Showing posts with label Studio Ghibli. Show all posts
Showing posts with label Studio Ghibli. Show all posts

March 14, 2014

The Wind Rises

Akhirnya kemarin sore aku menyempatkan menonton ini, sangat tak sabar ingin buru-buru segera menontonnya namun apa daya ada beberapa halangan seperti macet salah contohnya hingga baru bisa mengambilnya sore hari. Dan pengunjung di tempatku menonton cukup sedikit, hanya 25 orang... itu juga ada 1 orang yang keluar di awal dan 1 orang keluar menjelang akhir film. Yang disayangkan juga adalah di Blitz Megaplex di tempatku menonton suaranya lumayan sering putus-putus hingga pertengahan film dan kursi yang kududuki kondisinya kurang baik sehingga sering mengeluarkan suara yang mengganggu dari engsel kursinya.

The Wind Rises (風立ちぬ; Kaze Tachinu) mengudara di Jepang tahun lalu, lalu disusul di negara lain seperti Taiwan, Perancis, Australia dan Amerika Serikat. Tentunya Hayao Miyazaki menjadi sutradara dan screenplay disini, Hideaki Anno menjadi seiyuu peran utama pria juga Toshio Suzuki sebagai produser. Film ini berdasarkan dari novel karya Hori Tatsuo pada tahun 1936-1937 dan Jiro Horikoshi sang insinyur pencipta pesawat Mitsubishi A5M dan Mitsubishi A6M Zero pada Perang Dunia Kedua menjadi tokoh utama pria dalam cerita fiksinya. Lagu yang ada di film ini berjudul Das gibt's nur einmal yang dinyanyikan oleh Hideaki Anno & Morio Kazama & Stephen Alpert dan lagu penutup yang berjudul ひこうき雲 (Hikoki Gumo; Contrail) dinyanyikan oleh Yumi Matsutoya.

Memang disayangkan film ini hanya memasuki nominasi di Academy Award for Best Animated Feature (dimenangkan oleh Frozen) dan Golden Globe Award for Best Foreign Language Film (dimenangkan oleh La grande bellezza). Bagaimanapun juga, harapan para fans Ghibli di Indonesia sudah terkabul, bisa menonton salah satu karyanya di layar lebar meskipun ini juga merupakan perpisahan dari Hayao. Terima kasih banyak Hayao atas karya-karyanya yang luar biasa membuat hidup kita menjadi lebih berwarna... nikmatilah masa tua dengan bahagia.

Angin Bertiup Kencang
Jiro Horikoshi seorang anak kecil yang tinggal di perdesaan selalu mendambakan Giovanni Caproni, ahli aeronautika dari Itali yang telah menciptakan pelbagai pesawat terbang seperti Caproni Ca.1 dan Caproni Campini N.1. Dari awal Jiro memang tak berniat sama sekali menjadi pilot karena dia sudah mengalami rabun muda. Di dalam mimpi-mimpinya Jiro, ia melihat banyak peristiwa aneh tentang pesawat terbang. Tak hanya itu Caproni juga muncul dalam mimpinya dan Jiro berkesempatan pula untuk berbincang-bincang dengan Caproni. "Pesawat bukanlah alat perang, pesawat adalah sesuatu yang mengagumkan yang didamba-dambakan oleh para Insinyur," ucapan Caproni kepada Jiro dalam mimpinya (maaf aku tak begitu ingat secara detil dialog Caproni dan Jiro, tapi kurang lebih begitulah kata-katanya).

Pada tahun 1923, Jiro pergi ke universitas untuk melanjutkan studinya. Namun terdapat gempa bumi berskala besar yang menghantam Kanto. Kereta yang dinaiki Jiro mau tak mau harus berhenti dan para penumpang bergegas untuk segera turun. Bencana lainnya juga menyerang Kanto, kebakaran rumah yang membuat orang-orang semakin panik. "Cepat! Kereta akan segera meledak," teriakan gila dari salah satu penumpang, Jiro yang hendak evakuasi melihat seorang pemudi bernama Nahoko Satomi bersama dengan pembantunya yang mengalami patah tulang di kakinya karena bencana tersebut. Jiro langsung bertindak cepat memberi pertolongan pertama dan mengangkat menolongnya. Nahoko membantu Jiro mengangkat koper bawaannya dengan menghiraukan kopernya sendiri (Nahoko menggangap barang bawaannya tidaklah penting).

4 Tahun setelah insiden tersebut, 1927, Jiro bergabung dengan Perusahaan Rekayasa terbesar di Jepang pada divisi pesawat terbang. Kejeniusannya diakui dan membuat ia tumbuh menjadi desainer pesawat di dunia. Tapi semuanya tentu tak berjalan dengan mulus, apalagi ilmu pengetahuan dan teknologi Jepang cukup terbatas saat itu.

