April 12, 2017

Boku wa Mari no Naka

Kemarin pagi, tepatnya dini hari. Aku terbangun jam setengah tiga pagi karen pada hari minggunya aku tidur cepat (sekitar jam delapan) untuk mengistirahatkan badanku. Karena hampir seminggu lalu aku hanya mendapatkan tidur selama tiga tiap harinya. Begitu mendapatkan tidur selama enam setengah jam aku ingin melanjutkan tidur lagi, sayangnya tidak bisa.

Akhirnya aku membuka twitter dan mendapat kabar bahwa Boku wa Mari no Naka (ぼくは麻理のなか; Inside Mari) akan diangkat menjadi TV Live Action. Aku cukup mengenal nama Oshimi Shuzo atas karya Sweet Poolside (diangkat TV Live Action tayang pada 2014), Aku no Hana (anime yang menggunakan teknik rotoscope mengudara 2013) dan Devil Ecstasy. Lagi-lagi aku sama sekali belum pernah membaca karyanya satupun. Jadi aku mencoba membacanya sambil berharap akan tertidur nantinya. Ternyata kesalahan besar, meski aku berhenti di pertengahan jilid, dan menutup mata, tak sampai lima menit aku membuka mataku kembali untuk melanjutkan manga satu ini dan tanpa sadar ayam-ayam sudah berkokok. Ya aku kalah telak dengan rasa penasaran. Dan ini menjadi rekor baruku, membaca manga secara online sebanyak 9 jilid dalam waktu semalam. Aku bukanlah tipe orang yang kuat membaca di layar lama-lama, dan biasanya aku sangat malas bila manga yang akan kubaca sudah diatas 4 jilid.

Siapa Aku?
Isao Komori, seharusnya tahun ini dia sudah memasuki tahun akhir perkuliahannya.  Namun hal itu tak mungkin terjadi karena ia sudah tak pernah mendatangi kelas sejak 3 tahun yang lalu. Simpel saja permasalahannya, ia telat bergaul dalam membangun pertemanan di minggu-minggu awal kuliah. Ia menghabiskan sepanjang waktu mengurung diri di kosan hanya untuk bermain game dan masturbasi, tanpa membersihkan ruangannya membiarkan sampah menumpukk. Ia tahu ia melakukan kesalahan besar tapi ia tak tahu cara berhenti.

Setiap jam 9 malam, ia selalu mengunjungi minimarket langganannya, hanya untuk melihat malaikatnya, siswi SMA yang sangat anggun. Ia bahkan tahu sekali kebiasaan siswi tersebut yang setiap harinya pergi ke minimarket tersebut hanya untuk membeli sebuah cokelat dan minuman. Suatu hari, ia nekat untuk ingin berkenalan dengan gadis tersebut tetapi tidak tahu harus memulainya darimana. Hingga akhirnya ia hanya mengikuti dia saja dari belakang, terus mengikutinya, hingga gadis tersebut sadar telah diikutinya dan menoleh menatapnya.

Pagi harinya, Komori terbangun dengan tubuh gadis yang diidamkannya, Mari Yoshizaki, menjalani kehidupan gadis itu. Sebuah realita yang sulit dihadapi, harus bereaksi dan berpelilaku seperti apa dihadapan keluarganya, dirumah yang tak dikenal. Ketika ibunya mengingatkan Komori untuk bersekolah, ia sadar kemana jiwa Mari bila tubuhnya sedang dimasuki oleh Komori.

Mungkinkah bertukar tubuh? Untuk memastikan hal itu semua Komori kembali ke kosan tapi baru saja sampai di lokasi, Momoka, temannya Mari memergokinya dari belakang. Temannya mengira Mari mempunyai pacar anak kuliahan. Dengan cepat Komori membantahnya sehingga temannya Mari terkejut. Berkat kejadian ini terpaksa untuk pergi ke sekolah dahulu. Sayangnya ia juga tidak bisa berperilaku seperti Mari pada biasanya, membuat teman-temannya khawatir dengannya.

Sepulang sekolah Komori berlari mengunjungi kosannya lalu mengintip lewat jendela untuk melihat dirinya ada atau tidak. Ia tahu betul, apabila tidak ada disitu maka pasti sedang ada di minimarket, beristirahat sejenak setelah main game. Baru memasuki minimarket ia langsung melihat dirinya sendiri disitu, sedang membaca sebuah majalah. Sejak pagi ini, pikirannya dipenuhi dengan sejuta pertanyaan karena kejadian aneh yang dialaminya. Bila benar-benar bertukar tubuh, berarti jiwa Mari saat ini sedang ada di tubuhnya Komori? Tanpa basa-basi, ia menanyakan hal itu ke Komori. Sayangnya Komori yang sedang membaca majalah menganggapnya gila. Secara mendadak ditanyai apa mereka sedang bertukar tempat, ekspresi Komori seolah-olah mengatakan,"Dia tidak waras? apa yang sedang dikatakan gadis asing ini?"

Padahal jiwa Komori  sedang ada ditubuh Mari, tetapi jiwa Mari tidak bersemayam di tubuh Komori. Ada Komori lainnya di tubuh Komori? Lalu dimanakah jiwa Mari sekarang?


