November 27, 2016

The Boy and the Beast (Bakemono no Ko)

Jauh dulu sekali aku sempat meng-add sebuah akun official Jepang untuk mendapatkan free sticker regional. Suatu hari tiba-tiba akun tersebut berubah nama dan icon/gambar menjadi anime. Hingga cukup waktu yang agak lama mulai terkuak bahwa akun tersebut menjadi akun official movie yang akan tayang di Jepang.

Kemarin, Sabtu, tanggal 26 November 2016 awal rencananya aku akan maratonin movie di Japan Fun Day Show Japanese Film Festival 2016 mulai dari jam paling pertama, 12.30 hingga jam terakhir 21.30 terlebih lagi Moana sudah tayang di Indonesia, perfect sekali bukan rencanaku. Tapi karena ada acara lain, aku menggeser prioritasku sehingga hanya sempat menonton satu film. Alasan lainnya adalah ternyata aku juga salah mengecek jadwal, ternyata movie yang ingin kutonton marathon itu ternyata hari Jum'at dan aku tidak bisa menontonnya dihari itu.

The Boy and the Beast (バケモノの子; Bakemono no Ko) merupakan animasi action adventure pada tahun 2015 yang memenangkan award Animasi Terbaik ke-37 pada ajang Japan Academy Prizes. Movie ini ditulis dan disutradrai oleh Mamoru Hosoda, yang telah menjebolkan layar lebar dengan Toki wo Kakeru Shoujo, Summer Wars dan Ookami Kodomo no Ame to Yuki. Ketiga karya sebelumnya meraup keuntungan besar dan memenangkan berbagai award, bahkan award Animasi Terbaik Tahunan tak pernah lepas darinya. Sayangnya meskipun aku mengenal baik sekali nama Hosoda tapi aku belum pernah menonton karyanya sama sekali. Ini adalah film Hosoda pertamaku. Teman baikku mengatakan bahwa The Boy and the Beast bukanlah hasil terbaik dari Hosoda karena kurangnya unsur originalitas yang tertuang dalam karya ini. Walau ini film Hosoda pertamakalinya bagiku, aku lumayan membaca dan mendengarkan ulasan temanku itu sehingga aku sedikit menurunkan ekspektasi dan harapan.

Berandalan Tak Beretika
Ren yang berusia 9 tahun baru saja kehilangan ibunya karena sebuah kecelakaan lalu lintas. Ayahnya yang tinggal pisah rumah membuat Ren seharusnya tinggal dengan walinya. Keputusan yang tidak menyenangkan untuk Ren ini disebabkan tak ada kabar sama sekali dari ayahnya. Menolak keputusan orang dewasa yang egois dan semena-mena Ren mengambil jalan lain, melarikan diri, ia akan hidup gembel, berkelana tanpa tujuan, sendirian. Kebencian Ren pada orang dewasa sekitar membuat ia membenci semua manusia yang ada.

Ren yang sedang jongkok mengumpet diri dari keramaian Shibuya mendengar ocehan gila dari Kumatetsu. Monster beruang ini ngomong terus-terusan serta mengajak Ren untuk mengikutinya. Walau Ren mengacuhkannya, tapi tawaran Kumatetsu sedikit menggiurkan karena ia tak punya tujuan kemanapun.


The Boy and the Beast (Bakemono no Ko) - Studio Chizu - Mamoru Hosoda

Tanpa disadari ternyata Ren telah memasuki dunia lain dan tujuan Kumatetsu terlihat jelas, bahwa ia membutuhkan seorang murid agar dapat menjadi Dewa Binatang baru. Ren ogah menjadi muridnya karena etika Kumatetsu yang buruk sekali. Bahkan ia enggan menyebutkan nama kepadanya, sehingga Kumatetsu memberikan nama Kyuuta ke Ren. Sebenarnya Ren juga sedikit kurang ajar atas segala perilaku dan ucapannya yang dilontarkan ke Kumatetsu, ia (mulai) sadar dan berkaca diri dengan sifatnya dan merasa bersalah ke Kumatetsu, meski ia sendiri tidak mau mengakuinya. Secara tak langsung ia sudah menjadi murid pertamanya dan kehidupan sehari-hari mereka berubah. Guru dan murid ini selalu cekcok karena keduanya sama-sama keras kepala dan keduanya juga kurang beretika.

Makna Kekuatan
Meski awalnya mengisahkan seorang anak lelaki yang terjebak di dunia lain tapi poin utama dari anime ini tak jauh dari interaksi guru dan murid yang saling bahu-membahu belajar satu sama lainnya. Ini terlihat jelas pada adegan dimana Kumatetsu dan Kyuuta selalu berlatih bersama, tiap hari, tanpa mengenal cuaca yang menghadang. Jujur saja pada bagian ini sebenarnya terasa cukup flat sekali. Yah aku akui saat mereka berlatih itu tergambar smooth dan indah sekali tapi tetap saja, flat. Bahkan ketika berjalan mencari filosofi menjadi kuat hanya terlihat sekilas saja. Dan tentu saja cerita otomatis terpusat menjadi guru-murid.

