Showing posts with label Blitzmegaplex. Show all posts
Showing posts with label Blitzmegaplex. Show all posts

August 19, 2016

Kingsglaive: Final Fantasy XV

Jujur saja, aku sedang tidak mengikuti berita game dan tidak tahu sama sekali akan ada film prequel Final Fantasy XV apalagi ternyata tayang hari ini. Dan sebenarnya tujuanku pergi hari ini adalah mengincar sebuah diskon namun begitu sesampainya dilokasi ternyata diskonnya hanya selected item dan kebetulan tempat yang kukunjungi ada Blitz Megaplex tidak jauh dari sana, sehingga aku segera melipir kesana. Dan aku sudah cukup menduga, libur 17-an antriannya agak panjang.


Kingsglaive: Final Fantasy XV

Sedikit flashback ke masa lalu, tepatnya sekitar 2006, dulu Final Fantasy XIII yang rencananya menjadi game RPG pertama di konsol next-gen PS3 akan punya 2 game lagi yang terkait dengan judul 'XIII', yaitu Final Fantasy Agito XIII dan Final Fantasy Versus XIII. Sayangnya saat itu Final Fantasy XIII harus mengalami delay padahal beritanya sudah tersebar kemana-mana dan batal banget menjadi game RPG pertama di konsol next-gen era itu dan engga nanggung-nanggung calon pembeli (yang sudah sangat hype) harus menunggu lagi bertahun-tahun hingga Final Fantasy XIII fix release. Lalu bagaimana nasib kedua game tadi? Sayangnya kedua game tersebut harus dipecah, meski masih dalam satu series Fabula Nova Crystallis, sekarang kini bernama Final Fantasy Type-0 dan Final Fantasy XV. Dengan dipecahnya ini juga mereka mengambil keputusan men-delay atau men-cancel release date kedua game tersebut. Kalian merasa sudah cukup bersabar menunggu dengan Square Enix Final Fantasy XV? Oooppss nampaknya kalian harus lebih bersabar lagi karena mereka akan men-delay Final Fantasy (lagi, dan untuk kesekian kalinya) selama 2 bulan.

Kabar baiknya, bagi kalian yang belum memesan sepertinya pre-order masih terbuka karena release date-nya diundur. Masih ragu-ragu, kalian bisa mencoba trailer gratisan Final Fantasy XV di PS4 dan melihat grafisnya yang menakjubkan. Maka untuk melengkapi rasa penasaran tentang Final Fantasy XV kalian wajib menonton Kingsglaive: Final Fantasy XV, menceritakan prequel-nya yang ternyata cerita Final Fantasy XV tampaknya sangat kompleks. Kingsglaive mulai diproduksi tahun 2014 dengan tim yang sama dengan Final Fantasy VII: Advent Children. Cerita dari Saori Itamuro dan Kazushige Nojima, diarahkan oleh Takeshi Nozue dan Hajime Tabata sebagai produser.

Teknologi Kristal Sihir
Mengambil latar beberapa tahun sebelum cerita utama Final Fantasy XV, penonton diterjunkan dengan keadaan sulit dimana sedang terjadi perang jangka panjang antar negara: Kerajaan Lucis yang masih menggunakan kristal sihir turun-menurun dan Nifleheim negara militer yang mempunyai teknologi sihir, magitek, serta mampu mengendalikan monster. Kerajaan Lucis selalu didesak dengan keunggulan Nifleheim, walau sudah menurunkan pasukan Kingsglaive, pasukan khusus yang terdiri diri dari para imigran terpilih yang dibentuk dan diilhami kekuatan oleh King Regis, tapi perang di Tenebrae sudah terlihat hasilnya, Kerajaan Lucis kalah. Perintah untuk mundur sudah diteriakan untuk seluruh pasukan.

Sayangnya Nyx Ulric tidak bisa menjalankan perintah tersebut karena melihat rekannya, Libertus, yang terluka parah ia mengambil keputusan cepat untuk menolongnya. Meski Nyx terkena hardik keras dari atasannya, tapi ia tak bisa membiarkan rekannya ditinggalkan begitu saja. Apalagi pasukan Kingsglaive menjunjung tinggi atas nama Home and Family.

Kingsglaive: Final Fantasy XV

Akhirnya, Nifleheim mengutuskan seseorang untuk menghadap King Regis dan membawa pesan untuk perdamaian kedua negara. Suatu keadaan yang sangat mengejutkan, tidak terduga dan aneh ganjil. Mengingat Nifleheim jauh lebih unggul daripada Lucis, terbukti dengan jelas Lucis mengalami banyak kekalahan dalam waktu ini.


