September 25, 2017

{παth/=+÷×−}

Judulnya kok ribet banget ya? Hahaha aku hanya mencoba menuliskannya sesuai dengan cover buku yang tertera. Jadi minggu lalu aku pergi ke suatu tempat karena ada suatu urusan. Karena ternyata hasilnya sesuai dengan dugaanku, tidak memuaskan (dan moodku langsung diselimuti kekecewaan) terlebih lagi aku ditempat itu tidak sampai 15 menit. Aku mulai berpikir untuk berjalan-jalan sebentar dan... kembali berujung ke toko buku dan menemukan ini yang tidak diplastik (maafkan aku!).

Sekilas aku merasa familiar sekali dengan gaya penggambaran tokohnya, yang lalu setelah membuka halaman per halaman aku mulai menyadari. Dini Marlina yang telah berpengalaman untuk buku anak-anak terbitan Mizan Media Utama selalu menarik perhatianku dengan tokoh-tokohnya yang manis, lucu dan menggemaskan. Selain menggambar untuk buku anak-anak, aku mengenal gaya khas doi dari Bandelnya Judith. Sedangkan cerita utama yang rumit ini ditulis dan diajarkan oleh Maximillian Fansyuri.

Ralat, bukannya ceritanya yang rumit sih lebih tepatnya penjelasan teorinya yang rumit, terlebih lagi otakku sudah semakin tumpul sekarang. Karena di Math komik ciptaannya ini pembaca akan menemukan pelbagai fakta unik menarik tentang Matematika. Bagi kamu yang gemar pelajaran Matematika dan/atau IPA pasti akan menyukai ini. Atau bagi kamu yang menyukai dengan perdebatan teori-teori yang ada (hingga antar tokohnya saling berdialog panjang lebar) juga pasti akan menyukai ini. Atau kamu yang menggemari buku komik seri tokoh dunia atau seri penemuan atau seperti Archi & Meidy kuyakin kamu pasti menyukai komik satu ini.


Math re:ON Comics

Langit Alam Semesta
"Manusia menggunakan berbagai macam bahasa untuk berkomunikasi. Tentu saja alam semesta menggunakan bahasa sendiri yang digunakannya. Tidak banyak orang yang bisa menghargai dan menggunakan bahasa alam semesta tersebut. Tahukah kamu, bahasa apa yang digunakan di jagat raya ini? Bahasa itu bernama Matematika!"

Setelah diberi tagline yang menarik ini pembaca langsung dihadapkan ke Matahari Bimasakti, atau yang lebih akrab dipanggil Math, sedang menonton berita pagi hari. Dalam waktu dekat ini akan diadakan sebuah game show bernama Luck Game yang menarik dan menggiurkan dengan total hadiah miliaran rupiah. Promosi permainan ini juga besar-besaran. Semua orang bisa mengikuti permainan, tapi bagi sebagian orang permainan ini tampak mencurigakan. Apalagi Math, seorang ahli matematika/penyuka matematika sangat menyadari kejanggalan dari babak pertama permainan ini. Math yang melihat selintas babak pertama ini mulai isenglah untuk mengikuti permainan ini.
Math re:ON Comics

Math re:ON Comics

Soal dari babak pertama adalah setiap peserta harus menghitung jumlah keseluruhan jumlah kelereng yang ada di sebuah toples kaca. Di soal pertama ini, para peserta diperbolehkan mengkoreksi jawabannya satu kali apabila sebelumnya salah menjawab. Meski begitu, tentu saja semua orang kesulitan bagaimana cara mengetahui jumlah kelerang yang tepat hanya dengan cara melihatnya. Peserta disana langsung menggila mengerumuni melihat toples kelereng dan bahkan peserta yang berada paling depan menahan peserta dibelakangnya agar tidak bisa melihat dan menghitung seisi toples.

Luna Artika, salah satu peserta Lucky Game punya satu cara untuk menyelesaikan teka-teki ini. Dengan menggunakan asumsi dan memperhitungkan diameter kelereng dan tinggi serta jari-jari toples ia yakin bisa mendapatkan jumlah angka yang tepat. Namun sayangnya, satu-satunya cara yang ia miliki nihil karena ramainya peserta yang mengelilingi toples kelereng.

Sedangkan Math yang sedikit tertarik dengan ide Luna, memberitahu cara lain yang lebih efisien. Yaitu dengan menggunakan Wisdom of Crowds (salah satu metode populer yang kuketahui). Dengan mengumpulkan semua hasil jawaban peserta lalu dibagi dengan semua jumlah peserta maka akan mendapatkan hasil rata-rata. Luna yang setengah percaya cara ini akan berhasil tetap (coba) mengikutinya. Dan Luna tidak menyangkanya bahwa ia berdua menjawabnya dengan benar.

Math re:ON Comics

Dari sekian ratus peserta yang datang, ternyata yang lolos ke babak kedua tidaklah mencapai 10 orang. Di babak kedua ini persaingan lebih serius dan ketat. Selain Math dan Luna, ada satu lagi peserta pintar yang memiliki sifat picik dan super menyebalkan, Sirius Leonhart. Mereka berdua telah menyadari dari awal bahwa Luck Game bukanlah permainan berdasarkan keberuntungan, melainkan hanyalah sebuah perhitungan matematika yang tampak rumit namun semua itu bisa diperhitungkan. Bukan probabilitas semata yang hanya ditebak secara asal.

Seni Matematika
Math re:ON Comics

Duapertiga keseluruhan isi buku ini adalah penjelasan matematika yang super panjang. Apalagi yang aku harapkan? Tapi memang itulah daya tariknya, sama seperti saat membaca komik detektif atau ketika membaca Overlord, aku dihadapkan oleh penjelasan panjang lebar yang menarik dan fakta (didalam) cerita yang terjadi. Oh mungkin aku tampak terlalu berlebihan, tidak, aku betul-betul menyukai bahwa dialog box yang besar dan banyaknya kalimat yang tertulis yang ada disini membuatku ikut berpikir (berusaha untuk menyelesaikan kasus Luck Game).

Pembaca lainnya tak perlu khawatir ikut pusing ketika melihat penjelasan Math atau Sirius saat saling beradu teori dan materi. Komik ini memberikan contoh perhitungan yang lebih mudah untuk dibayangkan. Masih belum sampai juga maksud penjelasan mereka? Tenang saja Math akan memberikan contoh soal lainnya yang lebih simpel dan lebih mudah dipahami.