Sisi Gelap Menggerogoti Manusia
Kesampingkan dahulu plot umum guru-murid yang ada, Hosoda berhasil memberikan drama yang tajam ketika Kyuuta sudah mulai tumbuh berkembang dewasa namun Kumatetsu nampaknya tidak berubah sama sekali.

Kita akan menemui 3 masalah dari cerita ini, kebimbangan Kyuuta untuk tetap tinggal bersama Kumatetsu atau mencari ayahnya kembali, kompetisi menjadi Dewa Binatang baru, dan kebusukan Ren yang masih terpendam sejak ia dari kecil. Tatara dan Hyakushuubou yang selalu mengawasi guru-murid sejak pertama kali bertemu memberikan suatu pelajaran/dampak penting kepada mereka berdua dan pertemuan Ren dengan Kaede juga tak kalah pentingnya membangun kedewasaan Ren yang semakin mantap. Character development yang ada disini menyentuh sekali.

Konstelasi Biru Ikan Paus
Walau tadi kukatan cukup hambar saat adegan Kumatetsu dan Kyuuta berlatih bersama tapi saat menontonnya aku terkesima dengan audio dan animasi ditampilkan The Boy and the Beast. Bahkan kebimbangan Kyuuta dan Kaede yang siap menemani dan menuntunya setiap saat membuat perasaanku hanyut saat menontonnya. Masalah yang disimpan pada masing-masing karakter yang ada membuat aku jatuh semakin dalam pada drama yang diciptakan oleh Hosoda. Film ini juga banyak memotivasiku untuk kembali melakukan hal-hal positif (yang ingin kulakukan selama ini). Dua adegan favoritku ketika Kyuuta mengintimidasi Kumatetsu dengan meniru gerakannya dan saat Kaede menyadarkan Ren saat ia kebingungan.

Japan Fun Day Show Japanese Film Festival Indonesia 2016

Japan Fun Day Show Japanese Film Festival Indonesia 2016

Japan Fun Day Show Japanese Film Festival Indonesia 2016

Penutup dari tulisan ini aku akan OOT seperti biasa dan sedikit bercerita tentang acara Japanese Fun Day Show. Meski panggungnya cukup kecil dan tidak terlalu banyak booth yang berjejer berdiri, tapi dengan ukuran segitu sudah ramai dihuni berbagai pengunjung dari awal hingga malam. Booth yang ada juga memberikan harga yang terjangkau dan screening yang tayang harganya terjangkau. Aku sangat menyukainya sekali. Oh aku ingin sekali menonton Chihayafuru Live Action dan masih lumayan penasaran dengan The Anthem of the Heart, yah walau banyak sekali yang mengatakan anime ini kentang sekali (termasuk semua temanku) tapi aku tetap penasaran ingin menontonnya! Oh ya, tanggal 7 Desember 2016 mendatang Kimi no Na wa. juga akan tayang di Indonesia, aku harus menontonnya di layar lebar.
Read more ...The Boy and the Beast (Bakemono no Ko)

November 19, 2016

Dumbbell Nan Kilo Moteru?

Seusai membaca Hajimete no Gyaru, aku langsung segera mencari komik yang memiliki tokoh gyaru. Mudah saja, tinggal klik tag gyaru di Baka Update, sortir berdasarkan rating dan langsung iseng membacanya. Tak bisa dipungkiri, gyaru itu memang mempunyai ciri khas yang kuat sekali dan seketika menancap dihatiku.

Sekitar dua bulan yang lalu, facebook-ku lumayan ramai dengan artikel plank. Bila dikatakan artikel mungkin sedikit kurang tepat, karena sebenarnya itu adalah sepotong halaman sebuah komik yang sedang menjelaskan bagaimana melakukan dan manfaat plank.


Dumbbell Nan Kilo Moteru?

Dan baru sore tadi aku baru mengetahui bahwa yang sempat populer di-facebook-ku adalah Dumbbell Nan Kilo Moteru? (ダンベル何キロ持てる?; Danberu nan kiro moteru?). Komik ini menampilkan seorang gadis gyaru dengan dark skin yang seksi serta gadis LSBH berparas anggun. Komik ini ditulis oleh Sandrovich Yabako yang hingga saat ini masih aktif berkarya menulis  Kengan Ashura dan urusan hot sexy girl diserahkan kepada MAAM.

