Showing posts with label seinen. Show all posts
Showing posts with label seinen. Show all posts

June 2, 2020

Kekkon Surutte, Hontou desu ka?: 365 Days to the Wedding

Bagi beberapa orang pernikahan adalah sesuatu yang sangat sakral, mengikat dua jiwa manusia untuk saling bersama dalam satu ikatan dan tujuan. Terlebih lagi, beberapa pendapat tak hanya mengatakan dua pribadi manusia, melainkan menyatukan dua keluarga, yang artinya pasangan tersebut harus siap menerima dan memahami keluarga pasangan. Bahkan dari pernikahan itu akan menggabungkan suku, budaya atau pun agama yang berbeda.


Kekkon Surutte, Hontou desu ka?: 365 Days to the Wedding ‒ Are You Really Getting Married?

Wakaki Tamiki (yang terkenal dengan The World God Only Knows dan K・O・I - King of Idol) dalam karya terbaru yang berjudul Kekkon Surutte, Hontou desu ka?: 365 Days to the Wedding (結婚するって、本当ですか 365 Days To The Wedding; Are You Really Getting Married?: 365 Days to the Wedding) menceritakan dua young adult yang akan menikah bukan karena saling mencintai, melainkan mereka punya tujuan yang sama untuk menghindari satu masalah tertentu.

Apa Artinya Menikah?
JTC Tourist sebuah kantor travel agency akan membuka jalur perjalanan baru ke Rusia agar dapat bersaing dengan travel agency kompetitor. Dan JTC Tourist tentunya akan membuka kantor cabang di Siberia Rusia. Di kantor cabang baru ini akan mengirimkan manajer dan salah satu pegawai dikantornya. Tentunya banyak yang terkejut akan hal ini, selain perbedaan suhu juga yang jaraknya sangat jauh. Dan pegawai yang akan dipindahkan ke kantor barunya adalah pegawai yang belum menikah, untuk sebagian orang bisa tenang dalam hal ini, dan untuk pemuda-pemudi yang belum menikah was-was akan planning ini. Meskipun hobinya traveling, tapi secara mendadak langsung pindah jauh menetap tentunya sangat beda dong rasanya, apalagi kalau tak punya persiapan yang matang maka dan dipastikan akan harus stay disana sekitar 3 tahun.

Terutama Oohara Takuya, seorang antisosial yang tak pandai berkomunikasi seperti dirinya merasa tak sanggup untuk tinggal disana. Alasan lainnya ia tak bisa meninggalkan Tama, seekor kucing peliharaan yang telah menjadi bagian keluarga dirinya.

Usai dari meeting, para pegawai saling berdiskusi akan hal ini. Mengingat syarat utamanya adalah pegawai yang belum menikah, salah satu dari mereka celetuk dengan entengnya,"Kalau begitu menikahlah! 'Kan yang bakal kesana yang masih single!"

Oohara yang mendengar perbincangan mereka sempat berpikir sesaat. Tapi kondisinya saat ini juga ia tak memiliki teman perempuan juga. Jalan terakhir mau tak mau, dengan berat hati, harus resign dari sana. Padahal biaya merawat dan berobat berkala untuk Tama juga memakan biaya tidak murah.

Saat hari libur, ia membawa Tama ke vet dan secara kebetulan berpas-pasan dengan Honjouji Rika, teman satu tim di bagian Planning Development. Mereka berdua kurang begitu akrab dan Oohara pun seringkali merasa terintimidasi oleh tatapan (galak)nya. Walau begitu, Oohara tetap menyapa dan mengutarakan kepadanya bahwa ia akan resign. 

Setelah mendengar hal tersebut Honjouji mengatakan,"Apakah kamu ingin menikahiku? Sehingga kita bisa tetap tinggal sebagai penyendiri". Tidak, tidak, tidak-tidak, ini tidak becanda. Dia juga mengatakannya dengan nada dan tatapan serius. Tentu saja Oohara pun bingung dan terkejut, namun Honjouji yang mengucapkan juga terkejut,"Kok bisa aku mengucapkan hal ini" pikirnya. "Ah tidak, maksudku, berpura-pura saja" sambungnya. Honjouji sama seperti Oohara, ia tak punya alasan kuat untuk tidak dipindahkan ke Siberia Rusia.

Kekkon Surutte, Hontou desu ka?: 365 Days to the Wedding ‒ Are You Really Getting Married?

Setelah selesai mendengar rencana Honjouji, mereka berdua pun sepakat untuk "menikah" dan bersiap-siap untuk meng-announce ke kantor mereka. Hasilnya? Diluar sangkaan mereka bedua, seisi kantor hype ceria riang gembira mendengar kabar tersebut. Sayangnya untuk dua orang tersebut, yang tidak bisa kuat lama-lama dalam kerumunan banyak orang malah jatuh pingsan. Tidak ada putar balik, tetap pada rencana awal, mereka akan "menikah".

Pesta Kejutan
Ketika mendengar kabar ada yang menikah, kuyakin, dimanapun pasti akan hype kalau mendapat kabar tersebut. Nah lucunya, kedua pasangan ini sama sekali tak menduga akan terjadi hal ini. Entah karena keduanya lack percintaan atau tidak pandai bersosial. Tentunya meskipun mereka berpura-pura mereka tetap harus keep in touch agar rencana mereka berjalan dengan mulus. Lagi-lagi, meski hanya bohongan, tapi mereka tetap harus untuk liburan bersama, membangun cerita yang sama.

Kekkon Surutte, Hontou desu ka?: 365 Days to the Wedding ‒ Are You Really Getting Married?

Mungkin ini tipe seinen dengan model slow romance ya? Aku sebagai pembaca menikmati kisah pasangan yang akan hidup bersama secara mendadak. Terdengar lucu dan konyol saat membaca alasan mereka berdua, tapi bukan hal tidak mungkin untuk juga dilakukan, apalagi kondisi mereka keduanya seperti itu. Lucunya lagi, meski "berpura-pura", mereka tetap harus melamar dan mengenakan cincin tunangan. Daaaaan... saat mengenakan cincin jari manis tangan kiri, wow sulit didefinisikan, meski janggal tapi seperti ada rasa untuk bertanggungjawab.

Ngomong-ngomong menikah dadakan, aku juga merekomendasikan kalian untuk baca Tonikaku Cawaii - Fly Me to The Moon karya Kenjiro Hata (Hayate the Combat Butler) meski memiliki vibe yang berbeda tapi memiliki kesamaan yang bisa dinimakti: mengenal pasangan setelah menikah.
Read more ... → Kekkon Surutte, Hontou desu ka?: 365 Days to the Wedding

January 1, 2019

I want to eat your pancreas (movie)

Bermula dari sebuah web novel yang beredar pada tahun 2014, karya dari Sumino Yoru sukses besar hingga di 2015 tulisannya mendapatkan versi cetak. Tidak berhenti disitu, kesuksesan I want to eat your pancreas (君の膵臓をたべたい; Kimi no Suizou wo Tabetai) mampu membuahkan adaptasi komik sebanyak dua jilid yang terbit 2016 hingga 2017 terjual sebanyak 580.000 kopi. Di 2017 live-action mulai tayang di layar lebar berhasil meraup keuntungan 33 juta dollar amerika. Mungkin sebagian dari kalian sudah tahu sekali dengan ketenaran karya ini, entah membaca novelnya (yang sudah diterbitkan lokal oleh Penerbit Haru), membaca komiknya, menonton live action-nya di layanan pesawat terbang atau di Pekan Sinema Jepang 2018 (Japan Cinema Week 2018) yang beredar 3 minggu yang lalu, atau mungkin kalian mengikuti semua versinya?


I want to eat your pancreas – Kimi no Suizou wo Tabetai

I want to eat your pancreas – Kimi no Suizou wo Tabetai

Untuk versi kartunnya sendiri, I want to eat your pancreas digarap oleh Aniplex yang disutradarai oleh Ushijima Shin'ichirou (Hunter × Hunter 2011 dan One Punch Man) yang sekaligus merangkap sebagai penulis naskah, dan Hata Shouji (Hal, Spiral, Air: The Movie, Rolling Girls, ReLIFE, dan Fairy Tail) sebagai sound director. Untuk pengisi suara pemeran utama perempuan diserahkan pada Lynn (Demi-chan wa Kataritai sebagai Takanashi Himari,  Keijo!!!!!!!! sebagai Kaminashi Nozomi dan Just Because! sebagai Komiya Ena) sedangkan pengisi suara pemeran utama laki-laki Takasugi Mahiro (Kamen Rider Gaim sebagai Mitsuzane Kureshima/Kamen Rider Ryugen, Rainbow Days sebagai Naoe Tsuyoshi, dan ReLIFE sebagai Ouga Kazuomi) yang merupakan pekerjaan pertama dia sebagai pengisi suara.