Yang satu kusayangkan dari ini adalah Math yang lack sifat peran utama. Well, aku menyukai penjelasan Math ketika membeberkan semua misteri, fakta dan perhitungan. Tapi ia tampak sangat easygoing, sangat tidak cocok atau pun terlihat orang yang suka berkompetisi. Memang pada awalnya ia mengikuti Luck Game hanya sekedar penasaran doang sih, tapi kupikir ketika sudah menghadirinya ia nyaris sama sekali tak antusias/bergairah menanggapi pertandingan ini. Aku sedikit berharap agar ia merasa sedikit penasaran maksud tujuan Luck Game ini diadakan.
Read more ... → {παth/=+÷×−}

August 31, 2017

Napping Princess (Ancien and the Magic Tablet)

Kupikir-pikir lagi tahun ini benar-benar banyak sekali anime movie yang tancap di Indonesia, dan banyak juga yang kutonton. Dengan nekadnya aku menonton ini tanpa membaca sinopsis sedikitpun dan dengan nekadnya lagi aku marathonin dengan Princess Mononoke yang ada hanya di satu jam tayang saja. Alhasilnya buruk sekali, sudah datang terlambat 6 menitan di Mononoke, lalu keluar lebih awal 15 menitan juga dengan pedenya aku berpikir tidak akan masalah telat 3-5 menit di film selanjutnya. Ternyata aku baru sadar bahwa kalo film anime tayang ontime, tidak akan ada banyak iklan atau pun trailer film kedepannya sehingga aku telat lagi.

Napping Princess: The Story of the Unknown Me (ひるね姫~知らないワタシの物語~; Hirune Hime: Shiranai Watashi no Monogatari) yang berjudul asli Ancien and the Magic Tablet adalah hasil garapan dari Signal. MD yang tahun lalu mengeluarkan seri terbaru Cyborg 009: Call of Justice 1. Movie ini diarahkan oleh Kenji Kamiyama (Ghost in the Shell series, Eden of the East series dan Cyborg 009 series) yang memiliki banyak pengalaman di Production I.G, pemeran utamanya disuarai oleh artis muda Mitsuki Takahata (berpengalaman sudah memerankan di live action Ao Haru Ride dan Evergreen Love) dan Yoshiki Sakurai memproduserinya.

Movie ini menyajikan sudut pandang dan arahan yang tak biasa, yang jarang ditemui, mudahnya mirip seperti Aura: Maryuuin Kouga Saigo no Tatakai-lah. Jadi jangan pusing-pusing melihat suasana atau keadaan sekitar yang berubah-rubah.


Napping Princess (Ancien and the Magic Tablet)

Kantuk Tiada Tahan
Tahun 2020, tiga hari sebelum pembukaan Olimpiade Tokyo, Kokone Morikawa sebagai siswi kelas disibukkan dengan pelajaran untuk tes perguruan tinggi. Seharusnya sih ia belajar dengan sungguh-sungguh tapi apa daya, belakangan ini ia malah sering mengantuk tanpa sebab yang diketahui.

Begitu tertidur, ia bermimpi hal yang aneh nan ajaib. Kokone tersadar sebagai Ancien, seorang putri yang tinggal di kerajaan yang dipenuhi oleh mesin-mesin. Ketika Ancien memegang tab pemberian raja alias ayahnya, ia bisa membuat benda mati menjadi hidup bernyawa dengan mengetik keinginannya di tab tersebut. Melihat sihir dari Ancien yang ajaib ini sang penasihat kerajaan memiliki pandangan lain pada Ancien. Ia menganggap benda-benda yang diberi kehidupan oleh Ancien bisa menjadi sebuah ancaman terhadap regulasi kerajaan, keselamatan penduduk atau pun pekerjaan tiap orang. Sehingga dengan berat hati sang raja mengikuti usulan penasihat kerajaan untuk mengkengkang Ancien tinggal di menara khusus dan dijauhkan dari Tab Sihirnya.

Terbangun dengan keadaan super bingung akan mimpinya, Kokone langsung dihadapkan masalah baru. Ayahnya yang pendiam terkena masalah hingga ditangkap polisi. Ia tertuduh atas suatu gugatan. Selagi Kokone yang merasa siyok dengan kabar tersebut, orang yang benar-benar mirip dengan penasihat kerajaan dalam mimpinya masuk kerumahnya tanpa ijin untuk mengambil sesuatu yang paling berharga bagi ayahnya. Padahal Kokone sendiri sama sekali tak mengetahui benda apa yang dirahasiakan oleh ayahnya.

Morio Sawatari yang sedang menghabiskan libur kuliah musim panasnya, ikut terseret dalam permasalahan keluarga Morikawa, ia tak bisa diam saja melihat teman masa kecilnya dihadapi sebuah masalah yang serius dan misterius.

Liburan Musim Panas yang Gaib
Ketika penonton dihadapkan oleh kisah Kokone yang memadukan antara realita dengan mimpinya segalanya terlihat sangat mustahil dan tampak berbagai macam plot hole dimana-mana. Namun dengan seiringnya perkembangan cerita, sesuatu yang tampak plot hole sebelumnya menjadi (lebih) masuk akal. Mimpi yang dialami oleh Kokone mempunyai wujud lain sebagai pemandangan masa depan di kehidupannya. Hal-hal yang terjadi kedepan bisa diprediksi dengan mimpi yang dialami Kokone.

Tapi untuk beberapa scene, ada yang terlihat seperti kenyataan tersebut secara kebetulan terjadi persis seperti mimpi atau sesuatu yang terjadi di dalam realita dan mimpi berjalan bersamaan. Jadi tak selamanya mimpi yang dialami untuk memprediksikan masa depan, mimpinya juga berlaku untuk menjalankan realita yang terjadi saat itu juga. Terlihat konyol, tapi itulah yang terjadi (realita tersebut terbentuk atas dari mimpinya). Salah satunya scene ini terjadi pada saat Morio dan Kokone istirahat di motor setelah melarikan diri.

Napping Princess (Ancien and the Magic Tablet)

Mungkin bagi sebagian orang movie ini biasa saja, tapi entah mengapa bagiku ini seru sekali, ceritanya berjalan tidak membosankan, dan ada sedikit bumbu adegan heartwarming yang membuatku semakin betah menontonnya. Animasinya sih juga kerasaa biasa saja, terutama pepaduan 2D dan 3D ketika Ancien terbang melewati jembatan layang. Petualangan Kokone untuk mengetahui misteri keluarganya diiringi oleh BGM yang syahdu untuk memperkuat dan mempertajam cerita yang berjalan. Aku juga sangat menyukai bibir Kokone dan suara ceria dari Mitsuki Takahara.

