. Orang-orang memainkan permainan ini di dunia Virtual DC, kota yang dibangun dalam internet yang dijalankan oleh perusahaan DC Computer berafiliansi dengan perusahaan game Amatsu, security software Void dan web design Cosmos.

Himeno Shindou yang sedang menjenguk ibunya dirumah sakit jenuh yang selalu mendengar berita di televisi tentang isu (atau urban legend?) kemunculan bola asing di udara dan monster aneh yang berkeliaran dalam kota. Hendak pulang kerumah Himeno melihat bola asing yang melayang di langit dan telepon selulernya terjatuh yang anehnya ada kartu yang muncul dari strap-nya. Penasaran, ingin mengambil tiba-tiba ada seekor tikus dari game C-1 dan mengejutkannya lagi meskipun monster tikus ini tidak nyata tapi bisa mengambil telepon seluler Himeno. Tikus terus kabur ke atap yang membawa Himeno bertemu dengan teman masa kecilnya, Hyouta Tatari. Sayangnya Hyouta tak ingat Himeno sama sekali dan ia yakin sekali tidak punya teman masa kecil perempuan. Kehadiran Hyouta dirumah sakit bukan tanpa sebab, ia akan mengalahkan Player (istilah untuk pemain C-1) lain dan mengumpulkan potongan kartu data Player lawan. Tak lama dari Himeno berjumpa dengan Hyouta, datang seorang suster yang merawat ibunya Himeno yang akan ber-duel dengan Hyouta. Himeno yang tak mengerti apa-apa sekarang terlibat dalam duel yang membahayakan kehidupannya.

Melewati Batas
Para Player C-1 memiliki suatu tujuan istimewa, barang siapa yang bisa mengoleksi potongan yang dimiliki Player lain bisa mendapatkan sebuah permohonan apapun yang akan dikabulkan. Misalnya bertempur untuk menyegel menciptakan kekuatan dewa. Tentunya kesempatan mengikuti Battle Royal ini hanya bisa diikuti oleh orang-orang yang tepilih saja dan terdapat suatu ganjaran bagi yang kalah (efek ini juga berbeda-beda pada tiap Player).

Singkat Padat Kurang Cukup Begitu Jelas
Jujur saja aku tidak tahu TCG C-1 ini, berdasarkan dari info Elex TCG ini dirilis oleh Bandai sejak tahun 2011 lalu dan ini merupakan karya pertama dari Akira Sugito. Keterangan kartu-kartu ini dijelaskan seiring dengan duel yang terjadi didalamnya dan mengembangkan cerita yang ada, tapi buruknya minim tutorial permainan ini. Bukannya tidak ada, hanya saja kurang mendetail sehingga pembaca awam yang tidak tahu sama sekali dengan TCG tetap tidak bisa langsung memainkan TCG-nya. Maksudku seperti saat Flame Peacock dimunculkan dan ia memiliki LT4 sedangkan Discipline Vanguard memiliki LT2, jadi LT ini apa? Oke, Load Time, lalu poin untuk apa? Dan bagaimana memanggilnya?

Komposisi Action
Sisi positifnya adalah komik ini tidak menitik-beratkan kartu-kartunya. ATK, DEF dan ability monster-nya tetap ada (saat monster muncul dan begitu ability kartu tersebut diaktifkan) tapi aku hampir tidak merasa terganggu sama sekali ketika mengikuti pertarungan yang ada. Aksinya cukup asik dilihat, tidak kelihatan seperti sedang menjelaskan atau pun menceritakan TCG sama sekali. Oh bahkan mungkin pembaca tidak sadar atau tetap tidak mengetahui hingga akhir bahwa ini berdasarkan TCG atau cerita untuk TCG (karena emang engga kelihatan seperti komik yang bertemakan TCG).
Read more ... → Cyberone

May 20, 2014

No Game No Life

Anime yang tengah mengudara saat kini dan anime yang kukatakan buruk pula untuk saat ini. Aku mengatakan buruk karena mempunyai alasan tersendiri sehingga aku kurang bisa menikmatinya. No Game No Life (ノーゲーム・ノーライフ) atau yang biasa disingkat menjadi NGNL adalah anime yang telah tayang dari 9 April 2014 dengan durasi kurang lebih 23 menit. Diadaptasi dari Light Novel yang ditulis oleh Yuu Kamiya (atau yang mempunyai nama asli Thiago Furukawa Lucas,seorang kebangsaan brazil dan asli dari sana) yang telah terbit dari 25 April 2012 hingga kini masih lanjut dan sudah memiliki 6 volume.

