February 15, 2017

THE iDOLM@STER SideM Diangkat Menjadi Anime

THE iDOLM@STER SideM Anime


Semenjak perilisan mobage THE iDOLM@STER SideM pada pertengahan tahun 2014 selalu membuat fansnya penasaran. Kapan ya kira-kira diangkat menjadi anime. Tapi akhirnya setelah penantian selama 3 tahun terwujudkan juga!



Kemarin sore ada kabar mengembirakan tentang seri satu ini. Bahwa THE iDOLM@STER SideM akan ada animenya. Pengumuman diberitahukan pada saat konser THE iDOLM@STER SideM 2nd Stage ~Origin@l Stars~ yang berlangsung pada hari Minggu kemarin. Tentunya mereka juga sudah menyiapkan sebuah PV yang membuat para fansnya makin hype saja.


Selain menunjukan poster dan PV-nya, THE iDOLM@STER SideM masih memiliki acara lainnya yang akan di-streaming pada 15 Maret mendatangnya melalui jasa layanan Niconico Live. Mereka akan streaming di Stasiun Ani-On Akihabara di Tokyo. Mereka tampak sengaja memilih tanggal tersebut sesuai dengan nama Production-nya pada game (315Production, dibaca Saiko Production alias Ultimate Production).

Pada acara tersebut akan diungkapkan lebih rinci tentang visual, staff dan lainnya. Situs anime-nya juga telah disiapkan dengan tautan http://side-m.idolmaster-anime.jp/

THE iDOLM@STER SideM merupakan sebuah spin-off dari franchise THE iDOLM@STER yang berfokuskan pada idol laki-laki. Ada sebanyak idol 46 laki-laki yang bisa direkrut termasuk 4 idol dari seri sebelumnya, yaitu Ryou Akizuki bermula pada 876Production serta Touma Amagase, Hokuto Ijuuin dan Shouta Mitarai yang berasal dari 961Production. Tiap karakternya dibagi atas 3 tipe; Physical (merah), Intelligent (biru), dan Mental (kuning). Sama seperti permainan mobile sebelumnya, pemain akan menjadi Producer dan membimbing mereka untuk menjadi seorang idol. Saat ini, aplikasi game ini telah di-download sebanyak 1 juta kali.

Sumber: Akiba Nation
Read more ... → THE iDOLM@STER SideM Diangkat Menjadi Anime

February 13, 2017

The Anonymous Noise

Salah satu komik yang aku baca karena melihat cover-nya yang menarik di Line Manga. Yang tak lama kemudian terbit di lokal setelah aku melihatnya melalui aplikasi tersebut. Ketika di toko buku aku juga tak pikir panjang dan langsung instant buy.

Sebelumnya aku juga sudah pernah membaca karya Fukuyama Ryoko yang berjudul Charming Junkie (悩殺ジャンキー; Nousatsu Junkie) yang menceritakan tentang modelling. Sayangnya aku biasa saja membaca karya tersebut sehingga tak lanjut ke volume kedua (meskipun karya tersebut adalah karyanya yang paling hits). Salah satu alasan mengapa aku gemar membaca komik shoujo adalah adanya author note, atau pojok penulis di halaman-halaman tertentu (biasanya akan memakan 1/3 atau 1/4 halaman). Bagiku sangat menarik untuk mengetahui sepotong diari kecil dari penulis, entah ia menuliskan proses pembuatan komiknya atau menceritakan kesehariannya.

The Annonymous Noise (覆面系ノイズ; Fukumenkei Noise) merupakan komik terbarunya yang terbit pada tahun 2008. Saat ini di Jepang sendiri sudah rilis sebanyak 7 volume.


The Annonymous Noise - Fukuyama Ryoko

Cinta Bertepuk Sebelah Tangan
Band misterius bergaya dengan pembalut perban dan penutup mata yang sedang terkenal di kalangan anak muda, in NO hurry to shout, dikabarkan akan bubar. Belum lama ini, single mereka yang ketiga baru saja menduduki peringkat 4 pada chart Oricon. Semua remaja di penjuru sekolah meributkan tentang berita ini.

Kanade Yuzuriha, akrab dengan sapaan Yuzu, sama sekali tak terusik dengan berita tersebut. Diam-diam sebenarnya ekskul band yang dikelola oleh Yuzu adalah para member in no hurry. Ia mengatakan dengan tegas percuma saja melanjutkan band mereka bila Yuzu sudah tidak bisa lagi menuliskan lagu untuk bandnya.

Setelah ada sedikit percikan di ruang ekskul, mereka tetap harus tampil di depan panggung Masa Orientasi Siswa. Yoshito Haruno (Haruyoshi), selaku ketua ekskul band yang tampil nyentrik dengan rambut pirangnya mengatakan sepatah-duapatah sebelum bermain. Tapi begitu mulai, Ayumi Kurose malah salah memukul drum. Karena sudah terlanjur, mereka tetap memainkan High School lagu dari in no hurry. Ditengah serunya permainan mereka, ada seorang gadis yang membuka maskernya untuk ikut bernyanyi dikerumunan tersebut. Yuzu mendadak berhenti begitu mendengar suara tak asing baginya. Mereka berdua saling beradu mata lalu lari meninggalkan panggung. Sudah 6 tahun lebih lamanya Yuzu tidak melihat dan mendengarkan suara khas gadis tersebut, Nino Arisugawa.