Boku wa Mari no Naka (Inside Mari)

Dark Twist
Kisah Komori yang ditulis oleh Oshimi-sensei memperlihatkan lika-liku dalam mencari Mari dengan sangat menarik. Tidak ada petunjuk satu pun dalam mencari Mari membuat makin sulit dan putus asa yang dialami Komori. Tak hanya mencari Mari hilang, ia juga harus mempertahankan gaya hidup Mari, berinteraksi menjaga hubungan dengan teman sekolahnya, dan ketika dirumah ia juga mencari tahu untuk mengenal Mari dan keluarganya lebih dalam. Ternyata Mari tidaklah sempurna yang dibayangkan, Tentu ia mengalami permasalahan remaja, seperti menahan rasa sakit datang bulan dan risih dilirik oleh banyak orang. Teman-teman sekolahnya pun sadar ada yang berubah dengan diri Mari. Dengan masalah yang menumpuk banyak pada jiwa Komori, terkadang, ralat seringkali ia lupa bahwa ia sedang di tubuh Mari, dan tidak seharusnya melakukan kebiasaan buruknya.

Konflik-konflik yang dihadirkan di manga ini tidak hanya satu, tapi ada banyak. Semua konflik yang dimunculkan disusun dengan rapi dan sangat natural. Ketika kita semakin mengenal lebih dekat dengan seseorang, maka kita tahu apa masalah yang sedang dialaminya, apa saja yang terjadi dengannya. Hal ini tampak dengan keseharian Mari yang sedang dijalani oleh Komori. Oshimi-sensei pun bisa mengatasi konflik-konflik yang ada dengan baik dan tidak berantakan. Tiap masalah dieksekusi satu per satu untuk diselesaikan tepat pada waktunya tanpa membentur konflik lain yang sedang berjalan atau pun menimbulkan konflik tersebut makin parah. Konflik yang sudah diselesaikan tidak berlalu begitu saja, tapi menggali lebih dalam apa yang terjadi pada Mari sebenarnya dan menjadi kunci untuk petunjuk mencari jiwa Mari yang entah hilang pergi kemana.

Yang paling menarik adalah Oshimi-sensei lihai sekali dalam mempermainkan psikologi tokoh-tokohnya sehingga kita selalu dikagetkan oleh hal-hal baru dan tak pernah bosan atau jenuh dalam membaca satu halaman ke halaman lainnya.
Read more ...Boku wa Mari no Naka

March 27, 2017

Mangaka Highschool of the Dead Telah Berpulang Selamanya

Pada 22 Maret 2017 lalu mangaka Highschool of the Death, Daisuke Satou di usianya yang ke-52, telah berpulang untuk selama-lamanya. Penyebab kematian beliau adalah mengindap penyakit jantung iskemik. Highschool of the Dead sendiri telah hiatus dari tahun 2011. Meski di tahun 2013 beliau merilis chapter terbaru namun dikarenakan kondisi kesehatannya yang buruk Highschool of the Death harus kembali hiatus.

Yuuko Shinmyou, adiknya beliau, memimpin pemakaman beliau. Pemakaman tersebut dilakukan secara tertutup hanya untuk keluarga dan rekan-rekan terdekatnya.



Selain menciptakan Highschool of the Death bersama dengan Shouji Satou, beliau juga berkarya untuk Koukoku no Shugosha (皇国の守護者; Imperial Guards) pada tahun 2004 berkolaborasi dengan Yuu Itou yang bertugas menuliskan cerita. Komik adaptasi dari novel tersebut dinominasikan pada Manga Taisho dan Osamu Tezuka Cultural Awards, serta memenangkan hadiah Japanese Media Awards Festival di tahun 2005 dan 2006. Lalu pada 2008 Koukoku no Shugosha (Imperial Guards) kembali berajang di penghargaan manga dan berhasil menjadi runner-up di Japanese Media Arts Awards yang ke-9, Tezuka Cultural Prize yang ke-11 dan Manga Taisho Awards yang pertama.


Tak hanya manga saja, Daisuke Satou juga merilis boardgame Red Sun Black Cross pada tahun 1985.

Semoga beliau tenang di alam sana dan karya-karya hebatnya akan terkenang selalu.

Sumber: Akiba Nation
Read more ...Mangaka Highschool of the Dead Telah Berpulang Selamanya

March 2, 2017

Sword Art Online The Movie: Ordinal Scale

Seharusnya Sword Art Online the Movie –Ordinal Scale– tayang premiere di Indonesia minggu lalu, 18 Februari 2017, berbarengan dengan negara asia lainnya. Sayangnya di Indonesia ada sedikit hambatan sehingga pada tanggal 17 Februari belum ada informasi yang jelas dan tiket belum bisa dipesan. Ketika sudah dikonfirmasi akan tayang pada tanggal 25 Februari 2017, tiket premiere juga baru bisa dipesan pada selasa, 22 Februari 2017, dan kalian tahu tidak? Tiket itu ludes habis terjual pada pukul 13.00 entah itu Gold mau pun Reguler.