Kendaraan cerdas yang sedang dikembangkan oleh ayahnya Kokone sedikit mengingatkanku pada éX-Driver. Dan entah mengapa ketika menonton movie ini aku merasakan feel yang sama dengan Sakasama no Patema padahal dari tema dan ceritanya sangat jauh berbeda.

Ngomong-ngomong jangan langsung keluar ketika film berakhir, karena ada Epilog saat Credit. Sayangnya ditempatku menonton tidak ada suara Ending Song, hanya muncul suara instrument yang menngiringi credit. Dan ketika kubuka YouTube saat ini sungguh aku terkejut ternyata teks subtitle yang muncul saat credit maksudnya adalah subtitle lirik dari ending song movie ini (yang saat itu kukira adalah isi hati dari bapaknya).

Read more ... → Napping Princess (Ancien and the Magic Tablet)

July 30, 2017

BanG Dream! Girls Band Party!

Game rhythm selalu saja membuat menarik bagiku. Rhythm game membuatku diriku harus berkonsentrasi untuk menekan tombol yang tepat dan mengikuti ketukan nada. Selain itu rhythm selalu berhasil membuatku rileks dan candu dengan lagu-lagunya yang disajikan. Walau begitu, hingga detik ini, jujur saja di BanG Dream! Girls Band Party! (バンドリ! ガールズバンドパーティ!) aku belum menemukan lagu yang klop atau pun demen banget, entah mengapa semuanya terdengar biasa saja bagiku (maafkan).


BanG Dream! Girls Band Party! (バンドリ! ガールズバンドパーティ!)

Bicara diluar itu, aku sudah memainkan Bandori (singkatan game ini) sejak dari versi 1.0-nya alias rilisan pertama. Dan memainkan game ini terkadang membuatku ingin melanjutkan menonton kembali anime-nya (sebelumnya aku sudah menonton 2-3 episode hanya saja aku melihat malas melihat Kasumi Toyama yang sifatnya seperti itu). Sisi menarik dari proyek BanG Dream adalah mereka merekrut seiyuu yang benar-benar bisa memainkan alat musik dan membentuk sebuah Bandol (Band Idol). BanG Dream juga merupa mixed-multimedia project yang jauh sebelum anime-nya tayang bandol mereka sudah terbentuk dari 2015, bentuk manga-nya juga sudah ada di terbitan bulanan Bushiroad, sudah memiliki lagu dan juga sudah konser sebanyak tiga kali (kurang-lebih mungkin mirip seperti mixed-multimedia project Love Live! apalagi wujud game-nya juga sama-sama dikembangkan oleh Bushimo). Craft Egg sebelumnya juga sudah sukses mengembangkan game cewek-cewek imutnya di Nanairo Run Girls.

Gitar Berbentuk Bintang
Bila dibandingkan dengan LoveLive! School Idol Festival (SIF) dan The Idolmaster: Cinderella Girls Starlight Stage (Deresute), Bandori jauh lebih nyaman ketimbang keduanya. Sebagai rhythm game rhythm smartphone yang wujudnya band, Bandori menghadirkan model button gepeng seperti saat memainkan Guitar Hero. Jumlah button yang disediakan sebanyak 7 buah yang sangat fit di jari sehingga menekan tombol yang ditengah enak sekali dilakukan entah aku menggunakan tangan kanan maupun tangan kiri, dan ruas antar jarak tiap button sangat pas sekali, tidak terlalu besar tidak terlalu kecil.

Ada tiga jenis tap yang bisa dilakukan, menekannya biasa, menahan (hold) tap-mu dan mengikuti arus nada button yang turun dan slide keatas dengan button yang berwujud diamond berwarna merazh. Sayangnya button yang muncul pasti posisi turunnya tidak berubah, maksudku kalo di Deresute bisa saja awalnya button itu muncul di sebelah paling pojok kiri namun begitu turun nanti posisi button tersebut akan berubah jadi di tengah atau pojok kanan sehingga sedikit membingungkan pemain bila tak konsentrasi penuh.

Apabila pemain merasa jarak antar button yang turun terasa mepet, atau speed button yang turun terasa terlalu lamban atau terlalu cepat, pemain bisa meng-adjust dengan mengatur speed-nya. Speed default 5.0x tapi saat ini aku nyaman di speed 8.5x celah jarak antar button yang turun semakin terlihat.

Bila di game lain kita membutuhkan energy untuk bermain atau beraktivitas, maka hal ini tidak berlaku untuk Bandori. Kamu bisa memainkan game ini sepuasnya tanpa mengkhawatirkan energy, karena game ini tidak mengenal hal itu. Sebagai pengganti energy bar, Bandori memiliki live boost yang berlogo api. Tentu saja fungsi live boost bar ini jauh berbeda dengan energy bar. Live Boost berguna untuk mengali poin exp dan uang. Apabila api live boost sudah habis maka kamu akan seret mendapatkan exp dan uang, tapi kamu tetap bisa bermain sebanyak yang kamu inginkan. Pengisian live bosst juga lah tidak sebentar, setidaknya kamu membutuhkan setengah jam untuk mendapat 1 api.

Gameplay Bandori semakin asik dengan banyaknya tempat yang bisa dikunjungi dan interaksi antar karakternya. Setiap kali telah memainkan beberapa lagu, sudah naik level, membuka tempat baru atau pun membeli barang baru maka ada sebuah topik pembicaraan baru, entah karater itu ngomong sendirian atau pun berbicara dengan teman sebandnya. Pembicaraan ini cukup penting karena bisa meningkatkan level-mu dan rank band karakter tersebut. Ngomong-ngomong barang peralatan musik seperti mic, drum atau poster promosi yang kamu beli itu akan berpengaruh dalam meningkatkan rank band.

BanG Dream! Girls Band Party! (バンドリ! ガールズバンドパーティ!)

BanG Dream! Girls Band Party! (バンドリ! ガールズバンドパーティ!)

BanG Dream! Girls Band Party! (バンドリ! ガールズバンドパーティ!)

Masih merasa kurang puas? Lagunya yang disajikan Bandori ada banyak sekali yang bisa kamu dapatkan dengan cara menyelesaikan main story, diluar lagu orisinil, mereka juga meng-cover lagu-lagu populer. Sayangnya kamu bukan pendengar lagu-lagu populer atau kamu hanya tahu lagu berdasarkan soundtrack anime? Tak perlu khawatir akan hal itu, karena cover-an lagu Bandori adalah anisong-anisong populer yang meski walau kamu tidak/belum pernah menonton anime-nya tapi pasti kamu pernah mendengar lagunya setidaknya sekali-duakali. Beberapa lagu yang di-cover mereka seperti: Butter-Fly (OST OP Digimon), Don't Say Lazy (OST ED K-ON!), Sobakasu (OST Samurai X), Karma (OST OP Tales of the Abyss), Sorairo Days (OST Gurren Lagamn), Hikaru Nara (OST OP Your Lie in April), Tamashii no Refrain (OST Neon Genesis Evangelion), God knows... (OST Insert Suzumiya Haruhi no Yuutsu) dan masih banyak lagi dan akan bertambah lagi kedepannya (sebenarnya aku masih ingin menyebutkan lagu-lagu lainnya).