Anime yang kukatakan memiliki unsur brother complex dan sister complex ini diproduksi oleh studio Madhouse dengan sutradara Atsuko Ishizuka (Hanayamata dan Sakurasou no Pet na Kanojo), series composition oleh Jukki Hanada (Steins;Gate, Robotics;Notes, Kashimashi ~Girl Meets Girl~, Level E dan Sora wo Kakeru Shoujo) dan musiknya oleh SuperSweep (Sister Contrast!) yang terdiri dari Ayako Saso, Fumihisa Tanaka, Shinji Hosoe dan Takahiro Eguchi.

Dunia Ini Permainan Belaka
Terdapat sebuah urban legend dimana ada seorang gamer tanpa nama (blank, ya maksudku benar-benar kosong sehingga tertulis [ ] atau disebut Null) dan beberapa orang mengiranya dia (atau mereka?) menggunakan cheat. Sehingga sekumpulan orang berusaha mengalahkan mereka dengan menggunakan cheat, meskipun begitu tetap tak terkalahkan dan sebagian dari mereka menyadari bahwa mereka memainkannya tanpa cheat. Rumornya beredar begitu cepat, tapi sebenarnya sosok dari mereka hanya seorang kakak-beradik NEET nan hikikomori yang addict dengan sebuah game.

Karena kondisi yang dialami mereka, mereka berdua menganggap kehidupan adalah Kuso Game (Shitty Game atau Crappy Game).

Hingga suatu saat mereka mendapat pesan misterius dari sesosok tak dikenal untuk menantang catur. Begitu mereka berhasil mengalahkannya, mereka ketarik ke dunia lain dan sesosok bocah bernama Tet (dewa permainan yang kalah catur oleh mereka berdua) muncul disekitar mereka dan mengaku bahwa dia adalah dewa, The Sole God of Disboard. Tet juga mengatakan bahwa semua hal di dunianya diputuskan oleh simple game, bahkan kemasyarakat hingga batasan wilayah. Tet menyebutkan semua tindakan berdasarkan The Ten Oaths yang isinya:

  1. Pertumpahan darah, perang dan penjarahan dilarang.
  2. Semua permasalahan / perselisihan diselesaikan dengan game.
  3. Dalam sebuah game, kedua belah pihak harus bertaruh dan menyetujui bahwa taruhannya memiliki nilai yang serupa.
  4. Selama tidak melanggar aturan tiga, taruhan, isi game dan rule itu tidaklah penting... tak akan dipertanyakan.
  5. Peserta yang menantang dapat memutuskan aturan dan isi game.
  6. "Sesuai Sumpah", setiap taruhan akan ditaati tanpa syarat.
  7. Segala Konflik diantara kelompok akan diputuskan oleh perwakilan yang ditunjuk dari kedua belah pihak.
  8. Jika ketahuan cheat (kecurangan) diketahui, maka pihak yang melakukan akan otomatis kalah.
  9. Dengan menyebut nama dewa, aturan diatas kekal tanpa syarat dan tidak akan pernah diubah.
  10. Semua orang harus bermain dengan good game (baik).