Tubuh Ideal
Sakura Hibiki, sama seperti gadis SMA pada umumnya, namun saat ini ia sedang mengalami masa kritis. Hobi makan nan ngemilnya yang tak terkontrol membuat berat badannya tambah lagi. Sebagai gadis SMA tentunya ia concern juga dengan bentuk tubuhnya. Mau dong berpenampilan menarik, bisa memikat lawan jenis atau mengenakan bikini yang imut.

Naiknya berat badan dipicu karena tak melakukan apa-pun dan hanya ngemil saja terus. Meskipun tekadnya sudah bulat dan melakukan beberapa olahraga, Hibiki langsung kandas di awal. Ia tak sanggup menjalani latihan olahraga. Karenanya ia rela menghabiskan sekocek uang agar dapat melangsingkan perutnya. Akan tetapi disaat bersamaan ia juga belum bisa mengubah kebiasaan ngemilnya.

Danberu nan kiro moteru?

Sesampai di gym ia sama sekali tak menduga bahwa ia akan bertemu dan berlatih bersama dengan Soryuuin Akemi, kembang bunga di sekolahnya, dan ia melihat sisi 'menarik' dari gadis cantik belia tersebut.

Cek Kalori
Khusus bagi yang doyan ngemil, kamu bisa memperhatikan kira-kira berapa banyak kalori yang telah dikomsumsi. Setiap makanan yang dikonsumsi oleh Hibiki selalu ada keterangan berapa banyak food kalorinya.

Begini, atau Begitu?
Bagi kamu yang pemula atau ingin memulai melakukan workout di rumah, membaca komik ini merupakan salah satu referensi yang tepat. Kita bisa mengetahui bagaimana cara melakukannya dengan benar dan apa dampaknya bila salah melakukan serta hasil dari workout akan membentuk otot apa saja.

Bukan Ecchi
Walau sering menampilkan pose-pose seksi Akemi yang erotis, khusus untuk satu ini takkan kukatan ecchi. Dibandingkan memedulikannya yang sedang unjuk keseksian tubuhnya yang sempurna aku lebih terpaku pada penjelasannya yang ringkas, jelas dan mudah dimengerti. Maka sayang sekali bila aku lebih mengutamakan tubuh seksi Akemi yang merupakan hasil kerja keras melakukan workout secara rutin nan teratur. Sekali lagi, memang, fakta-fakta seputar workout lebih menarik.
Read more ...Dumbbell Nan Kilo Moteru?

November 12, 2016

Hajimete no Gyaru

Komik yang kubaca dalam 3 hari ini, saat aku mendapatkan sedikit waktu luang dan kebetulan sekali internetku sedang bagus-bagusnya aku langsung membacanya hingga chapter terbarunya.


Hajimete no Gyaru


Hajimete no Gyaru (はじめてのギャル) ditulis oleh Ueno Meguru mengisahkan percintaan remaja seorang pemuda yang tak populer bisa berpacaran backstreet dengan gyaru. Adegan / cerita per chapter-nya masih mudah ditebak dan tipikal romance shounen, selalu dibumbui oleh ecchi karena, yah biasa, peran utamanya memang mesum.

Beruntung, atau Nasib Sial?
Musim semi telah tiba, tak hanya iklam saja yang bersemi tapi para pemuda-pemudi juga sedang memasuk musim semi. Tapi di semester baru ini nasib Junichi Hashiba masih sama, virgin, jones. Dan teman satu gengnya juga pada masih ngejones semua. Bodohnya satu gengnya ini malah ngebaca buku porno untuk meruntuhkan mood pasangan yang sedang pada mojok.

Junichi yang putus asa malah menerima tawaran teman satu gengnya dan turut ikut membaca. Bahkan belum sempat membuka selembar pun, ia sudah dipergoki oleh Yukana Yame, gadis gyaru populer di sekolahnya.

Setelah digalaki oleh gyaru, bukannya jera eh mereka malah asik ngomongin hal mesum tentang gyaru. Dan teman satu gengnya akhirnya mengerjai Junichi untuk menembak Yukana, tentunya mereka sudah penuh persiapan dengan mengirimkan love letter ke kotak sepatunya.

Walau Yukana tidak tertarik dengan pernyataan Junichi bukan berarti ia menolaknya, Yukana akhirnya menarik tangan Junichi yang hendak pergi setelah pernyataannya yang super gagal. Gyaru ini pun memutuskan untuk mencoba berpacaran dengan laki-laki polos mesum yang tak populer.
Read more ...Hajimete no Gyaru

October 23, 2016

Time Travel Shoujo Mari Waka to 8-nin no Kagakusha-tachi

Sebenarnya Summer 2016 ada beberapa kartun menarik yang layak untuk diikuti, tapi entah mengapa yang rajin dan selesai kutonton dari musim kemarin adalah Time Travel Shoujo Mari Waka to 8-nin no Kagakusha-tachi (タイムトラベル少女~マリ・ワカと8人の科学者たち~; Time Travel Girl: Mari, Waka, and the Eight Scientists). Aku bohong kalo aku tidak tertarik dengan judulnya, meski aku tahu kartun ini tidak akan menekankan teori/tentang time travel.