Bermain Bersama
Salah satu fitur khusus yang terdapat di Bandori adalah Multi Live. Kamu bisa bermain bersama-sama dengan orang lain. Di Multi Live tiap pemain memilih difficulty-nya masing-masing, dengan begini kamu bisa menyelesaikan lagu yang sulit dimainkan menjadi lebih mudah. Lagu yang diputar saat Multi Live adalah hasil acak berdasarkan lagu-lagu yang dipilih oleh para pemain. Sayangnya Multi Live membutuhkan koneksi yang sangat stabil, apabila internet (salah satu) pemain sedang rentan maka akan langsung disconnect secara otomatis, kecuali bila kamu sudah ditengah lagu maka permainan akan tetap langsung memainkannya.

BanG Dream! Girls Band Party! (バンドリ! ガールズバンドパーティ!)

BanG Dream! Girls Band Party! (バンドリ! ガールズバンドパーティ!)

BanG Dream! Girls Band Party! (バンドリ! ガールズバンドパーティ!)

BanG Dream! Girls Band Party! (バンドリ! ガールズバンドパーティ!)

Selain itu sebenarnya ada satu hal lagi yang membuatku risih saat sedang bermain memainkan lagu. Ketika salah satu member band berhasil meng-cast jurusnya maka karakter tersebut akan mengoceh (yang menurutku suara ocehan karakter tersebut menggangguku ketika sedang asik mendengarkan lagu yang kumainkan). Ocehan ini tidak hanya sepatah satu-dua kata, seringkali ocehan tersebut diiringi oleh balasan dari karakter, bagaikan seperti para member band yang asik mengobrol sembari asik bermain tampil perform diatas panggung.

BanG Dream! Girls Band Party! (バンドリ! ガールズバンドパーティ!)

Event yang dihadirkan Bandori juga cenderung membosankan, bila di game lain kita harus memainkan playlist lagu tertentu, menggunakan difficulty tertentu, harus mencapai target skor diatas sekain poin atau tidak boleh mendapatkan miss atau good sebanyak sekain atau syarat-syarat menjalankan event lainnya. Di Bandori belum ada hal itu. Jujur saja ketika aku bermain aku sempat bingung bagaimana caranya berpartisipasi event. Dan ketika kutanya teman-temanku,"Engga ada, Bandori mah tinggal mainkan lagu apa aja, entar juga dapat event point sendiri."

BanG Dream! Girls Band Party! (バンドリ! ガールズバンドパーティ!)

BanG Dream! Girls Band Party! (バンドリ! ガールズバンドパーティ!)

BanG Dream! Girls Band Party! (バンドリ! ガールズバンドパーティ!)

BanG Dream! Girls Band Party! (バンドリ! ガールズバンドパーティ!)

Untuk roll gacha-nya juga tidak seperti SIF yang dimana bulk draw maka akan gratis satu gacha. Sebenarnya aku sangat mengharapkan ini, ya kau tahu lah, untuk memperbesar chance mendapatkan yang diinginkan atau seengganya mendapatkan lebih banyak. Jadi mau bulk draw atau solo draw sama saja mengeluarkan cost-nya. Saat roll gacha-nya juga sebenarnya lebih mengerikan, karena result-nya langsung ketahuan tanpa ada jeda per-gacha-nya, kecuali kalau pemain mendapatkan 3-star atau 4-star maka ada sedikit jeda.

Mari Bernyanyi
Secara overall game ini sangat menyenangkan dengan segala macam fitur yang diberikan, membeli peralatan band, membeli makanan, mempromosikan band mereka melalui poster, interaksi antar tokoh, tempat-tempat yang bisa dikunjungi, lagu-lagu cover, terdapat cerita utama dan cerita tiap band dan terutama cara memainkan rhythm-nya yang sangat nyaman. Game ini berhasil memikatku dengan banyak cara, pastinya aku masih menantikan event Bandori yang lebih menantang sehingga aku bisa lebih nyantol dan akan memainkan game ini seharian untuk mengejar dan mencapai deadline event tersebut.

BanG Dream! Girls Band Party! (バンドリ! ガールズバンドパーティ!)
Read more ... → BanG Dream! Girls Band Party!

July 17, 2017

Karakai Jouzu no Takagi-san

Saat aku membaca Karakai Jouzu no Takagi-san (からかい上手の高木さん; Teasing Master Takagi-san) aku teringat kembali akan masa-masa sekolah dulu. Kita pasti punya teman yang jadi bahan ceng-cengan karena sikapnya yang enak sekali untuk diusili. Atau mungkin kamu sendiri pernah menjadi korbannya? Seringkali tak ada alasan khusus mengapa orang tersebut (atau mungkin kamu?) selalu saja diolok-olok oleh teman, sungguh tidak kebencian atau pun dendam, hanya saja karena memang dia sangat mudah dikerjai dan/atau melihat reaksinya saat diusili sangatlah menghibur.

Dan ya, aku pernah berada diposisi yang mengusili maupun diusili. Ketika aku diusili bagi mereka reaksiku sangatlah berlebihan dan lucu begitu juga sebaliknya saat aku mengusili temanku reaksinya sangat lucu sehingga tak tahan sekali untuk tidak mengerjainya. Tidak jarang, aku merasa bersalah karena berbuat yang cukup 'jahat' ke temanku, namun begitu (terlihat) mood dia sudah agak baikan sedikit kelakuanku untuk mengusili dia mulai kembali. Pas saat aku menjadi pihak yang diusili, teman-temanku juga berpeliaku demikian, mereka akan berhenti (sesaat) sekira moodku mulai memburuk, tapi saat moodku sudah naik kembali mereka akan segera mengusiliku lagi.

Begitu membaca karya satu ini yang ditulis oleh Yamamoto Souichirou, Oh kurasa aku paham sekali kondisi seperti itu, dan aku (sedikit) kangen dengan situasi saat-saat itu. Dia menuliskan benar-benar seperti yang pernah kurasakan ketika masih bersekolah. Bahkan saat membacanya, terkadang aku teringat kelakuanku dan teman-temanku dulu sambil menahan cengengesan mengingat kembali kejadian-kejadian lucu di masa lampau. Tak heran apabila komik ini menjadi salah satu komik terpopuler di 2015-2016.