Bukan berarti Nifleheim akan memberikan perdamaian secara cuma-cuma, syarat yang harus dipenuhi adalah Kerajaan Lucis harus memberikan seluruh wilayah negaranya, kecuali Insominia, ibukota dari Kerajaan Lucis. Persyaratan yang sangat berat ini membuat banyak pertentangan di rakyat kecil maupun pemenrintahan. Namun disisi lain ini merupakan salah satu keputusan yang tidak buruk mengingat Nifleheim yang terus mengungguli peperangan selama ini. Bagaimanapun juga pesan ini masih tetap harus dicurigai apa maksud dan tujuan Nifleheim sebenarnya.

Audi, Nissin Noodle Cup, Beats Dr. Dre
Dengan mengambil latar di era modern, kota metropolitan, teknologi abad terkini seperti televisi dan supercar film Kingsglaive: Final Fantasy XV tak luput dari iklan para sponsornya. Seperti Nissin Noodle Cup dan headphone Beats Dr. Dre yang beberapa kali menampakan dirinya di poster kota atau spanduk elektronik.

Audi pun telah menolong banyak tugas Nyx dan Libertus, mulai dari escrot Lady Lunafreya hingga menyelamatkan diri. Ya sejauh aku menonton movie ini ketiga merk itu yang sering kulihat dan langsung kuingat, mungkin masih adalagi merk yang 'mengiklankan' dirinya disini.

Teleport Kekuatan Raja
Aku sudah melihat keindahan grafis Final Fantasy XV di demo maka Kingsglaive: Final Fantasy XV juga telah mewujudkan ekspetasiku yang memiliki visual sangat indah. Sebelum aku pergi menonton aku menyempatkan diri untuk menonton trailer-nya sejenak. Ketika aku menonton, aku sempat ragu apakah ini live action (dimainkan oleh orang sebenarnya) atau animasi. Karena aku awalnya sulit membedakan, sehingga aku mikirnya ini live action yang telah dihiasi CGI.

Kingsglaive: Final Fantasy XV

Tak hanya grafisnya saja, tapi Kingsglaive juga memberikan cerita yang kompleks dan aksi battle yang sangat menawaan. Aku tidak bisa melepaskan mata saat Nyx mulai berdansa teleport melemparkan senjatanya.

Kingsglaive: Final Fantasy XV

Post-End Credit Scene
Meski produsernya mengatakan bahwa siapapun bisa enjoy menonton movie ini tanpa (mengikuti) game-nya dan begitu juga sebaliknya tapi setelah menonton ini,"Yakin cuma nonton saja? Engga bakal beli game-nya entar?" begitu yang kupikirkan saat itu. Karena aku merasa sangat yakin bahwa movie ini emang diperuntukan (mempromosikan orang-orang) membeli game-nya, terlebih lagi emangnya tidak penasaran dengan aksi negara Nifleheim selanjutnya.

Tidak sedikit yang banyak meragukan movie ini karena masih terpaku pada Final Fantasy: The Spirits Within. Setelah satu dekade penuh PHP mereka menghasilkan karya yang luar biasa pada Kingsglaive: Final Fantasy XV.

Dan jangan terburu-buru karena setelah credit masih ada extra scene yang membuat seisi bioskop teriak histeris dan bertepuk tangan dengan kerasnya. Hal lucu begitu hendak keluar bioskop ada sekumpulan yang berteriak lantang,"Pulang langsung pre-order!" Wah iya juga sih, toh mumpung game-nya mengalami delay, berarti masih bisa untuk pre-order dong.

Read more ... → Kingsglaive: Final Fantasy XV

January 14, 2015

Mobile Suit Gundam: The Origin akan Tayang di Indonesia(?)

 
2014 lalu aku merasakan Blitzmegaplex rajin sekali memberikan asupan film jepang, dan kini secara terang-terangan pihak Blitzmegaplex memberikan sebuah kode bagi pecinta Gundam, yup Mobile Suit Gundam: The Origin.


Sayangnya sejauh ini masih mungkin akan tayang, mengingat tweet-nya seperti bentuk voting begitu. Kebelet ingin menonton ini dilayar yang besar atau kamu penggemar gundam sejati, marilah membalas tweet tersebut dan jangan sampai melewatkan kesempatan ini (apakah ada angka lebih dari 10 untuk bisa menyakinkan bahwa ingin menonton ini di bioskop).