Time Travel Shoujo Mari Waka to 8-nin no Kagakusha-tachi

Walau aku juga mengetahui ini adalah acara anak-anak aku masih tetap menontonnya. Kartun ini diadaptasi dari buku The Complete Collection of Invention and Discovery Tales: Magnetism and Electricity (Hatsumei Hakken Monogatari Zenshuu ~ Jishaku to Denki no Hatsumei Hakken Monogatari) yang ditulis oleh pendidik jepang Kiyonobu Itakura pada tahun 1983. Part Hatsumei Hakken Monogatari Zenshuu sendiri menjelaskan tentang listrik dan magnet. Osamu Yamazaki yang berpengalaman dalam Terra e..., Itazura na Kiss dan Hakuouki bekerja sama dengan WAO! World untuk mengarahkan Time Travel Shoujo Mari Waka.

Baby don't Hertz me!
3 tahun setelah ayahnya pergi menghilang, kini Mari Hayase hanya tinggal bersama ibu dan adiknya. Tapi itu bukanlah hal yang baru, karena memang dari dulu ayahnya suka pergi entah kemana tanpa memberi kabar. Salah satu benda peninggalannya yang disimpan oleh Mari adalah kalung armillary compass darinya.

Mari yang baru tiba dikelas langsung ditarik Waka Mizuki, sahabat masa kecilnya. Ia meminta bantuan ke Mari untuk membuat kue yang nantinya akan diberikan ke orang yang disukai. Karena belum mengetahui bahan dan keperluan apa saja yang dibutuhkan untuk membuat kue yang diinginkan, Waka meminjam laptop di kamar kakaknya. Mari pun ikut masuk ke kamar kakaknya Waka, sekilas ia melihat buku yang sama ada di laboratorium ayahnya. Begitu menyentuh buku tersebut, tanpa pengetahuan apa-apa, Mari pergi ke masa lalu, ke jaman William Gilbert, sang penemu magnet.

Time Travel Shoujo Mari Waka to 8-nin no Kagakusha-tachi

Thank God It's Faraday
Sesuai denganjudulnya, ada 8 scientist yang dikisahkan dalam kartun ini, William Gilbert, Benjamin Franklin, Alessandro Volta, Michael Faraday, Samuel Morse, Graham Bell, Heinrich Hertz, dan Thomas Edison. Sayang pembagian kisah kedelapan penemu ini  tidak mendapatkan porsi yang adil. Ada yang dua episode, satu episode dan bahkan kisah Morse hanya mendapatkan porsi setengah episode.

Time Travel Girl: Mari, Waka, and the Eight Scientists

Kisah-kisah penemuan diceritakan secara menarik, seperti bagaimana Benjamin Franklin bersikeras tuk memasangkan penangkal petir ke gereja, saat itu petir dianggap sebagai bentuk kemarahan tuhan dan Franklin dianggap kafir karena menentang kepercayaan. Dan sayangnya kisah Thomas Alva Edison tidak diperdetil, ketika arc Edison berlangsung ceritanya lebih berpusat pada Mari bertemu kembali dengan ayahnya yang menghilang.

Di penghujung acara ada sesi Quick Science yang menjelaskan lebih lanjut atau sekedar memberi contoh bagaimana sains tersebut bisa terjadi. Dengan ditunjukkan penelitian tersebut kita juga bisa mengetahui apa fungsi dan manfaat untuk saat ini.

Btw, kartun ini sedikit mengingatkanku pada Kuis Indosat Galileo, dulu aku kecil menontonnya kurang begitu ngerti (tapi tetap saja terus ditonton). Kartun ini menjadi tontonan yang tepat bagi yang ingin tahu sedikit sejarah magnet dan listrik. Kalian penasaran kok bisa mengirimkan foto dari kamera langsung ke tablet? Ingin tau jawabannya? Mari kita tanya Galileo! Eh maksudku, tonton saja Time Travel Shoujo Mari Waka to 8-nin no Kagakusha-tachi. Sains itu seperti sihir ya!
Read more ...Time Travel Shoujo Mari Waka to 8-nin no Kagakusha-tachi

September 26, 2016

Kimi no Na wa. (your name.)