Permainan Dimulai
Hari pertama di masa SMP, semua murid baru saling memperkenalkan diri didepan kelas. Nishikata hanya ingin memulai masa SMP-nya dengan kesan baik, hingga ia telah berlatih mempersiapkan diri. Sayangnya persiapan tersebut tidak berjalan dengan lancar karena ia terlambat masuk kelas. Begitu baru mengucapkan sedikit kata, waktu perkenalan dia disela oleh guru lain yang mendadak masuk kelas memberitahukan sebuah pengumuman. Setelah perkenalanpun wali kelasnya langsung menyampaikan sebuah pengumuman. Perkenalan dari Nishikata sangatlah tidak berkesan sama sekali, bahkan ia duduk di paling pojok belakang. Ketika Nishikata mulai duduk dan melihat ia duduk disamping anak perempuan, dan gadis tersebut, Takagi, secara spontan mengajaknya mengobrol dan mengatakan bahwa timing perkenalan Nishitaka buruk sekali. "Seandainya aku tidak telat... ini semua ulah Takagi," ucapnya gerutu dengan bernada kesal tanpa mengetahui bahwa orang yang disampingnya adalah Takagi sendiri.

Ketika upacara murid baru telah selesai, kali ini Takagi yang terlambat masuk ke kelas. Nishikata yang memperhatikannya dengan raut wajah seakan-akan ingin bertanya habis darimana Takagi hingga bisa terlambat masuk kelas.  Takagi langsung melontarkan sebuah permainan tebak-tebakan ke Nishitaka, bila Takagi bisa menebak mengapa Nishitaka pagi tadi terlambat dalam sekali mencoba maka ia akan menang. "Bagaimana bisa memenangkan tebak-tebakan seperti ini hanya dengan menjawab sekali saja," pikir Nishikata, terkecuali permainan itu bisa dimenangkan bia sudah tahu jawabannya. Takagi menduga bahwa Nishitaka sebelum datang ke kelas ia ke tempat bagian kehilangan dan ketinggalan untuk mengembalikan barang yang ia temukan. Dan benar saja tebakannya, karena pagi tadi saat Takagi mengecek tasnya ia tidak melihat sapu tangannya. Melihat reaksi Nishitaka yang overact dan salting membuat Takagi tak tahan tertawa lepas.

Sejak hari itu, Takagi selalu menggoda, mengerjai dan mengusili Nishitaka dengan pelbagai cara omongan dan 'permainan'-nya.

Salah Tingkah
Awalnya komik ini sekilas mirip dengan Tonari no Seki-kun, namun sebenarnya berbeda. Apabila Seki selalu menghabiskan waktu di dalam kelas dengan 'keajaiban-keajaiban' yang dia ciptakan, maka Takagi menghabiskan waktu di dalam kelas dengan cara yang jauh lebih simpel, menggangu teman sebangkunya dengan mengajaknya bermain tebak-tebakan. Aktivitas yang dilakukan juga jauh lebih beda dan lebih berwarna, sebab permainannya tak hanya berlangsung didalam kelas saja dan Nishitaka selalu mempunyai ide untuk memulai permainan baru.


Karakai Jouzu no Takagi-san

Meski seringkali Nishitaka mengajaknya bermain, tetapi tetap saja ia selalu kalah oleh kelihaian dan kecerdikan Takagi yang bisa memanfaatkan segala kondisi dan situasi apa pun. Yah yang namanya anak laki-laki, ia tak mau kalah (apalagi dikalahkan oleh anak perempuan), jadi sebenarnya gengsi rada tinggi juga, tapi karena hal itu juga gengsi sering diruntuhkan juga haha. Takagi sendiri juga bersifat sangat tenang dan dewasa sehingga Nishitaka yang ingin mengerjainya malah menjadi salting dan kalau kesempatan untuk mengerjainya muncul malah tidak tegaan. Setelah melihat tingkah Nishitaka yang menggemaskan Takagi yang sangat tenang pun juga kesulitan untuk menahan tawa.

Ceritanya yang simpel dan gregetan ini semakin hangat dengan keakrabkan mereka berdua yang belajar bareng, jalan bareng atau pun menghabiskan waktu berdua, seakan-akan mereka memang bersahabat baik, ah ataukah mungkin HTS-an, oh mungkinkah sedang proses menuju berpacaran!? Melihat Nishitaka yang selalu kalah ini selalu menarik dan gatal rasanya ingin menyemangatinya tapi disisi lain aku ingin melihat Takagi dalam meng-counter ide dan aksi yang dilakukan Nishitaka.
Read more ... → Karakai Jouzu no Takagi-san

June 19, 2017

In This Corner of the World

Fumiyo Kono sempat menuliskan Yunagi no Machi Sakura no Kun pada tahun 2004 yang mengangkat tema dampak dari pasca perang. Karyanya tersebut memenangkan Japan Media Arts Festival's Grand Prize for manga di tahun 2004 serta Tezuka Osamu Creative Award di 2005. Lalu di 2007 dengan ciri khas gambarnya ia menuliskan In This Corner of the World (この世界の片隅に; Kono Sekai no Katasumi ni) yang menggunakan tema perperangan kebali. Sekali lagi, karyanya satu ini terpilih sebagai Karya yang Direkomendasikan oleh Juri (Juara Harapan?) pada 2008 di ajang Japan Media Arts Festival dan memenangkan Excellence Prize pada tahun 2009. 5 Agustus 2011, In This Corner of the World tayang live-action yang dibintangi oleh Keiko Kitagawa dan Keisuke Koide.


Kono Sekai no Katasumi ni — In This Corner of the World

Sebagai Peringatan 70 Tahun Bom Hiroshima, animasi In This Corner of The World mulai tayang di layar lebar pada 2016 yang diproduksi oleh MAPPA, distudarai dan ditulis oleh Sunao Katabuchi (Black Lagoon, Princess Arete dan Mai Mai Miracle), desain karakter oleh Hidenori Matsubara (Sakura Taisen series, Aa! Megami-sama! series dan The Princess and the Pilot) dan musik oleh kotringo (Koufuku Graffiti dan Kuma No Gakkou - Jackie to Katie). Tak hanya manga-nya saja yang menyambet penghargaan, namun versi adaptasi ini juga sukses meraih pelbagai penghargaan seperti Hiroshima International Film Festival's Peace Film Award Hiroshima, 40th Japan Academy Prize Animation of the Year, Osaka Cinema Festival 2017 Japanese Film Best10 dan masih banyak lagi.