I want to eat your pancreas – Kimi no Suizou wo Tabetai

Hidup Dengan Penyakitmu
Ini semua bermula pada April, dimana bunga sakura bermekaran. Aku yang sedang menunggu antrian di rumah sakit menemukan sebuah buku kecil. Aku yang memiliki kegemaran membaca buku tentu saja penasaran dengan isi buku ini. Aku melihat sekelilingku untuk memastikan pemilik buku ini ada disekitar. Tapi setelah kulihat, sepertinya tidak ada yang merasa mempunyai buku ini. Kubuka perlahan, buku ini ternyata sebuah diari. Diari tentang penyakitnya... dan dia akan mati karenanya. Saat aku mulai terkejut membacanya, pemilik buku ini datang, dan dia adalah Yamauchi Sakura, teman sekelasku. Aku yang kurang mengenal baik tentang dia berusaha bersikap tak acuh.

I want to eat your pancreas – Kimi no Suizou wo Tabetai

Namun anehnya semenjak kejadian itu dia terus menempeli diriku. Bahkan yang lebih aneh lagi adalah ia sama sekali tidak tampak seperti orang sakit. Ia mengatakan bahwa hal tersebut (penyakit yang dialaminya) akan menjadi rahasia mereka berdua. Aku sendiri pun tidak memiliki niatan sama sekali untuk menceritakan kepada siapa pun. Perempuan ini benar-benar aneh, katanya dia ingin menghabiskan sisa usianya bermain bersamaku. Padahal awalnya kukira ia akan segera bosan dengan diriku.

I want to eat your pancreas – Kimi no Suizou wo Tabetai

Ketimbang menghabiskan hari-harinya dengan melakukan sesuatu yang belum tercapai, seperti berkunjung ke tempat yang belum pernah didatangi, mencari cinta sejati atau apapun, dia malah memilih untuk menjalani kehidupan biasa-biasa saja untuk mencari kebahagiaan.

Dia terus saja menggangguku, mengusikku, seenaknya sendiri. Benar-benar merepotkan! aku yang tak punya pilihan dan tidak memiliki kegiatan apa pun dibuat untuk mengikuti terus keinginan dia. Menarik juga mengenal seseorang seperti dia

I want to eat your pancreas – Kimi no Suizou wo Tabetai

Hubungan Spesial
Takdir mempertemukan dua orang yang saling memiliki kepribadian sangat bertolak belakang, sang laki-laki penyendiri pemurung sang perempuan hiperaktif periang. Walau sang laki-laki selalu terlihat enggan tapi sang perempuan ini dengan ajaibnya selalu berhasil membuat sang laki-laki mengikuti dirinya. Hubungan mereka terbangun secara perlahan-lahan, hingga sang laki-laki tidak menyadari perubahan yang dialaminya, ia mulai (bisa) mempedulikan sekelilingnya. Lambat laun ia mulai mengkhawatirkan sang perempuan, apa yang sedang terjadi dengannya, mengapa sifatnya mulai berubah sedikit, apa yang disembunyikan dibalik senyumannya yang hangat, apakah kehadirannya mengganggu teman-teman dia, ada apa dengannya?

Sang laki-laki menyadari selama ini dia diselimuti oleh perasaan takut dan tanggung jawab. Ia takut kehilangan, ia juga bertanggung jawab agar Sakura menjalani hidup dengan penuh. Hanya dialah yang tahu rahasianya, dan rahasia itu milik mereka berdua.

Hubungan mereka terikat spesial, tidak bisa disebut sebagai teman, dan mereka berdua tidak sedang berpacaran. Keduanya tak menaruh perasaan romantis. Hubungan mereka lebih dari itu, sulit untuk didefinisikan.

Kehadiran Sakura menginspirasikan banyak hal untuk kehidupannya. Sedangkan ia merasa dirinya tak beguna, tidak bisa berbuat apa-apa untuk kehidupan Sakura. Tapi rekaan pikiran tersebut salahlah besar. Sang perempuan juga mendapatkan banyak inspirasi dari sosok laki-laki. Sang laki-laki meski tak sadar ia sangat memedulikan Sakura, menolong Sakura. Sakura seringkali dikejutkan oleh sikap-sikapnya yang sama sekali tidak terduga. Sakura tidak salah memilih orang untuk menemani disisinya.

Seiyuu Buruk
Walau tampak memiliki tema yang biasa saja, laki-laki yang sangat cuek (yang bisa lumayan sering dilihat di romance shoujo) perempuan aktif, ada tokoh yang tidak mempunyai hidup panjang, lalu keduanya saling melengkapi menghabiskan waktu bersama tapi I want to eat your pancreas mampu membangun kisah mereka secara epic, kisah mereka nampak heartwarming sekaligus tearjerking. Permainan BGM dan alunan lagu yang dibawakan Sumika perfect sekali membawa perasaan penonton tenggelam di acara ini. Acara ini menampilkan warna-warna indah, misalnya ketika mereka melihat kembang api bersama (mewujudkan wishlist-nya) dan sang laki-laki yang bertukar pikiran dengan sang perempuan saat membaca diarinya. Ketimbang memakai background bergradien (putih) terang atau gelap, tapi disini menggambarkan sosok dunia Sakura dengan memilih warna pastel dan memakai gaun one piece berwarna hijau yang melambangkan sifat Sakura, hidup riang.

I want to eat your pancreas terlihat sangat memanjakan dari segi animasi, musik dan cerita tapi dengan sayang sekali tidak bisa dikemas secara sempurna karena sifat dan aura sang laki-laki disini dibuat sangat murung datar. Terlebih lagi pembawaan dari Takasugi Mahiro terdengar tidak maksimal, sang laki-laki dibuat menjadi tidak bersemangat sama sekali dan expressionless banget. Meski sang laki-laki sedang depresi dan putus asa setelah melakukan kesalahan besar yang diperbuatnya, tapi terdengar sama saja seperti dia sedang melakukan hal lain. Padahal lawan mainnya, Lynn, dengan lincahnya mampu membawa perasaan-perasan Sakura dengan indahnya (ketika sedang riang, bersedih, memikirkan sesuatu dan lain-lain).

I want to eat your pancreas – Kimi no Suizou wo Tabetai

Kupikir I want to eat your pancreas adalah salah satu movie yang tepat untuk menutup tahun 2018. Aku sempat menonton ini pada hari minggu lalu bersama teman-temanku dilayar lebar, dan ketika aku hampir saja mencucurkan air mata temanku langsung mengingatkanku. I want to eat your pancreas adalah movie yang bisa dinikmati oleh kalangan remaja keatas dan asik untuk ditonton saat sedang sendiri atau pun sedang bersama teman-teman atau pun pacar.

Terakhir aku mengucapkan selamat tahun baru untuk kalian semua, semoga tahun ini bisa menjadi lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya dan semoga kalian bisa melaksanakan dan mencapai sesuatu yang belum pernah kalian lakukan sebelumnya.
Read more ... → I want to eat your pancreas (movie)

August 29, 2018

Neeko wa Tsurai yo

Selain Getsuyoubi no Tawawa menghebohkan twitter, Neeko wa Tsurai yo (ニー子はつらいよ; It's Tough Being Neeko) juga sempat mengisi keramaian di Twitter-ku. Karya dari Aldehyde ini mengisahkan perempuan cantik yang tengah mengalami kemerdekaan semu, dikarenakan meski sudah lulus dari perguruan tinggi hingga detik ini ia masih belum mendapatkan pekerjaan.


Neeko wa Tsurai yo

Meski komik ini tergolong comedy tapi aku tidak memberikan tag comedy, karena segala unsur comedy yang ada disini lebih mengarah ke dark jokes. Jadi kupikir comedy seperti ini tidak akan masuk untuk beberapa orang.

Enggan dan Tak Mau
Niito Nemuko, perempuan berusia 23 tahun yang lebih akrab disapa dengan Neeko semenjak lulus dari Perguruan Tinggi hingga saat ini ia sama sekali belum mendapatkan pekerjaan. Neeko sendiri sedang diambang mimpi buruk masa lalunya, gagal telak saat interview. Terlebih lagi ia mengalami krisis kepercayaan diri, hanya dengan mensimulasikan dirinya berada dalam interview membuat Neeko sakit perut.