Bagi yang tidak tahu, seri Gundam terbaru dari Sunrise ini diangkat dari manga yang berjudul sama ditulis oleh Yoshikazu Yasuhiko merupakan versi re-telling dari First Gundam (1979) yang menfokuskan pada masa lalu Casval Rem Deikun (alias Char Aznable) dengan adiknya Artesia (aka Sayla Mass). Penulis komik tersebut akan menjadi chief director plus desain karakter dalam anime ini. Takashi Imanishi menjadi director,  Katsuyuki Sumisawa sebagai scriptwriter dan Takayuki Hattori akan menangani bagian musik.

Sumber: Jurnal Otaku Indonesia dan KAORI Nusantara
Read more ... → Mobile Suit Gundam: The Origin akan Tayang di Indonesia(?)

March 14, 2014

The Wind Rises

Akhirnya kemarin sore aku menyempatkan menonton ini, sangat tak sabar ingin buru-buru segera menontonnya namun apa daya ada beberapa halangan seperti macet salah contohnya hingga baru bisa mengambilnya sore hari. Dan pengunjung di tempatku menonton cukup sedikit, hanya 25 orang... itu juga ada 1 orang yang keluar di awal dan 1 orang keluar menjelang akhir film. Yang disayangkan juga adalah di Blitz Megaplex di tempatku menonton suaranya lumayan sering putus-putus hingga pertengahan film dan kursi yang kududuki kondisinya kurang baik sehingga sering mengeluarkan suara yang mengganggu dari engsel kursinya.

The Wind Rises (風立ちぬ; Kaze Tachinu) mengudara di Jepang tahun lalu, lalu disusul di negara lain seperti Taiwan, Perancis, Australia dan Amerika Serikat. Tentunya Hayao Miyazaki menjadi sutradara dan screenplay disini, Hideaki Anno menjadi seiyuu peran utama pria juga Toshio Suzuki sebagai produser. Film ini berdasarkan dari novel karya Hori Tatsuo pada tahun 1936-1937 dan Jiro Horikoshi sang insinyur pencipta pesawat Mitsubishi A5M dan Mitsubishi A6M Zero pada Perang Dunia Kedua menjadi tokoh utama pria dalam cerita fiksinya. Lagu yang ada di film ini berjudul Das gibt's nur einmal yang dinyanyikan oleh Hideaki Anno & Morio Kazama & Stephen Alpert dan lagu penutup yang berjudul ひこうき雲 (Hikoki Gumo; Contrail) dinyanyikan oleh Yumi Matsutoya.

Memang disayangkan film ini hanya memasuki nominasi di Academy Award for Best Animated Feature (dimenangkan oleh Frozen) dan Golden Globe Award for Best Foreign Language Film (dimenangkan oleh La grande bellezza). Bagaimanapun juga, harapan para fans Ghibli di Indonesia sudah terkabul, bisa menonton salah satu karyanya di layar lebar meskipun ini juga merupakan perpisahan dari Hayao. Terima kasih banyak Hayao atas karya-karyanya yang luar biasa membuat hidup kita menjadi lebih berwarna... nikmatilah masa tua dengan bahagia.

Angin Bertiup Kencang
Jiro Horikoshi seorang anak kecil yang tinggal di perdesaan selalu mendambakan Giovanni Caproni, ahli aeronautika dari Itali yang telah menciptakan pelbagai pesawat terbang seperti Caproni Ca.1 dan Caproni Campini N.1. Dari awal Jiro memang tak berniat sama sekali menjadi pilot karena dia sudah mengalami rabun muda. Di dalam mimpi-mimpinya Jiro, ia melihat banyak peristiwa aneh tentang pesawat terbang. Tak hanya itu Caproni juga muncul dalam mimpinya dan Jiro berkesempatan pula untuk berbincang-bincang dengan Caproni. "Pesawat bukanlah alat perang, pesawat adalah sesuatu yang mengagumkan yang didamba-dambakan oleh para Insinyur," ucapan Caproni kepada Jiro dalam mimpinya (maaf aku tak begitu ingat secara detil dialog Caproni dan Jiro, tapi kurang lebih begitulah kata-katanya).