Bengong Melamun
Suzu Urano, gadis 18 tahun yang yang tinggal di Eba, Kota Hiroshima ini selalu memiliki pandangan positif dalam hidupnya, walau kejadian yang menimpa hidupnya engga selalu enak tapi ia selalu saja bisa mencari jalan positif. Sisi positif miliknya juga dipicu oleh sifatnya yang mudah lupa atau sulit mengingat keadaan sekitar dalam jangka pendek. Kehidupan keluarganya sangatlah damai.

Pada usianya yang menjelang 19 tahun ini ia mendadak dilamar oleh Shuusaku Houjou, seorang pria yang tidak ia kenali, tepatnya ia tidak ingat pernah bertemu atau melihatnya dimana. Neneknya pernah mengatakan semua tergantung pilihan pada Suzu sendiri, ia bisa saja menolaknya bila tak menginginkannya. Setelah memikirkannya cukup matang ia menerima tawaran pria tersebut.


Kono Sekai no Katasumi ni — In This Corner of the World

Kono Sekai no Katasumi ni — In This Corner of the World

Suzu pun memasuki stage baru dalam kehidupannya, tantangan baru muncul bertubi-tubi menghantam dirinya. Sifatnya lugu, sedikit ceroboh dan airhead harus bekerja extra agar dapat beradaptasi dengan lingkungan baru. Perihal saat ini tinggal di Kure yang jauh dari tempat asal, ibu mertua kondisinya saat ini sudah sulit untuk berjalan, kakak ipar yang galak dan keras, mengingat nama-nama tetangga dan jalan, mengubah gaya hidup saat masih gadis dan lain-lain. Suzu yang sudah menjadi ibu rumah tangga ini juga harus bangun lebih pagi, seperti untuk menimba air, menyiapkan makanan dan membereskan rumah.

Hidup pada tahun 1944, jaman perang, membuat keadaan menjadi sulit. Ransum yang terbatas, porsi atau isi pokok lauknya bisa saja berkurang sewaktu-waktu. Hal ini membuat Suzu berpikir bagaimana cara membagi jumlah ransum yang terbatas untuk 1 rumah dan bagaimana mendapatkan dan/atau menambahkan porsi lebih ketika keadaan sangat minim.

Kono Sekai no Katasumi ni — In This Corner of the World

Ketika waktu senggang, Suzu kembali pada hobi lamanya yaitu menggambar alam yang ada di depan matanya. Hobi ini sudah terasah sejak ia kecil hingga membuahkan hasil gambar yang bagus dan indah. Seringkali hobi ini malah menjadi menyulitkan dirinya, pensil yang seharusnya digunakan untuk bersekolah malah dihabiskan untuk menggambar. Suzu yang tinggal di bukit bisa melihat jelas perairan yang dipenuhi oleh kapal-kapal perang seperti Musashi dan Yamato (ia diajarkan oleh keponakannya, yang sebenarnya pernah diajarkan langsung oleh Shuusaku, tapi ia sulit mengingatnya). Ditengah-tengah asyiknya menggambar tiba-tiba ada sepasang polisi yang menggrebeknya dan dicurigai sebagai mata-mata.

Begitu dibawa kerumah, permasalahan ini tak kunjung selesai, bahkan ketika polisi tersebut masih tanya-jawab, mencurigai, menceramahi dan mengancam keluarga Houjou, Suzu malah tak ingat sama sekali tadi ia sedang apa hingga polisi bisa membawa ia kerumahnya.

Meski terlihat damai dan tenang, keluarga Houjou tak lupa bahwa lingkungannya sedang dalam area perang. Suzu dan penduduk warga sekitar diberi bekal ilmu pengetahuan seperti bom, evakuasi, alarm tanda bahaya dan lain-lain dari pihak Angkatan Laut. Keluarga Houjou juga membangun sebuah tunnel evakuasi untuk tempat berlindung apabila ada serangan.

Pada tahun 1945, keadaan mulai memanas, alarm evakuasi yang hampir tiap malam selalu bunyi (kadang hanya alarm bohongan), serangan yang tak mengenal waktu dan tempat, pangan yang semakin sulit didapatkan.

Perlahan Tapi Pasti
Hampir setengah film penonton hanya suasana yang adem kalem, indahnya kehidupan bersama keluarga hingga sampai lupa bahwa keadaan saat itu ditengah-tengahnya panasnya api perperangan. Tak perlu khawatir dengan transisi cerita yang super santai dan rileks hingga menjadi drama serius. Movie ini berhasil membuat alur secara natural dan epik, dengan perlahan-lahan penonton diasupin dengan sulitnya kondisi perang (sedikit demi sedikit) hingga dampak kondisi perang terlihat dengan pasti dan jelas. Sifat Suzu yang sudah terbentuk sedemikian rupa tidak membuat lingkungan sekitar dan penonton terjebak dalam depresi dan kesedihan. Ia akan bangkit, mencari cara, mencari jalan, terus berjuang tak menyerah melanjutkan hidup di masa yang sangat sulit.

Cinta, Harapan dan Keberanian
In This Corner of the World memperlihatkan dengan baik kondisi Perang Dunia II. Mulai dari pernikahan pada jaman saat itu, mengubah pakaian tradisional menjadi pakaian sehari-hari yang bisa lebih sering digunakan, ransum, kehidupan para angkatan laut, alarm tanda bahaya, hingga tragedi pengeboman Hiroshima yang mehilangkan banyak umat manusia. Rumah yang sudah dipertahankan dan diperjuangkan sekuat mungkin, tiba-tiba hancur oleh perang. Tak hanya rumah saja, bahkan orang-orang terdekat dan tercinta juga bisa kehilangan.

Interaksi dan jalin hubungan yang dibangun Suzu mampu mengisahkan tiap karakternya dengan baik. Hubungan antar karakternya yang tersusun baik dan rapi membuat penonton akan mendapatkan kisah-kisah karakternya secara mendetail. Bahkan disini kita juga diperlihatkan bahwa sepasang suami-istri yang seperti ini saja juga bisa bertengkar karena hal sepele. Tanpa sadar, penonton akan menikmati (dan turut merasakan) cara Suzu memperjuangkan hidupnya di sudut dunia ini yang selalu menginspirasi dan memberikan banyak pesan moral

Kono Sekai no Katasumi ni — In This Corner of the World

Kono Sekai no Katasumi ni — In This Corner of the World

Kono Sekai no Katasumi ni — In This Corner of the World

Yang mengejutkan dari movie ini salah satunya latar belakang yang benar-benar direka sesuai keadaan saat itu. Saat movie sudah berakhir, pastikan kamu melihat credits-nya hingga benar-benar habis. Karena ada epilog ketika credits sedang berlangsung.