Burung Kenari 
Aku semakin terkejut begitu membaca pojok penulis di jilid kedua bahwa The Anonymous Noise mempunyai Promotion Video alias PV khusus yang melibatkan anggota MAN WITH A MISSION. Belum selesai disitu saja, aku semakin dibuat penasaran dengan pengisi Drama CD-nya adalah Hayami Saori, Sawashiro Miyuki, Uchiyama Kouki, Daisuke Ono, Ayahi Takagi dan Suzumura Kenichi. Melihat cast tersebut aku semakin penasaran bagaimana "amukan suara burung kenari" (baca: Nino) saat bernyanyi.

Nafas Kehidupan 
Walau aku hanya membaca Charming Junkies sejilid saja, tapi aku sudah menemukan gaya dari Ryoko-sensei. Di komiknya kali ini juga, ia tak luput melepaskan dari percakapan yang saling melempari teriakan. Ryoko-sensei juga menggunakan lelucon garing pada tiap tokohnya, seperti ekspresi Nino yang seringkali datar sekali dan Yuzu yang mempunyai bulu mata cantik.

Untuk percintaannya sendiri kalo boleh kubilang sih FTV banget. Protagonis dan antagonis lelakinya tak bisa mengatakan perasaan cintanya pada perempuan. Serta protagonis dan antagonis ini (tampak) saling berebut perempuan. Btw, secara pribadi aku juga kurang menyukai masalah cinta dan kehidupan Nino saat kanak-anak (walau ini menyangkut inti cerita).

Namun aku menyukai Ryoko-sensei saat menggambarkan ketika in no hurry sedang panggung dan menunjukkan lagu terbarunya. Terutama ekspresi Nino saat bernyanyi, ia selalu menatap keatas, bersuara sekencang-kencangnya bagaikan monster yang mengaum ke langit.

Fukumenkei Noise Anime

Dan sepertinya The Anonymous tak henti-hentinya mengejutkan diriku. Mulai dari PV, cast Drama CD dan di penghujung akhir tahun 2016 dikabarkan akan ada anime-nya. Aku tak tahu bagaimana anime-nya nantinya. Apakah akan berisik juga dengan tokohnya yang penuh dialog teriak-teriak seperti pada komiknya atau tidak. Pastinya aku menantikan lagu-lagu dari mereka, kuharap genre-nya sih Pop Rock.

"Kita semua menyembunyikan perasaan kita sesungguhnya."
Read more ... → The Anonymous Noise

January 19, 2017

THE iDOLM@STER Cinderella Girls: 2nd Season

Untuk pembukaan kali ini, aku akan bercerita panjang lebar dari biasanya. Pertama kali aku mengenal franchise THE iDOLM@STER pada tahun 2007, tepatnya saat itu ada majalah game yang sedikit membahasnya (bila tak salah upcoming/preview game). Lalu aku mulai kepo dengan mencari-cari lagunya di YouTube. Lagu yang pertama kali kudengar berjudul FO(U)R yang telah di-fansubbing oleh domelola. Sejak saat itu aku mulai kepincut dengan lagu-lagunya yang beragam dan rajin mencari-cari informasi tentang franchise ini. Di tahun itu aku juga tak bisa menemui satu pun fandom-nya di Indonesia, bahkan aku berusaha keras meracuni teman-temanku untuk mencoba mendengarkan iM@S (selanjutnya akan kusingkat begini). Sayangnya hanya satu yang berhasil kuracuni. Tapi aku tak berhenti disitu saja, aku menemui satu forum yang membahas musik iM@S secara komplit di Indowebster (terima kasih banyak Raestloz!). Jujur saja, saat itu aku senang setengah mati karena akhirnya bisa menemukan satu fandom lokal.


THE iDOLM@STER Cinderella Girls: 2nd Season

Dengan berlandaskan mesin pencari google, aku terus mencari-cari informasi tentang franchise iM@S yang selanjutnya kuketahui bahwa Namco, selaku pencipta game tersebut memang hanya memfokuspasarkan dalam Jepang saja. Entah karena keinginan mereka atau kebiasaan Jepang mengisolasikan diri untuk tidak mengekspor karya mereka. Kurang-lebih begitulah informasi yang kudapat dari link dan blog random yang kudapat dan ku-translate secara mentah dengan menggunakan google translate.

Tahun 2011 merupakan tahun yang menggembirakan karena franchise ini diangkat menjadi anime sebanyak 25 episode dengan durasi sepanjang 24 menit. Bila ditanya puas atau tidak, tidak sepenuhnya. Karena ceritanya lebih fokus ke pengenalan masing-masing karakter tiap episodenya, dan tampak seperti promosi lagunya, banget. Konflik di animasi iM@S yang kurasa benar-benar serius hanya gossip buruk tentang Chihaya Kisaragi. Konfliknya selanjutnya, saat Haruka Amami depresi hingga tamat aku juga kurang meresapinya. Aku malah lebih berharap konfliknya kurang terlalu dalam.

Di tahun yang sama NBGI alias Bandai Namco meluncurkan seri permainan baru, yaitu THE iDOLM@STER: Cinderella Girls berbasis seluler pintar. Konon kabarnya dahulu, seri iM@S terbaru ini akan menghadirkan 100 idol, namun kenyataan kini ada 200 lebih idol yang muncul di seri ini.