Mengalami banyak kegagalan membuat dirinya sangat putus asa, ia tahu ia mesti berkerja tapi disisi lain ia juga tak ingin bekerja. Melihat orang-orang diluar berangkat menuju sekolah atau bekerja terlihat sangat menyilaukan. Ibunya yang khawatir dengan Neeko kerap sekali mem-push Neeko untuk bekerja, dan terkadang caranya cukup menyakitkan. Adiknya, Imoko, yang super ceria dan banyak energi juga baru saja mendapatkan pekerjaan paruh waktu, dan tempat paruh waktu Imoko bekerja adalah tempat dimana lamaran Neeko ditolak. Situasi yang keruh ini malah Neeko menjadi semakin lari dari kenyataan.

Quarter-Life Crisis
Keadaan yang dialami Neeko sangatlah sulit, banyak pikiran dan kecemasan yang menumpuk dipikirannya. Dengan segala beban pikiran yang dipikulnya menjadi dirinya selalu berpikiran buruk. Dan keadaan ini sangatlah nyata, gelisah, depresi, putus asa bercampur aduk menjadi satu. Hingga pasrah dan tanpa disadari sudah menjadi shut-in NEET selama satu tahun. Bukannya tidak berusaha, sudah mencoba berusaha sekuat mungkin tapi hasilnya nihil, gagal telak.

Meski Neeko adalah perempuan yang sangat cantik, mungkin bila ada sedikit kepercayaan diri didalamnya, mungkin keadaan akan berubah sedikit. Tapi sekali lagi, sayangnya kegagalan-kegagalan di masa lalu memenjarakan Neeko untuk bergerak bebas.
Read more ... → Neeko wa Tsurai yo

April 15, 2018

Kirei ni Shitemoraemasu ka.

Aku bukanlah ahli bersih-bersih, aku juga bukan orang yang sangat bersih. Daridulu peralatan, barang-barang dan tempat bersemayamku agak tidak rapi dan rada kotor. Namun ketika SMP saat pelajaran Tata Busana terutama saat membahas cara mencuci pakaian, aku mendengar, memperhatikan dan mencatatnya dengan tekun dan teliti. Entah mengapa hal tersebut sangat menarik bagiku. Pasalnya segala jenis noda (kotoran) yang menempel pada kain itu dapat dibersihkan! Hanya saja cara dan perilakunya beda-beda, tergantung pada jenis nodanya.


Kirei ni Shitemoraemasu ka.

Kirei ni Shitemoraemasu ka. (綺麗にしてもらえますか。; Will You Clean This For Me?) yang ditulis oleh Hattori Mitsuru sejak pertengahan 2017 lalu menceritakan cara-cara membersihkan busana, tak hanya tekstil saja tapi segala macam penutup tubuh misalnya seperti sepatu. Ralat, lebih tepatnya lagi adalah kehidupan menjalankan usaha laundry. Karya-karya Mitsuru yang telah diangkat menjadi kartun adalah Sankarea dan Umisho.

Serahkan Saja Pada Kinme
Wakana Kinme perempuan cantik yang seksi, penuh semangat dan energetik ini mempunyai kesukaan yang aneh. Ia sangat menyukai membersihkan kain, kecintaan ini jugalah yang membuat dia menjalankan bisnis laundry-nya. Sebagai seorang clean freak dia gatal sekali, tak tahan, apabila melihat noda membandel di pakaian. Seringkali rasa cintanya ini membuat ia lupa diri, ia tak segan-segan akan menjelaskan panjang lebar kepada lawan bicara 1001 cara membersihkan noda yang menempel di kotoran, walau hal itu sebenarnya rahasia perusahaan tapi Kinme tak pelit ilmu untuk berbagi, tetapi yang lebih penting daripada hal itu Kinme lupa bahwa seseorang yang sedang (diajak) berbicara dengannya belum tentu mempunyai ketertarikan terhadap mencuci. Agak sayang sih Kinme sudah memberitahu tips 'n' trik cuma orang yang mendengarkannya tidak mengerti sama sekali, belum lagi Kinme merasa malu sekali.

Kirei ni shite moraemasu ka

Dalam menjalankan usahanya, Kinme menyediakan jasa layanan antar-jemput sehingga (calon) customer bisa langsung menghubungi Kinme melalui telpon. Tak perlu ragu lagi untuk menggunakan jasa Kinme, karena sebelum mencuci ia akan melihat dulu bahan pakaian dan memperhatikan dengan seksama label petunjuk perawatan laundry symbol. Ditempat kerjanya juga sudah tersedia berbagai alat tempur untuk segala kondisi. Dengan segudang pengetahuan laundry di kepalanya, untuk permasalahan cuci mencuci pakaian Serahkan saja pada Kinme! Phrase favorit Kinme tersebut selalu terlontarkan untuk menyakinkan customer. Karena customer tak perlu ragu atau pun khawatir, Kinme adalah orang tepat, ia adalah ahlinya.

Yang aku senang darinya adalah sesibuk apa pun, ia tahu cara dan bisa menikmati hari-hari untuk menghilangkan rasa lelah setelah bekerja keras selama seharian penuh. Malamnya ia akan bersantai menikmati waktu-waktu diluar pekerjaan, keesokan paginya ia akan kembali ceria, bersemangat dan bekerja keras kembali. Menjalankan pekerjaan dengan profesional.
Read more ... → Kirei ni Shitemoraemasu ka.

November 23, 2017

FATE/KALEID Liner Prisma☆Illya: The Vow In The Snow

Ketika aku menonton trailer-nya aku cukup bingung sih. Mengapa Emiya Shirou yang selama 3 season ini hanyalah figuran, maaf maksudku karakter pendukung, yang melengkapi humor dan fanservice selama series tersebut mendadak menjadi karakter utama, karakter utama atau karakter kunci di series ini.  Jujur saja aku lumayan tidak mengerti transisi cerita Season 2 Part 2 (Fate/kaleid liner Prisma☆Illya 2wei Herz!) ke Season 3 (Fate/kaleid liner Prisma☆Illya 3rei!!).

Terlebih lagi aku tidak membaca manga-nya dan hanya mengikuti series Fate yang Prisma☆Illya saja dikarenakan series ini merupakan spin-off (ngomong-ngomong dulu aku menonton series ini juga karena iseng dan berpikiran bahwa spin-off tidak memerlukan koneksi/mengerti dahulu series utamanya).

Fate/kaleid liner Prisma☆Illya The Vow in The Snow ( 劇場版Fate/kaleid liner プリズマ☆イリヤ 雪下の誓い; Gekijouban Fate/kaleid liner Prisma☆Illya: Sekka no Chikai) atau diluar sana lebih dikenal Fate/kaleid liner Prisma☆Illya: Oath Under Snow adalah sequel dari Season 3 Part 1 (Fate/kaleid liner Prisma☆Illya 3rei!!) yang menjadikan penghubung ke cerita pertama, yaitu Season 1 Part 1 (Fate/kaleid liner Prisma☆Illya). Di movie ini Oonuma Shin (ef series, Baka to Test to Shoukanjuu, Watashi ga Motenai no wa Dou Kangaetemo Omaera ga Warui!) kembali turun tangan untuk mengarahkan dan memproduksi film SILVER LINK. Prisma Illya.


Fate/kaleid liner Prisma Illya: Oath Under Snow — Fate/Kaleid Liner Prisma Illya: The Vow In The Snow — Fate/kaleid liner Prisma☆Illya Movie: Sekka no Chikai

Harapan Manusia
Emiya Kiritsugu adalah seorang pria tua yang memiliki ambisi untuk menyelamatkan umat manusia di seluruh muka bumi. Ia berserta Emiya Shirou, kerabat yang ia selamatkan, berencana untuk ke Fuyuki dimana anak dewa lahir dan dibesarkan oleh keluarga Sakatsuki. Konon anak dewa ini memiliki kemampuan untuk mengabulkan permintaan manusia, apa pun itu permintaannya.

Saat hampir mencapai kota tersebut, sedang terjadi bencana misterius, badai hitam melanda dan memusnahkan seisi kota. Dari wujud bencananya, ini bukanlah hal yang natural melainkan ini terjadi karena perbuatan mistis seseorang. Meski lokasi yang mereka tuju sulit dijangkau dengan kondisi aneh begini, mereka tetap memutuskan untuk kesana dan mengambil anak dewa.

Dengan tubuh kecil Shirou, ia berhasil memasuki kota tersebut tanpa disadari orang lain (pihak keamanan evakuasi). Shirou terus berlari hingga sampai di pusat terjadinya badai, dan menemukan anak dewa.