War is like love, it always finds a way. 
Read more ... → In This Corner of the World

June 10, 2017

Mitsuboshi★★★Colors

Setiap kali aku menyelesaikan sebuah manga atau sudah membaca hingga chapter terbarunya, seringkali akan muncul sesi,"If you read this manga, you might like this" kira-kira sesi rekomendasi random tersebut berdasarkan manga yang telah kubaca. Namun rekomendasi ini biasanya hanyalah sebuah list random, bisa saja berdasarkan genre, kesesuaian cerita yang serupa,  manga yang sedang populer/paling banyak dibaca akhir-akhir ini atau bisa juga beneran random; genre tidak sama, cerita juga tidak mirip.


Mitsuboshi Colors

Bulan lalu aku menemukan Mitsuboshi★★★Colors (三ツ星カラーズ) disebuah situs membaca manga dan aku langsung mengkliknya saja sekalian menghabiskan waktu istirahatku, tanpa membaca sinopsis, terbit tahun kapan, sudah tamat belum dan bahkan aku lupa sebelumnya aku membaca manga apa hingga bisa diarahkan ke manga ini. Manga ini ditulis oleh Katsuwo semenjak 2014 dan tak lama lagi anime-nya akan segera mengudara, di tahun ini, 2017.

Chupacabra
Colors, sebuah kelompok yang bertugas menjaga perdamaian dan keamanan wilayah Ueno. Mereka memecahkan kasus-kasus yang sedang terjadi di kota yang mereka cintai dan tinggali. Walau rutin mengadakan rapat rutin di secret base mereka untuk menjaga kota tetap tentram mereka juga tahu cara menghabiskan keseharian dengan bersenang-senang. Meski sedang bersenang-senang, mereka tetap siap siaga, begitu mencium bau kasus yang lagi terjadi mereka akan langsung membantu, mencari cara dan solusi hingga menyelesaikan kasus tersebut. Bahkan mereka akan melakukan apa pun untuk menyelamatkan umat manusia.

Mitsuboshi Colors

Colors terdiri dari sekumpulan tiga perempuan cilik:
  • Sacchan: Gadis konyol yang sangat aktif, saking aktifnya hal-hal bodoh mengikuti sifat ini. Namun dari sifat bodohnya ini ia juga sering mencetuskan ide-ide... bodoh lainnya untuk bersenang-senang.
  • Kotoha: Si problem solver tiap masalah dan kasus yang ada. Meski ia gemar bermain game, namun faktanya dia sangat tidak jago sekali memainkan game. Tentu saja bila dibilang seperti ini ia tidak akan menerimanya dan merasa sakit hati.
  • Yui: Ketua kelompok Colors yang ternyata cengeng ini menjadi penengah antara kebodohan dari Sacchan dan kejeniusan dari Kotoha. Dia juga seringkali memberi petunjuk ke Kotoha agar dapat menyelesaikan sebuah kasus.

Waspada Siap Siaga
Per-chapter berisikan berkisar 15 halaman yang diisi oleh aktivitas Colors berhasil membuatku tertawa terhibur melihat aksi-aksi konyol dan kelucuan mereka. Bila tak ada kasus, mereka akan mencari sebuah kasus untuk dipecahkan. Tentunya cara mereka menyelesaikan kasus (menghabiskan waktu main) sangat menghibur. Ngomong-ngomong bila kalian menyukai komedi sehari-hari yang dikelilingi oleh anak kecil, tepatnya perempuan juga, kalian bisa membaca Strawberry Marshmallow yang ditulis oleh Barasui.

Mitsuboshi Colors


Read more ... → Mitsuboshi★★★Colors

May 27, 2017

A Silent Voice The Movie

Tiga minggu yang lalu aku cukup khawatir apakah aku akan bisa marathon bioskop atau tidak, karena ada beberapa film yang sangat ingin kutonton salah satunya film ini. Karena pada saat kabarnya film ini akan tayang mulai dari 3 Mei 2017 aku juga mendapat kabar bahwa aku harus keluar kota. Disaat itu juga aku langsung melihat Channel BBM, Newsfeed Facebook dan aplikasi CGV serta BookMyShow di teleponku untuk memastikan film ini tayang dimana saja. Dan untungnya film ini tayang di seluruh di Indonesia termasuk kota dimana aku harus kunjungi saat itu. Tapi aku kembali was-was apakah aku tinggal didekat bioskop atau tidak, untungnya aku tinggal di dalam kota. Meski begitu aku dengan mudahnya khawatir kembali untuk mengatur jadwalku dan pihak CGV Blitzmegaplex hanya meng-update jadwal tayang bioskopnya di pagi hari (menjelang siang) saja. Tak ada kepastian akan tayang di daerah mana saja dan jam berapa saja tayangnya. Yang pasti dari aplikasi hanya bisa ditekan hingga tanggal 9 Mei 2017 namun jadwal tayangnya hanya muncul di tanggal hari itu saja.

Pada 4 Mei 2017, aku menyempatkan untuk nonton ini di jam terakhir, 22:05 aku juga tidak sempat untuk marathon atau mengejar film lainnya seperti The Boss Baby, Guardian of the Galaxy Vol 2 dan menonton ulang My Neighbor Totoro di layar tancap. Tapi daripada tidak bisa menonton anime, yang jadwalnya tidak pasti dan anime agak langka tayang di Indonesia lebih baik mengorbankan ketiga film tersebut. Ralat, sebenarnya tahun ini sudah banyak sekali anime yang tayang di Indonesia seperti bulan lalu Spirited Away yang memperingati 15 tahun juga, Sword Art Online The Movie: Ordinal Scale dan KanColle Movie lalu bulan ini ada Kuroko's Basketball Last Game dan apalagi CGV Megablitz sedang mengadakan Anime Week tanggal 19 — 25 Mei 2017 hanya dengan Rp20.000.


A Silent Voice The Movie — Koe no Katachi

Jujur saja, ekspektasiku untuk A Silent Voice The Movie (聲の形; Koe no Katachi) tidaklah tinggi untuk anime ini. Hal didasari oleh serialisasi manga-nya yang mengecewakan untukku, dan film ini dipegang oleh Kyoto Animation yang belakangan ini agak lesu dan tidak bisa memuaskan diriku. Disini Reiko Yoshida yang sudah berpengalaman jauh (●REC, Bakuman., The Cat Returns, Deltora Quest, Genshiken, Romeo × Juliet, Kyoro-chan, Tamako Love Story) menangani menulis script dan Naoko Yamada mengarahkan dan mengontrol anime ini sebagai Sutradara (Hibike! Euphonium series, K-ON! series dan Tamako Love Story).