Sebenarnya udah sejak 2 minggu yang lalu aku ingin membahas Kimi no Na wa. (君の名は。; your name.) namun kuurungkan terus niatku. Soalnya yah, sebenarnya aku sendiri bingung tiap kali (ingin) membahas karya dari Makoto Shinkai, CoMix Wave Films dan Hayao Miyazaki, Studio Ghibli. Karena pada akhirnya aku pasti stunning dan terkesima melihat karya-karya mereka.


Kimi no Na wa. (your name.)

Toh, ternyata kebahas juga diblog ini. Kimi no Na wa. merupakan salah satu anime movie yang paling ditunggu tahun ini. Oh perlukah aku menjelaskan? Pertama: Makoto Shinkai. Sutradara satu ini berhasil mengeluarkan karya-karyanya yang epic dari segi cerita dan animasi. Ia sangat lihai memainkan alam dan suasana yang ada di dalam animasinya sehingga memperkuat perasaan menggebu-gebu ketika melihat scene-scenenya yang sedang klimaks.

Pertama kali aku mengenal karya Shinkai adalah Voices of a Distant Star (ほしのこえ; Hoshi no Koe) kisah dua insan yang menjalani hubungan LDR (long-distance relationship) antar planet lalu dilanjutkan dengan kecepatan rata-rata manusia berjalan selama hidupnya adalah 5 Centimeters Per Second (秒速5センチメートル; Byousoku 5 Centimeter). Kedua karya tersebut adalah favoritku, bahkan aku masih ingat sekali (salah satu) quote-nya yang kurang-lebih,"Harus berjalan secepat apa agar aku bisa menemui?" plus ceritanya yang sangat real sekali. Serta untuk Voices of a Distant Star mengingatkanku dulu semasa sekolah aku dan guruku pernah iseng menghitung kecepatan mengirim text (SMS) dari Bumi ke Bulan atau dari Pluto ke Bumi.

Dan menurut data yang didapat Anime News Network Kimi no Na wa. berhasil meraup keuntungan box office sebesar 10 milyar yen, sebuah angka yang super duper fantastis.

Komet Pelangi
Mitsuha Miyamizu, seorang gadis yang tinggal di kampung Itomori dan bertugas di kuil melestarikan kewajiban keluarganya turun-menurun. Ia bosan dengan rutinitas sehari-harinya dan minimnya fasilitas yang ada di kampungnya. Seusai ritual kuilnya, Mitsuha meneriakkan keinginannya agar terlahir kembali sebagai cowok tampan yang tinggal di Tokyo di kehidupan selanjutnya.

Keesokan paginya, ternyata teriakkan gila tersebut membuatnya ia jatuh ke dalam mimpi yang sangat nyata. Mitsuha kini adalah cowok tampan yang tinggal di kota satellite. Mitsuha yang baru pertama kali melihat Tokyo seperti apa, benar-benar tak bisa menahan kenorakannya.

Bagi Mitsuha ini adalah mimpi indah, namun berbeda dengan Taki Tachibana. Taki terkena mimpi yang serupa, tiba-tiba ia bangun menjadi seorang cewek yang tinggal di perkampungan. Untuk memastikan ia beneran cewek atau bukan, ya tentu saja, meremas dadanya sendiri.

Ternyata Mitsuha dan Taki saling bertukar tubuhnya, entah apa penyebabnya, yang pasti mereka harus menjalani kehidupan mereka tanpa dicurigai orang-orang di lingkungan sekitarnya. Inilah kisah sepasang adam dan hawa yang tubuhnya tertukar.

Permulaan yang Berbeda
Untuk Kimi no Na wa. boleh kubilang engga seperti karya biasanya. Di 30 menit pertama ceritanya lebih santai, segar dan humoris. Disini kita bisa melihat bagaimana Mitsuha dan Taki menjalani rutinitas baru dan mengubah kebiasaan mereka berdua. Karena kebiasaan dia tidak sesuai dengan dirinya. Maka mereka berdua sepakat membuat perjanjian bagaimana dan harus seperti apa untuk menjadi dirinya. 30 Menit setelahnya barulah penonton digiring ke part yang lebih serius. Apa sejarah dan customs yang ada di kampungnya Mitsuha.

Tema karya kali ini adalah Musubi knot, Miracle dan Perjalanan Waktu. Disini akan dijelaskan apa arti dari musubi knot, istilah-istilah kepercayaan, perwujudan aliran waktu dan suatu bentuk dari hubungan orang-orang. Meski tidak terlalu kental penggunaan customs dan kepercayaan tapi tetap bisa disampaikan baik dengan cara menggunakan istilah berulang. Contohnya: kataware-doki (twilight; periode antara siang hari dan terbenamnya matahari).

Dibandingkan penjelasan historinya, Kimi no Na wa. lebih menonjolkan cara komunikasi yang unik diantara kedua insan ini. Meski keduanya tidak pernah saling bertatapan, berbicara langsung, bahkan bertukar text tapi keduanya tetap bisa berhubungan baik.