Sora dan Shiro merasa akhirnya mereka berdua dapat hidup di dunia yang tepat, tak salah bila Tet mengundang kemari. Namun ternyata ras mereka, Imanity berada diujung tanduk. Mereka ras ke-16 yang merupakan paling lemah, hampir kehilangan segalanya. Sehingga mereka berdua bertujuan untuk menyelamatkan umat Imanity (yang parahnya hanya tersisa satu kota saja) dan menyatukan segala ras (Old Deus, Phantasma, Elemental, Dragonia, Gigant, Flügel, Elf, Exmachina, Vampire, Lunamana, Warbeast, Mermaid, Dwarf, Fairy dan Demonia) serta melawan kembali Tet.

Koppelion
Maksud disini adalah mengacu pada K dan Coppelion. Ya kedua anime disini mempunyai warna yang gitu-gitu saja. Sama hal-nya dengan NGNL, penonton dibuat mata sakit dengan biru-ungu yang selalu menyertai anime ini. Filter dan Digital Compostion yang kacau sehingga membuat biru-ungu gaje. Sebelumnya aku menonton Coppelion yang kecewa dengan warna membosankan biru-hijau-cokelat disini malah terjadi hal itu. Dan beberapa scene bukannya membaik malah makin dibikin full biru-ungu-nya.

Klasik Namun Menarik
Konsep ceritanya kubilang sih klasik, yaitu taklukan semua daerah dan melawan dewa tapi menariknya semua ini harus dilakukan dengan game. Umat Imanity yang lemah tidak bisa apa-apa harus mencari akal bagaimana mengalahkan ras yang memiliki keunggulan sihir, kekuatan super dan lain-lain. Apalagi mungkin bila permainannya menggunakan kekuatan fisik (misal adu panco) Imanity bisa kalah dengan mudah, atau mungkin sihir membaca pikiran?

Campur Aduk Permainan
Berdasarkan episode 2, aku sudah cukup riang akan disuguhi oleh teori-teori permainan yang hadir, apalagi dengan permainan catur yang seketika aku memikirnya langsung ke Innocent Moves. Tapi nyatanya tiba-tiba gerakan catur seenaknya (yang aku masih positive thinking Shiro merasa tertantang dan makin menarik) tapi ternyata malah makin membuatku kecewa. Tiba-tiba game-nya berubah jadi Love Simulation, Sora yang berhasil persuasi sang ratu dan kekalahan lawan karena seketika menjadi Political Game. Belum lagi lawannya yang menangis,"Padahal aku sudah berusaha sehingga bisa bergabung dengan elf tapi kamu mengapa jahat?" just... WTF, persetan musuhnya nangis dengan moe.

Sejujurnya aku suka penjelasan game dalam NGNL hanya saja aku tidak bisa menerima perubahan game yang mendadak begitu saja, seperti,"Lho, lho jadi begini?" padahal keasikan dalam tadi belum selesai kenapa membelok ke game yang lain, janggal rasanya.

Ketika melawan Jibril melakukan game Materialization Word Chain itu sungguh sangat mengasikan, permainan lanjut kata bisa menggunakan bahasa apa saja (mungkin bahasa itali, korea, inggris atau bahasa purbakala) dapat digunakan. Tidak kepikiran sempat-sempatnya memasukkan fanservice disini dan seketika berubah menjadi uji pintar sains, fisika-kimia yang mungkin tanpa sadar aku sempat sedikit kagum dengan permainan lanjut kata ini.



Baru kusadari sekarang mengapa daripada harus ribet menghilangkan kemampuan Jibril tidak langsung menghapuskan umat Flügel saja, atau Flügel bukanlah sebuah material? Dan sepertinya NEET disini dijunjung tinggi karena kemampuan Sora dan Shiro yang luar biasa (juga kasus Sora dan Shiro tidak dibahas lanjut, biarlah mereka memutuskan hidup di dunia mana tak perlu kembali ke dunianya dan mengurusi kembali permasalahan sosial mereka). Aku juga tidak bisa mengatakan ini anime bagus karena finishing-nya yang biru-ungu bikin sakit mata serta moe berlebih dan bumbu ecchi-nya yang dihidangkan. Dan entah mengapa orang-orang sering mengaitkan mereka berdua dengan Kanda Sorata dan Shiina Mashiro Sakurasou no Pet na Kanojo karena memiliki seiyuu yang sama. Padahal kan Sorata dan Sora jauh berbeda sifatnya, mungkin untuk Mashiro dan Shiro mempunyai kemiripan dalam gaya berbicaranya dan diamnya itu.
Read more ... → No Game No Life