Cuplikan Film
Cerita dimulai dengan Shouya Ishida yang merobek kalendernya dan berhenti kerja sampingannya. Dengan bekerja selama ini dan menjual semua barang pribadinya ia hendak untuk membayar 'hutang' kepada ibunya. Lalu dilanjutkan dengan cuplikan film ke masa lalu kehidupan Shouya kecil dengan lagu My Generation yang dibawakan oleh The Who. Shouya awalnya tak tertarik sama sekali dengan kepindahan Shoko Nishiyama ke sekolahnya. "Mengapa gadis ini diam saja daritadi," Ia berpikir demikian sambil menatap Shoko. Begitu mengetahui bahwa Shoko ini tuli seakan-akan di otaknya ada suatu tombol yang telah diaktifkan.

Dengan segala keterbatasan yang dimiliki Shoko, lama-kelamaan sekelas kerepotan karenanya dan tidak sanggup lagi untuk menanggapinya. Hal tersebut makin mendorong Shouya untuk mem-bully Shoko. Sedihnya kelakuan Shoya sudah terlalu jauh hingga akhirnya kepala sekolah dan wali kelas turun tangan secara langsung. Pembullyan yang dipimpin oleh Shouya kini telah berbalik arah, sekelas mulai membalas dendam dan membully Shouya, meski mereka sebelumnya juga pernah ikut-ikutan membully Shoko. Atas kejadian yang terjadi ini orangtua Shoko kembali memindahkan putrinya ke sekolah lain. Karena kejadian itu juga Shouya sadar bahwa ia telah melakukan kesalahan terbesar dalam hidupnya.

Shouya yang berusia remaja hendak mencoba untuk menembus dosanya dengan membayar 'hutang' ke ibunya dan mengajak berteman dengan Shoko. Walau hal ini takkan pernah cukup untuk menghapus dosa-dosanya saat ia masih kanak-anak dahulu.

Lembaran Photo
Saat pertama kali mendengar suara Maria, keponakan Shouya yang nampak selalu ceria ini aku mengira seiyuu-nya bekas dari Barakamon atau Amaama to Inazuma. Soalnya suaranya sama-sama terdengan menggemaskan dan sangat kanak-kanak sekali. Maafkan aku Erena Kamata yang sudah mengira pada Kotoishi Naru (dari Barakamon) dan Inuzuka Tsumugi (dari Amaama to Inazuma).

Lalu ketika memperhatikan pembukaan aku selalu memikirkan movienya akan seperti apa. Apakah akan dari manga yang 7 jilid dirangkum dalam kurun waktu 2 jam atau berdasarkan dari one-shot lalu diperpanjang sedemikian rupa. Tapi pilihan kedua nampaknya sangat mustahil dari berbagai pandangan. Jadi aku terus memikirkan bagaimana mereka membuatnya menjadi durasi sebuah movie. Saat awal-awal movie kita akan melihat masa lalu Shouya yang menjadi garis besar dalam jilid satu. Mereka dengan cerdasnya mampu merangkum jilid-jilid awal manga sedemikian rupa sehingga terbentuk belasan menit di movienya yang bisa dinikmati oleh penonton yang tidak/belum membaca serialisasi maupun yang sudah. Setengah jam pertama kita diajak melihat masa lalu hubungan Shouya-Shoko dengan cara seperti melihat lembaran-lembaran foto. Walau sudah dirangkum seepik rupa mereka tetap tak mugkin luput dari kecacatan. Buruknya lagi bagi yang membaca serialisasinya pasti tahu dan jujur saja aku merasa gregeta ketika mereka harus mengorbankan scene-scene yang kena banget di hati, misalnya saja saat Shoko marah ke Yuzuru Nishimiya, adiknya.

A Silent Voice The Movie — Koe no Katachi

A Silent Voice The Movie — Koe no Katachi

Aku awalnya juga cukup kecewa dengan pengisian Saori Hayami sebagai Shoko. Harusnya ia bisa bermain lebih buruk lagi tpai di awal-awal ia bersuara tidak seperti orang tuli, malah suaranya cute. Ku teringat guyonan temanku,"Untuk apa pakai Hayamin, hanya buang-buang uang saja (untuk mengisi tokoh tidak bersuara)" tapi ketika menonton ternyata Shoko cukup aktif bersuara toh.  Kedua, yang aku sempat kecewakan juga adalah Naoka Ueno yang cantik malah digambar terlalu cute, bahkan semua tokoh perempuan digambar menjadi cute.

Rencana Bunuh Diri
Di manga-nya kita akan diberi suguhan untuk mendapatkan cerita masing-masing per tokoh. Tapi cerita ini juga hanya cerita sampingan (yang cukup) singkat. Karena sebenarnya di manga-nya terlalu memfokuskan diri pada hubungan Shouya dan Shoko juga permasalahan yang dibuat dan dihadapi oleh Shoya. Di movie-nya ini mereka mengambil langkah tepat dengan mengutamakan motif cerita pada penyesalan terbesar yang dipendam oleh Shouya. Tanpa harus memperdalam kisah tiap tokoh, movie-nya mampu menyampaikan hubungan Shouya dan Shoko dengan epic. Bahkan hatiku lumayan berdebar ketika melihat scene tearjerking di movie ini (ketika di komiknya aku merasa biasa saja saat membacanya).

A Silent Voice The Movie — Koe no Katachi

Movie Koe no Katachi jauh melampaui dari ekspektasiku, aku benar-benar tersentuh ketika menontonnya. Ending-nya juga mengambil langkah berbeda dari manga-nya. Namun ending-nya juga meh dan cukup hampa untuk beberapa orang. Padahal aku suka bagaimana akhirnya Shouya bisa membuka matanya dan bagiku itu sudah cukup. Aku terpuaskan di movie ini sebab harapan terbesarku dikabulkan, yaitu,  Shouya berteriak meminta maaf pada Shoko. Selain itu movie-nya lebih mengungguli dibanding serialisasi komik dengan alasan yang sangat jelas: cerita tidak bertele-tele. Ya, dengan ini kukatakan bahwa Koe no Katachi adalah salah satu dari sedikit anime/karya yang jauh lebih baik daripada bentuk orisinilnya sendiri.

Btw kemarin aku lupa menyertakan link interview pembuatan Koe no Katachi, silahkan kamu bisa membacanya disini dan disini.
Read more ... → A Silent Voice The Movie
 

Autumn 2015 Anime Chart

【Autumn 2015 Anime Chart】
For other info, click here.
For its hashtags, click here.

Featured Video


Random Posts