Fate/kaleid liner Prisma Illya: Oath Under Snow — Fate/Kaleid Liner Prisma Illya: The Vow In The Snow — Fate/kaleid liner Prisma☆Illya Movie: Sekka no Chikai

Ketika mereka berdua saling bertukar pandangan rumah yang ia tinggali, rumahnya hendak hancur. Shirou sangat sadar, sekuat apa pun ia berlari, sekuat apa pun ia berusaha untuk menyelamat anak perempuan ia takkan pernah berhasil mencapainya. Ajaibnya tiba-tiba keadaan sekitar berhenti total membuat ia berhasil menyelamatkannya. Disaat itulah Shirou sadar bahwa permintaannya telah dikabulkan.

Sayagnya baik Shirou maupun Kiritsugu tak tahu bagaimana caranya agar bisa 'menggunakan' anak dewa untuk menjalankan misinya. Yang Kiritsugu tahu hanyalah ketika anak dewa sudah berusia 7 tahun maka kekuatannya akan hilang dan menjadi manusia biasa seutuhnya.

Selagi mencari tahu Kiritsugu meng-'adopsi' dan menjadikan Emiya Miyu sebagai bagian 'keluarga' mereka. Usia Shirou dan Miyu yang tidak jauh dan berkat keakrabkan Shirou, mereka berdua menjadi adik-kakak dalam waktu singkat.

Akan tetapi Kiritsugu yang jatuh dalam jerat ambisi, mengekang Shirou untuk memberi perhatian lebih. Ambisinya membuat ia buta dan lupa, bahwa Miyu jugalah seorang manusia dan hanya anak perempuan. Sedangkan dari Shirou sendiri, ia tak bisa melakukan begitu, ia sudah menganggap Miyu sebagai adiknya dan telah memanusiakannya.

Hingga akhir nafas Kiritsugu, ia tetap tak menemukan cara untuk menggunakan Miyu mengabulkan permintaannya. Shirou dan Miyu yang masih tinggal Fuyuki tak menyadari bahwa ancaman besar akan menimpanya.

Fate/kaleid liner Prisma Illya: Oath Under Snow — Fate/Kaleid Liner Prisma Illya: The Vow In The Snow — Fate/kaleid liner Prisma☆Illya Movie: Sekka no Chikai

Kasih Sayang Seorang Ibu
Pendapatku adalah bagian battle yang intens hanya dua kali, saat Shirou mengumpulkan semua kartu Servant sisanya hanya terlihat sebagai figuran saja, sama sekali tidak ada omongan apa pun tentang pemegang kartu servant lain, benar-benar tidak ada background story untuk mereka (suatu hal yang bagus cukup fokus ke satu tujuan saja, tapi entah mengapa aku menginginkan sedikit ada bacotan dari para figuran ini biar sedikit terlihat seperti villain dari genre-genre shounen).

Dan aku sangat gatal sekali saat melihat adegan menuju final battle, yang dipertengahan cerita, Julian Ainsworth, salah satu musuh utama di universe/cerita ini awalnya mati-matian dan bertekad keras mencegah perbuatan Shirou. Tapi saat mendengarkan penjelasan Shirou tentang kelahiran dan kemampuan Miyu, dengan mudahnya Julian diam saja memberi jalan Shirou untuk menyelamatkan adik tercintanya. Singkat kata... kekuatan dakwah Shirou berhasil menyadarkan Julian?

Fate/kaleid liner Prisma Illya: Oath Under Snow — Fate/Kaleid Liner Prisma Illya: The Vow In The Snow — Fate/kaleid liner Prisma☆Illya Movie: Sekka no Chikai

Terakhir, aku heran mengapa pratayang-poster yang beredar adalah Illya dan tiket movienya sendiri adalah Chloe. Padahal sepanjang cerita fokus mengisahkan Shirou dan Miyu. Bahkan sinopsis movie yang dituliskan sama sekali tak menceritakan movie ini.

Fate/kaleid liner Prisma Illya: Oath Under Snow — Fate/Kaleid Liner Prisma Illya: The Vow In The Snow — Fate/kaleid liner Prisma☆Illya Movie: Sekka no Chikai

Fate/kaleid liner Prisma Illya: Oath Under Snow — Fate/Kaleid Liner Prisma Illya: The Vow In The Snow — Fate/kaleid liner Prisma☆Illya Movie: Sekka no Chikai

Fate/kaleid liner Prisma Illya: Oath Under Snow — Fate/Kaleid Liner Prisma Illya: The Vow In The Snow — Fate/kaleid liner Prisma☆Illya Movie: Sekka no Chikai

Read more ... → FATE/KALEID Liner Prisma☆Illya: The Vow In The Snow

November 5, 2017

Getsuyoubi no Tawawa (anime)

Tahun lalu aku sangat ingat betul dengan rutinitasku yang sangat melelahkan. Saking lelahnya dan kondisi situasi yang cepat berubah membuatku mudah jengkel pada hal-hal yang sedikit menyebalkan. Singkat kata, selama kurun waktu 6 bulan (Juni-Januari) aku mengalami stress yang cukup berat serta menjalani keseharian yang sangat membosankan. Saking tidak adanya waktu luang, bahkan aku sama sekali tak sempat untuk bermain game, menonton anime atau pun membaca manga. Lebih parahnya lagi, ketika minggu malam dan sadar esoknya harus kembali menjalankan rutinitas aku selalu mengeluh desah didalam hati,"Oh sial kenapa cepat sekali besok sudah Senin lagi..."

Tepat di Januari dimana stressku mulai (agak sedikit) mereda, yang sebenarnya barometer stressku sebenarnya juga masih berada di fase puncak

Tepat di Januari dimana stressku berada di fase puncak mulai (agak sedikit) mereda, anime Getsuyoubi no Tawawa (月曜日のたわわ; Tawawa of Monday) sedang mengudara. Jujur saja saat ada Tawawa Challenge yang sedang populer aku sama sekali tidak tahu tidak mengerti sama sekali, asal muasalnya dari mana dan mengapa trend sekali. Kartun ini sangat penting dan berharga bagiku untuk mengontrol kadar stress dan membuat pikiran menjadi plong.

Himura Kiseki, selaku pencipta Tawawa, sendiri juga pernah mengalami Senin yang Sangat Menyebalkan ketika ia bekerja sebagai karyawan/pegawai. Kerumunan Senin pagi yang diburu-buru, pekerjaan yang tak menentu dan mendadak, pekerjaan yang tak ujung usai yang disebabkan revisi dari berbagai pihak, atasan yang tidak menyenangkan dan lain-lain. Tentu saja Senin yang Sangat Menyebalkan juga berlaku pada murid sekolahan, teriknya upacara di pagi hari, kembali mendapatkan tugas PR, pulang sekolah ke tempat bimbel, ujian blok dan lain-lain. Sang penulis ini yang pernah dihadapkan situasi seperti ini membuat ilustrasi Tawawa tiap Senin untuk memotivasi dirinya serta orang-orang (yang pernah) merasakan hal yang sama. Iya, bagi yang belum tahu, kartun ini berasal dari sebuah ilustrasi berwarna monochrome biru yang memanjakan mata. Saat mulai dicetak secara indie, kompilasi ilustrasi yang dikumpulkan tiap senin mulai terlampirkan komik singkat mengisahkan gadis (dan karyawan).

Pine Jam menggarap Tawawa menjadi versi anime yang disutradarai oleh Kosuke Murayama (Outbreak Company, MoonPhase) dan musiknya diiringi oleh Yoshiaki Dewa (Flying Witch, Amnesia, Nagi no Asukara).

Ngomong-ngomong aku sempat bingung dengan arti kata Tawawa namun ketika kucari ini mengartikan kondisi dimana cabang pohon yang membungkuk dengan berat banyak buah. Mungkin bila diartikan secara harfiah judul ini berarti Senin yang Berkah? Atau juga sebenarnya Tawawa disini menggambarkan sifat dan fisik para gadis yang hadir dalam anime ini.

Pertemuan di Hari Senin
Hari senin benar-benar menyebalkan, hanya dengan menyadari bahwa sudah senin saja bisa menghilangkan mood untuk memulai aktivitas. Ancaman-ancaman di hari senin adalah suatu wujud nyata menandakan liburan telah selesai, kembali bekerja, melihat wajah atasan yang suntuk.

Ketika diam melamun hal-hal buruk, hari seninnya semakin buruk dengan kecelakaan yang menimpa. Gadis SMA yang menuruni tangga dengan terburu-buru menabrak dirinya hingga hingga kepalanya harusnya dirawat rumah sakit.

Pertemuannya yang tidak biasa membuat ia semakin akrab dengan Ai-chan, gadis yang menimpa dirinya. Berkat kecelakaan yang tak disengaja ini, tiap senin mereka mempunyai jadwal yang sama untuk bertemu. Ia juga bertindak sebagai pelindung Ai-chan dari orang-orangnya yang tangannya usil memanfaatkan hiruk pikuk keramaian.