THE iDOLM@STER Cinderella Girls: 2nd Season

4 tahun sejak mobile game tersebut seri iM@S CG juga diangkat menjadi anime sepanjang 13 episode. Studio yang menanganinya masih sama dengan sebelumnya, A-1 Pictures yang masih diarahkan oleh Noriko Takao. Tatsuya Takahashi juga masih memegang naskah dan musik dikomposisi oleh Hidekazu Tanaka, salah satu member MONACA. Sebenarnya sudah curiga sejak awal, masa iya, seri ini hanya 1 cour saja. Lalu menjelang akhir cerita iM@S CG ada sebuah konfirmasi bahwa THE iDOLM@STER Cinderella Girls: 2nd Season akan segera tayang juga di tahun itu. Dan cerita yang benar-benar seru adalah second season ini. Sedihnya diriku, saat itu aku menontonnya melalui Aniplus. Ditengah-tengah masa tayangnya, BigTV, jasa layanan TV kabelku memutuskan sebelah pihak sehingga channel tersebut akan dihapus (ini bukan karena aku tidak memilih channel Aniplus atau pun tidak berlangganan premium, tapi ya mereka memutuskan sebelah pihak begitu saja jadi hanya channel Animax saja yang tersisa). Ketika sedang masa-masa mengudara seri ini, aku tidak bisa ikut bandwagon karena aku sedang malas, dan agak sibuk sesuatu pula aku mengikuti seri yang berbeda (oh aku lupa 2015 men-download anime apa saja). Ngomong-ngomong, meski sudah 7 tahun lebih lamanya aku telah mengidolakan franchise ini namun baru akhir-akhir ini saja aku mensupport mereka, dan itu pun juga masih bisa kehitung jari jumlah koleksiku. Dan sepertinya aku sudah harus memulai membahasnya karena sudah OOT terlalu jauh.

Senyumanmu
Sebulan setelah kesuksesan debut Cinderella Project pada event Summer Idolfes seharusnya Tim Cinderella Project menjalankan jadwal yang sudah tersusun dengan rapi. Tapi Mishiro Directing Manager yang baru saja balik ke Jepang mempunyai strategi baru untuk perusahaannya. Beliau mempunyai ide tersendiri dan akan membuat proyek baru, buruknya proyek dari pemikirannya harus membubarkan semua divisi proyek yang sedang berjalan. Ia hanya ingin mefokuskan diri pada satu proyek utama saja. Proyek ini nantinya akan merekrut dari idol-idol per tiap divisi proyek sebelumnya. Apesnya Cinderella Project yang baru saja debut juga harus ikut tertimpa atas kebijakan Mishiro Directing Manager. Divisi proyek lainnya juga mengalami kekacauan atas perlakuan beliau ini. Banyak program dan acara yang dihentikan secara mendadak, tak hanya sebatas pemutusan proyek saja namun ciri khas masing-masing idol juga harus diubah bahkan dilepas demi mewujudkan idol yang ideal bagi Mishiro Directing Manager.

Producer Cinderella Project tentu saja tak dapat menerima hal ini, karena ia memiliki pandangan tersendiri tentang idol itu. Sayangnya demi mewujudkan idol yang ideal bagi Producer membutuhkan waktu yang cukup lama dan Mishiro Directing Manager tak mau menyetujuinya. Beliau tidak ingin menghabiskan banyak waktu dan kalo bisa dilakukan sesegera mungkin. Pemikiran Producer juga ditolak mentah-mentah dikarenakan ia belum mempunyai rencana matang untuk mewujudkan kesuksesan proyeknya lagi.

Namun semangat Producer tidak terpatahkan hanya dengan omongan yang tegas darinya. Producer rela kerja larut malam untuk memberikan proposal terbaru kepadanya.

Setelah menyerahkan proposal kepada atasannya, Producer masih belum bisa bernafas lega. Meski proposalnya diterima namun tak sedikit pun Mishiro Director Manager untuk membatalkan rencananya bahkan tenggat waktu yang diberikan sempit sekali. Proposal tersebut harus bisa dieksekusi dalam waktu 3 bulan.

Stereotip
Sebenarnya perwujudan cerita iM@S CG kurang lebih hampir sama dengan iM@S. Pada season pertama diperlihatkan dengan kelakuan Mio Honda yang mirip dengan Miki Hoshii, yang, um... sama-sama konyol egoisnya (maafkan aku bagi fans Mio dan Miki). Lalu menjelang akhir episode sang pemeran utama, Uzuki Shimamura sama-sama depresi berat akan suatu hal.

THE iDOLM@STER Cinderella Girls: 2nd Season

Di season kedua ini, iM@S CG mampu memberikan permasalahan yang mendalam, konflik internal yang terjadi pada 346 Production terasa nyata. Karena ulah Mishiro Directing Manager terjadi perpecahan dimana-mana, membuat semaunya berantakan, tujuan individu, tujuan tim dan tujuan atasan sudah tidak selaras lagi.Ya aku sangat menyukai Mishiro Directing Manager menjadi antagonis yang kuat disini. Keputusan yang bulat dari Mishiro Directing Manager berhasil membuat semua orang menjadi bimbang, apalagi kesempatan yang diberikan olehnya sangat menjanjikan. Jenjang karir yang bagus dan berkembang lebih baik. Tentunya ada sebuah pengorbanan, maukah meninggalkan tim, unit atau divisi yang telah menemaninya berkembang selamanya ini.

THE iDOLM@STER Cinderella Girls: 2nd Season

Di season kedua ini porsi komedi dan cerita per karakter berkurang, tapi ini setimpal dengan memfokuskan untuk menghadapi tantangan utama dari Misihro Directing Manager. Dimana pada season pertama lebih banyak pengenalan, hiburan semata dan promosi lagu.