May 10, 2014

Nisekoi (TV)

Rasa senang dan kecewa menjadi satu ketika akhirnya Nisekoi (ニセコイ; Fake Love) tayang anime-nya tapi sayangnya mesti berkutat dengan animasi yang dibuatkan oleh SHAFT. Gembira saat melihat salah satu manga yang sedang naik daun diadaptasi dan disaat yang bersamaan ketika melihat animasinya seperti itu.

Nisekoi adalah karya Naoshi Komi (Apple, Williams, Personant, Koi no Kami-sama dan Double Arts) yang rilis pada 2011 di Shuukan Shounen Jump (Shueisha) dan telah rilis english-nya oleh Viz Media. Berawal dari one-shot yang berjudul sama dengan tema romantic comedy (rom-com) dan mafia gangster yang hingga kini sudah 12 volume di negeri asalnya. Anime-nya telah tayang dari 11 Januari 2014 dan kebagian 22 episode.

Jujur, aku sendiri jarang menonton kartun buatan SHAFT, misalnya Hidamari Sketch, •REC dan ef series. Ya, hanya itu saja! Bahkan aku tidak menonton Bakemonogatari (atau Monogatari) series dan Puella Magi Madoka Magica yang tampaknya masterpiece bagi orang-orang dan menjadi sebuah acuan bahwa anime dari SHAFT itu layak dan patut ditonton. Mungkin untuk Madoka aku akan bilang belum menontonnya dan mungkin akan kutonton suatu saat nanti (mengingat manga-nya juga sudah dilokalkan oleh Elex Media Komputindo) tapi untuk seri Monogatari sepertinya tidak karena serinya panjang sekali (sebut saja Hyakumonogatari, Nisemonogatari, Nekomonogatari, Hanamonogatari, dan Kizumonogatari juga Light Novel-nya sudah 17 volume dan masih ongoing). Aku bukanlah orang yang kuat mengikuti cerita panjang, terkecuali aku sudah mengikutinya dari saat masih awal keluar terkadang pun aku berhenti mengikutinya bila tak berujung tamat dan mencapai titik kejenuhan.

Gembok Hati
Ichijou Raku, seorang anak dari keluarga Yakuza besar yang bernama Shuei-gumi. Karena tidak ingin mewarisi bisnis keluarganya, Raku lebih memilih karir yang lain misalnya seorang PNS. Kedatangannya disekolah membuat beberapa murid ketakutan dikarenakan Raku diantar oleh segombrolan Yakuza. Dan pertemuan tak terduga terjadi, Raku bertemu dengan Kirisaki Chitoge murid baru yang sedang melompati dinding sekolah dan lututnya tepat mengenai wajah Raku. Sampai dikelas dengan hidung berdarah, membuat teman-temannya bertanya. Onodera Kosaki teman dari SMP mengkhawatirkan kondisi Raku dan memberi band aid dan yang lebih mengejutkannya ia menempelkannya secara langsung hingga membuat Raku berdetak kencang. Sebenarnya Raku dan Onodera crush saling menyukai dari SMP, tapi entah kenapa mereka berdua hingga kini belum jadian juga (antara Onodera yang malu untuk mengutarakannya atau Raku yang belum juga mengambil langkahnya). Hal mengejutkan lainnya terjadi, ternyata Chitoge sekelas dengan Raku dan mereka membuat dikelas sebentar. Raku merasa sial sekali dan ia sadar ternyata liontin yang merupakan barang berharga, sepeninggalan masa kecilnya, hilang karena kejadian tadi pagi yang disebabkan oleh Chitoge. Hal ini membuat mereka saling membenci satu sama lain.