Pada tahun 1923, Jiro pergi ke universitas untuk melanjutkan studinya. Namun terdapat gempa bumi berskala besar yang menghantam Kanto. Kereta yang dinaiki Jiro mau tak mau harus berhenti dan para penumpang bergegas untuk segera turun. Bencana lainnya juga menyerang Kanto, kebakaran rumah yang membuat orang-orang semakin panik. "Cepat! Kereta akan segera meledak," teriakan gila dari salah satu penumpang, Jiro yang hendak evakuasi melihat seorang pemudi bernama Nahoko Satomi bersama dengan pembantunya yang mengalami patah tulang di kakinya karena bencana tersebut. Jiro langsung bertindak cepat memberi pertolongan pertama dan mengangkat menolongnya. Nahoko membantu Jiro mengangkat koper bawaannya dengan menghiraukan kopernya sendiri (Nahoko menggangap barang bawaannya tidaklah penting).

4 Tahun setelah insiden tersebut, 1927, Jiro bergabung dengan Perusahaan Rekayasa terbesar di Jepang pada divisi pesawat terbang. Kejeniusannya diakui dan membuat ia tumbuh menjadi desainer pesawat di dunia. Tapi semuanya tentu tak berjalan dengan mulus, apalagi ilmu pengetahuan dan teknologi Jepang cukup terbatas saat itu.

GAINAX Ending / Habibie & Ainun
Cukup engga nyangka kalo ceritanya ternyata dewasa (bukan dalam artian secara rating usia penonton) dan ending-nya bakal begitu, padahal awalnya aku hanya mengira-ngira,"Jangan-jangan endingnya seperti ini" dan ternyata benar (maaf aku menulisnya seperti melantur engga jelas dikarenakan takutnya berujung pada spoiler jadi silahkan menonton sendiri). Kuakui pada awal-awal film cukup membosankan, terlalu banyak adegan yang hanya menggambarkan suasana tempat, seperti mobil lewat, orang-orang yang jalan kesana-kemari dan lain-lain (mungkin ini penyebabnya salah satu penonton keluar). Meskipun kukatakan awalnya cukup membosankan tapi mulai menjelang pertengahan film emosiku benar-benar hanyut terbawa oleh film ini. Dan dikarenakan aku engga membaca sipnosis cerita kukira akan keluar monster, soalnya pada awal-awal penggambaran mimpi dan gempa bumi sangat nyentrik sekali. Sedikit humor yang terdapat dalam film ini dimasukan pada waktu yang tepat untuk menghentikan ketegangan para penonton (dalam artian karena sangat menikmatinya). Meskipun rating penontonnya Semua Umur namun perlu diketahui dalam film ini terlalu banyak adegan merokok, bahkan saat rokoknya habis temannya Jiro me-refill rokoknya yang sudah habis dan dinyalakan kembali lalu bersama dengan orang sakit ia tetap tak bisa berhenti merokok.



Karya terakhir dari Hayao yang kukatakan sangat layak untuk ditonton dan disayangkan sekali kalo melewatkan kesempatan satu ini, Blitz Megaplex sendiri juga hanya menayangkan film ini hingga selasa depan dan beberapa tempat hanya sampai minggu saja (seingatku jadwalnya begitu). Blitz Megaplex menayangkannya dalam subtitle Indonesia dan English jadi jangan sampai bingung dalam membacanya, komentar untuk Blitz lagi aku sempat bertanya-tanya pada suatu dialog tiba-tiba (dalam subtitle Indonesia) Jiro berbicara dengan adiknya menggunakan kata "Anda" padahal sebelumnya tidak ada kata itu (jangan-jangan beberapa teks subtitle langsung diterjemahkan menggunakan Google Translate lagi). Sebenarnya aku juga ingin menonton versi dub English-nya untuk mendengarkan suaranya Emily Blunt dan Joseph Gordon-Levitt, tapi tetap kupikir lebih baik dub Jepang-nya untuk ditayangkan demi penokohan dari Anno.

"Le Cimetière marin"

Pewarnaan yang cantik, alunan musik yang indah serta kepuasan dan kenikmatan semua didapat dalam film ini. Tontonlah animasi ini di bioskop terdekatmu sebelum terlambat. Untuk yang penasaran dengan lagu penutupnya bisa mendengarkannya disini yang telah di-cover oleh Goose house (saat ini aku sedang mendengarkannya untuk mengenang juga). Wah, entah kenapa jadi engga sabar juga untuk musim gugur untuk melihat serial animasi pertama kali dari Ghibli yang berjudul Ronia The Robber’s Daughter yang digarap oleh anaknya Hayao, Goro Miyazaki... semoga Goro bisa sehebat ayahnya juga deh.
Read more ... → The Wind Rises
 

Autumn 2015 Anime Chart

【Autumn 2015 Anime Chart】
For other info, click here.
For its hashtags, click here.

Featured Video


Random Posts