Smooth
Aku yang terlalu asyik mengikuti cerita di season keduanya hingga lupa ada insert song apa saja yang ada disini. Di episode terakhirnya aku juga terpukau oleh gerakan tarian mereka yang sangat lincah dan mulus. Aku tak bosan-bosannya mengulang bagian tariannya.

THE iDOLM@STER Cinderella Girls: 2nd Season

Hingga akhir episode Mishiro Directing Manager tetap memberikan kesan yang kuat bagaimana sifat karakter beliau dan sukses beneran menjadi antagonis yang 'jahat' dalam cerita ini. Sekali dia sudah berjalan maka takkan ada yang bisa menghentikannya.
Read more ... → THE iDOLM@STER Cinderella Girls: 2nd Season

January 5, 2017

Rina Satou Mengumumkan Statusnya pada Pergantian Tahun

Pergantian tahun dimana hampir semua orang merayakannya dengan cara kumpul bersama dengan teman atau keluarga, atau mungkin dengan cara lainnya. Di penghujung hari juga membuat semua orang-orang untuk flashback dan mereview apa yang telah terjadi selama setahun penuh.
Rina Satou Menikah pada 2016 dan Sudah Dikaruniai Anak

Tak terkecuali dengan seiyuu terkenal, Rina Satou, yang mengisikan suara Misaka Mikoto di Toaru Kagaku no Railgun, Kaoru Tanamachi di Amagami, Makoto Niijima di Persona 5 dan masih banyak lagi. Tepat pada tengah malam 23.59 31 Desember 2016 ia menuliskan sesuatu pada blog pribadinya. Banyak yang telah terjadi padanya di tahun 2016, terutama kehidupannya. Di Tahun 2016 lalu, akhirnya ia menemukan pasangan hidupnya. Ia juga mengatakan bahwa telah mempunyai seorang anak dan ia gemas sekali mendengarkan suara bayinya.
Di blog pribadinya ia juga menuliskan rasa bersyukur pada keduaorangtuanya yang telah pergi ke langit karena sudah membesarkan selama ini. Di hari yang baru ini, Rina Satou merasakan menjadi orangtua.
Ia menutup tulisan di blog dengan mengucapkan selamat tahun baru semoga tahun 2017 menjadi tahun yang menakjubkan
Selamat tahun baru juga, semoga di tahun 2017 bisa menjadi tahun yang hebat seperti apa yang diharapkan oleh semua orang serta selamat menempuh hidup baru Rina Satou!

Sumber: Yaraon dan Nippon Insider
Read more ... → Rina Satou Mengumumkan Statusnya pada Pergantian Tahun

December 11, 2016

Stella Glow

Ketika membeli 3DS, aku sama sekali tak punya keinginan untuk memainkan RPG sama sekali. Emang niat awalku hanyalah memainkan casual games untuk menghilangkan penat dan stress. Namun kemudian hari ada sedikit pikiran yang mengusik diriku. "Sungguh tidak sayang kalo benar-benar tidak memainkan RPG satu pun?" Begitulah kalimat yang melintas dipikiranku. Setelah dipikir-pikir cukup matang akhirnya aku memutuskan untuk memainkan salah satu game RPG yang ada di 3DS. Dan dari sekian banyak game RPG yang disediakan 3DS aku memilih Stella Glow karena aku menemukan Undub Version-nya.


Stella Glow

Stella Glow sendiri pun merupakan game terakhir ATLUS sebelum bangkrut dan menjadi anak angkatnya dari SEGA. Meski SEGA memenangkan lelang aset ATLUS, hingga saat ini SEGA tetap mempertahakan nama ATLUS, sepertinya SEGA memang tak merencanakan mengganti namanya sama sekali. Sayangnya di penghujung usia ATLUS, mereka hanya menitikberatkan pada seri Persona, produk-produk jebolannya Shin Megami Tensei, Trauma Center serta Etrian Odyssey kurang begitu terlihat (apakah akan ada kabar lagi). Stella Glow-pun juga tidak murni hasil dari ATLUS, game ini dikembangkan oleh Imageepoch Inc. yang harus berduka cita menutup usia karena penjualannya menurun dan terlilit hutang. Grafisnya bekerjasama dengan Millennium Kitchen, BGM diproduksi di PROCYON STUDIO dan Sound effect dipegang oleh SuperSweep. Pada 2016, NIS America menyebarkanluaskan game ini di daratan Australia dan Eropa.

Harmoni Surgawi
Pada suatu hari, tinggallah Tuhan di bulan. Orang-orang memuja tuhan. Suatu ketika, dengan berkembang pesat sebuah jaman membuat kepercayaan manusia memudar. Tuhan yang murka menurunkan pasukannya, malaikat, ke bumi untuk menghukum manusia yang tidak setia. Sebagai hukuman, Tuhan mengambil lagu dari manusia atas kesombongan mereka.

Hanya penyihirlah yang mampu bernyanyi. Tuhan menunjuk beberapa gadis untuk menjadi penyihir. Para penyihir inilah berperan sebagai mata dan telinga tuhan di muka bumi (untuk memantau segala kebajikan dan kejahatan manusia).

Suatu hari, pemuda bernama Elcrest pergi menuju rumah Tuhan mengorbankan dirinya untuk membungkam Tuhan. Orang-orang pun memberi gelar pahlawan kepada Elcrest yang telah menghentikan malapetaka dari Tuhan.