Sepulang sekolah, sampai dirumah masih dikejutkan dengan hal lain, Raku harus berpacaran dengan anak orang yaitu Chitoge agar perselisihan antara gangster dan yakuza mereda. Sebenarnya para ketua ini (bapaknya Raku dan Chitoge) adalah teman baik namun para anak buahnya tak memahami situasi tersebut dan bisa membuat perang di kota. Jalan untuk menyelesaikan perseturuan ini dengan membuat anaknya berpasangan. Keduanya tidak setuju awalnya karena mereka saling membenci, namun ayahnya mengatakan hanya untuk tiga tahun kedepan agar tak ada masalah yang terjadi. Tetap bersikeras tidak setuju, tapi setelah melihat situasi sebenarnya akhirnya mereka sepakat untuk menjalankan cinta palsu ini.

Sulit sebenarnya menjalankan tugas seperti ini, karena berdasarkan kebencian, lalu ia juga sebenarnya masih naksir Onodera dan Raku masih memegang janji dengan gadis 10 tahun yang lalu yang fotonya terkunci di liontin tersebut (kuncinya dipegang oleh gadis itu) meskipun Raku melupakan sebagian besar momen penting masa kecilnya (termasuk membuat janji dengan siapa dan apakah gadis itu masih memegang janji tersebut atau tidak). Berbagai perkembangan cerita, Chitoge tanpa sadar ikut menyukai Raku karena kebaikannya tapi situasi yang berkembang menjadi semakin rumit juga ketika Tsugumi Seishirou, pengawal pribadi Chitoge yang super-protektif sekelas dengannya (walaupun sebenarnya ia juga jatuh cinta dengannya karena Raku selalu memuji Tsugumi secara spontan), lalu Raku harus bertunangan dengan Tachibana Marika anak dari seorang komisaris polisi untuk meredakan masalah yakuza (padahal Raku saja masih berpacaran dengan Chitoge) dan Marika juga menyukai Raku dan terakhir Kanakura Yui pemimpin mafia china kembali datang ke Jepang.

Dapatkah Raku menemukan siapa pemegang kunci dari liontin ini, apakah ia berhasil menemukan cinta sejatinya?

Princess Key
Beberapa tokoh yang terperangkap dari cinta rumit ini:

  • Onodera Kosaki: Gadis pemalu yang sudah menyukai Raku dari SMP. Gadis yang berpikir cermat sebelum bertindak, baik hati dan bijaksana. Tapi teman baik Miyamoto Ruri suka tidak tahan melihat Onondera yang tidak mengambil langkah juga, jadi ia sering membuat situasi. Ia menyukai Raku karena kepedulian dan kebaikannya, tapi keduanya meskipun saling menyukai malah mencoba untuk tidak saling menunjukkan perasaan mereka. Onodera juga menjadi teman baik Chitoge disekolahnya. Meskipun keluarga Onodera menjalankan toko dessert, tapi ia benar-benar payah dalam memasak.
  • Kirisaki Chitoge: Gadis Jepang-Amerika yang kasar terhadap Raku adalah anak dari seorang gangster. Gadis atletis nan cerdas serta bahasa Jepang-nya yang fluent sebenarnya agak pelupa, agresif dan tangan ringan (terlihat Raku sering babak belur oleh Chitoge karena tersinggung). Sosok sebenarnya adalah ia sangat cerewet dan ramah, tapi karena kondisinya yang merupakan anak dari kepala gangster dan Claude, salah satu ketua gangster yang over-protective sering membuat ia bingung harus bertindak apa dalam situasi tersebut (hal ini membuat dirinya sulit menjalin teman). Lambat laun ia melihat sosok Raku yang baik hati dan kebenciannya berubah menjadi cinta (FTV banget yah kedengarannya).
  • Tachibana Marika: Tunangan Raku yang merupakan anak seorang komisaris polisi (dan bapaknya over-protective juga) adalah yang paling menonjol dalam mengekspresikan cintanya ke Raku. Ia yang pindah sekolah dan sekelas dengan Raku membuat Chitoge makin cemburu melihat kelakuannya seperti itu. Marika membenci Chitoge karena ia memiliki rambut panjang (meskipun Marika berambut panjang tapi ia tetap membenci cewek rambut panjang). Dan ia menyimpan perasaan sukanya terhadap Raku sejak 10 tahun yang lalu.
  • Kanakura Yui: Gadis keempat dari masa kecil Raku dan mewarisi kepemimpinan mafia china. Ia kembali ke Jepang karena ada suatu urusan, dan ia juga mengenal Onodera, Chitoge dan Marika. Gadis easygoing dan mempunyai optimis yang tinggi ini juga memiliki sifat yang dewasa dan menghargai persahabatan. Wawasannya yang luas membuat ia lulus usia muda, yaitu saat 15 tahun.