Aku sudah putus asa, dan padahal sudah secepat mungkin menginstall aplikasi CGV Blitz Megaplex. Sambil berharap terus menerus akan ditambahkan jam tayang, lalu harapanku dikabulkan tapi aku masih melewatkan kesempatan itu. Pada 23 Februari 2017 dibuka jadwal jam tayang baru yaitu 16:35 untuk Gold Class dan 16:15 untuk Regular dan aku telat banget ngeceknya. Aku mengecek jam 4 sore juga sudah habis terjual.

Sudah putus dan meratapi jadwal weekend-ku hancur, aku selalu berharap akan ditambahkan jam tayang baru. Dan sekali lagi harapanku dikabulkan kembali, pada malam hari 24 Ferbuari 2017 ternyata ditambahkan jam tayang baru 16:35 untuk Regular sayangnya aku mengeceknya saat jam 11 malam, hanya tersisa 6 bangku paling depan. Saat aku panik rebutan seat yang ada, ternyata data kartu member Blitz-ku belum ter-verification atau ke-synchronize ke email sehingga ternyata data identitas di aplikasi tersebut masih NULL semua dan aku super panik. Tiap kali aku mengecek jumlah bangkunya kadang bertambah kadang berkurang. Selesai mengisi identitas, yasudah aku mengambil posisi tengah paling depan dan segera lari ke ATM untuk membayarnya (karena hanya diberi range waktu 1 menit untuk pilih seat dan 15 menit untuk pembayaran). Dan setelah aku mentransfer ternyata seat yang kuinginkan sudah ke-unlock. Tapi aku tak mau nekat akan kehabisan tiket lagi, toh begitu aku cek pada pagi hari semua tiket sudah habis ludes.


SWORD ART ONLINE Movie — Ordinal Scale —

Antusias kartun SAO disini benar-benar tinggi! Para penonton sudah berbaris dengan rapi di depan pintu studio padahal masih ada waktu setengah jam lebih lho. Kukira yang nonton hanyalah orang-orang iseng sepertiku dan hanya ingin menghabiskan waktu luang, tapi mereka benar-benar fans SAO sejati. Mereka membicarakan setiap saat, entah itu cerita dan theori. Bahkan ada yang cosplay jadi Kirito juga, meski menggunakan pakaian kasual tapi doi benar-benar membawa pedangnya ke dalam bioskop! Karena issue yang terjadi di Malaysia dan Singapore, di Indonesia sangat waspada akan hal ini. Kita masih harus mengantri 10 menit untuk Security Check, yaitu matikan telepon dan masukan ke sebuah amplop lalu dicekrek deh. Film pun tak langsung tayang, ada seputar informasi dahulu dari host-nya seperti issue illegal recording. Mereka mengatakan apabila ada telepon seluler yang aktif ketika filmnya sedang berlangsung maka film akan langsung dihentikan dan dilakukan extra security check juga film yang dihentikan tidak akan dilanjutkan lagi serta no refund! Buruk sekali bukan!

SAO Movie diproduksi oleh studio A-1 Pictures dan distribukan Aniplex. Disutradarai oleh Itou Tomohiko yang sebelumnya sudah mengarahkan Silver SpoonSeikimatsu Occult Gakuin dan Boku dake ga Inai Machi dan musik dikomposisikan oleh Yuki Kajiura yang sebelumnya mengarahkan musik di musik di Boku Dake ga Inai MachiFate/Zero dan Puella Magi Madoka Magica. Ordinal Scale merupakan cerita original dari Reki Kawahara khusus untuk movie ini. Yang membuatku kagum adalah ternyata kartun sudah didukung oleh audio Dolby Surround Sound (dan saat credit cap movie ini tampak dibuat oleh berbagai dan banyak studio).

SWORD ART ONLINE Movie — Ordinal Scale —

Candu Game
Sebenarnya agak sulit untuk bercerita, soalnya sudah disuruh untuk menutup mulut oleh para petugas CGV Blitz Megaplex. Jangan sampai spoiler, tapi rasanya tetap tidak tahan ingin bercerita sedikit saja. Apalagi sudah beredar trailer 12 menit pertama. Ya sebenarnya kalo kalian sudah menonton trailernya yang 12 menit pertama itu, seharusnya sudah tahu garis besar masalah di cerita kali. Ya lansgung akan kuceritakan (hingga 12 menit pertama itu).

Sebelum memasuki cerita di Ordinal Scale, akan ada sedikit flashback kenangan manis antara Yuuki Asuna dan Kirigaya Kazuto alias Kirito. Mereka membuat janji suci untuk melihat bintang jatuh bersama ketika sudah berhasil keluar dari AincardSword Art Online.

Tahun 2026 sebuah game inovasi mulai mewabah di masyarakat. Apabila dulu NerveGear membuat pemainnya terjun langsung ke dalam Virtual Reality (VR) yang notabene membahayakan manusia karena terjebak dalam permainan SAO, maka Professor Shigemura mengembangkan permainan masa depan yang lebih aman dan realistis. Augma merupakan alat yang sangat aman karena pemain tetap dalam keadaan sadar dan lebih interaktif yang mengharuskan pemain menggerakan fisik secara langsung. Dasarnya struktur lingkungan sekitar tak berubah namun hanya tampilan lingkungan saja yang berubah. Alat ini sangatlah hits, tak hanya untuk bermain Augmented Reality (AR) tapi juga memiliki fungsi canggih lainnya yang seperti pada smartband, menghitung kalori pengguna, mencatat makanan favorit, mengirim pesan pendek atau bahkan sekedar memberitahukan acara televisi favorit.