Ai-chan adalah salah satu wujud kesempurnaan perempuan. Badannya yang mungil namun memiliki dada yang besar, matanya yang besar disertai dengan bulu matanya yang panjang, wajahnya yang menggemaskan kaya akan ekspresi, suaranya yang manis dan cara bicaranya santun menenangkan hati, memiliki rasa perhatian yang luar biasa, berpakaian sederhana dan lebih memilih membaca buku ketimbang bermain telepon. Benar-benar gadis yang ideal dan diidam-idamkan.


Getsuyoubi no Tawawa (Tawawa on Monday)

Getsuyoubi no Tawawa (Tawawa on Monday)

Getsuyobi no Tawawa mempunyai kumpulan cerita yang membuat hari senin cerah terang benderang. Ada kisah lainnya seperti Senior dengan Junior yang ceroboh namun dapat diandalkan, Manager yang bertemu dengan gadis cantik ketika beraktivitas diluar kantor, dan pertemuan dengan teman lama. Cerita sebagian besar berpusat pada Ai-chan dan Junior.

Getsuyoubi no Tawawa (Tawawa on Monday)

Takedown
Ketika mengudara, web anime ini menggunakan media Nico Nico Douga dan YouTube untuk penayangan. Sayangnya dengan waktu singkat, web anime Tawawa langsung diberhentikan oleh YouTube karena dianggap melanggar peraturan.

Senyum Hangat
Getsuyoubi no Tawawa (Tawawa on Monday)

Tawawa adalah salah satu anime yang meng-heal 'kesehatan jiwa'-ku. Setiap Senin selalu kunantikan dan kutonton setelah langsung sampai pulang kerumah. Anime ini memberikan suatu imajinasi dan menyampaikan sesuatu, yang sulit kuungkapkan dengan kata-kata, bahwa walau apa pun yang terjadi aku tetap harus bersemangat meski badai hari senin menerpa diriku. Karena seburuk hari yang menimpa diriku, Ai-chan akan selalu berada disisiku melepas semua penat yang ada dengan caranya.

Eh, apa aku mengatakan diriku? Aaahh maksudku adalah Salaryman, bukan aku. Terlalu berdelusional bila aku membayangkan Ai-chan selalu ada disisiku tiap Senin. Tapi aku tiap Senin selalu menonton Tawawa, jadi bisakah aku menganggap salaryman tersebut sebagai penggambaran diriku? Eh sial apa aku mulai berdelusi lagi? Aku sendiri tidak tahu aku ini sedang membicarakan apa sih, tapi aku hanya ingin menyimpulkan bila kalian cukup stress, butuh anime yang menghibur atau sedang mengalami bad day sebaiknya kalian menonton Getsuyoubi no Tawawa.

Ngomong-ngomong saat ini Just Because! sedang tayang lho! Anime ini merupakan hasil kolaborasi dari Himura Kiseki dan Kamoshida Hajime (penulis Sakurasou no Pet na Kanojo).

Semoga harimu menyenangkan! Soreja mata ne.

Getsuyoubi no Tawawa (Tawawa on Monday)

Getsuyoubi no Tawawa (Tawawa on Monday)

Getsuyoubi no Tawawa (Tawawa on Monday)
Read more ... → Getsuyoubi no Tawawa (anime)

September 25, 2017

{παth/=+÷×−}

Judulnya kok ribet banget ya? Hahaha aku hanya mencoba menuliskannya sesuai dengan cover buku yang tertera. Jadi minggu lalu aku pergi ke suatu tempat karena ada suatu urusan. Karena ternyata hasilnya sesuai dengan dugaanku, tidak memuaskan (dan moodku langsung diselimuti kekecewaan) terlebih lagi aku ditempat itu tidak sampai 15 menit. Aku mulai berpikir untuk berjalan-jalan sebentar dan... kembali berujung ke toko buku dan menemukan ini yang tidak diplastik (maafkan aku!).

Sekilas aku merasa familiar sekali dengan gaya penggambaran tokohnya, yang lalu setelah membuka halaman per halaman aku mulai menyadari. Dini Marlina yang telah berpengalaman untuk buku anak-anak terbitan Mizan Media Utama selalu menarik perhatianku dengan tokoh-tokohnya yang manis, lucu dan menggemaskan. Selain menggambar untuk buku anak-anak, aku mengenal gaya khas doi dari Bandelnya Judith. Sedangkan cerita utama yang rumit ini ditulis dan diajarkan oleh Maximillian Fansyuri.

Ralat, bukannya ceritanya yang rumit sih lebih tepatnya penjelasan teorinya yang rumit, terlebih lagi otakku sudah semakin tumpul sekarang. Karena di Math komik ciptaannya ini pembaca akan menemukan pelbagai fakta unik menarik tentang Matematika. Bagi kamu yang gemar pelajaran Matematika dan/atau IPA pasti akan menyukai ini. Atau bagi kamu yang menyukai dengan perdebatan teori-teori yang ada (hingga antar tokohnya saling berdialog panjang lebar) juga pasti akan menyukai ini. Atau kamu yang menggemari buku komik seri tokoh dunia atau seri penemuan atau seperti Archi & Meidy kuyakin kamu pasti menyukai komik satu ini.


Math re:ON Comics

Langit Alam Semesta
"Manusia menggunakan berbagai macam bahasa untuk berkomunikasi. Tentu saja alam semesta menggunakan bahasa sendiri yang digunakannya. Tidak banyak orang yang bisa menghargai dan menggunakan bahasa alam semesta tersebut. Tahukah kamu, bahasa apa yang digunakan di jagat raya ini? Bahasa itu bernama Matematika!"

Setelah diberi tagline yang menarik ini pembaca langsung dihadapkan ke Matahari Bimasakti, atau yang lebih akrab dipanggil Math, sedang menonton berita pagi hari. Dalam waktu dekat ini akan diadakan sebuah game show bernama Luck Game yang menarik dan menggiurkan dengan total hadiah miliaran rupiah. Promosi permainan ini juga besar-besaran. Semua orang bisa mengikuti permainan, tapi bagi sebagian orang permainan ini tampak mencurigakan. Apalagi Math, seorang ahli matematika/penyuka matematika sangat menyadari kejanggalan dari babak pertama permainan ini. Math yang melihat selintas babak pertama ini mulai isenglah untuk mengikuti permainan ini.
Math re:ON Comics

Math re:ON Comics

Soal dari babak pertama adalah setiap peserta harus menghitung jumlah keseluruhan jumlah kelereng yang ada di sebuah toples kaca. Di soal pertama ini, para peserta diperbolehkan mengkoreksi jawabannya satu kali apabila sebelumnya salah menjawab. Meski begitu, tentu saja semua orang kesulitan bagaimana cara mengetahui jumlah kelerang yang tepat hanya dengan cara melihatnya. Peserta disana langsung menggila mengerumuni melihat toples kelereng dan bahkan peserta yang berada paling depan menahan peserta dibelakangnya agar tidak bisa melihat dan menghitung seisi toples.

Luna Artika, salah satu peserta Lucky Game punya satu cara untuk menyelesaikan teka-teki ini. Dengan menggunakan asumsi dan memperhitungkan diameter kelereng dan tinggi serta jari-jari toples ia yakin bisa mendapatkan jumlah angka yang tepat. Namun sayangnya, satu-satunya cara yang ia miliki nihil karena ramainya peserta yang mengelilingi toples kelereng.

Sedangkan Math yang sedikit tertarik dengan ide Luna, memberitahu cara lain yang lebih efisien. Yaitu dengan menggunakan Wisdom of Crowds (salah satu metode populer yang kuketahui). Dengan mengumpulkan semua hasil jawaban peserta lalu dibagi dengan semua jumlah peserta maka akan mendapatkan hasil rata-rata. Luna yang setengah percaya cara ini akan berhasil tetap (coba) mengikutinya. Dan Luna tidak menyangkanya bahwa ia berdua menjawabnya dengan benar.

Math re:ON Comics

Dari sekian ratus peserta yang datang, ternyata yang lolos ke babak kedua tidaklah mencapai 10 orang. Di babak kedua ini persaingan lebih serius dan ketat. Selain Math dan Luna, ada satu lagi peserta pintar yang memiliki sifat picik dan super menyebalkan, Sirius Leonhart. Mereka berdua telah menyadari dari awal bahwa Luck Game bukanlah permainan berdasarkan keberuntungan, melainkan hanyalah sebuah perhitungan matematika yang tampak rumit namun semua itu bisa diperhitungkan. Bukan probabilitas semata yang hanya ditebak secara asal.