Shinkai kembali mempermainkan perasaan penonton dengan adegan-adegan khas tertentu miliknya. Dengan adegan kecil seperti melihat text di teleponnya, merenungi bingkai foto yang terpajang dinding, melihat bintang di malam hari, oh tentu saja jangan lupa kereta yang melegenda. Kurang-lebih Kimi no Na wa. juga menggunakan pola yang sama di Kotonoha no Niwa (言の葉の庭; The Garden of Words), diperlihatkan keindahan alam sekitar dengan tujuan sebenarnya adalah mengenang dan merenungkan sesuatu. Alam yang ada karyanya selalu memiliki arti kuat dengan perasaan yang dihadapinya saat itu.

Umumnya pengambaran cuaca digunakan untuk menentukaan perasaan; siang hari pertanda mood ceria atau hujan memberi kesan kesedihan atau kerisauan. Well, Shinkai tak hanya memainkan suasana itu saja. Dia mempertajamnya dengan penggambaran alam dan lingkungan seperti hamparan bintang di malam hari, kabut di pegunungan, senja hari dan pohon yang berbunga. Sehingga penonton mengetahui dan turut merasakan apa yang sedang dialami oleh Mitsuha atau pun Taki. Bahkan penggambaran malam hari Kimi no Na wa. terlihat sangat spesial sekali.

Walau menggunakan pola permainan yang sama tapi anehnya itu menjadi ciri khas yang kental dan menyentuh dari karya-karya milik Shinkai. Penonton terus penasaran apa yang selanjutnya akan terjadi.

Disamping itu, satu racikan yang menyempurnakan adegan-adegan klimaksnya adalah BGM. Seperti biasa musik pengiring scene-nya sukses membuat penonton larut dalam film. Lagu-lagu yang dilantunkan oleh RADWIMPS menghiasi komet pelangi menjadi semakin indah dan menenggelamkan penonton ke lubang perasaan yang lebih dalam.

Kimi no Na wa. (your name.)

Kimi no Na wa. (your name.)

Hujan Salju
Walau tidak memberikan hal yang baru tapi keahlian Makoto Shinkai dalam merangkai cerita dan menyutradarai tidak pernah membuat penonton bosan. Shinkai tetap lihai memainkan scene-scene yang siap memerangkap perasaan orang di detik-detik terakhir yang menegangkan. Untuk ending-nya kubilang cukup berani, tidak terlihat sama seperti karya-karyanya sebelumnya. Disini You Yamada bertugas sebagai Sound Director, perpaduan warna diserahkan pada Yoko Miki yang bertanggungjawab sebagai Color Setting dan keindahan background art dipegang oleh Mateusz Urbanowicz.

Kimi no Na wa. (your name.)

"You used to have a bit of a crush on me, right? But now you like someone else."
Read more ...Kimi no Na wa. (your name.)

September 22, 2016

ClariS Akan Mengadakan Konser Budokan Perdananya di 2017

Pada tanggal 18 September lalu ClariS mengumumkan di situs resminya bahwa mereka akan mengadakan konser Nippon Budokan perdananya pada 10 Februari 2017 mendatang. Berita ini juga diumumkan ketika mereka melakukan encore saat hari kedua konsernya di Pacifico Yokohama yang bertajuk "ClariS 1st HALL CONCERT in Pacifico Yokohama National Convention Hall." Bila kalian tidak tahu, tempat konser ini sangatlah spesial. Nippon Budokan sudah sering menjadi ajang konser internasional ternama seperti: The Beatles, Bob Dylan, Cheap Trick, Deep Purple, Queen, dan The Rolling Stones.


Belum bisa dipastikan apakah di konser Budokan-nya mereka akan reveal wajahnya atau tidak. Semenjak 5 Januari 2014, ketika ClariS mulai pertama kali tampil diatas panggung dihadapan banyak orang. Sayangnya di konser bertajuk "2014 New Year's Festival Hajimari no Yokan at Zepp Tokyo" ClariS memang berdiri diatas panggung namun sosok mereka berdua ditutupi oleh tirai besar sehingga penonton hanya bisa melihat siluet bayangannya saja.


ClariS Budokan 2017

2014 New Year's Festival Hajimari no Yokan at Zepp Tokyo

Masih dihantui rasa penasaran bagaimana sosok kedua gadis tersebut, pada 4 Juni 2014 Alice secara resmi mengundurkan diri ClariS demi mengejar studinya. Hingga akhir masa aktif Alice, tidak ada yang tahu secara pasti bagaimana rupa Alice.