Sedikit Bumbu Ar tonelico
Membicarakan gameplay yang ada di Stella Glow sangatlah simple sekali, sangat sangat sangat sangat simple banget. Di game ini hanya ada dua pilihan utama: jalanin cerita dan nigkatin affection ke tiap character saat free time. Kita engga perlu eksploari kemana-mana emang karena engga bisa. Saat free time sebenarnya bisa melakukan hal lain selain ningkatin affection, jalan-jalan keluar untuk mendapatkan sebuah item random atau kerja sambilan untuk mendapatkan sedikit uang dan sedikit potongan harga di toko. Tapi yah, sayang sekali menghabiskan free time yang sedikit hanya untuk melakukan kedua aktivitas tak penting di game ini.

Stella Glow

Dengan menggunakan tema "lagu", game ini sedikit mengingatkanku pada seri Ar tonelico, dimana hanya para gadis saja yang dapat bernyanyi dan karakter perempuan mempunyai masalah masing-masing yang dipendam. Sebagai pemeran utama, pemain harus menelusuri apa masalah yang disembunyikan oleh para gadis tersebut dengan cara terjun ke lubuk hati mereka paling dalam. Bila di artonelico dikenal dengan istilah Cosmosphere maka di Stella Glow disebut Spirit World. Tentunya Spirit World di Stella jauh lebih simple ketimbang Cosmosphere yang harus mondar-mandir kesana kemari, pilih opsi yang tepat dan lain-lain. Di Spirit World pemain akan dihadapi dengan musuh yang menjelma pada sifat negatif manusia (penyihir), kebimbangan, resah, terlalu khawatir, keraguan dan lain-lain.

Spirit World-nya hanya sebatas itu saja. Dengan menyelesaikan semua Spirit World maka akan meng-unlock lagu baru (skill) yang sangat berguna saat battle. Meski menggunakan tema sebuah lagu, sayangnya Stella Glow juga tak memiliki banyak varian lagu sehingga untuk beberapa saat (mungkin) akan membosankan mendengarkan lagu yang sama terus-menerus.

Combat Menarik
Sistem leveling-nya mudah dimengerti tapi sayangnya seret banget. Kita akan mendapatkan EXP dari setiap action saat battle, entah itu memukul musuh, mengalahkan musuh atau pun menyembuhkan teman (entah itu HP atau terkena bad status). Tapi bila hanya menggerakan karakter dan/atau langsung end turn maka karakter tersebut tidak akan mendapatkan EXP sedikitpun.

Level musuh saat battle pun relatif mengikuti level pemain tapi jeleknya musuh akan stuck di level tertentu apabila pemain tidak melajutkan progress cerita. Karena musuh levelnya dibawah satu tingkat (atau lebih) dari level pemain maka pemain akan kesulitan melakukan leveling. Ini merupakan sisi negatif bagi penikmat RPG yang hobinya leveling seharian. Seret banget EXP-nya, bahkan mengalahkan musuh tidak akan mendapatkan EXP lebih dari 5 poin.

Namun disisi lain, sebenarnya Stella Glow bisa diselesaikan langsung tanpa leveling sedikitpun, game ini dirancang untuk dimainkan marathon. Selesai progress cerita di tempat sini, bila kamu males, langsung saja lanjut ke progress cerita selanjutnya, selesai lanjut lagi ke progress cerita. Yah musuhnya hanya terasa sedikit sulit saja koq. Walau begitu aku tetap saja lebih hobi leveling (meski sudah jengkel sekali leveling-nya yang sangat seret).

Weakness dan Resistant suatu element kental banget terasa di game ini. Jadi ya bila musuh lemah dengan element tersebut pakailah penyihir yang mampu cast element tersebut. Bila penyihirmu lemah dengan element yang dimiliki musuh, ya sebaiknya jangan gunakan dia di battle tersebut, terkecuali dia healer satu-saatunya.

Uang yang ada di Stella Glow juga tak jelas wujudnya. Jujur saja, aku hampir engga pernah belanja sama sekali. Uangku cukup berlimpah. Item didapat dari hasil drop item mengalahkan musuh, buka chest treasure juga menyelesaikan mission battle. Begitu juga dengan equipment, semua kudapat dari chest treasure, menyelesaikan mission battle dan steal dari musuh atau boss.

Yang aku senang dari equipment Stella Glow adalah sistem Orb. Orb-nya sangat berpengaruh dan presentase berhasilnya cukup tinggi. Sehingga aku seringkali menggunakan orb untuk memberikan bad status ke musuh, memberikan damage tambahan, attack biasa memberikan efek stealing atau meningkatkan status setelah menghajar musuh atau mengalahkan musuh. Dan tak semua boss kebal terhadap bad status, jadi bad status seperti burn dan poisonus sangat berguna untuk menyicil damage. Meski kukatan menyicil, sebenarnya damage yang dihasilkan itu lumayan banget! Hampir seperti attack biasa ke boss.

Sehingga orb yang memberikan damage tambahan bila menyerang sendirian, disamping ada teman, menyerang dari samping dianggap menyerang dari belakang, atau bila HP/SP dibawah dari 40% itu sangat menarik untuk digunakan.

Dikarenakan kita hanya bisa membawa 2 item per karakter saat battle, mungkin ini menjadi agak tricky mengelola SP untuk menghemat-hemat cast skill. Namun tak perlu khawatir juga bila karaktermu sedang 50/100 EXP-nya maka saat naik level (ketika battle) maka HP dan SP akan restore sempurna. Pastikan hemat untuk heal dan memilih skill yang tepat untuk menebas musuh. Disaat bersamaan juga jangan ragu untuk cast skill heal karena bsia saja di turn selanjutnya boss akan menghantammu.