Ordinal Scale (OS) adalah game ARMMORPG didesain khusus dari Augma yang saat ini sedang populer dimainkan. Game ini sering memberikan event-event khusus yang nantinya apabila ranking pemain semakin maka semakin banyak bonus yang didapat. Bonusnya tak hanya bonus game, melainkan bonus potongan harga atau free item di restoran atau pusat perbelanjaan.

SWORD ART ONLINE Movie — Ordinal Scale —

Kirito tidak menanggapi sama sekali dengan AR ini, ia berpikir VR jauh lebih seru meskipun AR sedang booming dimana-mana. Hingga suatu saat Kirito mendadak tertarik memainkan OS karena akan ada event dimana boss di Aincard SAO akan muncul di OS. Di event inilah Kirito dan Asuna bertemu dengan Eiji, pemain Ranking 2 dalam OS.

Mesin Steroid
Jujur saja aku belum menontn Sword Art Online II sama sekali, karena yang Season 1 ternyata tidak sesuai dengan apa yang kubayangkan. Aku membayangkan akan penuh dengan action tapi nyatanya ternyata action-nya paling hanya 10% walau tidak sesuai dengan ekspektasiku, aku tetap mencoba menyelesaikan Season 1 (hingga selesai di arc ALfheim Online (ALO)).

Nah disini maka sebaliknya, porsi action banyak sekali, totalitas action. Tapi sayangnya Kirito cupu sekali dalam memainkan game AR. Eiji, Antagonis di OS, malah sangat over-power hingga ditengah-tengah film gerakannya makin tidak manusiawi. Sangat lincah bagaikan manusia super. Tapi nantinya akan ke-reveal mengapa Eiji bisa sehebat itu. Tetap saja saat awal-awal melihatnya reaksiku,"Dude, what?"

Di film ini juga menjadi sebuah jembatan perantara untuk mengenang kembali masa-masa SAO, akan ada banyak trivia, seperti boss yang hadir di Aincard. Dan tentunya, costume game di SAO tak terlewatkan disini.

Rath
Setelah selesai menonton jangan terburu-buru untuk selesai menonton atau langsung keluar bioskop (tapi toh saat premiere penonton tidak boleh keluar bila credit belum selesai juga). Karena saat credit screen ada banyak scene extra disitu dan setelah credit selesai akan ada after scene. Juga pengumuman untuk SAO Season 3,"SAO will be back."

Heboh Fantastis
Aku tidak bisa mengatakan dengan pasti apakah untuk menonton movie ini harus nonton Season II-nya terlebih dahulu atau tidak tapi berdasarkan yang aku nonton kemarin sepertinya tidak perlu. Paling hanya sedikit kebingungan ada beberapa tokoh yang tidak dikenal (apabila tidak menonton Season II).

Untungnya aku duduk disebelah rombongan yang fans SAO, sehingga aku lumayan terbantu dengan penjelasan yang mereka berikan. Tepatnya orang yang disebelahku tanya terus-menerus sih keteman di sampingnya dan aku hanya mengupingnya. Menyedihkannya juga, banyak adgean yang menjurus ke "chapter 16.5", kukatakan sekali menjurus (alias mendekati), sehingga banyak penonton yang langsung teriak heboh histeris. Oh ayolah, padahal saat itu sedang adegan romantisnya, seriusnya, sedihnya dan nge-feel-nya. Aku sedikit lumayan terganggu. Bisa kukatakan SWORD ART ONLINE Movie — Ordinal Scale — mengalahkan Kimi no Na wa. di Indonesia. Terlihat sekali hype penonton di studio bioskop dan bahkan para penonton sudah berbaris dengan rapi padahal pintu studio masih akan dibuka 40 menit lagi. Apalagi penonton SAO sedikit-sedikit teriak dan banyak mendapatkan tepok tangan saat film sedang berlangsung.

Meski movie ini tidak ada adegan ecchi, tapi ada beberapa adegan yang telah di-'lulus sensor'. Contohnya ketika Asuna sedang mandi, maka screen hanya di-zoom ke wajah Asuna dan gambar shampoo dan isi kamar mandi diperlihatkan berkali-kali, layaknya saat menonton movie di televisi lokal.

Movie ini akan tayang pada 20 Maret 2017 mendatang yang sepertinya akan tayang dalam kurun waktu seminggu, bila peminatnya banyak ada kemungkinan besar maka masa tayang akan diperpanjang. Seperti pada kasus penayangan premiere, yang awalnya hanya ada 2 sesi ditambah hingga total penayangan premiere menjadi 5 sesi (dengan perbedaan waktu tiap 15 menit).

Karena aku hanya mendapatkan tiket premiere reguler aku tidak mendapatkan tanda tangan Haruka Tomatsu, ah padahal aku ingin sekali tanda tangan Tomacchan. Tiket reguler hanya akan mendapatkan papan tanda tangan secara acak. Ngomong-ngomong saat penukaran special merchandise tiket tak boleh jatuh dan penukaran dilakukan di studio itu juga. Apabila sudah ditukarkan dengan merchandise maka amplop telepon seluler sudah boleh dibuka kembali. Ini akan kusertakan screenshot tentang issue pembajakan di Malaysia dan Singapore dan tiket yang langsung habis di hari pertama dibuka.