Seni Matematika
Math re:ON Comics

Duapertiga keseluruhan isi buku ini adalah penjelasan matematika yang super panjang. Apalagi yang aku harapkan? Tapi memang itulah daya tariknya, sama seperti saat membaca komik detektif atau ketika membaca Overlord, aku dihadapkan oleh penjelasan panjang lebar yang menarik dan fakta (didalam) cerita yang terjadi. Oh mungkin aku tampak terlalu berlebihan, tidak, aku betul-betul menyukai bahwa dialog box yang besar dan banyaknya kalimat yang tertulis yang ada disini membuatku ikut berpikir (berusaha untuk menyelesaikan kasus Luck Game).

Pembaca lainnya tak perlu khawatir ikut pusing ketika melihat penjelasan Math atau Sirius saat saling beradu teori dan materi. Komik ini memberikan contoh perhitungan yang lebih mudah untuk dibayangkan. Masih belum sampai juga maksud penjelasan mereka? Tenang saja Math akan memberikan contoh soal lainnya yang lebih simpel dan lebih mudah dipahami.

Yang satu kusayangkan dari ini adalah Math yang lack sifat peran utama. Well, aku menyukai penjelasan Math ketika membeberkan semua misteri, fakta dan perhitungan. Tapi ia tampak sangat easygoing, sangat tidak cocok atau pun terlihat orang yang suka berkompetisi. Memang pada awalnya ia mengikuti Luck Game hanya sekedar penasaran doang sih, tapi kupikir ketika sudah menghadirinya ia nyaris sama sekali tak antusias/bergairah menanggapi pertandingan ini. Aku sedikit berharap agar ia merasa sedikit penasaran maksud tujuan Luck Game ini diadakan.
Read more ... → {παth/=+÷×−}

June 19, 2017

In This Corner of the World

Fumiyo Kono sempat menuliskan Yunagi no Machi Sakura no Kun pada tahun 2004 yang mengangkat tema dampak dari pasca perang. Karyanya tersebut memenangkan Japan Media Arts Festival's Grand Prize for manga di tahun 2004 serta Tezuka Osamu Creative Award di 2005. Lalu di 2007 dengan ciri khas gambarnya ia menuliskan In This Corner of the World (この世界の片隅に; Kono Sekai no Katasumi ni) yang menggunakan tema perperangan kebali. Sekali lagi, karyanya satu ini terpilih sebagai Karya yang Direkomendasikan oleh Juri (Juara Harapan?) pada 2008 di ajang Japan Media Arts Festival dan memenangkan Excellence Prize pada tahun 2009. 5 Agustus 2011, In This Corner of the World tayang live-action yang dibintangi oleh Keiko Kitagawa dan Keisuke Koide.


Kono Sekai no Katasumi ni — In This Corner of the World

Sebagai Peringatan 70 Tahun Bom Hiroshima, animasi In This Corner of The World mulai tayang di layar lebar pada 2016 yang diproduksi oleh MAPPA, distudarai dan ditulis oleh Sunao Katabuchi (Black Lagoon, Princess Arete dan Mai Mai Miracle), desain karakter oleh Hidenori Matsubara (Sakura Taisen series, Aa! Megami-sama! series dan The Princess and the Pilot) dan musik oleh kotringo (Koufuku Graffiti dan Kuma No Gakkou - Jackie to Katie). Tak hanya manga-nya saja yang menyambet penghargaan, namun versi adaptasi ini juga sukses meraih pelbagai penghargaan seperti Hiroshima International Film Festival's Peace Film Award Hiroshima, 40th Japan Academy Prize Animation of the Year, Osaka Cinema Festival 2017 Japanese Film Best10 dan masih banyak lagi.

Bengong Melamun
Suzu Urano, gadis 18 tahun yang yang tinggal di Eba, Kota Hiroshima ini selalu memiliki pandangan positif dalam hidupnya, walau kejadian yang menimpa hidupnya engga selalu enak tapi ia selalu saja bisa mencari jalan positif. Sisi positif miliknya juga dipicu oleh sifatnya yang mudah lupa atau sulit mengingat keadaan sekitar dalam jangka pendek. Kehidupan keluarganya sangatlah damai.

Pada usianya yang menjelang 19 tahun ini ia mendadak dilamar oleh Shuusaku Houjou, seorang pria yang tidak ia kenali, tepatnya ia tidak ingat pernah bertemu atau melihatnya dimana. Neneknya pernah mengatakan semua tergantung pilihan pada Suzu sendiri, ia bisa saja menolaknya bila tak menginginkannya. Setelah memikirkannya cukup matang ia menerima tawaran pria tersebut.


Kono Sekai no Katasumi ni — In This Corner of the World

Kono Sekai no Katasumi ni — In This Corner of the World

Suzu pun memasuki stage baru dalam kehidupannya, tantangan baru muncul bertubi-tubi menghantam dirinya. Sifatnya lugu, sedikit ceroboh dan airhead harus bekerja extra agar dapat beradaptasi dengan lingkungan baru. Perihal saat ini tinggal di Kure yang jauh dari tempat asal, ibu mertua kondisinya saat ini sudah sulit untuk berjalan, kakak ipar yang galak dan keras, mengingat nama-nama tetangga dan jalan, mengubah gaya hidup saat masih gadis dan lain-lain. Suzu yang sudah menjadi ibu rumah tangga ini juga harus bangun lebih pagi, seperti untuk menimba air, menyiapkan makanan dan membereskan rumah.

Hidup pada tahun 1944, jaman perang, membuat keadaan menjadi sulit. Ransum yang terbatas, porsi atau isi pokok lauknya bisa saja berkurang sewaktu-waktu. Hal ini membuat Suzu berpikir bagaimana cara membagi jumlah ransum yang terbatas untuk 1 rumah dan bagaimana mendapatkan dan/atau menambahkan porsi lebih ketika keadaan sangat minim.

Kono Sekai no Katasumi ni — In This Corner of the World

Ketika waktu senggang, Suzu kembali pada hobi lamanya yaitu menggambar alam yang ada di depan matanya. Hobi ini sudah terasah sejak ia kecil hingga membuahkan hasil gambar yang bagus dan indah. Seringkali hobi ini malah menjadi menyulitkan dirinya, pensil yang seharusnya digunakan untuk bersekolah malah dihabiskan untuk menggambar. Suzu yang tinggal di bukit bisa melihat jelas perairan yang dipenuhi oleh kapal-kapal perang seperti Musashi dan Yamato (ia diajarkan oleh keponakannya, yang sebenarnya pernah diajarkan langsung oleh Shuusaku, tapi ia sulit mengingatnya). Ditengah-tengah asyiknya menggambar tiba-tiba ada sepasang polisi yang menggrebeknya dan dicurigai sebagai mata-mata.

Begitu dibawa kerumah, permasalahan ini tak kunjung selesai, bahkan ketika polisi tersebut masih tanya-jawab, mencurigai, menceramahi dan mengancam keluarga Houjou, Suzu malah tak ingat sama sekali tadi ia sedang apa hingga polisi bisa membawa ia kerumahnya.

Meski terlihat damai dan tenang, keluarga Houjou tak lupa bahwa lingkungannya sedang dalam area perang. Suzu dan penduduk warga sekitar diberi bekal ilmu pengetahuan seperti bom, evakuasi, alarm tanda bahaya dan lain-lain dari pihak Angkatan Laut. Keluarga Houjou juga membangun sebuah tunnel evakuasi untuk tempat berlindung apabila ada serangan.

Pada tahun 1945, keadaan mulai memanas, alarm evakuasi yang hampir tiap malam selalu bunyi (kadang hanya alarm bohongan), serangan yang tak mengenal waktu dan tempat, pangan yang semakin sulit didapatkan.

Perlahan Tapi Pasti
Hampir setengah film penonton hanya suasana yang adem kalem, indahnya kehidupan bersama keluarga hingga sampai lupa bahwa keadaan saat itu ditengah-tengahnya panasnya api perperangan. Tak perlu khawatir dengan transisi cerita yang super santai dan rileks hingga menjadi drama serius. Movie ini berhasil membuat alur secara natural dan epik, dengan perlahan-lahan penonton diasupin dengan sulitnya kondisi perang (sedikit demi sedikit) hingga dampak kondisi perang terlihat dengan pasti dan jelas. Sifat Suzu yang sudah terbentuk sedemikian rupa tidak membuat lingkungan sekitar dan penonton terjebak dalam depresi dan kesedihan. Ia akan bangkit, mencari cara, mencari jalan, terus berjuang tak menyerah melanjutkan hidup di masa yang sangat sulit.