Dalam waktu beberapa bulan, Clara menjadi satu-satunya personil di grup ClariS. Kesendirian Clara berakhir pada 25 Oktober 2014, disaat itu Karen direkrut menjadi personil ClariS dan menggantikan sosok Alice. Tentunya mereka masih mengrahasiakan identitas.

Tahun lalu, 31 Juli 2015, ClariS naik keatas panggung untuk konser di Zepp Tokyo. Walau sudah tidak terhalangi oleh tirai besar namun para fans masih harus terus bersabar karena mereka berdua tampil menggunakan cadar dan topi besar untuk menutupi wajahnya.

Konser ClariS di Zepp Tokyo

Sayang sekali ya hingga detik ini kita belum bisa tahu bagaimana wujud gadis penyanyi duo ini dan terus berharap apakah mereka akan mereveal dirinya saat melakukan konser di tempat bergengsi Budokan. Tapi sebagai fans yang baik kita tetap harus menghargai dan mendukung komitmen mereka untuk menjaga identitasnya.

Sumber: Akiba Nation
Read more ...ClariS Akan Mengadakan Konser Budokan Perdananya di 2017

September 10, 2016

Hatsune Miku: Project Mirai DX

Pertama kali aku mengenal Vocaloid itu (bila tak salah) pada tahun 2007an, dan aku langsung klop dengan suara Hatsune Miku yang menggemaskan dan lagu-lagunya yang catchy. Tapi kesukaanku pada Vocaloid hanya bertahan dalam beberapa bulan. Aku bosan dengan suaranya yang generik tak manusiawi. Lalu sekitar 2012an aku sempat mendengarkan kembali lagu-lagu Vocaloid yang telah di-cover oleh utaite, termasuk utattemita barat dan Indonesia.

Di era Kagerou Project, Aku semakin terpincut dengan lagu Vocaloid apalagi banyak lagu-lagu dari Kagepro yang di-cover. Sayangnya pengetahuanku akan lagu-lagu Vocaloid tidak banyak jadi kebanyakan aku hanya mendengarkan lagu yang sama namun di-cover oleh utaite berbeda. Aku mencoba mengubek-ubek varian utaite dari Youtube dan random klik menyetel judul lagu berdasarkan Wikia Utaite. Apalagi di tahun yang sama, Google Chrome Jepang mempunyai iklan yang fresh berjudul Tell Your World yang dilatunkan oleh Hatsune Miku.

Penyesalanku saat ini adalah aku menolak tiket konser gratis Hatsune Miku EXPO 2014 in Indonesia yang ditawarkan oleh temanku, karena saat itu aku sedang dikejar oleh deadline tugas. Walau aku tidak datang ke Expo tersebut nyatanya tugasku tetap selesai di injury time.


Hatsune Miku: Project Mirai DX

Dance, Dance on this Never-Ending Night
Hatsune Miku: Project Mirai DX terdiri dari  6 karakter yang dapat dimainkan; MEIKO, KAITO, Hatsune Miku, Kagamie Rin & Len, dan Megurine Luka. Sedangkan Megpoid GUMI hanya tampil sebagai tamu disini yang bertugas memberitahu notifications kepada pemain. Karakter yang dipilih nantinya akan siap menemani screen 3DS-mu.

Terdapat 48 lagu yang dapat dimainkan dengan dua cara: Tap layarmu atau gunakan button. Beda cara maka beda jumlah button dan cara memainkannya. Jadi apabila kamu sudah hapal dengan nada-nada yang harus di tap layarmu, maka bila kamu memainkan dalam button mode belum tentu sama ketika kamu menekan layar dengan button.

Ketika kamu memainkan dengan tap maka akan ada suatu gerakan dimana pemain harus menggesek (atau mengusap) layar sesuai dengan directional icon dilayar. Sedangkan di button mode directional icon biasanya akan muncul dimana kamu harus menekan face button dan d-pad bersamaan. Walau button mode, sebenarnya kamu tetap bisa memainkannya dengan cara tap. Layar touchscreen-nya akan menampilkan sesuai dengan facebutton. Hingga saat ini aku masih kebingungan memainkan button mode menggunakan cara tap ketika ada directional icon harus ditekan bersamaan dengan face button.

Karena aku terbiasa memainkan dengan menggunakan tap mode, aku juga seringkali kagok ketika ada nada panjang yang harus memutar analog 3DS. Di tap mode simple saja, pemain tidak harus mengusapnya secara lingkaran (bisa dengan mengusapnya satu arah bolak-balik saja). Banyak putaran analog yang kamu lakukan maka makin banyak uang yang kamu peroleh nantinya.

Shake Your Way to Paradise
Lagi-lagi, karena aku sebelumnya terbiasa memainkan Dance Dance Revolution dan Theatrhythm Final Fantasy: Curtain Call biasanya ketika pemain sudah memilih lagu yang akan dimainkan maka di screen ada jeda sebentar sebelum lagu diputar, starting line-lah gitu deh, bersiap-siap untuk main. Tapi disini tidak ada, jadi saat kamu sudah menekan lagu yang dipilih segeralah fokus ke layar.