Btw, sebenarnya aku cukup bingung dengan hubungan Asuna-Kirito. Meski mereka sudah berpacaran serius dalam real life tapi mereka masih memanggil satu sama lain dengan ingame name (nama di game-nya). Bukankah secara (reflek/tak sadar) begitu sudah mengetahui nama aslinya dan hubungannya semakin dekat secara otomatis akan memanggil satu sama lain dengan menggunakan nama aslinya?

Oh ya, petugas bioskopnya juga sangat menekankan issue ini agar kedepannya film Jepang masih bisa masuk ke Indonesia, ngomong-ngomong tulisanku disini bukan spoiler kan ya? Aku hanya ingin mengkonfirmasinya saja, agar aku tetap bisa menepati janji kepada para petugas bioskop dan berbagai pihak film yang telah bekerja untuk berlangsungnya film ini. Btw, perjuanganku saat membeli tiket ini aku tiap beberapa puluh menit sekali atau saat lumayan senggang selalu mengecek kembali aplikasi CGV ID Cinemas, karena kondisiku jauh dari tempat bioskop tersebut. Berbeda dengan temanku yang memesan tiketnya langsung datang ditempat.

Sword Art Online Movie Premiere langsung habis terjual

Pembajakan SAO Movie di Singapore dan Malaysia

Read more ...Sword Art Online The Movie: Ordinal Scale

February 15, 2017

THE iDOLM@STER SideM Diangkat Menjadi Anime

THE iDOLM@STER SideM Anime


Semenjak perilisan mobage THE iDOLM@STER SideM pada pertengahan tahun 2014 selalu membuat fansnya penasaran. Kapan ya kira-kira diangkat menjadi anime. Tapi akhirnya setelah penantian selama 3 tahun terwujudkan juga!



Kemarin sore ada kabar mengembirakan tentang seri satu ini. Bahwa THE iDOLM@STER SideM akan ada animenya. Pengumuman diberitahukan pada saat konser THE iDOLM@STER SideM 2nd Stage ~Origin@l Stars~ yang berlangsung pada hari Minggu kemarin. Tentunya mereka juga sudah menyiapkan sebuah PV yang membuat para fansnya makin hype saja.


Selain menunjukan poster dan PV-nya, THE iDOLM@STER SideM masih memiliki acara lainnya yang akan di-streaming pada 15 Maret mendatangnya melalui jasa layanan Niconico Live. Mereka akan streaming di Stasiun Ani-On Akihabara di Tokyo. Mereka tampak sengaja memilih tanggal tersebut sesuai dengan nama Production-nya pada game (315Production, dibaca Saiko Production alias Ultimate Production).

Pada acara tersebut akan diungkapkan lebih rinci tentang visual, staff dan lainnya. Situs anime-nya juga telah disiapkan dengan tautan http://side-m.idolmaster-anime.jp/

THE iDOLM@STER SideM merupakan sebuah spin-off dari franchise THE iDOLM@STER yang berfokuskan pada idol laki-laki. Ada sebanyak idol 46 laki-laki yang bisa direkrut termasuk 4 idol dari seri sebelumnya, yaitu Ryou Akizuki bermula pada 876Production serta Touma Amagase, Hokuto Ijuuin dan Shouta Mitarai yang berasal dari 961Production. Tiap karakternya dibagi atas 3 tipe; Physical (merah), Intelligent (biru), dan Mental (kuning). Sama seperti permainan mobile sebelumnya, pemain akan menjadi Producer dan membimbing mereka untuk menjadi seorang idol. Saat ini, aplikasi game ini telah di-download sebanyak 1 juta kali.

Sumber: Akiba Nation
Read more ...THE iDOLM@STER SideM Diangkat Menjadi Anime

February 13, 2017

The Anonymous Noise

Salah satu komik yang aku baca karena melihat cover-nya yang menarik di Line Manga. Yang tak lama kemudian terbit di lokal setelah aku melihatnya melalui aplikasi tersebut. Ketika di toko buku aku juga tak pikir panjang dan langsung instant buy.

Sebelumnya aku juga sudah pernah membaca karya Fukuyama Ryoko yang berjudul Charming Junkie (悩殺ジャンキー; Nousatsu Junkie) yang menceritakan tentang modelling. Sayangnya aku biasa saja membaca karya tersebut sehingga tak lanjut ke volume kedua (meskipun karya tersebut adalah karyanya yang paling hits). Salah satu alasan mengapa aku gemar membaca komik shoujo adalah adanya author note, atau pojok penulis di halaman-halaman tertentu (biasanya akan memakan 1/3 atau 1/4 halaman). Bagiku sangat menarik untuk mengetahui sepotong diari kecil dari penulis, entah ia menuliskan proses pembuatan komiknya atau menceritakan kesehariannya.

The Annonymous Noise (覆面系ノイズ; Fukumenkei Noise) merupakan komik terbarunya yang terbit pada tahun 2008. Saat ini di Jepang sendiri sudah rilis sebanyak 7 volume.