Cinta, Harapan dan Keberanian
In This Corner of the World memperlihatkan dengan baik kondisi Perang Dunia II. Mulai dari pernikahan pada jaman saat itu, mengubah pakaian tradisional menjadi pakaian sehari-hari yang bisa lebih sering digunakan, ransum, kehidupan para angkatan laut, alarm tanda bahaya, hingga tragedi pengeboman Hiroshima yang mehilangkan banyak umat manusia. Rumah yang sudah dipertahankan dan diperjuangkan sekuat mungkin, tiba-tiba hancur oleh perang. Tak hanya rumah saja, bahkan orang-orang terdekat dan tercinta juga bisa kehilangan.

Interaksi dan jalin hubungan yang dibangun Suzu mampu mengisahkan tiap karakternya dengan baik. Hubungan antar karakternya yang tersusun baik dan rapi membuat penonton akan mendapatkan kisah-kisah karakternya secara mendetail. Bahkan disini kita juga diperlihatkan bahwa sepasang suami-istri yang seperti ini saja juga bisa bertengkar karena hal sepele. Tanpa sadar, penonton akan menikmati (dan turut merasakan) cara Suzu memperjuangkan hidupnya di sudut dunia ini yang selalu menginspirasi dan memberikan banyak pesan moral

Kono Sekai no Katasumi ni — In This Corner of the World

Kono Sekai no Katasumi ni — In This Corner of the World

Kono Sekai no Katasumi ni — In This Corner of the World

Yang mengejutkan dari movie ini salah satunya latar belakang yang benar-benar direka sesuai keadaan saat itu. Saat movie sudah berakhir, pastikan kamu melihat credits-nya hingga benar-benar habis. Karena ada epilog ketika credits sedang berlangsung.

War is like love, it always finds a way. 
Read more ... → In This Corner of the World

April 12, 2017

Boku wa Mari no Naka

Kemarin pagi, tepatnya dini hari. Aku terbangun jam setengah tiga pagi karen pada hari minggunya aku tidur cepat (sekitar jam delapan) untuk mengistirahatkan badanku. Karena hampir seminggu lalu aku hanya mendapatkan tidur selama tiga tiap harinya. Begitu mendapatkan tidur selama enam setengah jam aku ingin melanjutkan tidur lagi, sayangnya tidak bisa.

Akhirnya aku membuka twitter dan mendapat kabar bahwa Boku wa Mari no Naka (ぼくは麻理のなか; Inside Mari) akan diangkat menjadi TV Live Action. Aku cukup mengenal nama Oshimi Shuzo atas karya Sweet Poolside (diangkat TV Live Action tayang pada 2014), Aku no Hana (anime yang menggunakan teknik rotoscope mengudara 2013) dan Devil Ecstasy. Lagi-lagi aku sama sekali belum pernah membaca karyanya satupun. Jadi aku mencoba membacanya sambil berharap akan tertidur nantinya. Ternyata kesalahan besar, meski aku berhenti di pertengahan jilid, dan menutup mata, tak sampai lima menit aku membuka mataku kembali untuk melanjutkan manga satu ini dan tanpa sadar ayam-ayam sudah berkokok. Ya aku kalah telak dengan rasa penasaran. Dan ini menjadi rekor baruku, membaca manga secara online sebanyak 9 jilid dalam waktu semalam. Aku bukanlah tipe orang yang kuat membaca di layar lama-lama, dan biasanya aku sangat malas bila manga yang akan kubaca sudah diatas 4 jilid.

Siapa Aku?
Isao Komori, seharusnya tahun ini dia sudah memasuki tahun akhir perkuliahannya.  Namun hal itu tak mungkin terjadi karena ia sudah tak pernah mendatangi kelas sejak 3 tahun yang lalu. Simpel saja permasalahannya, ia telat bergaul dalam membangun pertemanan di minggu-minggu awal kuliah. Ia menghabiskan sepanjang waktu mengurung diri di kosan hanya untuk bermain game dan masturbasi, tanpa membersihkan ruangannya membiarkan sampah menumpukk. Ia tahu ia melakukan kesalahan besar tapi ia tak tahu cara berhenti.

Setiap jam 9 malam, ia selalu mengunjungi minimarket langganannya, hanya untuk melihat malaikatnya, siswi SMA yang sangat anggun. Ia bahkan tahu sekali kebiasaan siswi tersebut yang setiap harinya pergi ke minimarket tersebut hanya untuk membeli sebuah cokelat dan minuman. Suatu hari, ia nekat untuk ingin berkenalan dengan gadis tersebut tetapi tidak tahu harus memulainya darimana. Hingga akhirnya ia hanya mengikuti dia saja dari belakang, terus mengikutinya, hingga gadis tersebut sadar telah diikutinya dan menoleh menatapnya.

Pagi harinya, Komori terbangun dengan tubuh gadis yang diidamkannya, Mari Yoshizaki, menjalani kehidupan gadis itu. Sebuah realita yang sulit dihadapi, harus bereaksi dan berpelilaku seperti apa dihadapan keluarganya, dirumah yang tak dikenal. Ketika ibunya mengingatkan Komori untuk bersekolah, ia sadar kemana jiwa Mari bila tubuhnya sedang dimasuki oleh Komori.

Mungkinkah bertukar tubuh? Untuk memastikan hal itu semua Komori kembali ke kosan tapi baru saja sampai di lokasi, Momoka, temannya Mari memergokinya dari belakang. Temannya mengira Mari mempunyai pacar anak kuliahan. Dengan cepat Komori membantahnya sehingga temannya Mari terkejut. Berkat kejadian ini terpaksa untuk pergi ke sekolah dahulu. Sayangnya ia juga tidak bisa berperilaku seperti Mari pada biasanya, membuat teman-temannya khawatir dengannya.

Sepulang sekolah Komori berlari mengunjungi kosannya lalu mengintip lewat jendela untuk melihat dirinya ada atau tidak. Ia tahu betul, apabila tidak ada disitu maka pasti sedang ada di minimarket, beristirahat sejenak setelah main game. Baru memasuki minimarket ia langsung melihat dirinya sendiri disitu, sedang membaca sebuah majalah. Sejak pagi ini, pikirannya dipenuhi dengan sejuta pertanyaan karena kejadian aneh yang dialaminya. Bila benar-benar bertukar tubuh, berarti jiwa Mari saat ini sedang ada di tubuhnya Komori? Tanpa basa-basi, ia menanyakan hal itu ke Komori. Sayangnya Komori yang sedang membaca majalah menganggapnya gila. Secara mendadak ditanyai apa mereka sedang bertukar tempat, ekspresi Komori seolah-olah mengatakan,"Dia tidak waras? apa yang sedang dikatakan gadis asing ini?"

Padahal jiwa Komori  sedang ada ditubuh Mari, tetapi jiwa Mari tidak bersemayam di tubuh Komori. Ada Komori lainnya di tubuh Komori? Lalu dimanakah jiwa Mari sekarang?


Boku wa Mari no Naka (Inside Mari)

Dark Twist
Kisah Komori yang ditulis oleh Oshimi-sensei memperlihatkan lika-liku dalam mencari Mari dengan sangat menarik. Tidak ada petunjuk satu pun dalam mencari Mari membuat makin sulit dan putus asa yang dialami Komori. Tak hanya mencari Mari hilang, ia juga harus mempertahankan gaya hidup Mari, berinteraksi menjaga hubungan dengan teman sekolahnya, dan ketika dirumah ia juga mencari tahu untuk mengenal Mari dan keluarganya lebih dalam. Ternyata Mari tidaklah sempurna yang dibayangkan, Tentu ia mengalami permasalahan remaja, seperti menahan rasa sakit datang bulan dan risih dilirik oleh banyak orang. Teman-teman sekolahnya pun sadar ada yang berubah dengan diri Mari. Dengan masalah yang menumpuk banyak pada jiwa Komori, terkadang, ralat seringkali ia lupa bahwa ia sedang di tubuh Mari, dan tidak seharusnya melakukan kebiasaan buruknya.

Konflik-konflik yang dihadirkan di manga ini tidak hanya satu, tapi ada banyak. Semua konflik yang dimunculkan disusun dengan rapi dan sangat natural. Ketika kita semakin mengenal lebih dekat dengan seseorang, maka kita tahu apa masalah yang sedang dialaminya, apa saja yang terjadi dengannya. Hal ini tampak dengan keseharian Mari yang sedang dijalani oleh Komori. Oshimi-sensei pun bisa mengatasi konflik-konflik yang ada dengan baik dan tidak berantakan. Tiap masalah dieksekusi satu per satu untuk diselesaikan tepat pada waktunya tanpa membentur konflik lain yang sedang berjalan atau pun menimbulkan konflik tersebut makin parah. Konflik yang sudah diselesaikan tidak berlalu begitu saja, tapi menggali lebih dalam apa yang terjadi pada Mari sebenarnya dan menjadi kunci untuk petunjuk mencari jiwa Mari yang entah hilang pergi kemana.