Di event battle tertentu akan ada minim keterangan. Sehingga kamu tak tahu bila boss tersebut atau ally-mu yang mendadak menolongmu itu tidak bisa mati, ya maksudku sekarat apa pun dia pasti akan bertahan dengan HP 1. Sebenarnya keadaan tersebut emang seharusnya tidak dilakukan, toh kamu hanya disuruh mengalahkan 9 musuh tapi entah mengapa aku ingin mengalahkan ke semua boss disitu agar kebanjiran EXP. Sayangnya mereka semua bertahan di HP sebanyak 1 poin dan berujung aaku yang kalah telak. Lain event battle juga, ally-mu yang mendadak datang dan menolongmu kesulitan melindungimu. Aku menyibukkan diri meng-heal mereka tapi apa yang terjadi. Saat aku panik dan mulai putus asa akan game over karena mereka hendak kalah ternyata mereka bertahan di HP 1 poin! Sial, jadi selama ini aku menghamburkan SP secara cuma-cuma!?

Oh, ngomong-ngomong aku juga hampir tak menggunakan item sedikitpun, karena merasa sayang, toh masih bisa cast heal menggunakan SP (tentunya dengan menggunakan karakter healer) sekaligus item tidak bisa di-refill saat battle berlangsung. Jadi ya, item bagiku juga sama seperti bentuk uang di game ini. Engga ada gunanya.

New Game+ yang Menyebalkan
Aku memperkirakan aktual game ini dapat ditamatkan dalam kurun waktu 30-40 jam. Aku sendiri menamatkan game 60 jam, karena (kuanggap) aku sendiri rajin leveling, dan setidaknya satu battle bisa menghabiskan 15-30 menit sedikitnya. Walau karakter terentu sangat jarang sekali aku gunakan saat event battle, tapi aku tetap rajin leveling semua karakter, agar level-nya sama rata. Hingga pada akhirnya karakter tersebut bisa dihitung jari hanya digunakan beberapa kali saja, itu pun juga kebanyakan karena kondisi karakter tersebut (karakter yang sangat jarang sekali aku pakai) yang wajib turun ke battle.

Cerita Stella Glow mulai kerasa seru saat sudah memasuki chapter 7. Semua karakter patut dicurigai, kita menemui situasi abu-abu, mana lawan sesungguhnya mana kawan sesungguhnya. Semuanya tampak ambigu dan mencurigakan. Jujur saja saat awal-awal merekrut semua penyihir ceritanya monoton sekali. Kita melakukan perjalanan ke selatan, timur, barat menjelajahi seluruh bagian hingga ke ujung dunia mencari dan menemui semua penyihir yang ada di muka bumi.

Disini terdapat 2 ending dan epilog per karakter, epilog didapat dengan memilih karakter yang affection-nya sudah penuh. Sedangkan true ending bisa didapat tanpa perlu menamatkan gamenya terlebih dahulu. Kamu cukup meningkatkan affection Leader pasukanmu hingga tingkat kedua (ia mendapatkan skill Magic Shield), nantinya akan ada satu karakter yang join dengan party-mu dan saat battle terakhir ketika muncul opsi pilih untuk menolak permintaannya.

Cukup mudah sekali untuk mendapatkan True Ending di Stella Glow, tapi bila tidak teliti atau tidak menahu maka akan melewatkan kesempatan untuk mendapatkan true ending saat 1st playthrough.

Ketika menamatkannya akan ada pilihan untuk save clear data, apabila kamu me-load save-an yang sudah clear data, maka kamu akan memainkan 2nd playthrough dan jumlah free time-mu akan dimaksimalkan. Sehingga memungkinkan pemain untuk mendapatkan semua epilog dan mengetahui cerita masing-masing tiap karakter. Hal yang sangat menyebalkan adalah... saat kamu memainkan ulang dari save-an clear data maka semua item, equiptment dan orb semuanya akan lenyap, kecuali jumlah uang-mu. Serta level karaktermu semuanya di reset. Sangat busuk bukan, padahal aku sudah bersusah-payah untuk steal semua equiptment dari boss dan menyelasikan semua battle mission saat battle setelah event. New Game+ hanya memberikan EXP Rate yang ditingkatkan dratis dan free time sebanyak sembilan kali.

Saat ini aku sedang mengumpulkan mood agar dapat memainkan 2nd playthrough-nya. Sungguh mual sekali mendapatkan New Game+ seperti ini.

Stella Glow
Read more ... → Stella Glow

November 27, 2016

The Boy and the Beast (Bakemono no Ko)

Jauh dulu sekali aku sempat meng-add sebuah akun official Jepang untuk mendapatkan free sticker regional. Suatu hari tiba-tiba akun tersebut berubah nama dan icon/gambar menjadi anime. Hingga cukup waktu yang agak lama mulai terkuak bahwa akun tersebut menjadi akun official movie yang akan tayang di Jepang.

Kemarin, Sabtu, tanggal 26 November 2016 awal rencananya aku akan maratonin movie di Japan Fun Day Show Japanese Film Festival 2016 mulai dari jam paling pertama, 12.30 hingga jam terakhir 21.30 terlebih lagi Moana sudah tayang di Indonesia, perfect sekali bukan rencanaku. Tapi karena ada acara lain, aku menggeser prioritasku sehingga hanya sempat menonton satu film. Alasan lainnya adalah ternyata aku juga salah mengecek jadwal, ternyata movie yang ingin kutonton marathon itu ternyata hari Jum'at dan aku tidak bisa menontonnya dihari itu.