The Annonymous Noise - Fukuyama Ryoko

Cinta Bertepuk Sebelah Tangan
Band misterius bergaya dengan pembalut perban dan penutup mata yang sedang terkenal di kalangan anak muda, in NO hurry to shout, dikabarkan akan bubar. Belum lama ini, single mereka yang ketiga baru saja menduduki peringkat 4 pada chart Oricon. Semua remaja di penjuru sekolah meributkan tentang berita ini.

Kanade Yuzuriha, akrab dengan sapaan Yuzu, sama sekali tak terusik dengan berita tersebut. Diam-diam sebenarnya ekskul band yang dikelola oleh Yuzu adalah para member in no hurry. Ia mengatakan dengan tegas percuma saja melanjutkan band mereka bila Yuzu sudah tidak bisa lagi menuliskan lagu untuk bandnya.

Setelah ada sedikit percikan di ruang ekskul, mereka tetap harus tampil di depan panggung Masa Orientasi Siswa. Yoshito Haruno (Haruyoshi), selaku ketua ekskul band yang tampil nyentrik dengan rambut pirangnya mengatakan sepatah-duapatah sebelum bermain. Tapi begitu mulai, Ayumi Kurose malah salah memukul drum. Karena sudah terlanjur, mereka tetap memainkan High School lagu dari in no hurry. Ditengah serunya permainan mereka, ada seorang gadis yang membuka maskernya untuk ikut bernyanyi dikerumunan tersebut. Yuzu mendadak berhenti begitu mendengar suara tak asing baginya. Mereka berdua saling beradu mata lalu lari meninggalkan panggung. Sudah 6 tahun lebih lamanya Yuzu tidak melihat dan mendengarkan suara khas gadis tersebut, Nino Arisugawa.

Burung Kenari 
Aku semakin terkejut begitu membaca pojok penulis di jilid kedua bahwa The Anonymous Noise mempunyai Promotion Video alias PV khusus yang melibatkan anggota MAN WITH A MISSION. Belum selesai disitu saja, aku semakin dibuat penasaran dengan pengisi Drama CD-nya adalah Hayami Saori, Sawashiro Miyuki, Uchiyama Kouki, Daisuke Ono, Ayahi Takagi dan Suzumura Kenichi. Melihat cast tersebut aku semakin penasaran bagaimana "amukan suara burung kenari" (baca: Nino) saat bernyanyi.

Nafas Kehidupan 
Walau aku hanya membaca Charming Junkies sejilid saja, tapi aku sudah menemukan gaya dari Ryoko-sensei. Di komiknya kali ini juga, ia tak luput melepaskan dari percakapan yang saling melempari teriakan. Ryoko-sensei juga menggunakan lelucon garing pada tiap tokohnya, seperti ekspresi Nino yang seringkali datar sekali dan Yuzu yang mempunyai bulu mata cantik.

Untuk percintaannya sendiri kalo boleh kubilang sih FTV banget. Protagonis dan antagonis lelakinya tak bisa mengatakan perasaan cintanya pada perempuan. Serta protagonis dan antagonis ini (tampak) saling berebut perempuan. Btw, secara pribadi aku juga kurang menyukai masalah cinta dan kehidupan Nino saat kanak-anak (walau ini menyangkut inti cerita).

Namun aku menyukai Ryoko-sensei saat menggambarkan ketika in no hurry sedang panggung dan menunjukkan lagu terbarunya. Terutama ekspresi Nino saat bernyanyi, ia selalu menatap keatas, bersuara sekencang-kencangnya bagaikan monster yang mengaum ke langit.

Fukumenkei Noise Anime

Dan sepertinya The Anonymous tak henti-hentinya mengejutkan diriku. Mulai dari PV, cast Drama CD dan di penghujung akhir tahun 2016 dikabarkan akan ada anime-nya. Aku tak tahu bagaimana anime-nya nantinya. Apakah akan berisik juga dengan tokohnya yang penuh dialog teriak-teriak seperti pada komiknya atau tidak. Pastinya aku menantikan lagu-lagu dari mereka, kuharap genre-nya sih Pop Rock.

"Kita semua menyembunyikan perasaan kita sesungguhnya."
Read more ...The Anonymous Noise

January 19, 2017

THE iDOLM@STER Cinderella Girls: 2nd Season

Untuk pembukaan kali ini, aku akan bercerita panjang lebar dari biasanya. Pertama kali aku mengenal franchise THE iDOLM@STER pada tahun 2007, tepatnya saat itu ada majalah game yang sedikit membahasnya (bila tak salah upcoming/preview game). Lalu aku mulai kepo dengan mencari-cari lagunya di YouTube. Lagu yang pertama kali kudengar berjudul FO(U)R yang telah di-fansubbing oleh domelola. Sejak saat itu aku mulai kepincut dengan lagu-lagunya yang beragam dan rajin mencari-cari informasi tentang franchise ini. Di tahun itu aku juga tak bisa menemui satu pun fandom-nya di Indonesia, bahkan aku berusaha keras meracuni teman-temanku untuk mencoba mendengarkan iM@S (selanjutnya akan kusingkat begini). Sayangnya hanya satu yang berhasil kuracuni. Tapi aku tak berhenti disitu saja, aku menemui satu forum yang membahas musik iM@S secara komplit di Indowebster (terima kasih banyak Raestloz!). Jujur saja, saat itu aku senang setengah mati karena akhirnya bisa menemukan satu fandom lokal.