Mereka berempat mempunyai masa lalu dengan Raku dan saling memiliki kunci, tapi hingga kini belum diketahui kunci mana yang bisa membuka liontin Raku dan entah kedepannya akan bertambah lagi atau tidak tokoh yang memegang kunci.

Lebay dan Membosankan
Emang dari temanya sendiri juga lebay, para komplotan penjahat saling bermusuhan bisa menjadi satu. Belum lagi SHAFT membuat segala adegan disini semakin lebay saja. Ciri khas SHAFT yang merupakan pala jereng yang tidak manusiawi terus dimunculkan (banyak yang membuat post tentang ini salah satunya dan bagi yang jarang melihat headtilt-nya seperti ini). Gaya nyentriknya pun juga terlihat dari adegan-adegannya yang tidak jelas.

Shaft-bo
Bukan rahasia lagi SHAFT emang (lagi) bermasalah, termasuk Mekaku City Actors banyak yang kecewa (termasuk saya kecewa dengan karya itu dan Nisekoi ini). Terlihat sekali produksinya yang berantakan, gabut dan budget-nya yang dikit. SHAFT studio yang bermasalah dalam management dan scheduling-nya. Dan Aniplex yang mengatur budget-nya melihat dari kesuksesan SHAFT terdahulu, benar-benar menjadi kaki-tangannya jadi selama masih bisa kerja ya teruslah bekerja (dan entah mengapa melihat kekejaman ini mengingatkan aku terhadap kasus animator A-1). Aku secara pribadi pun melihat Nisekoi pusing dan bosan melihat adegan yang sama secara terus-menerus. Dan kurasa SHAFT yang dipaksakan oleh Aniplex memasukkan unsur-unsur yang terdapat pada Bakemonogatari ke dalam sini (walaupun unsur tersebut tidak cocok, soalnya aku yang menonton,"lha, lha?" dan merasa ada keanehan diadegannya). Akiyuki Shinbo juga belakangan ini engga terlalu aktif, dan sepertinya Nisekoi sepenuhnya bukan oleh Shinbo.



Tinju api yang dibuat oleh Hironori Tanaka tampak keren (bagi yang ingin melihat gif-nya disini). Mungkin aku terlihat keterlaluan dalam mengomentari Nisekoi, tapi itu tidak seberapa dengan 'guyonan' diluar sana yang lebih pedas. Aku juga yang menonton seri ini juga merasa sangat bosan ya adegan sama diulang terus, gitu-gitu doang. Latar juga sering digambar seperti engga niat (awalnya terlihat seperti di Hidamari Sketch, tapi Hidamari kan emang full lawak jadi no problemo, beda kasus dengan ini). Salah satunya yang paling terlihat adalah Chitoge di Onsen dan Onodera saat membeli kado. Salah animasi, salah seiyuu... sempurna sudah kesalahan SHAFT. Beberapa adegan terlihat seperti kameramen ngambil scene-nya kesono-kemari. Aku pun bener-bener muak dan tak tahan lagi melihat animasinya yang seperti ini. Sukses sudah meruntuhkan semangat menonton Nisekoi.
Read more ... → Nisekoi (TV)
 

Autumn 2015 Anime Chart

【Autumn 2015 Anime Chart】
For other info, click here.
For its hashtags, click here.

Featured Video


Random Posts