Yang paling menarik adalah Oshimi-sensei lihai sekali dalam mempermainkan psikologi tokoh-tokohnya sehingga kita selalu dikagetkan oleh hal-hal baru dan tak pernah bosan atau jenuh dalam membaca satu halaman ke halaman lainnya.
Read more ... → Boku wa Mari no Naka

December 31, 2014

Ore to Hero to Mahou Shoujo

Aku tak ingat dimana pertama kali menemukan komik ini, terlebih lagi aku membacanya bukan di situs langgananku. Dan yang memikatku pertama kali adalah judulnya yang pasti bertema superhero dan gender bender yang sekilas aku langsung membayangkan seperti Kämpfer dan Ore, Twintail ni Narimasu. Lalu aku membayangkannya lagi "jangan-jangan bakal seperti My Hero Academia lagi".

Ore to Hero to Mahou Shoujo (俺とヒーローと魔法少女; Me, Superhero and The Magical Girl) keluar pertama kali pada tahun 2012 (dan aku juga membacanya baru mulai minggu lalu) ditulis Sogou dan sisanya aku tidak menemukan informasi lebih dari komik ini, paling hanya fanpage di facebook dan webcomic-nya beralamatkan disitusnya. Meskipun dibeberapa tempat yang kutemui ini termasuk doujinshi (ya secara sih karya orisinil walaupun dituangkan dalam webtoon, oh sepertinya aku harus membaca ulang definisi doujinshi dulu di wikipedia deh) dan diserialisasikan dalam majalah Comic Polaris dan Nico Nico Seiga (berdasarkan Baka-Update).

Keadilan dan Pahlawan
Terdapat keresahan hati pada Hayato padahal ia baru saja menjalani karirnya sebagai superhero seminggu ini. Bukan rasa takut atau pun gelisah yang menyelimuti dirinya... namun wujudnya yang setelah transform menjadi superhero yang tak bisa ia terima. Penampilan Hayato sebagai pria sejati yang dilengkapi dengan jaket kulit menyusut menjadi seorang gadis cilik magical girl. Tak hanya itu bahkan superhero kita yang lucu nan imut ini benar-benar mengeluarkan daya tariknya layaknya sebagai magical girl (tentunya ini disebabkan dengan ekspresi dari wajahnya). Sangat sulit sekali dibayangkan ternyata magical girl sebenarnya pria tulen. Bahkan orang-orang yang diselamatkan olehnya malah berkomentar tidak menyenangkan yang kurang lebih seperti,"Weirdo ini cosplay untuk menyelamatkan kita?"

Pokoknya, ini sangat jauh berbeda dengan yang dibayangkan oleh Hayato. Akhirnya pada suatu kejadian, Hayato menyelamatkan anak perempuan yang tadinya diincar oleh Kaijin (monster) yang mengamuk dalam kota hingga memutuskan dirinya akan tetap menyelamatkan kota (dalam sementara waktu) dan membuat identitas hero sebagai Luminous Girl.

Hero Drive, TRANSFORMATION!
Superhero disini membutuhkan suatu device yang bernama Hero Drive agar dapat bertarung leluasa dengan Kaijin tapi penampilan perubahannya tidak seperti superhero jepang pada umumnya, malah ke superhero barat yang tidak (selalu) sepenuhnya full costume dan sekedar menggunakan suit-nya hanya untuk menutupi identitas dirinya. Ah, maksudku setelah ia transform tidak bernempilan seperti Ultraman, Kamen Rider atau Power Ranger begitulah.

Komedi yang bermunculan disana-sini membuat ceritanya terus berkembang. Walaupun aku kadang biasa saja dengan komedinya, menurutku terkadang lucu saja. Bahkan bisa dikatakan sebenarnya ceritanya engga penting sama sekali karena Hayato tidak ingin berwujud sebagai magical girl. Tapi nantinya akan lumayan seru ketika muncul superhero lainnya dan dark hero yang mempunyai tujuan tersendiri dalam menciptakan perdamaian dunia. Oh, dan jangan lewatkan senyuman manis dari Luminous Girl kedepannya.



Ada dua scanlation yang memegang komik ini, tapi aku prefer ke sensualaoi karena mereka men-translate-kan omake-nya juga tapi ajaibnya scanlation dari sensualaoi beda sekali dengan Chilla (ya mereka sempat mengatakan bahwa silahkan baca yang dari Chilla untuk kualitas yang lebih baik tapi aku tetap tidak menyangka ternyata hasilnya sejauh itu). Bahkan awalnya aku menanggapnya gambarnya cukup 'unik' tapi setelah kubaca ulang versi Chilla oh ternyata engga buruk gambarnya.
Read more ... → Ore to Hero to Mahou Shoujo

July 22, 2014

Carefree High School Girl

Kebetulan menemukan komik di daftar manga yang baru diupdate, dan kucoba membacanya. Tak ada rekomendasi dari siapa pun, dan sipnosisnya juga tak ada yang jelas. Sejenak kupikir yah, paling yang seputaran komedi seperti biasa seperti Yotsuba&! atau sejenisnya.

Diam Tanpa Kata
Jujur saja, aku juga bingung sebenarnya ingin menulis apa untuk ini. Antara aku yang memang tidak pandai menulis atau untuk satu ini benar-benar sulit untuk dijelaskan.

Menceritakan aktivitas keseharian dari seorang gadis SMA yang lugu dan polos. Ia melakukan apa saja yang ia ingin kerjakan untuk hari ini, entah untuk iseng atau ingin bersenang-senang. Tapi diluar dari itu, kelakuan yang ia perbuat terkadang menyebabkan kesalahpahaman tersendiri kepada orang-orang. Apalagi tampangnya yang cukup sangar bila ia sedang diam melamum. Tingkah lakunya begitu menarik perhatian.

Lihat, lihat!
Hampir sebagian besar segala adegan disini tanpa ada percakapan sama sekali. Hanya dilihat gerak-gerik dair para tokoh pelaku. Wajahnya yang begitu anggun dan menawan tapi kelakuannya selon dan woles. Komedinya lumayan menghibur, menarik saja melihat tokoh yang berperilakuan santai begini. Ada beberapa chapter ia terlihat benar-benar seperti preman berandalan tapi nyatanya ia hanya melakukan untuk bersenang-senang tanpa menganggu orang lain.



Sepertinya Carefree High School Girl (女子かう生; Jyoshikausei) bermula dari sebuah webcomic yang dituliskan oleh Wakai Ken pada situsnya yang bisa dibaca langsung disana. Barulah dijilid seharga ¥100 atau $14.35 dijual via blog pribadinya atau amazon. Yang kuirikan dari komik satu ini adalah saat kutelurusi di google dan twitter-nya, komiknya dia bisa minta autograph, gambar dan/atau pesan-pesan, sayangnya aku tidak tahu itu di acara apa.

Untuk satu ini sebuah pengecualian aku membaca raw, toh paling teks yang ada hanya sekedar SFX saja.
Read more ... → Carefree High School Girl

June 23, 2014

ISUCA Diangkat Ke Anime

Manga karya dari Osamu Takahashi yang rilis di majalah Young Ace terbitan Kadokawa Shoten mendapatkan adaptasi anime. Sayangnya belum ada kabar mengenai formatnya, apakah seri televisi, OVA atau lainnya.

Osamu dikenal dengan karya Shin Seiki Evangelion - Ikari Shinji Ikusei Keikaku yang hingga kini telah mencapai 15 jilid.



ISUCA menceritakan Asano Shinichirou pemuda yang terpaksa mencari sebuah pekerjaan untuk membayar uang sewa dan akhirnya mendapatkan panggilan kerja dari Shimazu Sakuya, seorang pemimpin klan ke-37 keluarga Shimazu yang mempunyai tugas membasmi setan dan pengusir makhluk supernatural lainnya. Sialnya Shinichirou melepaskan salah satu makhluk yang baru saja ditangkap oleh Shimazu.

Manga-nya rilis dari tahun 2009 dan sekarang mempunyai 4 jilid.

Sumber: sgcafe
Read more ... → ISUCA Diangkat Ke Anime
 

Autumn 2015 Anime Chart

【Autumn 2015 Anime Chart】
For other info, click here.
For its hashtags, click here.

Featured Video


Random Posts