Di game ini, penilaian skor-nya cukup berbeda dengan game rhythm umumnya. SEGA tidak menggunakan kata 'Perfect', 'Great' maupun 'Good'. Untuk menilai ketepatnya adalah 'Cool', 'Fine' dan 'Fair' bahkan ketika aku pertama kali memainkan ini aku mengira Cool itu adalah Good.

Terlalu mudah hanya menekan-nekan button di handled? Maka di screen akan ada garis yang akan membuat pemain bingung atau kehilangan fokus, digaris mana button icon selanjutnya yang akan muncul.

Pemain bisa menggunakan Play Coin untuk membuat permainan menjadi lebih mudah atau pun lebih sulit. Well, keputusan ada ditangan pemain.

Bukan Sekedar Musik
Project Mirai DX tak hanya menampilkan musik, game ini punya lebih banyak fitur lagi di dalamnya. Salah satunya merayakan ulang tahun karakter Vocaloid. Menjelang hari ulang tahun karakter Vocaloid tersebut, bila kamu sedang menggunakan karakter Vocaloid lain (yang tidak sedang ulang tahun) maka ia akan memberi suatu clue bahwa 'si anu' akan ulang tahun lho, sebaiknya pemain menyiapkan 5000 MP agar dapat merayakannya.

Hatsune Miku: Project Mirai DX - Hatsune Miku's Birthday

Sayangnya aku lupa untuk screenshot ketika Len memberitahuku bahwa Miku akan ulang tahun pada bulan lalu.

Selain itu, pemain bisa mendekorasi kamar dengan berbagai aksesoris, seperti nendoroid, bunga, poster dan hiasan lainnya. Varian kamarnya pun bisa dipilih sesuai selera pemain, bahkan tersedia resort villa atau pun apartemen mewah. Sedihnya, khusus dua kamar tersebut pemain harus menyewanya (tidak bisa dibeli) dan diberi waktu untuk batas akhir sewa... dan mahal pula!

Hanya kamar? tidak juga kamu juga bisa memilih-milih pakaian yang akan dikenakan karakter Vocaloid. Bosan dengan pilihan pakaian, coba kenakan pakaian karakter lain, misalnya Megurine Luka mengenakan pakaian MEIKO atau KAITO mengenakan pakaian Len. Pemain juga diberi leluasa untuk mengganti pakaian di Music Video.

Hatsune Miku: Project Mirai DX - матрёшка

Sedang lelah, hanya ingin bersantai? Kamu bisa menikmati lagu-lagu Vocaloid dalam theatre mode sambil bernyanyi sepuas hati dan menonton music video kesukaanmu. Disitu juga pemain bisa memberikan komentar berjalan atau menambahkan efek suara seperti tepuk tangan dan bunyi drum.

Mini-game juga tersedia bila kamu sedang jenuh. Kamu bisa bermain Puyo Puyo 39 dan Othello bersama karakter Vocaloid.

Menyanyikan lagu catchy Vocaloid sepertinya ada yang kurang bila tidak dilengkapi dengan koreografi tarian. Disini juga terdapat fitur menciptakan koreografi dengan cara mix'n'match dance card yang kamu dapatkan ketika menyelesaikan sebuah lagu. Pembagian jenis tarian berdasarkan sifat dan gerakan tariannya; Basic, Kool, Cute, Active, P.Video dan Finish. Kamu bisa mengubah tarian di music video dengan detil tarian buatanmu sendiri.

Bebas Berinteraksi

Hatsune Miku: Project Mirai DX - shake it!

Dibuka dengan Nice To Meet You, Mr. Earthling dan ditutup dengan shake it! sebuah lagu yang membuat badan tak ingin berhenti bergoyang. Walau hadir dengan ukuran Nendoroid bukan berarti tarian mereka tidak bisa untuk dinikmati, Hatsune Miku: Project Mirai DX tetap memperhatikan detail gerak-gerik tubuh saat menari. Malah dengan porsi badannya yang mungil membuat mereka makin menggemaskan.

Pemain juga bisa berinteraksi dengan para Vocaloid untuk melihat reaksi mereka, bahkan aku seringkali berteriak untuk mengagetkan MEIKO. Pemain bisa memberi snack atau membelikan makanan untuk melihat ekspresi mereka yang lucu overload.
Read more ...Hatsune Miku: Project Mirai DX
 

Autumn 2015 Anime Chart

【Autumn 2015 Anime Chart】
For other info, click here.
For its hashtags, click here.

Featured Video


Random Posts