The Boy and the Beast (バケモノの子; Bakemono no Ko) merupakan animasi action adventure pada tahun 2015 yang memenangkan award Animasi Terbaik ke-37 pada ajang Japan Academy Prizes. Movie ini ditulis dan disutradrai oleh Mamoru Hosoda, yang telah menjebolkan layar lebar dengan Toki wo Kakeru Shoujo, Summer Wars dan Ookami Kodomo no Ame to Yuki. Ketiga karya sebelumnya meraup keuntungan besar dan memenangkan berbagai award, bahkan award Animasi Terbaik Tahunan tak pernah lepas darinya. Sayangnya meskipun aku mengenal baik sekali nama Hosoda tapi aku belum pernah menonton karyanya sama sekali. Ini adalah film Hosoda pertamaku. Teman baikku mengatakan bahwa The Boy and the Beast bukanlah hasil terbaik dari Hosoda karena kurangnya unsur originalitas yang tertuang dalam karya ini. Walau ini film Hosoda pertamakalinya bagiku, aku lumayan membaca dan mendengarkan ulasan temanku itu sehingga aku sedikit menurunkan ekspektasi dan harapan.

Berandalan Tak Beretika
Ren yang berusia 9 tahun baru saja kehilangan ibunya karena sebuah kecelakaan lalu lintas. Ayahnya yang tinggal pisah rumah membuat Ren seharusnya tinggal dengan walinya. Keputusan yang tidak menyenangkan untuk Ren ini disebabkan tak ada kabar sama sekali dari ayahnya. Menolak keputusan orang dewasa yang egois dan semena-mena Ren mengambil jalan lain, melarikan diri, ia akan hidup gembel, berkelana tanpa tujuan, sendirian. Kebencian Ren pada orang dewasa sekitar membuat ia membenci semua manusia yang ada.

Ren yang sedang jongkok mengumpet diri dari keramaian Shibuya mendengar ocehan gila dari Kumatetsu. Monster beruang ini ngomong terus-terusan serta mengajak Ren untuk mengikutinya. Walau Ren mengacuhkannya, tapi tawaran Kumatetsu sedikit menggiurkan karena ia tak punya tujuan kemanapun.


The Boy and the Beast (Bakemono no Ko) - Studio Chizu - Mamoru Hosoda

Tanpa disadari ternyata Ren telah memasuki dunia lain dan tujuan Kumatetsu terlihat jelas, bahwa ia membutuhkan seorang murid agar dapat menjadi Dewa Binatang baru. Ren ogah menjadi muridnya karena etika Kumatetsu yang buruk sekali. Bahkan ia enggan menyebutkan nama kepadanya, sehingga Kumatetsu memberikan nama Kyuuta ke Ren. Sebenarnya Ren juga sedikit kurang ajar atas segala perilaku dan ucapannya yang dilontarkan ke Kumatetsu, ia (mulai) sadar dan berkaca diri dengan sifatnya dan merasa bersalah ke Kumatetsu, meski ia sendiri tidak mau mengakuinya. Secara tak langsung ia sudah menjadi murid pertamanya dan kehidupan sehari-hari mereka berubah. Guru dan murid ini selalu cekcok karena keduanya sama-sama keras kepala dan keduanya juga kurang beretika.

Makna Kekuatan
Meski awalnya mengisahkan seorang anak lelaki yang terjebak di dunia lain tapi poin utama dari anime ini tak jauh dari interaksi guru dan murid yang saling bahu-membahu belajar satu sama lainnya. Ini terlihat jelas pada adegan dimana Kumatetsu dan Kyuuta selalu berlatih bersama, tiap hari, tanpa mengenal cuaca yang menghadang. Jujur saja pada bagian ini sebenarnya terasa cukup flat sekali. Yah aku akui saat mereka berlatih itu tergambar smooth dan indah sekali tapi tetap saja, flat. Bahkan ketika berjalan mencari filosofi menjadi kuat hanya terlihat sekilas saja. Dan tentu saja cerita otomatis terpusat menjadi guru-murid.

Sisi Gelap Menggerogoti Manusia
Kesampingkan dahulu plot umum guru-murid yang ada, Hosoda berhasil memberikan drama yang tajam ketika Kyuuta sudah mulai tumbuh berkembang dewasa namun Kumatetsu nampaknya tidak berubah sama sekali.

Kita akan menemui 3 masalah dari cerita ini, kebimbangan Kyuuta untuk tetap tinggal bersama Kumatetsu atau mencari ayahnya kembali, kompetisi menjadi Dewa Binatang baru, dan kebusukan Ren yang masih terpendam sejak ia dari kecil. Tatara dan Hyakushuubou yang selalu mengawasi guru-murid sejak pertama kali bertemu memberikan suatu pelajaran/dampak penting kepada mereka berdua dan pertemuan Ren dengan Kaede juga tak kalah pentingnya membangun kedewasaan Ren yang semakin mantap. Character development yang ada disini menyentuh sekali.

Konstelasi Biru Ikan Paus
Walau tadi kukatan cukup hambar saat adegan Kumatetsu dan Kyuuta berlatih bersama tapi saat menontonnya aku terkesima dengan audio dan animasi ditampilkan The Boy and the Beast. Bahkan kebimbangan Kyuuta dan Kaede yang siap menemani dan menuntunya setiap saat membuat perasaanku hanyut saat menontonnya. Masalah yang disimpan pada masing-masing karakter yang ada membuat aku jatuh semakin dalam pada drama yang diciptakan oleh Hosoda. Film ini juga banyak memotivasiku untuk kembali melakukan hal-hal positif (yang ingin kulakukan selama ini). Dua adegan favoritku ketika Kyuuta mengintimidasi Kumatetsu dengan meniru gerakannya dan saat Kaede menyadarkan Ren saat ia kebingungan.