THE iDOLM@STER Cinderella Girls: 2nd Season

Dengan berlandaskan mesin pencari google, aku terus mencari-cari informasi tentang franchise iM@S yang selanjutnya kuketahui bahwa Namco, selaku pencipta game tersebut memang hanya memfokuspasarkan dalam Jepang saja. Entah karena keinginan mereka atau kebiasaan Jepang mengisolasikan diri untuk tidak mengekspor karya mereka. Kurang-lebih begitulah informasi yang kudapat dari link dan blog random yang kudapat dan ku-translate secara mentah dengan menggunakan google translate.

Tahun 2011 merupakan tahun yang menggembirakan karena franchise ini diangkat menjadi anime sebanyak 25 episode dengan durasi sepanjang 24 menit. Bila ditanya puas atau tidak, tidak sepenuhnya. Karena ceritanya lebih fokus ke pengenalan masing-masing karakter tiap episodenya, dan tampak seperti promosi lagunya, banget. Konflik di animasi iM@S yang kurasa benar-benar serius hanya gossip buruk tentang Chihaya Kisaragi. Konfliknya selanjutnya, saat Haruka Amami depresi hingga tamat aku juga kurang meresapinya. Aku malah lebih berharap konfliknya kurang terlalu dalam.

Di tahun yang sama NBGI alias Bandai Namco meluncurkan seri permainan baru, yaitu THE iDOLM@STER: Cinderella Girls berbasis seluler pintar. Konon kabarnya dahulu, seri iM@S terbaru ini akan menghadirkan 100 idol, namun kenyataan kini ada 200 lebih idol yang muncul di seri ini.

THE iDOLM@STER Cinderella Girls: 2nd Season

4 tahun sejak mobile game tersebut seri iM@S CG juga diangkat menjadi anime sepanjang 13 episode. Studio yang menanganinya masih sama dengan sebelumnya, A-1 Pictures yang masih diarahkan oleh Noriko TakaoTatsuya Takahashi juga masih memegang naskah dan musik dikomposisi oleh Hidekazu Tanaka, salah satu member MONACA. Sebenarnya sudah curiga sejak awal, masa iya, seri ini hanya 1 cour saja. Lalu menjelang akhir cerita iM@S CG ada sebuah konfirmasi bahwa THE iDOLM@STER Cinderella Girls: 2nd Season akan segera tayang juga di tahun itu. Dan cerita yang benar-benar seru adalah second season ini. Sedihnya diriku, saat itu aku menontonnya melalui Aniplus. Ditengah-tengah masa tayangnya, BigTV, jasa layanan TV kabelku memutuskan sebelah pihak sehingga channel tersebut akan dihapus (ini bukan karena aku tidak memilih channel Aniplus atau pun tidak berlangganan premium, tapi ya mereka memutuskan sebelah pihak begitu saja jadi hanya channel Animax saja yang tersisa). Ketika sedang masa-masa mengudara seri ini, aku tidak bisa ikut bandwagon karena aku sedang malas, dan agak sibuk sesuatu pula aku mengikuti seri yang berbeda (oh aku lupa 2015 men-download anime apa saja). Ngomong-ngomong, meski sudah 7 tahun lebih lamanya aku telah mengidolakan franchise ini namun baru akhir-akhir ini saja aku mensupport mereka, dan itu pun juga masih bisa kehitung jari jumlah koleksiku. Dan sepertinya aku sudah harus memulai membahasnya karena sudah OOT terlalu jauh.

Senyumanmu
Sebulan setelah kesuksesan debut Cinderella Project pada event Summer Idolfes seharusnya Tim Cinderella Project menjalankan jadwal yang sudah tersusun dengan rapi. Tapi Mishiro Directing Manager yang baru saja balik ke Jepang mempunyai strategi baru untuk perusahaannya. Beliau mempunyai ide tersendiri dan akan membuat proyek baru, buruknya proyek dari pemikirannya harus membubarkan semua divisi proyek yang sedang berjalan. Ia hanya ingin mefokuskan diri pada satu proyek utama saja. Proyek ini nantinya akan merekrut dari idol-idol per tiap divisi proyek sebelumnya. Apesnya Cinderella Project yang baru saja debut juga harus ikut tertimpa atas kebijakan Mishiro Directing Manager. Divisi proyek lainnya juga mengalami kekacauan atas perlakuan beliau ini. Banyak program dan acara yang dihentikan secara mendadak, tak hanya sebatas pemutusan proyek saja namun ciri khas masing-masing idol juga harus diubah bahkan dilepas demi mewujudkan idol yang ideal bagi Mishiro Directing Manager.

Producer Cinderella Project tentu saja tak dapat menerima hal ini, karena ia memiliki pandangan tersendiri tentang idol itu. Sayangnya demi mewujudkan idol yang ideal bagi Producer membutuhkan waktu yang cukup lama dan Mishiro Directing Manager tak mau menyetujuinya. Beliau tidak ingin menghabiskan banyak waktu dan kalo bisa dilakukan sesegera mungkin. Pemikiran Producer juga ditolak mentah-mentah dikarenakan ia belum mempunyai rencana matang untuk mewujudkan kesuksesan proyeknya lagi.