GAINAX Ending / Habibie & Ainun
Cukup engga nyangka kalo ceritanya ternyata dewasa (bukan dalam artian secara rating usia penonton) dan ending-nya bakal begitu, padahal awalnya aku hanya mengira-ngira,"Jangan-jangan endingnya seperti ini" dan ternyata benar (maaf aku menulisnya seperti melantur engga jelas dikarenakan takutnya berujung pada spoiler jadi silahkan menonton sendiri). Kuakui pada awal-awal film cukup membosankan, terlalu banyak adegan yang hanya menggambarkan suasana tempat, seperti mobil lewat, orang-orang yang jalan kesana-kemari dan lain-lain (mungkin ini penyebabnya salah satu penonton keluar). Meskipun kukatakan awalnya cukup membosankan tapi mulai menjelang pertengahan film emosiku benar-benar hanyut terbawa oleh film ini. Dan dikarenakan aku engga membaca sipnosis cerita kukira akan keluar monster, soalnya pada awal-awal penggambaran mimpi dan gempa bumi sangat nyentrik sekali. Sedikit humor yang terdapat dalam film ini dimasukan pada waktu yang tepat untuk menghentikan ketegangan para penonton (dalam artian karena sangat menikmatinya). Meskipun rating penontonnya Semua Umur namun perlu diketahui dalam film ini terlalu banyak adegan merokok, bahkan saat rokoknya habis temannya Jiro me-refill rokoknya yang sudah habis dan dinyalakan kembali lalu bersama dengan orang sakit ia tetap tak bisa berhenti merokok.



Karya terakhir dari Hayao yang kukatakan sangat layak untuk ditonton dan disayangkan sekali kalo melewatkan kesempatan satu ini, Blitz Megaplex sendiri juga hanya menayangkan film ini hingga selasa depan dan beberapa tempat hanya sampai minggu saja (seingatku jadwalnya begitu). Blitz Megaplex menayangkannya dalam subtitle Indonesia dan English jadi jangan sampai bingung dalam membacanya, komentar untuk Blitz lagi aku sempat bertanya-tanya pada suatu dialog tiba-tiba (dalam subtitle Indonesia) Jiro berbicara dengan adiknya menggunakan kata "Anda" padahal sebelumnya tidak ada kata itu (jangan-jangan beberapa teks subtitle langsung diterjemahkan menggunakan Google Translate lagi). Sebenarnya aku juga ingin menonton versi dub English-nya untuk mendengarkan suaranya Emily Blunt dan Joseph Gordon-Levitt, tapi tetap kupikir lebih baik dub Jepang-nya untuk ditayangkan demi penokohan dari Anno.

"Le Cimetière marin"

Pewarnaan yang cantik, alunan musik yang indah serta kepuasan dan kenikmatan semua didapat dalam film ini. Tontonlah animasi ini di bioskop terdekatmu sebelum terlambat. Untuk yang penasaran dengan lagu penutupnya bisa mendengarkannya disini yang telah di-cover oleh Goose house (saat ini aku sedang mendengarkannya untuk mengenang juga). Wah, entah kenapa jadi engga sabar juga untuk musim gugur untuk melihat serial animasi pertama kali dari Ghibli yang berjudul Ronia The Robber’s Daughter yang digarap oleh anaknya Hayao, Goro Miyazaki... semoga Goro bisa sehebat ayahnya juga deh.
Read more ... → The Wind Rises

March 9, 2014

From Up on Poppy Hill

Pada tanggal 13 Maret 2014 nanti, Blitz Megaplex akan menayangkan Kaze Tachinu (atau The Wind Rises dalam english) yang merupakan karya terakhir dari Hayao Miyazaki (dan ada Hideaki Anno sebagai seiyuu-nya lho). Berita tersebut sangat membuatku senang dan tak sabar segera menontonnya di bioskop terdekat, dan efek lain dari ini adalah tiba-tiba aku ingin menonton lagi karya-karyanya dari Hayao Miyazaki.

From Up on Poppy Hill (コクリコ坂から; Kokuriko-Zaka kara) diangkat dari manga yang berjudul sama ditulis oleh Sayama Tetsuro dan digambarkan Takahashi Chizuru, diterbitkan oleh Kadokawa Shoten pada tahun 1980, lalu pada 1981 diterbitkan oleh Nakayoshi (Kodansha). Pada 2011 lalu, Studio Ghibli mengadaptasikannya menjadi sebuah layar lebar yang disutradarai oleh Goro Miyazaki dan diproduser oleh Toshio Suzuki (Ghost in the Shell 2: Innocence, On Your Mark, The Cat Returns dan Kiki's Delivery Service), sedangkan Hayao Miyazaki mengurus bagian screenplay dengan Keiko Niwa (Arrietty, Ocean Waves dan Tales from Earthsea).

Kibarkan Bendera
"Raise your flag"

Umi Matsuzaka tiap hari selalu mengibarkan isyarat benderanya di tepi rumah dengan berharap pada suatu hari nanti akan ada yang membalas isyarat bendera, entah itu berita tentang bapaknya atau bapaknya pulang kerumah, karena ia telah menghilang sejak Perang Korea (tepatnya bapaknya meninggal, akan tetapi Umi tetap mengibarkan bendera isyarat tersebut sebagai salah bentuk lain penghormatan kepada bapaknya).