Japan Fun Day Show Japanese Film Festival Indonesia 2016

Japan Fun Day Show Japanese Film Festival Indonesia 2016

Japan Fun Day Show Japanese Film Festival Indonesia 2016

Penutup dari tulisan ini aku akan OOT seperti biasa dan sedikit bercerita tentang acara Japanese Fun Day Show. Meski panggungnya cukup kecil dan tidak terlalu banyak booth yang berjejer berdiri, tapi dengan ukuran segitu sudah ramai dihuni berbagai pengunjung dari awal hingga malam. Booth yang ada juga memberikan harga yang terjangkau dan screening yang tayang harganya terjangkau. Aku sangat menyukainya sekali. Oh aku ingin sekali menonton Chihayafuru Live Action dan masih lumayan penasaran dengan The Anthem of the Heart, yah walau banyak sekali yang mengatakan anime ini kentang sekali (termasuk semua temanku) tapi aku tetap penasaran ingin menontonnya! Oh ya, tanggal 7 Desember 2016 mendatang Kimi no Na wa. juga akan tayang di Indonesia, aku harus menontonnya di layar lebar.
Read more ... → The Boy and the Beast (Bakemono no Ko)

November 19, 2016

Dumbbell Nan Kilo Moteru?

Seusai membaca Hajimete no Gyaru, aku langsung segera mencari komik yang memiliki tokoh gyaru. Mudah saja, tinggal klik tag gyaru di Baka Update, sortir berdasarkan rating dan langsung iseng membacanya. Tak bisa dipungkiri, gyaru itu memang mempunyai ciri khas yang kuat sekali dan seketika menancap dihatiku.

Sekitar dua bulan yang lalu, facebook-ku lumayan ramai dengan artikel plank. Bila dikatakan artikel mungkin sedikit kurang tepat, karena sebenarnya itu adalah sepotong halaman sebuah komik yang sedang menjelaskan bagaimana melakukan dan manfaat plank.


Dumbbell Nan Kilo Moteru?

Dan baru sore tadi aku baru mengetahui bahwa yang sempat populer di-facebook-ku adalah Dumbbell Nan Kilo Moteru? (ダンベル何キロ持てる?; Danberu nan kiro moteru?). Komik ini menampilkan seorang gadis gyaru dengan dark skin yang seksi serta gadis LSBH berparas anggun. Komik ini ditulis oleh Sandrovich Yabako yang hingga saat ini masih aktif berkarya menulis  Kengan Ashura dan urusan hot sexy girl diserahkan kepada MAAM.

Tubuh Ideal
Sakura Hibiki, sama seperti gadis SMA pada umumnya, namun saat ini ia sedang mengalami masa kritis. Hobi makan nan ngemilnya yang tak terkontrol membuat berat badannya tambah lagi. Sebagai gadis SMA tentunya ia concern juga dengan bentuk tubuhnya. Mau dong berpenampilan menarik, bisa memikat lawan jenis atau mengenakan bikini yang imut.

Naiknya berat badan dipicu karena tak melakukan apa-pun dan hanya ngemil saja terus. Meskipun tekadnya sudah bulat dan melakukan beberapa olahraga, Hibiki langsung kandas di awal. Ia tak sanggup menjalani latihan olahraga. Karenanya ia rela menghabiskan sekocek uang agar dapat melangsingkan perutnya. Akan tetapi disaat bersamaan ia juga belum bisa mengubah kebiasaan ngemilnya.

Danberu nan kiro moteru?

Sesampai di gym ia sama sekali tak menduga bahwa ia akan bertemu dan berlatih bersama dengan Soryuuin Akemi, kembang bunga di sekolahnya, dan ia melihat sisi 'menarik' dari gadis cantik belia tersebut.

Cek Kalori
Khusus bagi yang doyan ngemil, kamu bisa memperhatikan kira-kira berapa banyak kalori yang telah dikomsumsi. Setiap makanan yang dikonsumsi oleh Hibiki selalu ada keterangan berapa banyak food kalorinya.

Begini, atau Begitu?
Bagi kamu yang pemula atau ingin memulai melakukan workout di rumah, membaca komik ini merupakan salah satu referensi yang tepat. Kita bisa mengetahui bagaimana cara melakukannya dengan benar dan apa dampaknya bila salah melakukan serta hasil dari workout akan membentuk otot apa saja.

Bukan Ecchi
Walau sering menampilkan pose-pose seksi Akemi yang erotis, khusus untuk satu ini takkan kukatan ecchi. Dibandingkan memedulikannya yang sedang unjuk keseksian tubuhnya yang sempurna aku lebih terpaku pada penjelasannya yang ringkas, jelas dan mudah dimengerti. Maka sayang sekali bila aku lebih mengutamakan tubuh seksi Akemi yang merupakan hasil kerja keras melakukan workout secara rutin nan teratur. Sekali lagi, memang, fakta-fakta seputar workout lebih menarik.
Read more ... → Dumbbell Nan Kilo Moteru?
 

Autumn 2015 Anime Chart

【Autumn 2015 Anime Chart】
For other info, click here.
For its hashtags, click here.

Featured Video


Random Posts