Namun semangat Producer tidak terpatahkan hanya dengan omongan yang tegas darinya. Producer rela kerja larut malam untuk memberikan proposal terbaru kepadanya.

Setelah menyerahkan proposal kepada atasannya, Producer masih belum bisa bernafas lega. Meski proposalnya diterima namun tak sedikit pun Mishiro Director Manager untuk membatalkan rencananya bahkan tenggat waktu yang diberikan sempit sekali. Proposal tersebut harus bisa dieksekusi dalam waktu 3 bulan.

Stereotip
Sebenarnya perwujudan cerita iM@S CG kurang lebih hampir sama dengan iM@S. Pada season pertama diperlihatkan dengan kelakuan Mio Honda yang mirip dengan Miki Hoshii, yang, um... sama-sama konyol egoisnya (maafkan aku bagi fans Mio dan Miki). Lalu menjelang akhir episode sang pemeran utama, Uzuki Shimamura sama-sama depresi berat akan suatu hal.

THE iDOLM@STER Cinderella Girls: 2nd Season

Di season kedua ini, iM@S CG mampu memberikan permasalahan yang mendalam, konflik internal yang terjadi pada 346 Production terasa nyata. Karena ulah Mishiro Directing Manager terjadi perpecahan dimana-mana, membuat semaunya berantakan, tujuan individu, tujuan tim dan tujuan atasan sudah tidak selaras lagi.Ya aku sangat menyukai Mishiro Directing Manager menjadi antagonis yang kuat disini. Keputusan yang bulat dari Mishiro Directing Manager berhasil membuat semua orang menjadi bimbang, apalagi kesempatan yang diberikan olehnya sangat menjanjikan. Jenjang karir yang bagus dan berkembang lebih baik. Tentunya ada sebuah pengorbanan, maukah meninggalkan tim, unit atau divisi yang telah menemaninya berkembang selamanya ini.

THE iDOLM@STER Cinderella Girls: 2nd Season

Di season kedua ini porsi komedi dan cerita per karakter berkurang, tapi ini setimpal dengan memfokuskan untuk menghadapi tantangan utama dari Misihro Directing Manager. Dimana pada season pertama lebih banyak pengenalan, hiburan semata dan promosi lagu.

Smooth
Aku yang terlalu asyik mengikuti cerita di season keduanya hingga lupa ada insert song apa saja yang ada disini. Di episode terakhirnya aku juga terpukau oleh gerakan tarian mereka yang sangat lincah dan mulus. Aku tak bosan-bosannya mengulang bagian tariannya.

THE iDOLM@STER Cinderella Girls: 2nd Season

Hingga akhir episode Mishiro Directing Manager tetap memberikan kesan yang kuat bagaimana sifat karakter beliau dan sukses beneran menjadi antagonis yang 'jahat' dalam cerita ini. Sekali dia sudah berjalan maka takkan ada yang bisa menghentikannya.
Read more ...THE iDOLM@STER Cinderella Girls: 2nd Season

January 5, 2017

Rina Satou Mengumumkan Statusnya pada Pergantian Tahun

Pergantian tahun dimana hampir semua orang merayakannya dengan cara kumpul bersama dengan teman atau keluarga, atau mungkin dengan cara lainnya. Di penghujung hari juga membuat semua orang-orang untuk flashback dan mereview apa yang telah terjadi selama setahun penuh.
Rina Satou Menikah pada 2016 dan Sudah Dikaruniai Anak

Tak terkecuali dengan seiyuu terkenal, Rina Satou, yang mengisikan suara Misaka Mikoto di Toaru Kagaku no RailgunKaoru Tanamachi di AmagamiMakoto Niijima di Persona 5 dan masih banyak lagi. Tepat pada tengah malam 23.59 31 Desember 2016 ia menuliskan sesuatu pada blog pribadinya. Banyak yang telah terjadi padanya di tahun 2016, terutama kehidupannya. Di Tahun 2016 lalu, akhirnya ia menemukan pasangan hidupnya. Ia juga mengatakan bahwa telah mempunyai seorang anak dan ia gemas sekali mendengarkan suara bayinya.
Di blog pribadinya ia juga menuliskan rasa bersyukur pada keduaorangtuanya yang telah pergi ke langit karena sudah membesarkan selama ini. Di hari yang baru ini, Rina Satou merasakan menjadi orangtua.
Ia menutup tulisan di blog dengan mengucapkan selamat tahun baru semoga tahun 2017 menjadi tahun yang menakjubkan
Selamat tahun baru juga, semoga di tahun 2017 bisa menjadi tahun yang hebat seperti apa yang diharapkan oleh semua orang serta selamat menempuh hidup baru Rina Satou!

Sumber: Yaraon dan Nippon Insider
Read more ...Rina Satou Mengumumkan Statusnya pada Pergantian Tahun
 

Autumn 2015 Anime Chart

【Autumn 2015 Anime Chart】
For other info, click here.
For its hashtags, click here.

Featured Video


Random Posts