Konan Academy, dimana tempat Umi bersekolah ia mendapatkan sebuah berita dari selembaran kertas yang berisi puisi yang ditunjukkan pada gadis yang selalu mengibarkan bendera tiap pagi. Ditengah ramainya istirahat yang waktunya untuk makan ada keramaian lainnya, tiba-tiba keluar dari gedung dan menunjukan aksi untuk menentang agar bangunan ekstrakurikuler tidak dirobohkan. Tidak tanggung-tanggung, untuk menunjukan aksi itu bukan main-main, salah satu murid, Shun Kazama, anggota ekskul surat kabar terjun dengan riang dari atas atap gedung ke sebuah kolam (yah jatuhnya tidak berjalan dengan mulus, ia sempat tertubruk beberapa rating pohon dulu sebelum sempat ke kolam). Umi yang kebetulan berada di dekat kolam secara reflek bergerak untuk menolong Shun.

Esoknya, Sora Matsuzaka, adiknya Umi minta tolong padanya untuk menemani ia ke gedung ekskul agar Sora bisa minta tanda tangan ke Shun (karena Sora sudah membeli foto Shun seharga 30 yen dan ia pikir itu hal yang mengagumkan apa yang telah Shun perbuat kemarin). Umi yang menemani Sora untuk menemui Shun tiba-tiba dimintai tolong oleh Shirou Mizunuma untuk ikut membantu menuliskan prakiraan ujian tengah semester fisika pada surat kabar, yang disebabkan mereka sedang sibuk juga dengan aksi protesnya agar gedung ekskul tetap ada dan tangan Shun sedang terluka karena suatu hal.

Singkat cerita, seiring dengan berjalannya waktu persahabatan Shun dan Umi menjadi lebih kuat dan mereka saling percaya satu sama lain hingga Umi menunjukan beberapa foto masa lalu ayahnya ke Shun pada pesta yang diadakan ditempatnya Umi. Shun amat terkejut dengan hal tersebut karena, ia juga mempunyai foto yang sama dan terduga bahwa mereka sebenarnya bersaudara karena memiliki ayah yang sama.

1963
Alunan musik yang indah dan latar serta animasi yang WOW (seperti biasanya), para penonton benar-benar merasakan seperti berada di kota dan waktu tersebut, terlebih lagi gerakan para tokohnya sangat manusiawi. "Nostalgia ya," adalah kalimat pertama yang ingin aku katakan tapi aku juga tidak bisa mengatakannya dengan pasti karena aku saja lahir puluhan tahun sejak perang korea. Cerita dimana ada pertemuan yang membuat mereka menjadi dekat dan saling jatuh cinta, Umi ikut terlibat dalam gerakan protes dan membantu Shun dan yang lainnya memberikan sebuah ide dan cara agar bangunan tersebut tidak dirobohkan. Telinga dan Mata kita benar-benar dimanjakan dan kekompakan sebuah keluarga juga dapat dirasakan.

Teks Tambahan
Yap, dalam English Dub terdapat beberapa dialog tambahan dan/atau perubahan dalam adegannya, seperti misalnya terdapat Narator dipermulaan (sama seperti Kiki's Delivery Service terdapat dialog tapi itu tidaklah masalah, soalnya Pretty Cure (2004) juga ada dialog tambahan di endingnya). Bukan hal yang mengejutkan karena tampaknya tiap negara pasti akan (mencoba) mencocokkan dialog dengan adegan dan sebuah kalimat tidak bisa selalu diterjemahkan ke dalam kalimat yang sama, jadi ya wajar saja kalo ada perubahan. Dan Aoi Teshima menyanyikan lagu pembuka dan penutup disini.

Twist
Ketika fakta berkata bahwa Shun dan Umi memiliki ayah yang sama ini benar-benar membuat para penonton untuk menduga-duga apa yang akan terjadi nantinya dan bagaimanakah fakta yang sesungguhnya akan terkuak. Kalo memang benar bagimana dengan kisah percintaan mereka, apakah mereka akan tetap menjalani cinta terlarangnya dan akan kawin lari, dan aku terbawa dengan situasi seperti itu.



Akhirnya aku hanya minta maaf yang telah membaca tulisan ini karena aku tidak bisa membuat sebuah ulasan yang baik, sebenarnya aku juga bingung apa yang akan dikomentari tentang kartun ini paling aku hanya "Sudahlah tonton saja! Ghibli ini... tidak akan menguras waktumu dengan sia-sia," kataku dalam hati. Saat Shun mengatakan "It's like a cheap melodrama" itu sangat membuatku makin penasaran apa akan terjadi. Aku suka dengan english dub-nya dan sekian kalinya yang tak pernah kuhitung, Ghibli berhasil membuatku enjoy dan terbawa suasana.
Read more ... → From Up on Poppy Hill
 

Autumn 2015 Anime Chart

【Autumn 2015 Anime Chart】
For other info, click here.
For its hashtags, click here.

Featured Video


Random Posts